Ella Noer Amyzee: Aku Bukan Objek

Ella Noer Amyzee: Aku Bukan Objek
Ella Noer Amyzee Terlilit Hutang


__ADS_3

Waktu bekerja akhirnya selesai, Ella pun pulang dengan tubuhnya yang kelelahan di malam hari ke rumahnya.


Ella selalu menjadi orang yang rapi dan bersih, maka setelah pulang kerja ia langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya dari bau dapur.


Setelah tubuhnya bersih, barulah Ella berbaring di kasurnya. Ella adalah orang yang menyukai kebersihan dan kerapian, maka ia tidak pernah tidur di kasurnya dalam keadaan berkeringat.


Udara di Kota Tang di bulan Januari serasa seperti ruang uap panas. Saat Ella selesai bekerja di malam hari, bus yang dia tumpangi selalu dipenuhi dengan orang-orang yang berkeringat, jadi perjalanannya untuk pulang serasa seperti mandi dengan keringat lengket yang membuatnya muak karena bau keringat.


Restoran tempat Ella bekerja sebenarnya telah menyediakan akomodasi tempat tinggal berupa kamar asrama untuknya, hanya saja tempat yang disiapkan untuk Ella belum siap sepenuhnya jadi perusahaan restoran memberikannya 1.000 NNM (NNM adalah mata uang fantasi dari authornya, anggap saja 1.000 MNM sekitar 2.000.000 Rupiah atau terserah imajinasi kalian mau anggap berapa aja, terserah hehe) untuknya untuk membayar sewa tempat tinggal sementara sampai akomodasi tempat untuknya yang disediakan restoran telah siap untuk ditinggali.


Ella senang dengan pengaturan dari pihak restoran, dia tidak ingin tinggal di asrama karena Ella menyukai tempat yang sepi. Ella berencana untuk tetap tinggal di rumahnya yang ia sewa meskipun asrama yang telah disediakan restoran telah siap di masa depan.


Ella lebih memilih untuk mengendarai mobil bus pulang dan pergi ke restoran selama setengah jam dan mendapatkan subsidi uang 1.000 NNM daripada harus tinggal di kamar asrama dengan dengan orang asing.


Ella mengambil ponselnya dari kantung celananya untuk melihat jam berapa sekarang. Ella biasanya mematikan handphone-nya selama waktu kerja, dan setelah dia menyalakan handphone-nya, beberapa pesan muncul secara langsung di layar handphone dan ada banyak panggilan tak terjawab.


Beberapa panggilan tak terjawab berasal dari nomor yang ia kenali dan sebagian adalah dari nomor yang tidak ia kenal.


Ella melihat ke nomor yang ia kenali. Ia mengerutkan kening sedikit sambil menggigit-gigit bibirnya, ragu-ragu untuk sementara dan akhirnya menelepon balik nomor tersebut.


📱: "Hallo …"


📳: "Kamu akhirnya memanggil kembali! Aku pikir kamu tidak akan menelpon balik …."


📱: "Paman Stanalise, Aku baru saja pulang kerja. Aku tidak menyalakan HP saat kerja."


📳: "Kamu kerja begitu lama sampai malam hari? Kamu bekerja terlalu keras Ella! Ngomong-ngomong Apakah kamu sudah mentransfer uang untuk bulan ini?"


📱: "Belum, aku akan mentransfernya besok."


📳: "Maka cepatlah transfer keesokan harinya, orang yang lain yang berhutang padaku telah membayar hutang-hutang mereka hari ini. Aku sedang memiliki sedikit keperluan mendesak jadi tolong bayar 1000 NNM lebih saat kamu mentransfer besok. Karena anakku akan segera membawa pacarnya ke rumah dan aku ingin membelikan AC untuk mereka."


📱: "...baik."


📳: "Ella, aku mengerti bahwa ini tidak mudah untukmu dan aku tahu kamu kelelahan. Tapi saat kamu selagi masih muda, kamu harus bekerja lebih keras, Kalau tidak, kapan kamu bisa membayar hutangmu padaku? Kamu tidak ingin berada dalam keadaan berhutang selama sisa hidupmu, kan?"

__ADS_1


📱: "Baik, Paman Stanalise."


📳: "Hanya itu yang bisa aku katakan padamu. Panggilan jarak jauh sangat mahal. Ke depannya jika kamu mentransfer uang tepat waktu, aku tidak akan memanggilmu lagi. Jangan sampai kamu telat membayar, ya? Kalau tidak, karena kamu sangat jauh, tidak akan ada yang tahu jika kamu kabur dari membayarkan hutangmu. Apakah kamu mengerti? Aku tahu kamu bukan orang seperti itu …, tapi menimbang bahwa kamu berhutang cukup banyak padaku, ini sulit bagi setiap orang. Jadi cobalah memikirkan tentang keadaan kami juga, ya?"


📱: "...okay, Paman."


Panggilan berhenti. Ella merasa kelelahan.


