
Ella menatap Tuan Reo yang ada di depannya. Ella merasakan perasaan yang familiar sama seperti yang ia rasakan saat ia bertemu dengan Reo Kawenz saat SMP dulu.
Tuan Reo di depannya terlihat sombong dan sepenuhnya terlihat mendominasi mengingatkan Ella pada sosok Reo Kawenz dulu di sekolah di mana sosok anak kecil tersebut secara agresif sangat sombong. Bedanya, Reo yang ada di depannya sombong secara anggun dan sopan tidak seperti Reo kecil yang sombong dan kasar.
Terlepas dari itu, Ella merasa baik Reo kecil maupun Reo dewasa yang ada di depannya sama-sama sosok yang sulit untuk didekati, dan Ella hanya ingin menjauh dari setiap orang yang bernama Reo!
Tuan Reo tersenyum, "Aku kaget mengetahui bahwa koki Ella sangat muda. Tapi sejujurnya itu tidak masalah sama sekali. Pesta itu seharusnya memiliki menu pre-order, jadi akan lebih baik jika Ella mengambil bagian dalam pembelian bahan-bahan."
Ella mengepalkan tangannya. Dari nada Tuan Reo, dia sepertinya sangat ingin dan yakin bahwa Ella harus menjadi koki dalam perjamuan pesta di pantai di Pulau terpencil. Tuan Reo sepertinya tidak menyisakan ruang untuk penolakan.
Ella benar-benar ingin menolak tawaran menjadi koki ini, tapi begitu banyak mata yang memandangnya. Dia tahu bahwa dia pasti akan membuat dirinya terlihat bodoh sendiri jika dia berbicara terlalu banyak.
Ehem ehem! Suara batuk bos restoran. "Baiklah Ella, tidak perlu terlalu terburu-buru berterima kasih pada Tuan Reo, tapi kamu harus berterima kasih pada Tuan Reo karena dia sudah memilihmu."
Ella menatap Tuan Reo secara berhati-hati lalu berkata pelan, "Te– teri– termakasih, Tuan Reo."
Bos restoran mengurutkan kening sedikit mendengar jawaban Ella yang terbata-bata. Bos restoran lalu berkata dengan senyum yang mekar, "Tuan Reo, jika bukan untukmu, aku tidak akan meminjamkan kokiku padamu dengan mudahnya! Koki kami Ella mungkin memiliki masa kecil yang sulit, jadi dia sedikit autistic dan dia tidak berkata dengan sangat baik."
"Tapi kondisinya ini tidak mempengaruhi apapun. Pastinya tidak akan mempengaruhi kemampuan memasaknya! Dia tidak akan memberimu masalah sama sekali!"
Tuan Reo mengangguk dengan tersenyum, sementara matanya tidak pernah meninggalkan Ella. "Aku tidak masalah sama sekali selama lidah koki bisa merasakan rasa dari makanan yang berasa enak."
__ADS_1
Kata 'lidah koki' yang disebutkan oleh Tuan Reo entah kenapa terdengar sangat tidak nyaman di telinga Ella. Tanpa alasan yang jelas, Ella tiba-tiba merasa tidak nyaman.
Bos restoran melambaikan tangannya dan mengangkat dagunya dan berkata pada Manager Kaazee. "Kalian berdua bisa keluar dan lanjutkan kerja kalian."
Manager Kaazee dan Ella pun berbalik pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Saat Ela berbalik sebuah suara tiba-tiba memanggilnya ya itu adalah suara Tuan Reo. "Koki Ella."
Ella berhenti melangkah dan berbalik dengan kaku.
Tuan Reo melihat padanya dengan tersenyum. "Koki Ella, aku akan menjemputmu dalam beberapa hari dan kita bisa mendiskusikan masalah pesta pada pertemuan kita selanjutnya."
Mendengar bahwa dia akan bertemu dengan Tuan Reo dalam beberapa hari, Ella merasa jantungnya serasa jungkir balik karena cemas ia akan bertemu lagi dengan Tuan Reo ke depannya.
Ella berjalan di belakang Manager Kaazee dan meski ragu-ragu, dia akhirnya memberanikan diri untuk berbicara. Dia berkata dengan pelan. "Manager Kaazee …."
