
Disclaimer ⚠️
Terdapat adegan kekerasan dan lain sebagainya harap bijak dalam membaca dan juga untuk menyikapi hal tersebut. Tidak untuk ditiru !!
~ Happy Reading and Enjoy ~
Setelah Syamsu meninggalkan tempat itu, ada sesosok bayangan hitam mengintai Sabqi yang terbaring lemah. Sosok itu menghampiri Sabqi kemudian berniat untuk menyelamatkan Sabqi dengan kekuatannya.
"Kasihan sekali dia, aku akan menyelamatkannya, meskipun Ayahanda pasti akan memarahiku," gumam Abian. Abian adalah salah satu putra dari raja jin yang ada di hutan terlarang itu. Sebelumnya ia tahu bahwa Syamsu memiliki sifat yang licik dan munafik. Kemudian Abian membawa Sabqi ke tempat yang tidak diketahui oleh semua orang, tempat itu dilindungi oleh kekuatan yang melebihi Syamsu agar Syamsu tak dapat menghancurkan penyelamatan Abian terhadap Sabqi.
Kini Sabqi telah tersadar dan sembuh kembali. Ia terbangun dan mengerjapkan matanya, pertama kali saat ia membuka matanya ia melihat sosok Abian yang tersenyum.
"Siapa kamu?" tanya Sabqi terkejut berusaha menghindar dari Abian.
Abian tersenyum. "Kamu jangan takut, sekarang kamu sudah selamat," jawab Abian.
Sabqi merasakan pusing di kepalanya dan mengerjapkan matanya. Saat matanya terpejam ia melihat peristiwa saat Abian menyembuhkannya. Setelah itu ia pun kembali membuka matanya.
"Kenapa kamu menyelamatkan aku. Bukankah kau dari kalangan Jin, aku telah membunuh putra Raja, seharusnya kau juga marah dan membiarkanku mati di sana, kan?" tanya Sabqi.
"Aku tahu bukan kamu yang membunuh saudaraku, melainkan Syamsu Si pengkhianat itu yang telah membunuh saudaraku," jawab Abian tersenyum.
"Terima kasih banyak, ternyata kamu itu baik aku kira para raja jin dan rakyatnya itu jahat," ucap Sabqi, ternyata semua yang dikatakan para raja itu mitos, nyatanya para jin-jin baik jika para manusia juga tidak mengganggu kehidupan mereka.
"Tentu saja tidak, untuk apa kami para jin jahat kepada manusia? Jika manusia mengganggu pasti kami juga akan membalasnya tetapi jika manusia tidak mengganggu kami juga tidak akan menggagu manusia," tegas Abian.
***
Kini kedok Syamsu telah terungkap, ternyata dirinya adalah seorang pengkhianat kejam. Syamsu memiliki kekuatan yang sangat hebat, ia bisa merubah dirinya menjadi siapapun, karena ia mendapat keturunan dari kakeknya yang juga seorang dukun. Syamsu memiliki sebuah misi untuk bisa menguasai desa Setra Asih dan juga kerajaan jin yang berada di hutan terlarang, untuk itu ia membutuhkan kekuatan yang lebih hebat darinya. Salah satu kekuatan itu adalah kekuatan yang dimiliki oleh raja jin dan juga putranya.
Raja Jin memiliki kekuatan yang hebat dari dalam tubuhnya yang terdapat sebuah mutiara kekuatan paling dahsyat sedangkan putranya (Abian) mempunyai kekuatan yang diberikan oleh ayahnya yaitu cincin berlian. Syamsu memanfaatkan Sabqi sebagai jalan supaya ia bisa menjalankan misinya. Namun, setelah mendengar kabar dari para anak buah Syamsu yang memberitahukan bahwa salah satu putra dari raja jin itu menyelamatkan Sabqi.
"Tuan, salah satu putra Raja Jin menyelamatkan Sabqi," ucap salah seorang anak buah Syamsu.
"Apa?" tungkas Syamsu terkejut, "Ini tidak bisa dibiarkan, ayo kita pergi ke sana," perintah Syamsu yang kemudian diikuti para anak buahnya.
***
Syamsu dan para anak buahnya telah sampai di hutan terlarang tersebut.
"Cepat cari Sabqi dan putra si anak raja itu!" titah Syamsu.
"Baik tuan," jawab para anak buah Syamsu serentak bergegas mencari Abian dan juga Sabqi.
Tak lama kemudian, Syamsu dan para anak buahnya menemukan Sabqi dan Abian. Sontak Abian dan Sabqi terkejut.
