Enigma Setra By Syakiramiyuzi

Enigma Setra By Syakiramiyuzi
BAB 7 : MISI BARU SYAMSU


__ADS_3

   Disclaimer ⚠️


     Terdapat adegan yang tidak untuk ditiru tolong bijak dalam menyikapi hal tersebut. Dilarang keras meniru, mencopy dan juga plagiat !!


      ~ Selamat membaca dan enjoy ~


Kini Syamsu akan menjalankan sebuah rencananya agar bisa membawa Sabhira ke hutan terlarang. Karena jika Sabhira pergi ke hutan larangan maka akan mudah bagi Syamsu untuk melawan dan mengalahkan Sabhira. Namun, Sabhira tak mungkin bisa dibawa begitu saja oleh Syamsu, maka dari itu Syamsu akan menyamar menjadi seorang Grab Food yang akan mengantarkan makanan ke rumah Sabhira.


Tring!


Syamsu memencet bel rumah Sabhira. Tak lama Humeera pun membuka pintunya. Humeera membelalakan matanya, matanya tak lepas memandang Syamsu.


"Ini makanannya," ucap Syamsu dingin dan merasa risih karena Humeera menatapnya terus.


"Terima kasih," ucap Humeera tersenyum dengan posisi masih menatap Syamsu. Syamsu salah sasaran, ia kira Sabhiralah yang akan membukakan pintu, tapi ternyata malah orang lain. Ia pun hendak melangkah pergi. Namun, ia berpikir kembali untuk memanfaatkan Humeera dalam rencananya. Syamsu berbalik dan menghampiri Humeera yang masih berdiri dekat pintu sambil tersenyum menatap Syamsu.


"Ngomong-ngomong boleh kenalan nggak?" tanya Syamsu dengan menaikkan salah satu alisnya membuat Humeera luluh dan salah tingkah.


"Em .... boleh," jawab Humeera gugup.


"Salam kenal aku Syamsu," ucap Syamsu tersenyum dan mengulurkan tangannya.


Tangan Humeera gemetar saat akan menerima uluran tangan Syamsu. Jantungnya berdebar-debar. "S ... salam kenal juga, aku Humeera," balas Humeera gugup.


"Namanya cantik, persis seperti orangnya," goda Syamsu membuat pipi Humeera menjadi merah seperti tomat, "Boleh minta nomor ponselnya?" tanya Syamsu lagi membuat Humeera tak bisa berkata-kata dan semakin salah tingkah.


"Boleh banget," jawab Humeera langsung memberikan nomor ponselnya.


"Makasih, aku pergi dulu soalnya masih ada yang harus diantar, dah!" pamit Syamsu.


"Dah!" balas Humeera melambaikan tangannya sembari tersenyum melihat kepergian Syamsu. Setelah Syamsu pergi, Humeera kembali pergi ke ruang tengah untuk membawakan makanan sambil senyum-senyum salah tingkah.


"Kesambet apa kamu?" tanya Ruzain heran.


"Iya aneh sekali sikapnya," tambah Himeka.


Namun, Humeera tak menjawab pertanyaan mereka, ia sibuk tersenyum-senyum melihat nomor ponsel Syamsu.


"Sudah gila ini orang," ledek Ifranz menggelengkan kepalanya.


"Ih, aku tidak gila, ya," protes Humeera langsung menyahut tak terima dengan ledekkan Ifranz.


"Terus kenapa senyum-senyum tidak jelas?"

__ADS_1


"Karena tadi, aku ketemu sama abang-abang kurir grab food ganteng," jawab Humeera salah tingkah sambil membayangkan kejadian tadi.


"Humeera ... kukira ada apa?" ujar Safaniya menggelengkan kepalanya sambil tertawa


"Dasar bucin," timpal Sabhira.


"Ah, gantengan akulah dari pada dia," sahut Ruzain percaya diri. Namun, teman-temannya malah tertawa mendengar perkataan Ruzain.


***


Hari semakin hari, Humeera semakin dekat dengan Syamsu. Taktik Syamsu begitu memikat hingga membuat Humeera luluh begitu saja dan langsung jatuh hati pada Syamsu. Pada suatu ketika Syamsu mengajak Humeera pergi makan malam, tentu saja Humeera tak menolak ia langsung menyetujuinya. Sebelum pergi Humeera bersiap-siap dengan pakaian dres panjang dan juga sedikit riasan di wajahnya dan bergegas menunggu di ruang tengah.


"Sudah cantik begini! Kamu mau ke mana?" tanya Himeka yang berada di ruang tengah bersama Sabhira dan Safaniya yang sedang membahas tentang penelitian.


"Mau makan malam bareng dia," jawab Humeera tersipu malu.


Sabhira merasakan firasat tidak enak yang akan terjadi pada Humeera.


"Sebaiknya kamu jangan pergi, aku takut kamu kenapa-napa," pinta Sabhira berusaha mencegah Humeera.


"Iya, apalagi ini sudah malam," tambah Safaniya ikut cemas.


