Enigma

Enigma
Makam


__ADS_3

Sunyi gelap, dingin, terdengar suara serangga dan hewan malam yang saling bersahutan jika orang normal ia akan merasa ngeri.


Namun katakan lah Lauren bukan orang normal, dia mendatangi pemakaman saat malam hari sendirian, Frans ia suruh menunggu di mobil.


"Haii nek...apa kabar ?" Lauren meletakkan bunga mawar kesukaan Sonia.


"Pasti baik ya nek ?Rere di sini lagi gak baik baik aja nek " Setetes air mata mengalir di pelupuk matanya.


Lauren menceritakan semua keluh kesahnya, termasuk apa yang terjadi di kediaman Sofian tadi. Ia terisak sesekali ia menyeka air matanya, cukup lama Lauren menangis di nisan Sonia hingga beberapa saat ia di kejutkan dengan suara seseorang.


"Woiii siapa di sana ? Mbak kunti ?" ucap orang tersebut sambil menyenter asal pemakaman.


"Mbak berenti dulu nangisnya please, gue cuma mau ngasih bunga ke mantan calon pacar aja kok mbak, karena tadi siang kelupaan " Ucap orang tersebut lagi, bukannya takut Lauren malah tersenyum, ternyata bukan dia saja yang suka ke makam malam malam tenyata ada orang lain juga terlebih hanya ingin memberikan bunga kepada mantan calon pacarnya.


Entah apalah yang di maksud pria tersebut, tapi itu terdengar aneh di indra pendengarannya.


Lauren beranjak dengan mata merah, sembab, rambut yang mulai berantakan.


"Waaaa....mbak kunti ampun mbak gue cuma mau ngasih ini doang sebentar doang mbak " teriak orang tersebut sambil mengarahkan senter kemata Lauren membuat ia kesilauan.


"Woiii senternya bisa merusak mata gue !"


"Iiih...mbak kuntinya bisa ngomong tumben" gumam pria tersebut, langsung mengalihkan arah senternya.


Lauren mengucek matanya pelan, sebelum ia membuka kembali matanya, namun ia di buat terkejut dengan sosok yang membuatnya kesal beberapa hari lalu.


"Lo" ujar mereka berbarengan.


"Ngapain Lo disini ? Mau cosplay jadi kuntilanak " ujar Kalvin menatap tidak suka kepada Lauren.


"Suka suka gue lah, Lo juga ngapain di sini ?" Tanya Lauren.


"Yeee suka suka gue lah"


"Oh gue tahu Lo mau ketemu Mantan.Calon.Pacar. Lo ya " Goda Lauren dengan menekankan kata Mantan Calon Pacar.


"Apa sih, sono sono, di culik mbak kunti beneran Lo baru tahu rasa " Kalvin mendorong tubuh Lauren agar keluar dari pemakaman.


Namun bukannya pergi Lauren malah terdiam dsn menatap Kalvin kosong, lalu tiba tiba tertawa membuat Kalvin terlonjak kaget.


"Woiii beneran kesurupan baru tahu rasa, gak lucu tau " Kalvin menggeplak kepala Lauren.


Lauren terus melaksanakan aksinya, dan suaranya semakin nyaring.


"Lin gue taro bunganya di sini ya, gue langsung cabut" Ujar Kalvin pada makam yang berkelang 2 makam dari makam Sonia.


"Hiiii...hiii....hiiii...." Lauren terus tertawa membuat Kalvin semakin takut.


"Bodo amat Lo mau kesurupan beneran bohongan, up to you" ujar Kalvin bergetar bersiap untuk lari namun tiba tiba Lauren memegang tangan Kalvin membuat Kalvin bertambah takut.


"Wuuuaaaa...." Seketika Kalvin langsung berlari kencang meninggalkan Lauren yang sekarang tengah menertawakan wajah konyolan Kalvin.


"Rasain, siapa suruh ngatain gue kuntilanak, lagi pula ini masih jam 8, para kunti belum berkeliaran kali hahah.." ujar Lauren di sela sela tawanya.


Ia sengaja mengerjai Kalvin, sebagai balas dendam karena waktu itu telah membuat Lauren terjatuh dan tidak menolongnya.


Lauren berniat berjalan keluar makam, namun entah apa yang membuatnya penasaran dengan makam yang di datangi Kalvin.


