
"Aku cukup lama menunggumu di luar sana. Aku menjadi lapar selama menunggu waktu kerjamu berakhir," kata Reo.
Ella, "..." Ella tidak tahu bagaimana harus menjawab, jadi dia hanya terdiam saja sambil mengangguk secara kaku pada kata-kata Reo.
Saya memandang Ella dengan diam lalu dia tiba-tiba memindahkan kursinya dan bersandar pada Ella. Ella kaget dengan pergerakan Reo yang tiba-tiba!
"Ella, aku bisa memanggilmu Ella, kan? Kamu selalu gugup di sekitarku, Apakah kamu membenciku?" tanya Reo dengan suara pelan dan lembut.
Ella menatap Reo dengan terkejut. Dan tatapan Ella bertemu dengan mata Reo yang bersinar. Jantung Ella berdetak kencang dan dia secara kaku menggelengkan kepalanya. "Ti– ti– tidak."
Reo berkata dengan nada yang tulus. "Aku sebenarnya sangat bahagia untuk bertemu mantan teman sekelas di tempat yang benar-benar asing. Aku tidak pernah melupakanmu meskipun setelah sekian tahun berlalu, aku masih muda dan bodoh pada saat itu yang mana kelakuanku telah memberikanmu waktu yang sulit dulu di SMP."
"Aku selalu berpikir bahwa aku akan menemukan kesempatan untuk meminta maaf padamu suatu hari, tapi aku tidak berharap tidak melihatmu lagi waktu itu, sejak aku bertemu lagi denganmu dua hari yang lalu, maukah kamu menerima permintaan maafku? Aku benar-benar tulus meminta maaf."
Ella belum sempat menjawab, tapi pelayan datang dengan membawakan camilan dan juga teh yang telah dipesan oleh Reo.
Setelah pelayan pergi, Ella akhirnya berbicara. "Itu semuanya terjadi di masa lalu, tidak apa-apa …."
Mata Reo dan nada suaranya saat meminta maaf barusan terdengar sangat tulus. Ella merasa malu saat dia mendengarnya. Oleh karena itu, Ella mau memaafkannya.
Dahulu kala, la benar-benar membenci Reo, jika bukan karena dia, Ella tidak akan berhenti sekolah, Ella seharusnya bisa masuk ke sekolah yang baik, universitas yang baik, dan memiliki sepenuhnya hidup yang baik. Tapi setelah sekian tahun, Ella memiliki pemahaman yang lebih dalam pada banyak hal dan dia mulai mempercayai takdir.
__ADS_1
Bagi Ella, Reo benar-benar sudah menjadi sosok jauh yang kabur. Sama seperti dia tidak membenci anak-anak yang mencuri permen saat dia masih kecil, sama seperti dia tidak bisa membenci Reo lagi, dia sudah lama melupakan hal-hal yang berkaitan dengan orang ini.
Dengan mata yang tulus, Ella menunjukkan senyum cerah. Ella merasa luka di hatinya mulai meleleh sejak dia mendengar permintaan maaf Reo yang tulus. Ada rasa lega yang datang setelah mendengar permintaan Reo dan memaafkannya. Ella untuk pertama kalinya dengan berani menatap reog dia mengatakan dengan jelas tanpa keraguan. "Tidak apa-apa, itu semua terjadi di masa lalu, yang lalu biarlah berlalu …."
Reo melihat ke dalam mata Ella, biasanya mata Ella tampak kelam, tapi kali ini terlihat cerah. Ella merasa tidak nyaman karena dipandang oleh Reo, Ella pun memalingkan wajahnya karena merasa canggung.
Reo memakan kudapan. Dia benar-benar sangat lapar. Dia benar-benar dalam keadaan perut kosong saat menunggu Ella pulang kerja, sementara Ella yang masih kenyang, dia hanya makan sedikit dari kudapan.
Selama makan, Reo bertanya pada Ella bagaimana Ella setelah keluar dari sekolah dulu. "Ke mana kamu pergi pada saat itu? Apakah kamu masih di Kota Angspoer saat kamu tidak datang ke sekolah lagi?"
Ella pun menjelaskan pada Reo, "Setelah aku keluar dari sekolah, aku bekerja paruh waktu. Kemudian suatu hari aku mendengar bahwa banyak pekerjaan di Kota Tang. Jadi aku memutuskan untuk datang ke sini ke Kota Tang."
