DxD:TEBAS SEGALANYA!

DxD:TEBAS SEGALANYA!
31.


__ADS_3

sebelum nya


Akatsuki pov.


yah di malah yang indah ini aku melesat di bawah dingin nya Kilauan sinar bulan,angin malam berhembus membuat pakaian yang ku kenakan berkibar dengan keren.


setelah beberapa detik aku terbang,aku tiba di sebuah taman yang sepi tapi tentu saja aku bisa merasakan beberapa aura kehidupan dan salah satu dari mereka adalah target ku malam ini.


aku berjalan dengan menuju arah aura menjijikan itu dengan biasa saja,aku tidak perlu terburu buru,toh yang kurasakan hanya iblis kelas menengah,dan aku percaya diri untuk tidak membiarkan iblis itu berhasil dengan urusan nya.


setelah beberapa detik berjalan,aku akhirnya bisa melihat iblis liar itu dan dia tidak menyadari keberadaan ku karena aku menekan nya.


bahkan kedua gadis yang sedang melayang dan memperhatikan iblis liar itu tidak menyadari keberadaan ku,dari yang kurasakan kedua gadis itu dari kekuatanya adalah iblis kelas tinggi.


mungkin aku tau siapa mereka,tapi aku tidak perlu terburu buru untuk menyapa karena iblis liar di depan ku akan memakan manusia kalau kubiarkan.


"haha akhirnya aku bisa memuaskan rasa laparku dengan memakan wanita ini,ah~darah wanita memang yang terbaik!"


iblis liar dengan wajah jelek itu tertawa gila saat melihat wanita di depan nya ketakutan,seolah menikmati ekspresi ketakutan dan keputusan dari mangsanya.


"selamat makan~"


iblis liar menyeringai lalu melambaikan cakar tajam nya,kuku kuku merentang dan berkilau saat terkena sinar bulan menunjukan bahwa setiap kuku sangatlah tajam.


"yah~bagaimana aku harus menyelesaikan nya ya?"


aku menggosok daguku dan mulai berfikir,tentunya aku hanya berfikir normal dan tidak menggunakan otak yang di tingkatkan.


"ledakan dengan Ki?"


"tidak tidak..itu sudah sering kulakukan!"


aku menggeleng kan kepala saat mengingat setiap iblis yang meledak di bawah serangan Ki.


"yah seperti nya aku akan mencoba menggunakan pedangku padanya"


setelah memutuskan,aku lalu merentangkan tangan ku ke samping dengan menggenggam udara.


lalu dengan pikiran,pedang kayu keluar dari dimensi pribadi ku dan muncul langsung di genggaman tangan ku.


aku menekuk lutut ku sedikit dan bersiap untuk menebas,aku berniat mencoba kecepatan murni dan pedang ku tanpa sihir atau Ki untuk melenyapkan mahluk jelek itu.


«bentuk pertama gaya lemah: tebasan listrik!»


aku menghentikan kakiku dengan mulus ke tanah dan bahkan tidak menyebabkan gelombang kejut sedikit pun.


dengan kilatan emas,aku tiba di depan iblis liar itu dan menebas tangan nya.


setelah tangan,aku mengubah posisi dengan memutar kaki dan pinggang sedikit,di lanjutkan dengan tebasan 10 kali di dari atas hingga bawah iblis itu.


aku langsung melanjutkan langkah ku dan tiba di beberapa meter,meski terlihat lambat tapi dari awal hingga akhir aku bergerak bahkan tidak mencapai angga 1 detik.


jika di lihat oleh orang lain,mereka mungkin hanya akan melihat kilatan cahaya emas dan kemudian iblis itu terpotong.


(a/n:maaf jika kalian mencari scene atcion,mungkin akan jarang terjadi dan kurang bagus,tapi mungkin nanti akan di usahakan!")

__ADS_1


setelah memotong iblis itu menjadi daging siap panggang,aku kembali melesat ke arah lain.


aku menggunakan sedikit sihir pada wanita yang sudah pingsan itu supaya menganggap kejadian malam ini hanya sebuah mimpi.


aku kemudian tiba di belakang kedua penonton,dan memperhatikan mereka sebentar.


yah~tentu saja penonton itu adalah akeno tersayang ku yang sudah kutinggal selama beberapa tahun dan aku sangat merindukan nya.


di sampingnya seorang gadis yang menawan dengan rambut Semerah darah dan tatapannya bagaikan bulan yang bersinar,ya sangat elegan dan dingin.


berbeda dengan akeno,yang setiap saat tatapan nya penuh dengan kelembutan dan sayu,itu adalah tatapan yang ku rindukan.


aku melihat tubuhnya sebentar dan tidak bisa tidak kagum saat ini,berbeda dengan akeno saat delapan tahun,saat ini tubuhnya sangat panas dan menggoda!


aku muncul di belakang nya tanpa di sadari oleh mereka berdua,dengan lembut aku meletakan tangan ku di kepalanya dan berkata.


"kenapa harus mencari,toh aku tidak akan kemana mana?!"


aku berkata dengan selembut mungkin,aku merasakan tubuhnya tersentak kaget lalu bergetar,aku melihat tatapan penuh harap di matanya dan menggosok kepalanya.