Lauren mendekati makam tersebut dan melihat namanya "Selina Putri Wijaya" , Lauren mengangkat sebelah alisnya ketika melihat tanggal kematiannya sama persis dengan tanggal kematian Sonia.

__ADS_1


Lauren teringat saat hari kematian Sonia ada sebuah insiden di dekat taman yang ia lewati, namun saat itu Lauren masih terlalu kecil untuk mengerti. "Jika *ia di kubur di sini kemungkin ia tinggal di dekat sini, apa mun*gkin dia ada hubungannya dengan kematian nenek " Batin Lauren menerka.


"Ren..."Lauren langsung menoleh ketika seseorang menepuk bahunya.


"Eeehhh...kak Frans, ada apa ?" tanya Lauren.


"Tadi ada cowok yang bilang ada cewek kesurupan, jadi kakak langsung nyariin kamu ternyata baik baik aja " ujat Frans sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Hahahhhh....udah aa ayo pulang kak " Lauren kembali teringat kejadian beberapa menit, lalu ia tertawa hingga tiba di mobil.


"Kamu beneran baik baik aja kan dek ?" tanya Frans curiga.


"Hahh...aku baik baik aja kak, hahahh" Frans hanya menggelengkan kepala, melihat tingkah adik angkatnya yang moodnya gampang berubah.


***


Sejak kejadian tadi malam, Lauren jadi lebih sering tertawa sendiri hingga terbawa ke kantin kampus saat ini ia tengah berada di kantin bersama Yuni, terlebih saat dia tidak sengaja melihat Kalvin dan teman temannya baru memasuki kampus.


Entahlah wajah konyol Kalvin terus terngiang di otaknya.


"Lo kenapa sih Re, gila ya ?" Yuni sambil menempelkan punggung tangannya ke dahi Lauren.


"Apa sih, gak Yun, gue itu masih kebayang gimana wajah konyolnya tuh cowok" Lauren menunjuk Kalvin dengan dagunya.


Ya tadi pagi Lauren sudah menceritakan kejadian tadi malam kepada Yuni.


"Hmmmm...terngiang ngiang ya " Yuni mencolek dagu Lauren untuk menggodanya.


"Iya gak tau nempel aja gitu muka konyolnya di otak gue " Ujar Lauren tanpa sadar.


"Egheemm...awas Lo entar jatuh cinta " goda Yuni lagi seketika Lauren langsung mengganti raut wajahnya.


"Apa sih Yun, gak lah amit amit, gue suka cowok modelan kayak dia, alay, sok famous cihh" Lauren berdecih lalu melanjutkan makannya.


Namun berbeda dengan Lauren ia sudah mencap Kalvin sebagai pria yang tidak sopan, resek, dan menyabalkan.


Saat asik menikmati makanannya Lauren teringat akan sesuatu.


"Oh iya yun, waktu pemakaman nenek kan gue gak ikut, apa hari itu juga ada pemakaman juga ?" Tanya Lauren tiba tiba.


"Uhhukk..." Yuni tersedak kuah baksonya.


"Eeehh..pelan pelan Yun" sambil menyodorkan segelas air.


"Kok Lo tahu ?" Tanya Yuni heran.


Pasalnya saat pemakaman Sonia karena syok Lauren tidak di perbolehkan ikut penguburan Sonia, dan Yuni ingat saat pemakaman Sonia selesai ada segerombolan orang membawa keranda memasuki area pemakaman.


"Gak tadi malam gue lihat Si cowok nyebelin itu datangi satu makam dan gue gak sengaja lihat kalau tanggal pemakamannya sama dengan nenek gue Yun" Jelas Lauren.


"Hmmmm...seinget gue emang ada setelah pemakaman nenek Lo selesai Re, emang kenapa ?" tanya Yuni balik.


"Enggak, gue jadi mikir mungkin gak sih kalau cewek yang meninggal itu ada hubungannya sama kematian nenek gue, soalnya waktu hari kejadian gue jalan kaki dan di dekat taman..." Lauren menjeda kalimatnya.


"Lo inget kan taman yang arah SD kita dulu " Yuni mengangguk.


"Gue waktu itu sempat ngeliat ada kecelakaan gitu, tapi ya karena masih kecil gue lewat aja " Lauren mengedikkan bahunya.