Manager Kaazee mengerutkan kening dan berbalik menghadap Ella. Dia biasanya tidak memiliki banyak kontak dengan Ella meskipun mereka bekerja di tempat yang sama. Manager Kaazee tidak membenci Ella, tapi dia juga tidak menyukainya, lebih tepatnya, ia sedikit tidak menyukai Ella.
Manager Kaazee tidak menyukai Ella karena merasa bahwa Ella sudah 27 tahun, tapi dia berpenampilan layaknya seorang remaja yang masih sekolah SMU.
Manager Kaazee menatap Ella, ia mengukur Ella, kata 'kurus' adalah deskripsi terbaik untuk Ella. Dia terlihat sangat rentan sehingga kalau dipikir-pikir dia bisa dijatuhkan hanya dengan hembusan angin. Bukankah Ella terlihat sangat lemah bahkan lebih buruk lagi dia tidak pernah membalas Bully-an pekerja lainnya di restoran ini.
__ADS_1
Manager Kaazee mengetahui bahwa beberapa pegawai di restorannya terutama para koki, senang membicarakan Ella di belakang punggung mereka karena iri dengan kemampuan memasak Ella yang jauh lebih baik dari mereka. Kemampuan memasak Ella membuatnya menjadi koki kedua terbaik di restoran meski ia baru bekerja kurang dari sebulan. Mereka selalu mengganggu dan memotong Ella saat Ella sedang berbicara.
Manager Kaazee mengerti bahwa selain kemampuan memasak Ella yang luar biasa, Ella juga terlihat sangat kecewek-cewekan dan juga dia sangat imut dan manis jadi ada banyak pegawai wanita yang senang membuat rumor palsu tentang Ella seperti Ella menjadi sugar baby dari seorang sugar dady tua berumur 80 tahun, ataupun gosip-gosip lainnya yang menyudutkan Ella.
Meskipun Manager Kaazee tahu bahwa itu hanya gosip palsu yang dibuat oleh orang-orang yang iri dengan Ella, dia tetap merasa aneh saat berada di sekitar Ella karena takut digosipkan yang tidak-tidak dengan Ella oleh karyawan lainnya.
Manager Kaazee terus memandang Ella dan menilai bahwa penampilan Ella hari ini lebih buruk dari yang dia bayangkan. Ella bahkan tidak bisa mengatakan satu kalimat yang lengkap di sana, dia terbata-bata dan selalu menunduk melihat kakinya sendiri.
Ada bos dan para tamu spesialnya di dalam ruangan tersebut, dan jika Ella membuat mereka tidak bahagia, manager Kaazee mungkin akan menjadi orang yang harus membersihkan kekacauan. Memikirkan hal itu, Manajer Kaazee merasa tidak senang dengan Ella dan sedikit memusuhinya. Jadi nada bicaranya sangat tidak menyenangkan.
"Ada apa, Ella?!"
Ella melirik Manager Kaazee dengan kaku dan berkata dengan ragu-ragu. "Manager Kaazee, bisakah ... bisakah ... aku tidak pergi? maksudku, bisakah ... bisakah ... aku ... tidak menjadi kokinya?"
"Ulangi apa yang kamu katakan! Aku tidak bisa mendengarnya!" Kesal.
"Pesta ... di pantai ... di Pulau pribadi ... tuan Reo, Bisakah aku ... tidak pergi?"
Manager Kaazee mendengarnya dengan jelas kali ini, dia semakin kesal dengan Ella. "Kenapa kamu tidak mau pergi? Kamu akan mendapatkan bayaran yang setimpal!"
Ella mendudukkan kepalanya dia tidak bisa memikirkan alasan penolakannya jadi dia hanya mengulangi perkataannya. "Bisakah aku tidak pergi?"
__ADS_1
Wajah manager Kaazee menjadi sedikit jelek, "Tidak pergi? Apa maksudmu tidak pergi? Apa yang kamu pikirkan?? Jangan berpikir bahwa hanya karena Tuan Reo terlihat masih muda, dia akan memaafkanmu jika kamu tidak pergi. Apa kamu tahu alangkah kuatnya latar belakang keluarga Tuan Reo?"