"Tapi, pasti Syamsu sudah menungguku," elak Humeera dengan raut wajah kecewa karena teman-temannya tak setuju.


"Ku mohon, ini adalah malam yang istimewa bagiku, aku janji aku akan menjaga diri dengan baik," pinta Humeera sampai bertekuk lutut dihadapan Sabhira dan Safaniya. Karena kasihan dengan Humeera, akhirnya mereka mengizinkan Humeera pergi.


"Baiklah kamu boleh pergi," kata Shabira.


"Tapi, janji jaga diri baik-baik," tambah Safaniya.


Raut wajah Humeera berubah menjadi bahagia, ia langsung memeluk Sabhira dan Safaniya dengan girang. "Terima kasih, ya," ucap Humeera.


"Iya," jawab Sabhira dan Safaniya.


Di halaman sudah ada Syamsu yang menunggu Humeera keluar sedangkan Sabhira dan Safaniya mengintip Humeera yang akan pergi bersama Syamsu. Sabhira yang merasa khawatir takut bila firasat buruk tentang Humeera benar bergegas ke kamar teman-temannya untuk membangunkannya. Namun, nihil mereka tertidur pulas, hanya Ifranz saja yang bangun.


"Ada apa?" tanya Ifranz bersuara khas bangun tidur sambil mengucek-ngucek matanya.


"Cepat bangun, kita susul Humeera," jawab Sabhira cepat.


"Memangnya ada apa dengan Humeera?" tanya Ifranz lagi.


"Sudah jangan banyak bertanya, cepatlah," titah Sabhira menarik Ifranz menuju garasi mobil dalam keadaan tak sadar.

__ADS_1


Sabhira, Safaniya dan IFranz pergi membuntuti Humeera dan juga Syamsu tanpa sepengetahuan mereka. Kebetulan Sebelum Humeera pergi, Safaniya sempat bertanya di mana tempat Humeera dan Syamsu akan makan malam. Sehingga sekarang Sabhira, Safaniya dan Ifranz bisa mengawasi Humeera dan Syamsu.


***


Setelah sampai di sebuah tempat restoran, terlihat Syamsu menggandeng Humeera menuju sebuah meja yang diatasnya ada lilin juga sebuah makanan dan minuman. Syamsu mempersilahkan Humeera duduk lalu ia memberikan Humeera bunga mawar yang indah. Sejauh ini, Safaniya, Sabhira dan Ifranz yang bersembunyi memantau di semak-semak dekat restoran aman-aman saja, Humeera baik-baik saja.


Namun, setelah beberapa menit Safaniya, Sabhira dan Ifranz memantau. Mereka melihat gerak-gerik aneh yang dilakukan Syamsu, terlihat Syamsu yang memasukan sesuatu ke dalam minuman Humeera. Sabhira langsung terkaget dan bergegas ingin pergi melarang Humeera untuk meminumnya. Namun, dicegah oleh Ifranz, karena jika Sabhira ke sana pasti mereka akan ketahuan dan Humeera pasti marah melihat mereka yang mengikutinya.


"Diminum minumannnya," tawar Syamsu yang dibalas anggukan oleh Humeera.


Sabhira, Safaniya dan Ifranz semakin khawatir, mereka benar-benar gregetan ingin menemui Humeera.


"Aku tidak peduli Humeera marah pada kita, asalkan dia selamat," kata Safaniya cemas.


"Iya benar, aku tetap akan pergi ke sana," balas Sabhira.


"Ya sudah ayo," balas Ifranz.


Mereka bertiga berlari ke arah Humeera dan Syamsyu, beruntung saat itu Humeera belum meminum minumannya.


"Humeera!" panggil Sabhira.


Humeera yang sedang memegang gelas berisi minuman yang akan ia minum terkejut dan menyimpan gelas tersebut di meja. Sedangkan Syamsu tak merasa heran maupun terkejut atas kedatangan Sabhira karena sedari tadi ia sudah tahu bahwa Sabhira pasti akan datang.


'Aku tahu, kamu pasti akan datang Sabhira,' kata Syamsu dalam hati.


"Kenapa kalian ada di sini?" tanya Humeera bingung.


"E ... kita lagi cari makan, tiba-tiba laper," jawab Ifranz cengengesan berusaha untuk menutupi agar Humeera tak curiga.


"Iya benar kata Ifranz, ternyata kita bisa ketemu di sini, ya," ujar Safaniya.


"Iya, yuk kita pesen makanan," ajak Sabhira.


"Oh begitu, ya. Baiklah," balas Humeera.


Safaniya, Sabhira dan Ifranz menghela napas lega karena Humeera ternyata tak curiga. Humeera mengajak mereka untuk makan malam bersama dan juga memperkenalkan mereka dengan Syamsu.


Bersambung ...


Terimakasih sudah membaca dan berkunjung ke cerita ini semoga kalian suka jangan lupa Favoritkan vote dan komen ya ☺️🖤


__ADS_1


Salam Rebahan dari Minki


__ADS_2