Enigma Setra By Syakiramiyuzi

Enigma Setra By Syakiramiyuzi
BAB 3 : FITNAH


__ADS_3

     Disclaimer ⚠️


     Terdapat adegan yang tidak untuk ditiru tolong bijak dalam menyikapi hal tersebut. Dilarang keras meniru, mencopy dan juga plagiat !!


      ~ Selamat membaca dan enjoy ~


Pagi hari yang cerah membuat semua orang ceria. Namun, tidak bagi Bu Ijem, karena setelah ia pulang dari kota, ia tak mendapati Sabqi di rumahnya. Sabqi adalah anak satu-satunya yang Bu Ijem miliki, walaupun Sabqi bukanlah anak kandungnya, tetapi Bu Ijem sangat menyayangi Sabqi. Mengetahui Sabqi yang tidak ada di rumah, Bu Ijem berniat pergi ke rumah Syamsu, tetapi Syamsu sudah muncul tiba-tiba di belakang Bu Ijem sembari menangis.


"Syamsu, di mana Sabqi?" tanya Bu Ijem khawatir.


"Hiks ... hiks ... maafkan Syamsu, Bu. Syamsu sudah sangat tidak bertanggung jawab," jawab Syamsu dengan raut wajah menangis.


Bu Ijem semakin dilema dengan jawaban Syamsu. "Apa maksud kamu?"


"Sabqi mengotot untuk pergi ke hutan terlarang itu, padahal aku sudah berusaha berkali-kali mencegahnya tapi Sabqi tidak menurutiku, ia malah melukaiku saat aku mencegahnya," jelas Syamsu, tetunya dengan sandiwara.


"Apa! Tidak mungkin," elak Bu Ijem tak percaya bahwa Sabqi melanggar perintahnya.


"Maafkan Syamsu, Bu. Syamsu yang salah," pinta Syamsu lagi-lagi bersandiwara.


Bu Ijem menghiraukan ucapan Syamsu, karena begitu khawatir, tanpa berpikir panjang ia langsung pergi ke hutan terlarang tersebut dengan diikuti Syamsu dan juga para warga desa yang khawatir melihat Bu Ijem begitu berani memasuki hutan terlarang.


'Ha ... ha ... ha ... selamat memperingati kehilangannya Sabqi, Bu Ijem,' umpat Syamsu dalam hati tertawa bahagia.


***


Setelah sampai di hutan sana, Bu Ijem dan para warga mendapati Sabqi yang terbaring lemah berlumuran darah. Bu Ijem langsung memeluk Sabqi dengan penuh isak tangis. Mereka tak bisa melihat Raja Adelio dan juga Abian, karena mereka bukanlah seseorang yang memiliki kekuasaan seperti Syamsu, sedangkan Sabqi bisa melihat Raja Adelio juga para Jin, karena ia terlahir sebagai anak indigo. Namun, sayang ia belum sadar bahwa dirinya itu indigo, hingga sekarang ia melepaskan nyawanya.


"Sabqi, kenapa kamu melanggar perkataan Ibu hiks ... hiks ... " gerutu Bu Ijem menangis tersedu-sedu.

__ADS_1


Para warga ikut prihatin dan juga berduka. "Sabar, ya Bu," ucap salah seorang warga.


Jenazah Sabqi segera dibawa oleh para warga untuk segera diurus dan dimakamkan.


***


Semenjak kematian Sabqi di hutan tersebut menyebabkan beberapa kejadian aneh seperti ada bayangan-bayangan sesosok makhluk halus yang mengintai para warga dan juga banyak para anak-anak dan juga remaja yang hilang saat bermain tepat dekat rumah Bu Ijem. Semua itu membuat para warga menjadi resah dan gelisah, para warga mengira bahwa biang masalah dari kejadian aneh ini adalah Sabqi, mereka menyalahkan Bu Ijem sebagai Ibunya Sabqi. Segerombolan warga desa demo dan menemui Bu Ijem.


"Ayo keluar!"


"Keluar, Bu Ijem!"


Teriak para warga tepat di depan rumah Bu Ijem sambil membawa beberapa obor dan juga minyak tanah. Bu Ijem keluar dan menemui para warga, ia heran karena tiba-tiba banyak warga yang datang.


"Ada apa ini? Kenapa semua warga ke sini?" tanya Bu Ijem heran.


"Betul, karena Arwah Sabqi, anak-anak di desa ini menjadi korban!" ujar warga yang lain.


"Bu Ijem harus tanggung jawab,"


"Tidak, ini semua tidak benar, bapak-bapak dan ibu-ibu. Sabqi sudah tenang di alam sana tidak mungkin ia mengarwah kita semua," ucap Bu Ijem membela.