"Maksud nya gue gak paham sumpah " Jujur Yuni tidak mengerti kemana arah pembicaraan Lauren.

__ADS_1


"Maksud G...." Belum sepat Lauren melanjutkan ucapannya tiba tiba ia merasakan sesuatu yang panas menumpahi punggungnya.


"Uppsss..." Ujar Fanya sambil terkekeh kecil bersama kedua temannya.


Lauren dan Yuni langsung berdiri.


"Lo apa apaan sih kak " gertak Yuni sambil mengibas ngibas belakang Lauren.


"Sorry gue gak sengaja " jawab Fanya tanpa rasa bersalah.


"Gue gak pernah nyari masalah sama Lo ya kak, gue diem bukan berarti gue takut " Sarkas Lauren sambil menahan rasa perih di kulit punggungnya.


"Oh ya " Ujar Farah dengan gaya songongnya.


"Berisik, ayo Re " Yuni menatap tajam Farah dan Resti lalu menarik tangan Lauren.


Ketika mereka akan melangkahkan kakinya, tiba tiba Fanya menarik tangan Lauren yang satunya dan menampar pipi kiri Lauren.


Lauren terdiam "Apa apaan ini" batin Lauren dengan dada yang naik turun.


"Ini balasan karena udah berani mempengaruhi adik gue semalam, gara gara Lo dia berani bangkang sama gue dan orang tua gue !" Lauren menganggukkan kepalanya sambil menyeringai.


"Oohhh karena Alvin, gue kira karena cowok Lo Kalvin lagi " Lauren menjeda ucapannya dan melangkah maju selangkah.


"Gue sama sekali gak mempengaruhi Alvin, dan dia sendiri yang dengan sukarela belain gue tadi malam, dan gue rasa dia juga muak sama sikap kalian semua yang sok berkuasa " Lauren menatap Fanya dari atas sampai kebawah.


" Maksud Lo..." Fanya bersiap melayangkan sebuah tamparan lagi, Lauren memejamkan matanya.


Satu detik...dua detik...tiga detik...


Lauren tidak merasakan panas di pipinya, Lauren memberanikan diri untuk membuka matanya.


"What ? Apa ini ? " Lauren kebingungan ketika melihat Kalvin menahan tangan Fanya, semua orang yang berada di kantin pun tercengang.


"Apaan lepasin " kesal Fanya karena tidak berhasil menampar Lauren.


"Lo apa apaan ? Lo gak lihat dia kesakitan karena ulah Lo, jangan kayak bocil deh " sarkas Kalvin.


"Vin lepasin, dia tuh emang harus di beri pelajaran "


"Pelajaran apa ? Olahraga ? Gak usah sok pinter Lo, Lo aja bego " cecar Dimas di belakang Kalvin.


Sontak Lauren dan Yuni menahan tawanya, sedang Fanya dan antek anteknya menatap tajam Lauren dan Yuni.


"Kalian berdua ngapain masih di sini, sana ke uks " cecar Kalvin, tanpa menunggu lagi Lauren dan Yuni langsung meninggalkan Fanya dan antek anteknya.


"Vin Lo apaan deh bukannya belain pacar Lo malah belain cewek miskin itu " timpal Farah tidak suka.


"Pacar yang mana ?" Tanya Kalvin santai.


"Yah Farah lah..." sambung Resti.


"Gue gak punya pacar " sarkas Kalvin lalu berlalu begitu saja.


"Mamam " ledek Farhan yang sejak tadi hanya diam, lalu menyusul Kalvin dan Dimas.


"Aaa Kalvin " teriak Fanya merengek di pelukan Farah.


"Udah udah sabar, itu resiko pacaran sama cowok famous " Nasehat Resti sambil mengelus punggung Fanya.

__ADS_1


Memang orang banyak mengira jika Fanya adalah pacar Kalvin, karena mereka cukup dekat sejak awal masuk dunia perkuliahan tapi lebih tepatnya Fanya yang selalu mebempel pada Kalvin.


Setiap orang yang dekat dengan Kalvin akan di bully seperti Lauren barusan, dan selama ini Kalvin membiarkan dan baru kali ini ia membela orang yang di bully oleh Fanya dkk.


__ADS_2