Ella Noer Amyzee: Aku Bukan Objek

Ella Noer Amyzee: Aku Bukan Objek
Ella Tidak Nyaman dengan Teman-teman Reo


__ADS_3

Sebelum la bertemu Reo, Ella selalu menjadi pribadi yang sangat pendiam. Setelah keluar dari sekolah, ia bahkan menjadi lebih autistik dan itu adalah normal baginya untuk tidak berbicara dengan orang lain selama beberapa hari pada satu waktu.


Saat Ella masih kecil, dia selalu bermain dengan gadis-gadis seumurannya dan semakin dia bertambah umurnya, dia bisa melihat perbedaan dalam masyarakat sosial tentang ekspektasi untuk para pria dan wanita, sopan santun mereka, nada dalam berbicara, dan bahkan kepribadian keseluruhannya telah mempengaruhi Ella sedemikian rupa.


Ella yang memiliki kepribadian yang autistik dianggap aneh di antara teman-temannya. Ini menjadikan Ella sebagai target cemoohan. Untuk mengabaikan mendapatkan perhatian yang tidak menyenangkan pada dirinya sendiri, Ella hanya bisa bersembunyi dalam keheningan. Ella berbicara kurang dan semakin berkurang, Ella hampir kehilangan kemampuannya untuk berbicara sama sekali.


Ella dan Reo saat ini berbincang-bincang dengan halus dan lancar. Ella melupakan kecanggungannya untuk sementara waktu. Kata-kata Reo barusan mengingatkannya, dan sepertinya telah menyadarkannya kembali pada bentuknya yang asli yang kurang bagus dalam berbicara.


Reo juga merasa malu dengan perkataan yang sebelumnya ia katakan. "Uh, tidak perlu berkata (menjawab). Aku hanya berkata dengan santai."


"Ehm." Ella menurunkan matanya dan mengangguk sambil berkata 'ehm.'


"Kamu masih belum berubah sama sekali sejak sekolah dulu kamu benar-benar masih sama."


Mendengarkan kata-kata Reo barusan, Ella duduk dengan tegak dan secara tidak sadar menjauhkan tubuhnya dari Reo. "Kamu juga sama-sama belum berubah banyak sama sekali."


Reo mengerutkan bibirnya lalu tersenyum. "Kamu tahu, setelah aku bertemu denganmu dua hari yang lalu, aku langsung mengatakan pada Deep Run dan yang lainnya. Apakah kamu masih mengingat mereka?"


Mendengar Reo menyebut nama 'Deep Run dan yang lainnya,' Ella merasa tidak nyaman. Tubuh Ella langsung merinding dan wajahnya langsung jadi memucat.


"Mereka semua merasa bahagia mendengar tentangmu. Mereka ingin melihatmu lagi. Deep Run dan Ruari ada di Kota Angspoer, dan Onsiwari ada di Kota Bubun."


"Kamu mengatakan kamu bertemu aku pada mereka?" tanya Ella.


"Ya, aku memberi tahu mereka. Apa kamu tahu? Saat pertama kali aku mengundang mereka ke pesta, mereka semua menolak dengan alasan sibuk dan bla bla bla. Tapi saat aku mengatakan bahwa kamu akan ada di pesta, mereka langsung mengatakan bahwa mereka akan datang. CK ck ck, mereka tampaknya lebih menghormatimu daripada menghormatiku."


"Tidak mungkin …." Ella berbisik dengan suara pelan.

__ADS_1


Reo, "Apa?"


"Ti– ti– tidak …." Suara Ella bergetar dan kembali kaku.


Ella tidak ingin melihat lagi Reo, apalagi teman-temannya Reo yang Ella lebih tidak ingin bertemu! Ella bahkan tidak mengerti mengapa mereka harus bahagia saat Reo mengatakan bahwa Ella akan di pesta? Apakah mereka benar-benar bahagia jika mereka bertemu Ella?


Ella masih ingat bagaimana mereka memperlakukan Ella dulu. Mereka dulu memperlakukan Ella dengan buruk seolah-olah mereka menganggap Ella adalah binatang buas!


Apa hanya karena sudah lama tidak bertemu, mereka akan secara santai meminta maaf dan tiba-tiba menjadi teman baik?


Apa hanya karena sudah lama tidak bertemu mereka menjadi teman baik? Teman yang saling mengingatkan sebagai mantan teman sekelas yang lama tidak saling bertemu selama lebih dari 10 tahun? Apakah mereka berpikir bahwa mungkin untuk melupakan hal buruk yang telah mereka lakukan dan hanya dengan santai meminta maaf?