"bagaiman mengatakan nya yah..anoo"


"yah~lama tak bertemu,akeno~"


aku melanjutkan dengan dengan lembut dan bibirku terangkat tak bisa menahan senyuman.


"Akatsuki...Kun"


dengan air mata yang sudah mulai membasahi matanya,akeno berkata dengan suara penuh harapan.


"ya,apakah kau tidak merindukan ku?,mau pelukan?"


air mata bergegas keluar dan terjun ke pelukan ku,mengubur kepalanya di dadaku dan mulai terisak.


"aku merindukan mu tsuki-kun,aku akhirnya bertemu dengan mu lagi!"


"aku kira..aku kira.."


dia menangis dalam pelukan ku dan tidak melanjutkan perkataan selanjutnya,aku bisa merasakan tubuhnya bergetar karena mungkin takut.


aku mungkin mengerti,mungkin dia mengira dulu aku akan mengorbankan nyawaku demi melindunginya.


"yah aku juga merindukan mu,dan sepertinya kau sudah menjadi kuat ya,hime"


aku berkata dengan lembut saat mengelus kepalanya,dia menikmati elusan ku lalu perlahan dia mengangkat kepalanya untuk menatapku.


aku tersenyum lalu mencium pipinya,dia tersipu oleh tindakan ku lalu kembali mengubur kepalanya di dadaku.


akeno POV.


ternyata memang benar dia adalah Akatsuki Kun yang selama ini ku rindukan,dari senyuman nya,tatapan yang ku ingat,meski penampilannya berubah karena usia.


tapi aku masih mengingat betapa lembut senyumannya,cara dia memanjakan ku,cara dia menatapku,bahkan aroma tubuhnya.


saat dia mencium pipiku,aku menjadi semakin malu dan tidak sanggup menatap matanya lagi,aku mengubur wajahku di dadanya berharap rasa Maluku menghilang.

__ADS_1


normal POV.


saat pasangan itu mengadakan reuni kekasih setelah sekian lama tidak bertemu,di bawah cahaya bulan yang dingin.


rias menonton dari awal hingga akhir merasakan bibir dan alisnya sedikit berkedut,tapi dia tidak memisahkan mereka.


karena dia tahu, akatsuki adalah orang yang selaku di bicarakan oleh akeno tanpa henti saat mereka memasuki topik itu.


dia juga ingat, tatapan penuh juang akatsuki saat dia akan pergi melawan pasukan klan himejima.


awalnya dia mengira kalau itu adalah klise adegan saat kesatria berpamitan untuk berperang kepada sang putri dan berakhir ma*i.


awalnya dia menghawatirkan akeno,tapi sekarang dia lega karena ternyata berakhir dengan Heppy ending.


melihat kedua orang itu masih lengket,akhirnya rias tidak tahan dan terbatuk.


"ahem!,bisakah kalian melanjutkan nya kapan kapan?,masih ada gadis cantik yang menjadi obat nyamuk disini!"


ucap rias dengan kesal dan perasaan rumit di hatinya,mengingat kalau dia memiliki tunangan yang tidak di cintainya,dia iri pada akeno karena bisa memilih pasangan nya sendiri.


"Ara~ara,fufufu apakah kau cemburu rias"


setelah berpisah dari pelukan akatsuki,akeno menatap rias yang dalam suasana hati yang rumit dan menggodanya.


"woaah!!,«ara ara» mu semakin mempesona saja ya,akeno~"


saat mendengar ucapan Akeno,bukannya rias yang menimpali tapi malah akatsuki yang berkata dengan kagum.


setelah Akatsuki mengatakan itu,akeno memerah dan keduanya kemudian melanjutkan acara saling menggoda mereka.


"kalian..."


rias semakin kesal dengan itu,energi chaos berkumpul di telapak tangan nya dan membentuk sebuah bola.


akeno menyadari itu kemudian terbang menjauh,ketir mulai terkondensasi di tangan nya.


kemudian cahaya merah gelap dan kuning mulai menerangi area sekitar, akatsuki melihat pertengkaran mereka bibirnya berkedut.


dia melesat dan sampai di antara kedua pijat itu,dia mengangkat kedua tangan nya dan meletakkan nya di kepala mereka berdua.


setelah mengelus sedikit dia tersenyum,aura gelap mulai keluar dari tubuhnya saat kedua gadis itu langsung menciut.


baik itu energi iblis rias ataupun sihir petir akeno,saat ini langsung menghilang.


"yah~,gadis gadis yang imut ini,bisakah kalian berhenti bermain main?"


Akatsuki berkata dengan lembut saat tangan nya mengelus kepala mereka berdua.


meskipun keduanya takut oleh aura yang di keluarkan akatsuki,tapi wajah mereka memerah karena elusan tangan nya.


akeno melihat kalau bukan hanya di yang di elus langsung mengeluarkan petirnya.


"kenapa rias juga di elus!!!"


"memangnya kenapa kalau aku juga di elus!"

__ADS_1


kemudian kedua gadis itu kembali bertengkar,tapi kali ini sepenuhnya mengabaikan akatsuki


TBC.


__ADS_2