DxD:TEBAS SEGALANYA!

DxD:TEBAS SEGALANYA!
27.sona


__ADS_3

melihat kelakuan Akatsuki,Tsubaki dan sona langsung sweetdrop tapi juga mengagumi Akatsuki di hatinya.


sepertinya hyodou yang satu ini tidak mesum dan sesat,Sona tersenyum dan ada sedikit Rona merah di pipinya bagaimanpun penampilan Akatsuki sudah di atas manusia biasa,dan di tambah pesona ilahi nya.


bahkan untuk gadis imut dingin sepertinya tidak bisa menahan perasaan tertarik pada pandangan pertama, akatsuki juga saat ini kadang kadang melirik wajah serius Sona yang sedang bekerja.


gadis pekerja keras dan imut sepertinya sudah jelas menjadi wanita yang di minati oleh akatsuki,apalagi sikap tenang nya yang membuat orang merasa ingin menghormati.


"baiklah prosesnya sudah selesai,dan selanjutnya tinggal mengisi formulir ini saja!"


setelah memasukan semua data dan aalah yang narator tidak mengerti,Sona memberikan sebuah formulir pendaftaran pada AKATSUKI.


Akatsuki mengambil nya dan mengisi formulir itu dengan cepat,dengan otaknya yang di tingkatkan sangat mudah untuk menulis dengan kecepatan tinggi.


Sona dan Tsubaki diam diam merasa kagum dengan kecepatan menulis Akatsuki,tapi hanya wajah datar yang terlukis di wajahnya.


Setelah semua proses yang cukup panjang,akhirnya Akatsuki menjadi murid SMA kuoh,Sona kemudian membawa Akatsuki ke ruang OSIS untuk menyerahkan seragamnya.


"ngomong ngomong apakah hanya OSIS yang bertanggung jawab untuk pendaftaran,Sona?"


saat melewati banyak ruang guru,Akatsuki melihat kalau guru di sini semuanya melakukan pekerjaan lain dan proses pendaftaran di berikan pada OSIS dia bertanya dengan penasaran.


"s-s-sona?, ke-kenapa kau menggunakan nama depanku!,padahal kita baru kenal!"


dengan wajah memerah dan beberapa asap keluar dari kepalanya,Sona benar benar malu saat Akatsuki memanggil dengan namanya.


"ah!?,maaf maaf aku hanya terbiasa memanggil semua orang dengan nama depan mereka!,maaf kalau Ku membuatmu tidak nyaman!"


Akatsuki berkata dengan canggung saat menyadari hal itu,dia lupa kalau di Jepang memanggil nama kenalan akan terasa tidak sopan kalau memanggil nama nya langsung


tapi apa daya,dia selama ini tinggal di lingkungan Yakuza dan semua orang akrab dengan nya jadi dia tidak pernah memanggil mereka dengan nama keluarga.


dan juga satu satunya wanita yang berbicara dengan nya adalah Kyoko,dan dia juga kekasih nya sangat wajar kalau memanggil langsung namanya.


"ti-tidak apa apa,aku hanya terkejut saja kalau kau begitu terbuka"

__ADS_1


"dan kalau untuk pertanyaan mu,itu karena sekolah ini di jalankan oleh keluarga ku jadi aku bebas untuk melakukan apa saja di sini"


saat ini Sona mungkin tidak menyadarinya,tapi saat dia mengatakan itu dadanya sedikit maju dan hidung nya mengembang,jelas dia ingin pamer di depan Akatsuki untuk menarik perhatian nya.


Akatsuki menyadari kalau Sona memiliki sedikit kebanggaan saat mengucapkan itu membuatnya terkekeh,gadis dingin ini kalau bersikap seperti gadis normal terasa lebih imut untuk di lihat.


"kenapa kau tertawa,apakah ada sesuatu di wajahku?"


Sona bertanya dengan tenang,dia mencoba mengembalikan wajahnya menjadi dingin tapi sia sia,sekarang wajahnya memerah sampai ke telinga,entah kenapa dia merasa tidak bisa bersikap dingin di hadapan akatsuki sekarang.


jantungnya berdetak lebih cepat saat dia berada di dekat Akatsuki,aroma maskulin yang di pancarkan oleh akatsuki membuat nya sedikit mabuk jadi dia sebisa mungkin mencoba menjaga jarak dari akatsuki.