"Sabqi, ayo lari, Syamsu dan anak buahnya ada di sini," ajak Abian diangguki Sabqi yang bergegas berlari menjauh dari Syamsu dan para anak buahnya.
Karena Syamsu tak dapat mengejar Abian dan Sabqi, Syamsu pergi ke tempat di mana raja sedang bersemadi dan mengatakan bahwa Abian membawa Sabqi. Ya, Syamsu tahu dan dapat melihat raja, karena ia diberi kekuatan penuh oleh kakeknya.
"Wahai Raja Adelio!" panggil Syamsu.
Sang Raja menghiraukan panggilan Syamsu karena ia sedang sibuk bersemadi. Namun, berkali-kali Syamsu memanggil membuat raja terpaksa menemui Syamsu yang begitu berisik.
__ADS_1
"Ada apa? Kenapa kau menggangguku?" tegas Sang Raja dengan nada tinggi.
"Di sini aku ingin memberitahu bahwa putramu telah menyembuhkan manusia yang sudah membunuh putramu itu," balas Syamsu.
"Apa! Jangan bicara omong kosong kau,"
"Untuk apa aku bermain-main, tanya saja pada putramu!"
Raja marah mendengar hal itu, ia pun segera bergegas mencari Abian. Ternyata Abian sedang berada di tempat yang biasa ia tempati yaitu di belakang bangunan kerajaan.
"Abian ... " teriak Raja Adelio.
Abian dan Sabqi sontak terkejut mendengar teriakan Raja. Abian berkeringat dingin, jantungnya berdegup tak karuan. Abian menyuruh Sabqi untuk kabur. Beruntung Sabqi sempat kabur sebelum Raja datang ke sana.
"Kenapa kau menyelamatkan manusia pembunuh itu?" bentak Raja.
"Maaf Ayahanda, tapi dia tidak bersalah, melainkan Syamsu, dia memanfaatkan Sabqi untuk ... "
"Tidak bersalah bagaimana? Dia telah membunuh kakakmu!" potong Raja
"Tapi ... "
"DIAM!"
"Mulai saat ini, ayah tidak akan mengizinkan kamu pergi keluar lagi. Mengerti!" tegas Raja.
Abian pun mendapat hukuman, ia tak bisa pergi keluar. Ia dikurung di sebuah tempat yang berada di ruang bawah tanah dengan dijaga oleh para pengawal.
***
Abian, ia pergi ke kerajaan Jin dengan menyamar dan merubah dirinya menjadi sosok Raja Adelio, supaya para pengawal raja tidak curiga. Syamsu perlahan berjalan ke tempat di mana Abian dikurung oleh raja. Di sana terdapat dua orang pengawal.
"Pengawal, bukakan pintu ini," perintah Syamsu.
"Tapi Raja, bukankah raja melarang untuk membuka pintu ini?" balas salah satu pengawal merasa ragu dan aneh dengan sikap raja yang tak seperti biasanya.
"Cepatlah ini perintahku," tegas Syamsu.
"Baiklah, Raja," jawab pengawal yang menganggap Syamsu sebagai Raja pun membukakan pintunya dan Syamsu pun bisa masuk ke dalam sana.
Syamsu yang menyamar sebagai Raja Adelio membawa Abian pergi ke sebuah tempat yang sepi, tanpa berbasa-basi Syamsu langsung mengikat tangan, kaki dan perut Abian ke sebuah pohon dengan tali ajaib yang memiliki kekuatan yang begitu besar sehingga Abian yang hebat pun tak bisa berkutik.
"Ayahanda, tolong maafkan aku," pinta Abian.
"Ha ... ha ... ha ... kau kira aku ini adalah ayahmu," ujar Syamsu merubah diri menjadi dirinya kembali. Abian tak menyangka ternyata itu adalah Syamsu.
"Lepaskan aku!" teriak Abian.
"Tidak akan, karena dirimu rencanaku menjadi gagal, kau akan tahu akibatnya jika melawan Abdus Syamsu," tegas Syamsu sambil tertawa licik.
Perlahan Syamsu memukuli badan Abian yang membuat Abian berteriak histeris.
"Akh sakit ... tolong lepaskan aku Syamsu," teriak Abian dengan napasnya yang tak teratur.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan, Syamsu? Kenapa kau menyiksa Putra Raja Jin?" tanya Sabqi terkejut melihat aksi yang sangat buruk oleh Syamsu dan berusaha memberontak untuk menyelamatkan Abian, tetapi tidak bisa karena para anak buah Syamsu menjaga Sabqi dengan begitu kuat hingga Sabqi tidak bisa bergerak.