Reo terdiam beberapa saat sebelum dia membuka suaranya. "Setelah kejadian itu, keluargaku mengirimku ke luar negeri. Saat aku kembali dari luar negeri, aku mencarimu tapi tidak bisa menemukanmu."
Ella tidak tahu harus berkata apa, jadi dia hanya berkata, "Oh …."
Reo berhenti makan dan dia memandang ke mata Ella. "Aku benar-benar bahagia bisa melihatmu lagi."
Selama sekian tahun dan entah berapa tahun, tidak ada seorangpun yang mengekspresikan antusiasme maupun kata-kata yang terdapat kasih sayang terhadap Ella. Ella terbiasa untuk dibenci atau diabaikan, dan Reo yang memperlakukannya dengan kata-kata yang tulus entah kenapa membuat Ella merasa bahagia untuk pertama kalinya saat ia melihat Reo.
Meskipun kata-kata Reo mungkin hanya kata-kata yang untuk kesopanan, Ella merasa bahwa rasa superioritas Reo dan kesombongannya tiba-tiba terasa sangat jauh berkurang, dan mood Ella terasa membaik secara perlahan. Ella mengucapkan pada Reo kata, "Terima kasih."
__ADS_1
"Kamu tidak perlu berterima kasih padaku, itu seharusnya aku yang harus berterima kasih padamu karena telah menolongku dengan pesta yang akan datang."
Ella tiba-tiba mengingat urusan bisnis yang akan mereka perbincangkan, dan bertanya tentang pesta. "Bagaimana melakukannya? Aku … sebenarnya … tidak … punya pengalaman."
"Itu tidak masalah, kamu tidak perlu mengkhawatirkan terlalu berlebihan soal itu. Hal-hal spesifik dan detail akan diserahkan pada orang lain. Kamu hanya perlu bertanggung jawab untuk mempersiapkan menu, pembelian bahan-bahan makanan, lalu membuat persiapan yang pasti untuk berjaga-jaga, itu cukup."
Reo kembali mengatakan, "Jika kamu membuat makanan di hari pesta, makanannya sebenarnya tidak akan jauh berbeda dengan makanan yang biasanya kamu buat di restoran. Jadi kamu tidak perlu mengkhawatirkan apa-apa."
Ella merasa lega setelah mendengar apa yang dikatakan Reo. Ella memang belum pernah menjadi koki yang diundang. Sebelumnya beberapa kali di masa lalu saat dia masih bekerja di hotel, dia telah menerima pekerjaan sebagai grup koki dan dia bisa menggunakan hal itu sebagai bagian dari pengalaman, tapi dia masih takut mengacaukannya. Jika sesuatu benar-benar menjadi kesalahan, itu mungkin menjadi akhir harinya di hotel yang akan menjadi hari yang jauh lebih sulit di masa depan. Pada akhirnya Ella benar-benar kesulitan di hotel dan Ella keluar dari hotel ia sebelumnya bekerja karena menolak cinta dari kepala koki yang baru diangkat waktu itu.
Reo juga secara kasar menjelaskan pada Ella berapa banyak orang-orang yang dia undang ke pesta. Menjelaskan rasa BB makanan yang umumnya disukai para tamu, juga mengatakan soal makanan spesial yang harus dimasukkan. Ella mendengarkan dengan sangat hati-hati pada semua detail yang dikatakan Reo.
"Ella, bagaimana kalau aku mempertemukanmu dengan pihak party event organizer dalam 3 hari ke depan? Kita bisa mendiskusikan hal-hal yang lebih spesifik satu sama lain dengan mereka nanti."
"Tentu," jawab Ella.
Selama di kedai teh, rasa gugup Ella berkurang dan semakin berkurang di hadapan Reo. Dan cara bicara Ella yang awalnya gugup juga menjadi semakin lancar dan lancar.
"Kamu tampaknya tidak gugup lagi, Ella. Aku senang kamu berbicara dengan lebih halus dan lancar."
Ella kaget untuk beberapa detik, lidahnya yang telah lancar berbicara serasa diikat kembali oleh tali simpul yang membuatnya tidak bisa berkata-kata.
__ADS_1