'dia itu manusia atau iblis sucubus sih,kenapa aku merasa seperti akan mabuk kalau terus berada di dekatnya!'


Sona berfikir saat merasakan pesona yang di pancarkan akatsuki,tentu saja tindakannya tidak lepas dari pandangan akatsuki.


dia merasa sedikit tidak berdaya saat melihat Sona sedikit menjauh,mungkin aura nya tidak akan mempengaruhi manusia biasa seperti Kyoko,tapi untuk mahluk supranatural tentu saja meskipun akatsuki menahan auranya sebisa mungkin ada kemungkinan kalau beberapa orang akan merasakan nya.


dia tentu saja bukan sucubus tapi bukan berarti pesona nya tidak tinggi,apalagi saat ini kekuatannya sudah menjadi penghancur dunia.


"hei kenapa kau seperti menghindari ku?,apa aku membuatmu tidak nyaman?"


"ti-tidak!,aku hanya...etto"


Sona tidak memiliki kata kata yang keluar dari mulutnya,dia tidak mungkin akan menyebutkan dunia Supranatural kepada orang awan.


setidaknya sona berfikir begitu,dia tidak tahu kalau akatsuki lebih memahami betapa dalamnya air didunia DxD ini.


bahkan dewa jahat yang memiliki kekuatan true God pun dia tahu,dan mungkin saat ini dia ada di dunia lain di sisi dimensi waktu.


"hmm jangan bilang....kau menyukaiku?"


"yah,tak ku sangka ketua bisa begitu manis"


"woo!,kenapa wajahmu menjadi begitu merah ketua,apa kau demam ?,mau ku antar ke UKS?,rumah sakit?,atau hatiku?:v"

__ADS_1


Akatsuki terus menggoda Sona sambil tersenyum karena melihat wajah Sona menjadi begitu imut.


"di-diam sebentar!"


"ba-baka!"


Sona merasa kalau dunia nya tiba tiba berputar lebih cepat dan kewalahan karena terus di goda oleh Akatsuki,mungkin kalau orang lain dia akan langsung marah dan mengirim orang itu ke neraka.


tapi saat menghadapi akatsuki,dua sama sekali tidak bisa memikirkan bantahan tapi diam diam senang dan entah kenapa.


setelah keduanya berjalan dengan akatsuki terus menggoda Sona,akhirnya mereka sampai di pintu ruang OSIS.


Sona masuk dan akatsuki mengikuti dan melihat sekeliling dengan penasaran.


ruangan itu cukup besar,bahkan ada sebuah kamar ganti di sisi ruangan, ada berbagai peralatan untuk menyeduh minuman.


lalu sebuah papan catur tersimpan di meja pertemuan, akatsuki langsung mengerti mungkin itu adalah tempat Sona dan peerage(gelar kebangsawanan) mengadakan latihan strategi.


"hei Sona,boleh aku panggil begitu?"


Akatsuki bertanya,sejujurnya dia tidak terbiasa memanggil nama orang lain dengan nama belakang.


dan sebagai mantan orang +62 dia tentu saja tidak pernah memanggil nama orang dengan nama keluarganya di masa lalu.


"y-ya,mu-mungkin?"


Sona dengan ragu menjawab,dia mungkin akan pingsan jika terus di goda oleh Akatsuki.


"baiklah sona,aku melihat ada papan catur di sini,apakah kau memainkan nya?"


tanya Akatsuki sambil membawa papan catur yang di meja,dia sebenarnya sangat ingin menguji sampai sejauh mana otak nya berkembang setelah ratusan kali terobosan.


Sona langsung menjadi tenang setelah mendengar pertanyaan akatsuki,dia memperbaiki kacamata nya lalu berkata dengan suara bangga.


"tentu saja,aku tidak pernah kalah dalam permainan ini!"

__ADS_1


sebagai keturunan pilar kekuatan keluarga di dunia bawah,tentu saja dia harus bisa memainkan permainan catur.


dan saat ini,Sona di sebut sebut sebagai pewaris keluarga dengan IQ tinggi dan ahli dalam strategi.


__ADS_2