Apa mereka hanya akan secara santai meminta maaf dengan alasan bahwa dulu mereka masih muda dan sombong? Jadi Ella hanya harus memaafkannya begitu saja? Bertemu Reo dan diingatkan oleh Reo tentang mantan teman sekelasnya membuat Ella merasa tidak nyaman!


Ella tidak akan mengingat mereka jika tidak diingatkan oleh Reo, dan sekarang mereka akan muncul dihadapan Ella lagi nanti saat di pesta. Ini serasa tidak nyaman di Ella, serasa seperti kembali dikejar oleh anjing yang menggigitnya dahulu kala. Bahkan jika kelompok anjing yang menggigit Ella dahulu telah tumbuh besar dan telah berhenti menggigit orang-orang, Ella tentu masih merasa tidak nyaman dan masih waspada pada mereka.


Reo melihat Ella dengan diam, dia menjulurkan tangannya dan mengusap kepala Ella. "Apa kamu tidak ingin bertemu dengan mereka? Jika kamu merasa tidak nyaman, maka aku akan melarang mereka untuk datang."


"Ja– jangan pe– pe– pegang-pegang kepalaku!"


Ella sudah lama sekali tidak memiliki kontak fisik dengan siapapun untuk waktu yang sangat lama, jadi saat Reo mengusap kepala Ella, Ella langsung panik dan serasa ingin langsung berlari pergi ke pintu.


Reo secara aneh menarik kembali tangannya yang terjulur ke depan. Reo secara aneh melihat pada Ella dengan tatapan aneh, tapi ekspresi wajah anehnya langsung memudar. Reo juga berdiri dan berkata, "Maaf."


Ella terdiam tidak bereaksi.


"Maaf Ella, apa kamu sudah kenyang? Kalau sudah kenyang, aku akan mengantarmu ke rumahmu."

__ADS_1


Ella mengangguk, dia langsung berjalan keluar diikuti oleh Reo di belakangnya yang mengejar.


Reo yang berjalan di belakang Ella melihat pada Ella yang berjalan di depannya secara perlahan. Ella berjalan dengan memegang tasnya sambil kepalanya tertunduk ke bawah. Reo merasa bahwa tubuh Ella telah tumbuh sepenuhnya dibanding dahulu saat SMP. Saat SMP, Reo merasa tubuh Ella kurus keriting seperti kakaknya cacing.


Reo membuka pintu mobil dan mereka berdua pun masuk ke mobil. Reo berusaha mencairkan suasana, jadi dia mengajak Ella untuk mengobrol sedikit dengan obrolan yang ringan.


Tidak lama kemudian mobil berhenti. Reo benar-benar mengantarkan Ella pada alamat yang diberikan oleh Ella. Saat Reo melihat bahwa tempat tinggal Ella terlihat seperti tempat tinggal yang jelek dan terlihat kuno, dia pun bertanya pada Ella. "Apa kamu benar-benar tinggal di sini?"


"Ya," jawab Ella sambil mengangguk.


"Beneran?!" Reo terkejut mendengar konfirmasi dari Ella.


Ella merasa wajahnya terbakar karena malu. Ella ingin mengatakan pada Reo bawah banyak orang yang tinggal di tempat seperti ini, tapi Ella merasa bahwa itu percuma menjelaskan tempat tinggal yang seperti ini pada Reo karena sebagai orang kaya, Reo mungkin tidak akan mengerti. jadi Ella hanya mengatakan, "Terima kasih telah mengantarkanku pulang. Kamu boleh pergi, aku akan masuk ke dalam."


Reo mengangguk dan membukakan kunci pintu untuk Ella. Saat Ella akan membuka pintu dan keluar dari mobil, Reo menahan Ella agar tidak keluar.


"...ada apa?" tanya Ella dengan nada sedikit tidak senang.


"Ella Noer Amyzee, kapan waktu liburmu dari kerja? Aku masih ingin bertemu dan mengobrol denganmu lagi."


"Hari rabu ...."


"Hari rabu …." Reo menggelengkan kepalanya, "Hari rabu masih terlalu lama, kamu harus mengambil libur pada hari sabtu."


Ella terkejut untuk beberapa saat. "Aku tidak bisa secara tiba-tiba meminta ijin libur." Ella tiba-tiba saja merasa sedikit tidak nyaman.


"Kenapa kamu tidak bisa meminta izin libur? Restoran masih berjalan meskipun kamu mengambil libur."

__ADS_1


Ella menggelengkan kepalanya. "Aku tidak bisa secara tiba-tiba meminta izin libur. Jika aku secara tiba-tiba meminta izin libur, meskipun hanya satu hari, maka aku tidak akan mendapatkan bonus. Jadi kenapa aku harus meminta izin hanya karena kamu menyuruhku untuk meminta izin libur?"


LIKE dan FAVORIT ♥️LIKE dan FAVORIT ♥️


__ADS_2