Ella Noer Amyzee: Aku Bukan Objek

Ella Noer Amyzee: Aku Bukan Objek
Reo Menjemput Ella


__ADS_3

Setelah liburan sehari, Ella kembali masuk kerja lagi. Pada hari itu, sous chef lainnya yang bernama Nina Ammar muncul. Ella mendapatkan tatapan yang serasa sangat tidak nyaman dari sous chef Nina Ammar.


Rupanya Nina Amar telah mendengar dari karyawan lainnya bahwa Ella akan menjadi koki yang diundang. Nina cemburu pada Ella karena Ella mendapatkan undangan untuk menjadi koki pesta selama sehari - dua hari di pesta yang diadakan oleh tuan Reo.


Nina Amar terus-menerus membanjiri Ela dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuat Ella risih. Misalnya ia bertanya tentang apa yang sebenarnya terjadi hari itu? Bagaimana Ella bisa diundang? Makanan apa yang dibuat Ella pada hari itu? Apa yang dikatakan bos? Berapa banyak bayaran yang akan diterima Ella? Dan di mana pesta itu diadakan oleh tuan Reo? Dan juga apakah tuan Reo akan kembali datang ke restoran?


Ella biasanya tidak bisa berbohong. Oleh karena itu, ia menjawab dengan jujur. Ella menjawab soal makanan yang ia buat pada hari itu. Sedangkan untuk hal-hal yang lainnya, bagaimana ia bisa tahu?


Wajah Nina Amar menjadi semakin jelek dan jelek yang membuat Ella merasa tidak nyaman bekerja pada hari itu.


Meskipun restoran tempat Ella bekerja baru berumur 6 bulan, tapi restoran ini tergolong cukup ramai. Pertarungan antara karyawan untuk mendapatkan kenaikan jabatan dan keuntungan materi cukup brutal di dalamnya. Apalagi sebagai restoran yang belum lama ini buka di mana beberapa posisi masih kosong karena masih menunggu orang yang tepat, peluang untuk kenaikan jabatan cukup terbuka lebar sehingga tidak heran jika ada karyawan yang saling sikut menyikut untuk kenaikan jabatan.


Setiap orang melakukan yang terbaik untuk mendapatkan kesempatan promosi di masa depan. Mereka berharap untuk menaiki tangga jabatan.


Ella sebenarnya tidak begitu peduli dengan kenaikan jabatan. Hanya saja Ella adalah satu dari dua koki terbaik yang ada di restoran selain kepala koki. Kemampuan memasaknya telah diakui oleh bos dan juga hidangannya banyak dipuji oleh pelanggan restoran. Oleh karena itu, Ella dengan cepatnya menjadi sous chef meski belum sebulan ia bekerja di restoran.


Ella kini adalah koki kedua selain kepala koki yang pernah dipanggil bos untuk diperkenalkan kepada teman-temannya. Ini tentu saja membuat banyak kecemburuan karyawan lainnya.


Meski hari itu sangat tidak nyaman, Ella tetap menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. Setelah waktu bekerja habis tepat pada pukul jam 10.00 malam, Ella secepatnya berkemas dan pergi keluar.


Ella keluar dari restoran lewat pintu depan.

__ADS_1


Ella sedang berjalan menuju ke halte bus tapi sebuah mobil sport mewah berhenti di depannya menghalangi langkahnya.


Mobil terlihat sangat mewah dan sepertinya itu mobil limited edition yang sangat mahal.



Ella terus berjalan menghindari mobil dengan mengitarinya ke samping. Tapi mobil tiba-tiba menyalakan klaksonnya yang membuat Ella kaget!


Kaca jendela mobil terbuka dan sosok tuan Reo menampakan dirinya dari jendela mobil.


Ella langsung merasa tidak nyaman begitu dia melihat wajah Reo. Ela mengerutkan keningnya, ia sebisa mungkin menyembunyikan rasa tidak senangnya yang ada di wajahnya, tapi ia gagal sepenuhnya menyembunyikannya karena meski hanya beberapa detik, ekspresi tidak nyamannya telah dilihat oleh Reo.


Ella mengambil nafas panjang, ia menatap Reo dengan tatapan kosong. Saat Reo melihat bahwa Ella sama sekali tidak bergerak dan hanya diam saja, Reo mengerutkan keningnya, ia langsung membuka pintu mobil, keluar dan berjalan menghampiri Ella. Reo lalu menarik tangan Ella.


"Koki Ella?"


Sentuhan tangan Reo dan juga suara Reo membuat Ella tersadar dari lamunannya.


Ella melihat tangan Reo yang saat ini memegang tangannya, Ella merasa malu.


Ella pun buru-buru menarik tangannya.

__ADS_1


Reog mengulurkan tangannya meminta jabatan tangan, Ella dengan malu-malu mengulurkan tangannya.


"Tuan Reo."


"Bukankah rasanya aneh memanggilku Tuan Reo? Koki Ella, apa kamu benar-benar tidak mengingatku? Atau kamu pura-pura tidak mengingatku?"


Jantung Ella serasa berhenti bernapas. Meskipun dia sebelumnya sudah menebak bahwa Reo yang ada di depannya adalah Reo yang sama dengan Reo yang di sekolah dulu, ia masih terkesima saat Reo mengkonfirmasinya sendiri.


Ella mengangkat kepalanya sedikit dan menatap Reo lalu berbisik pelan. "Aku masih ingat …."


Alis Reo terangkat dan dia tersenyum. "Benarkah? Kamu benar-benar mengingatku? Kami belum bertemu satu sama lain selama lebih dari sekian tahun. Melihat reaksimu hari itu, aku pikir kamu tidak mengenaliku. Aku pikir kamu tidak memiliki kenangan apapun tentangku sama sekali. Aku cukup sedih pada hari itu."


"Kami adalah teman sekolah. Kamu tidak perlu gugup di depanku. Kamu harus bersikap seperti biasanya, atau apakah kamu memiliki dendam pada hal-hal bodoh yang aku lakukan saat aku masih di sekolah dulu saat aku masih belum dewasa?"


Pipi Ella memerah karena merasa panas, dan keringat dingin mengucur dari keningnya. Reo mengatakan 'saat aku masih di sekolah dulu saat aku masih belum dewasa' membuatnya itu seperti tidak masalah sama sekali apa yang telah dia lakukan padanya di masa lalu.


Ella memiliki waktu yang sulit di sekolah karena Bully-an dari Reo dan juga teman-temannya yang menyebabkan Ella benar-benar kesulitan di sekolah membuat Ella merasa rendah diri dan berpikiran sempit.


Tapi memikirkannya kembali, itu semua terjadi saat Ella berumur sekitar 13 tahun. Tepat! Apa yang bisa dilakukan anak berumur 11 - 13 tahun untuk mengerti apa yang dirasakan Ella saat itu? Banyak anak-anak yang melakukan hal-hal bodoh saat mereka masih di usia sekolah. Memikirkannya kembali, itu hanya kenakalan anak-anak, itu bukan masalah besar! Ella hampir merupakan fakta itu.


LIKE dan FAVORIT ♥️

__ADS_1


__ADS_2