
hari ini adalah hari aku berangkat ke Tokyo,sudah 2 hari sejak aku mengajukan permintaan untuk bersekolah di Tokyo jadi aku sudah mempersiapkan kan semuanya.
aku berjalan keluar dengan tas dan koper,di belakang ku ayah,Issei,dan ibu mengikuti,mereka berniat untuk mengantarku ke halaman
sesampai nya di halaman,aku melihat mobil paman Han sudah terparkir di sana.
iya,aku sudah mengatakan kalau aku akan bersekolah di Tokyo kepada paman Han,dan dia langsung mengajukan diri untuk mengantar.
awalnya,ayah akan menitipkan ku pada teman kerjanya,tapi saat aku memberi tahu paman Han,dia mengatakan kalau aku bisa tinggal di klan Shohei untuk tinggal.
mendengar nya aku cukup senang dan setuju untuk tinggal di sana,aku memberi tahu ayah dan ibu soal ini dan mereka tidak khawatir sama sekali.
"hati hati di jalan ya tsuki,dan jangan lupa untuk mencari teman ya!"
dengan senyum lembut terlukis di bibir nya ibuku sekali lagi menasehati ku untuk mencari teman,melihat itu aku tidak bisa tidak membalas senyum itu dan mengangguk.
"HM...ya!"
"mungkin~aku juga akan menemukan menantu untuk kalian,hahaha"
aku mengangguk,kemudian berkata dengan bercanda pada ayah dan ibu.
Issei mendengar itu,dan aku bisa mendengar dia terus menggumamkan"munafik"berulang kali.
aku terkekeh mendengarnya,kemudian masuk ke mobil yang sudah di hidupkan.
aku membuka kaca jendela dan melambai untuk perpisahan singkat.
"selamat jalan!, bersenang-senang lah!"
ibu ayah dan Issei berseru dengan beberapa tetes air mata mengalir di pipi mereka,aku menyeringai melihat nya.
"ya!!"
aku membalas,dan kemudian mobil sudah mulai berjalan.
ngomong ngomong wali ku di sana adalah paman Han, sebenarnya aku tidak memerlukan seseorang untuk mengurus ku.
tapi apa daya,aku belum memenuhi syarat untuk menggunakan uang elektronik dan sebaginya jadi aku hanya bisa meminta paman Han untuk menjadi wali ku.
.....
skip..
sudah beberapa jam setelah aku berangkat dengan mobil Paman Han,dan sekarang mobil sudah mencapai tujuan.
aku bisa melihat pekarangan perumahan yang cukup luas di depan ku,aku cukup bersemangat melihat nya.
__ADS_1
"ayo,aku akan memperkenalkan kan mu pada bos!"
paman Han mulai berjalan di depanku,dan aku mengikutinya sambil menyeret koper.
"cukup besar bukan?,apakah tidak berat?"
Han melihat barang bawaan yang di bawa Akatsuki mau tidak mau bibirnya berkedut,tapi setelah melihat ekspresi santai Akatsuki dia hanya meratapi dan menggumamkan kata"monster" dengan suara rendah.
saat ini Akatsuki membawa tas yang cukup besar dan juga koper dengan ukuran sedang,tapi dari manapun di lihatnya itu bukanlah ukuran yang bisa di angkat oleh anak berumur 8 tahun.
...
mendengar pertanyaan paman Han,aku tersenyum lalu melanjutkan berjalan,sungguh bahkan jika aku mengangkat sebuah mobil truk akan terasa enteng bagiku.
"hehe terimakasih sudah peduli,tapi sungguh..aku bahkan tidak merasakan berat apapun"
aku berkata mengabaikan wajah aneh paman Han.
beberapa menit kemudian aku dan paman Han sampai di halaman terbesar dari perumahan klan Yakuza ini.
di sana juga aku bisa melihat beberapa orang berotot sedang latihan Kendo,aku melihat mereka sebentar dan seperti nya mereka juga memperhatikan paman Han dan aku.