Ella mencoba bersemangat untuk bangun dari kasur. Dia lalu mengambil sebuah buku tabungan yang tersimpan di lemarinya dan melihat angka yang berada di buku tabungannya. Tapi saat ia sedang melihat jumlah tabungannya, teleponnya tiba-tiba menyala lagi yang membuat Ella kaget.


Ella melihat bahwa itu adalah panggilan dari nomor yang tidak dikenali. Setelah menimbang beberapa saat, ia akhirnya menekan tombol jawab.


📳: "Hallo? Siapa ya, ini?"


📱: "Ella Noer Amyzee?"


Ella mendengar suara nafas yang terdengar melalui handphone-nya. Tangan Ella bergetar dan handphone-nya hampir saja terjatuh dari tangannya.


Ella tahu suara siapa ini. dia mengingat suara ini. Ini adalah panggilan dari orang yang tidak ingin ia temui. Ini adalah panggilan dari tuan Reo.


📱: "Apakah ini, Ella Noer Amyzee?"


Ella ragu-ragu untuk waktu yang lama sebelum akhirnya ia berbisik 'ya.'


📳: "Ya."


Ada hembusan napas lega dan tawa kecil ditelepon.


📱: "Kamu menjawab terlalu lama. Aku pikir aku telah menekan nomor yang salah!"


Ella terdiam mendengar suara yang keluar dari handphone-nya yang ia taruh di telinga kanannya.


📱: "Kenapa kamu tidak mengatakan apapun? Kenapa kamu diam saja?"


📳: "Tuan … Reo."

__ADS_1


📱: "Okelah, setidaknya kamu masih mengenali suaraku."


Ella tidak tahu harus berkata apa, jadi dia terus diam tidak berkata lagi. Ella juga berpikir-pikir bagaimana orang ini bisa mengetahui nomor handphone-nya?


📱: "Apa kamu sedang berpikir dari mana aku mengetahui nomor handphone-mu? Aku meminta manager Kaazee nomormu. Jadi kapan kiranya kamu selesai pulang kerja besok? Aku akan menjemputmu dan kami akan mendiskusikan soal makanan untuk pesta."


'Bertemu dengannya besok? Aku tidak ingin bertemu dengannya besok …. Juga, ia hanya mengatakan untuk bertemu denganku besok tapi apa ia tidak menanyakan pendapatku terlebih dahulu? Tidak menanyakan apakah aku bersedia bertemu dengannya?' pikir Ella dalam hati.


Ella merasa jijik dengan nada Reo yang seperti memerintah dan seolah-olah tidak ingin menerima penolakan.


📳: "Aku … tidak bekerja besok. Libur."


📱: "Oh, bagus! Karena kamu bebas besok, maka kamu memiliki waktu untuk melayaniku besok. Di mana rumahmu? Aku akan menjemputmu besok pagi."


Ella berkata dengan suara pelan kecuali pada kata 'libur.'


📳: "Besok adalah hari liburku. Libur!"


Ella menekankan kata libur dengan sedikit keras. Ia benar-benar tidak ingin bertemu Reo. Setelah semua, Ella hanya punya satu hari libur dalam seminggu.


Untuk sesaat, keadaan menjadi hening sebelum yang di telepon kembali bersuara.


📱: "Koki Ella pastinya sedang lelah. Jadi istirahatlah dengan baik malam ini. Besoknya lagi setelah kamu pulang kerja, aku akan menjemputmu. Jadi … selamat malam."


Telepon terputus. Sebelum telepon terputus, Ella bisa secara samar-samar mendengar nada Reo bahwa ia tidak senang dengan penolakan Ella.


Ella berbaring di kasurnya dan menutupi tubuhnya dengan selimut. Tidak peduli berapa banyak ia tidak menyukai untuk bertemu dengan Reo, ia tidak bisa menolak tawaran uang.


Ella memeluk erat bantal guling. Setelah beberapa saat, ia akhirnya tertidur.


Keesokan harinya, Ella menghabiskan waktu dengan menghitung ulang jumlah hutang yang ia miliki di buku catatan. Ia juga mentransfer uang ke beberapa no.rekening untuk membayar cicilan hutangnya termasuk ke nomor rekening Paman Stanalise. Paman Stanalise bukanlah keluarga atau kerabatnya, itu hanya salah satu tetangganya di tempat ia dulu tinggal di Kota Angspoer.


Dulu kala, Ayahnya jatuh sakit karena kanker dan ia tidak memiliki uang untuk berobat. Ella yang masih 13 tahun harus mengetuk setiap pintu rumah di lingkungan tempat ia tinggal untuk meminjam uang.


Setelah menjanjikan untuk membayarnya dengan bekerja dan membuat surat hutang-piutang, ia akhirnya berhasil mengumpulkan uang untuk pengobatan ayahnya. Sayangnya, pada akhirnya ayahnya tetap meninggal … Dan hutang harus dibayar.

__ADS_1


__ADS_2