Syamsu menghiraukan ia tetap menyerang Abian hingga Abian tergeletak lemah tak berdaya, saat Abian sudah tergeletak, Syamsu segera mengambil cincin berlian milik Abian yang mempunyai kekuatan paling hebat.
"Abiaaan ... " teriak Sabqi.
Tak lama setelah Syamsu berhasil menghabisi Abian. Raja Adelio datang mencari putranya, para anak buah Syamsu melepaskan tali ikatan yang diikat pada Sabqi. Sabqi bergegas menghampiri mayat Abian dan menangis.
"Di mana putraku?" tanya Raja Adelio.
"Di sini Raja, Sabqi telah membunuh putramu, aku tidak menyangka dia setega itu, setelah membunuh kakaknya, ia pun malah membunuh adiknya," jawab Syamsu bersandiwara dan menunjuk ke arah Sabqi.
"Kamu lagi! Dasar manusia pembunuh! Tidak kapok-kapoknya kamu, walaupun aku sudah menyerangmu," bentak Raja marah kepada Sabqi.
"Bukan saya raja, tapi Syamsu yang membuat putramu tiada," jawab Sabqi membela diri.
Raja menghiraukan perkataan Sabqi, karena ia sudah terlanjur sangat amarah. Emosinya meninggi, tanpa pikir panjang ia langsung menyerang Sabqi dengan seluruh kekuatannya, "Akh .... rasakan ini!"
Tubuh Sabqi terduduk lemah tak berdaya. Raja menyerang dada Sabqi dan membuat Sabqi merasakan kesakitan di dadanya dan terjatuh lemas dengan berlumuran darah. Setelah Raja puas membalaskan dendam pada Sabqi yang seharusnya pada Syamsu langsung menghampiri putranya dan menangis tersedu-sedu.
"A ... aku pastikan hidupmu tidak akan tenang, karena Adikku pasti akan membalaskan dendamku," lirih Sabqi kepada Syamsu. Itulah kata-kata terakhir Sabqi yang telag mengembuskan napas terakhirnya.
Syamsu memanfaatkan keadaan dengan menusuk punggung raja, saat raja lengah yang menangisi Abian.
"Argh ... " lirih Raja Adelio diam terpaku merasakan tusukan di punggungnya. Syamsu langsung mengambil energi kekuatan dalam tubuh Raja.
"B ... berani sekali kau mengkhianatiku. Ternyata benar apa kata Abian bahwa Sabqi tidaklah membunuh putraku tapi kaulah yang membunuhnya,"
"Ha ha, ternyata Raja Jin sangat bodoh, ku kira kau itu sangat kuat, tapi lemah ... " ledek Syamsu tertawa.
"A ... aku akan mengutukmu! Suatu hari nanti kau akan dikalahkan oleh seorang perempuan yang sakti dan akan mengubahmu menjadi abu," ucap Raja Adelio dengan keadaan sangat memprihatinkan dan menahan rasa sakit.
"Ha ... ha orang-orang yang akan menghalangiku akan kusingkirkan termasuk dirimu pak tua dan juga wanita-wanita di desa ini sangatlah lemah juga tak berguna," ledek Syamsu angkuh.
"Keangkuhanmu membawa petaka bagimu Syamsu," timpal Raja Adelio untuk terakhir kalinya.
Bruk!
Tubuh Raja Adelio terjatuh dan terbaring lemah setelah Syamsu puas mengambil seluruh kekuatan Raja dan juga Abian.
"Kini akulah sang penguasa hutan Setra Asih ini, ha ha," angkuh Syamsu tertawa bahagia karena kini seluruh kerajaan Jin telah dikuasai oleh dirinya begitu pun dengan kekuatannya. Ia bergegas pergi meninggalkan tempat Raja Adelio, Sabqi dan Abian yang tergeletak.
Setelah kepergian Syamsu dengan tubuh yang lemah dan tak berdaya Abian mencoba menghampiri mayat Ayahanda dan Juga Sabqi.
"Aku janji Ayah, aku akan merebut kembali kerajaan kita dari Syamsu setelah perempuan sakti itu datang ke Desa ini untuk menyelamatkan warga desa dan juga rakyat Jin," ucap Abian sembari memeluk mayat Raja Adelio.
Terimakasih telah berkunjung dan membaca ceritanya jangan lupa favorit, vote dan komen, semoga kalian suka dengan ceritanya.🌼
~ Salam santuy dan rebahan ~
Dari Minki
__ADS_1