"Argh banyak alasan, sekarang bawa dia, dia harus mempertanggungjawabkannya," perintah kepala desa kepada para warga diikuti para warga yang mencekal tangan Bu Ijem dan menyekapnya.


Para warga desa membawa Bu Ijem ke sebuah tempat yang luas dan juga sepi, mereka akan membakar Bu Ijem hidup-hidup karena mereka berpikir, jika Bu Ijem juga tiada, maka arwahnya Sabqi pun tidak akan ikut mengintai lagi. Sebagian warga membakar rumah Bu Ijem serta isi-isinya dan hak milik tanah tersebut diambil oleh kepala desa. Sebelum Bu Ijem dibakar, kepala desa memaksa Bu Ijem untuk menandatangani hak milik rumah agar menjadi miliknya. Tanah Bu Ijem akan dibanguni sebuah bangunan kontrakan.


Syamsu yang melihat Bu Ijem dan Sabqi sama-sama meninggal sangat bahagia dan puas. Karena kini tak ada lagi penghalang untuk membuatnya menguasai kerajaan jin. Ia mengambil alih kekuasaan kerajaan Jin, Kini ia menjadi penguasa di sana. Para pengawal dan juga rakyat jin tak berdaya. Walaupun dalam hati mempunyai hasrat untuk melawan, karena mereka sakit hati pada Syamsu yang telah membunuh Raja mereka. tetapi mereka tak bisa, karena kekuatan mereka lebih rendah dari Syamsu. Para rakyat jin hanya bisa pasrah dan menunggu seorang perempuan yang Raja dan Sabqi janjikan yang akan mengalahkan Syamsu. Sehingga Arwah Sabqi bisa tenang.


***

__ADS_1


2 tahun kemudian ....


"Aa .... " seorang gadis berparas cantik dan berkulit putih berteriak histeris membuat Sang Oma menghampiri gadis itu yang terbangun dari tidurnya.


"Ada apa, Shabira sayang?" tanya seorang wanita paruh baya sambil mengusap pucuk kepala Shabira.


Shabira menarik napas dalam-dalam, wajahnya berkeringat. Sang Oma langsung memberikannya minum, "Kenapa? Apakah kamu memimpikan hal itu lagi?" tanya Oma.


"Iya, Oma lagi-lagi aku memimpikan hal itu lagi," jawab Shabira. Ya, akhir-akhir ini, Shabira sering memimpikan hal buruk dan menakutkan, ia mempunyai firasat, bahwa ia harus pergi ke tempat itu untuk menolong seseorang yang muncul dalam mimpinya yang meminta tolong. Dalam mimpi itu, muncul seorang pemuda yang seumuran dengan teman-temanya Shabira dan juga makhluk lain. Namun, wajah mereka tidak terlihat begitu jelas dalam mimpi, mereka meminta tolong kepada Shabira untuk diselamatkan.


"Sebaiknya, kamu batalkan Kuliah di desa Setra Asih Oma takut kamu kenapa-napa, di sana itu ada hutan terlarang," pinta Oma khawatir karena perihal berita mitos di desa Setra Asih ternyata sudah tersebar luas hingga ke Jakarta.


Shabira menghela nafas, "Oma, jangan khawatir, kan di sana ada Safaniya, Wahnan, Ruzain, Humeera, Himeka dan Ifranz yang juga ikut kuliah di sana," bujuk Shabira.


"Tapi ... "


"Shabira janji akan jaga diri baik-baik. Oma tahu kan? Kalau Shabira dari dulu ingin sekali kuliah di sana. Shabira mohon, boleh kan, Oma," potong Shabira membujuk Omanya lagi.


Karena kasihan melihat Shabira. Ia pun dengan berat hati menyetujuinya. Selain untuk kuliah di sana tujuan Shabira adalah ingin mempunyai hal yang baru, karena selama ini ia hidup di sebuah kota yang begitu mewah dan dimanja oleh Omanya, jadi dia ingin merasakan hidup di sebuah desa yang sederhana seperti di desa Setra Asih.


Shabira selama ini tinggal berdua bersama Omanya. Saat ia kecil, orang tuanya mengalami kecelakaan hingga membuat mereka tewas beruntung Shabira dan juga salah satu saudara kembarnya selamat. Ya, Shabira memiliki saudara kembar, tetapi tak seiras, saudara kembar Shabira adalah laki-laki. Namun, saat kecelakaan tersebut saudara kembar Shabira tak dapat ditemukan oleh Oma hingga saat ini.


        Terimakasih sudah membaca dan berkunjung ke cerita ini semoga kalian suka jangan lupa favorit, vote dan komen ya ☺️ 💙❤️



  Salam manis dari  Abian jangan lupa rebahan :v


                 ~ TBC ~

__ADS_1


__ADS_2