"oh itu Han!,kau sudah pulang ya? katamu kau menemukan calon anggota yang kuat,diamana dia?"
salah satu anggota bertanya kepada Han,di sini Han hanya anggota biasa dan bukan bos.
Han sebenarnya di tugaskan untuk memimpin anggota yang berada di kuoh.
ternyata yang bicara adalah Ryuu,aku cukup tau orang ini karena sering muncul di animenya.
paman Han menunjuk ku saat berbicara,dan paman Ryuu terlihat penasaran.
"kalau begitu,aku akan bertemu pemimpin dulu untuk mengenal kan dia kau tunggu ya,aku akan mengajakmu minum nanti!"
paman Han kemudian masuk ke kediaman pemimpin klan setelah dia mengobrol dengan teman lamanya.
beberapa menit kemudian aku dan paman Han sampai di depan ruangan,dan aku menebak kalau ini adalah ruangan bos.
"pemimpin,aku kembali!"
setelah mengetuk pintu,Han berseru dengan cukup keras,setelah beberapa saat,terdengar derap langkah kaki yang tidak terlalu cepat.
pintu terbuka lalu menampakan seorang lelaki paruh baya dengan muka cerah.
sedikit kerutan terpampang di wajah nya yang sudah lanjut, rambutnya juga sudah terlihat abu abu,tapi di bandingkan dengan anime nya,saat ini dia lebih muda.
"Han ya,selamat datang kembali,ngomong ngomong apakah ini anak yang kau bicarakan di telfon?"
__ADS_1
dia bertanya saat melihatku,dan aku bisa melihat antusiasme saat melihat ku.
itu wajar,karena dia melihat seorang anak yang tertarik pada Yakuza dan itu membuatnya tertarik.
apalagi saat mengingat anaknya,Raku yang sama sekali tidak berminat pada Yakuza dan itu membuatnya sedikit sedih,tapi itu saja dia selalu menuruti keinginan anak nya.
"ya,namanya Akatsuki hyoudou dan dia anak yang sudah terlatih,aku harus menyebutnya monster dalam hal pertarungan!"
jawab paman Han dengan semangat saat berbicara tentang ku,aku hanya tersenyum melihatnya.
"halo,senang bertemu dengan anda,pemimpin"
aku mengangguk lalu menyapa,dia tersenyum melihatku lalu menggosok rambut ku.
sejujurnya itu terasa menjengkelkan,tapi ku tahan karena tidak ingin menjadi tidak sopan.
"tidak perlu memanggilku pemimpin,panggil saja aku paman,oh ya apakah kau mau bertemu dengan anakku?,dia seumuran denganmu!"
"panggil saja paman Issei mulai sekarang!"
mendengar nama nya,mulutku sedikit berkedut tanpa kusadari.
sungguh anda adalah Issei kedua yang kutemui di dalam hidupku dan aku berharap anda tidak mesum.
"baiklah,kalau begitu paman"
aku mengangguk,lalu mengikuti paman issei ke sebuah kamar.
"Raku,keluar dulu aku akan memperkenalkan mu pada seseorang!"
ucap paman Issei dengan sedikit berteriak,kemudian setelah beberapa saat pintu terbuka menampakan seorang anak seumuran dengan ku.
dia memiliki warna rambut biru tua dan kalian bisa lihat di google:v
"Raku,perkenalkan ini Akatsuki,dia akan menjadi anggota klan kita mulai sekarang"
"dan Akatsuki,ini anakku Raku ichijo,mungkin dia tidak tertarik dengan Yakuza tapi tolong rukunlah dengan nya!"
paman Issei memperkenalkan kami,Raku melihat ku dengan penasaran saat melihatku.
dia terlihat sedikit takut saat melihat rambut pirang ku,juga dengan tubuhku yang tegap sangat mirif dengan para petarung.
"ha-halo,tolong jaga aku mulai sekarang!"
"ya"
......
__ADS_1
seperti itulah 6 tahun telah berlalu dan hidupku biasa saja kecuali aku mendapatkan liontin janji dari seorang gadis kecil.
ini tidak masalah,tapi yang menjadi masalah adalah ayahnya yang seorang pemimpin gengster.