Enigma Setra By Syakiramiyuzi

Enigma Setra By Syakiramiyuzi
BAB 4 : KEDATANGAN SANG WANITA


__ADS_3

  Disclaimer ⚠️


     Terdapat adegan yang tidak untuk ditiru tolong bijak dalam menyikapi hal tersebut. Dilarang keras meniru, mencopy dan juga plagiat !!


      ~ Selamat membaca dan enjoy ~


"Aku senang banget karena sebentar lagi kita bakalan kuliah di tempat dan suasana yang baru!" seru Shabira tersenyum bahagia.


"Tapi, aku nggak mau pergi ke sana," tolak Himeka.


"Di sana itu katanya ada hutan angker yang ada kerajaan Jinnya, banyak para gadis-gadis dan juga anak-anak yang hilang," terang Himeka membuat Ruzain dan Humeera takut untuk pergi ke sana. Himeka, seorang perempuan yang selalu eksis dan sering disebut ratu gosip. Ia pasti selalu saja tahu informasi dan kabar terbaru mengenai apapun. Bagaikan teknologi dan informasi.


"Ih, aku juga nggak mau," gerutu Humeera.


"Iya, takut, bagaimana jika kita nggak bisa kembali lagi ke sini?" umpat Ruzain. Ruzain adalah teman laki-laki Shabira yang paling penakut seperti perempuan. Namun, walaupun begitu ia anak yang paling pintar diantara yang lain.


Shabira menghela nafas heran melihat teman-temannya yang penakut, "Itu semua mitos, lagian kan kita sudah lama ingin liburan, sekalian liburan sambil kuliah," bujuk Shabira.


"Iya benar, lagian seru juga ya, kalau kalian nggak mau ikut kita kuliah di sana, ya sudah jangan ikut," bela Ifranz yang sangat suka bertualang, jika ada tugas penelitian pasti ia tak akan menunda-nunda tugasnya. Karena bertualang adalah hobinya. Ifranz adalah salah satu pemuda temannya Shabira yang sangat suka akan petualangan


"Aku juga setuju, Ifranz," sanggah Wahnan, seorang pemuda yang dingin dan memiliki kemampuan yang sangat pintar diantara teman-temannya Shabira.


"Benaran, di sana itu pemandangannya indah banget tahu, kita bisa buat konten banyak di sana," ujar Safaniya, Si perempuan yang eksis yang memiliki hobi memotret gambar-gambar yang unik untuk ia koleksi dan juga seorang Youtube.


Humeera, Ruzain dan Himeka menghela nafas berat, walaupun sebenarnya mereka tak ingin pergi, tetapi mereka juga ingin kuliah di sana. Apalagi kampus di sana terkenal sangat bagus dan berkualitas. Sehingga banyak alumni di sana sudah bekerja di berbagai kantor besar.

__ADS_1


"Ya, sudah, kita bertiga ikut!" ucap Himeka, Humeera dan Ruzain serentak dengan raut wajah yang lesu.


"Nah, gitu dong," balas Ifranz.


"Tapi, ingat di sana kalian nggak boleh memakai pakaian serba hijau, ya," perintah Himeka berjaga-jaga. Karena rumor itu tersebar di seluruh desa Setra Asih. Suatu ketika ada salah satu gadis yang memakai pakaian serba hijau lalu berjalan melewati di tepi hutan terlarang, dirumorkan gadis itu hilang ditelan oleh hutan tersebut.


***


Tepat hari Jum'at pagi Shabira pergi ke desa Setra Sari untuk kuliah di sana bersama teman-temannya. Sebelum pergi ke sana, mereka terlebih dahulu menyiapkan barang-barang yang harus dibawa. Safaniya membeli tas untuk menyimpan Al-Quran dan juga alat shalat, sedangkan teman-teman lainnya membawa ibadah untuk kepercayaan masing-masing. Walaupun, mereka berbeda agama dan budaya, tetapi mereka tetap berteman dan saling toleransi.


Sejak banyak rumor di desa Setra Sari Oma menjadi khawatir dan tak mengizinkan Shabira pergi. Walaupun, Oma tahu bahwa Shabira adalah perempuan yang mempunyai kekuatan uang diberikan oleh kakeknya dulu salah satunya dengan memakai sebuah kalung yang berbentuk bulan sabit. Tujuannya, untuk melindungi Shabira dari kejahatan apapun, selain itu Shabira juga memiliki indra penglihatan luar nalar, ia bisa melihat makhluk halus dan bisa melihat kejadian yang akan terjadi masa depan. Namun, dirinya belum sadar akan semua itu, Oma merahasiakan semuanya dari Shabira hingga menunggu waktu yang tepat untuk memberitahukannya.


Mereka berangkat menggunakan sebuah mobil milik Ifranz. Di perjalanan, mereka bernyanyi-nyanyi, karena mereka juga membawa sebuah gitar. Saat mobil mereka sampai di sebuah desa Setra Sari, suasana berubah menjadi mencekam, saat perjalanan di kota suasananya sangat ramai banyak kendaraan yang ikut lewat. Namun, saat sampai di desa Setra Asih, suasana begitu sepi di jalanan, tak ada motor maupun mobil yang melewati jalan itu. Hanya, mobil mereka saja yang melaju.


Di tengah jalan, tiba-tiba, mobil Ifranz mogok, sehingga mereka harus berhenti terlebih dahulu. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 16.00 sore.


"Iya, sebentar berisik banget, sih," balas Ifranz sibuk membenarkan mobilnya bersama Wahnan, beruntung ia mempersiapkan terlebih dahulu peralatan bengkel dari rumah.


Di sela-sela menunggu mobil mereka benar lagi, Shabira melihat-lihat pemandangan sekeliling desa. Di kejauhan Shabira melihat sebuah bangunan yang begitu mewah, dan di sana ia melihat ada banyak orang-orang yang memakai pakaian serba khas kerajaan. Walaupun tak terlihat begitu jelas.


"Eh, bagaimana kalau kita melakukan penelitian di bukit sana?" tanya Shabira sambi menunjuk ke arah sebuah hutan yang begitu rindang. Teman-teman Shabira merasa aneh dengan Shabira.


"Mau meneliti apa di sana?" tanya Ruzain heran.


"Itu! Di sana sepertinya ada bangunan yang khas kerajaan gitu, pasti bagus banget buat penelitian," jawab Shabira terkagum-kagum.

__ADS_1


"Yang benar saja, kamu mau meneliti pohon?" balas Ruzain lagi.


"Coba, lihat baik-baik," pinta Shabira meminta teman-temannya untuk melihat lebih jelas. Shabira juga heran mengapa teman-temannya tak dapat melihat bangunan itu. Setelah temannya melihat sekeliling bukit yang ditunjukkan Shabira, tetap saja mereka tak menemukan bangunan yang di maksud.


"Mana, nggak ada, kok?" tanya Humeera.


"Ih, itu!" jawab Shabira sambil menunjuk ke arah bukit lagi dan ternyata saat ia melihatnya lagi, benar saja bahwa bangunan itu menghilang, ia tak dapat melihatnya lagi.


"Nggak ada, kan?" tanya Ruzain.


"Kenapa nggak ada, tadi perasaan aku lihat ada di sebelah sana," ucap Shabira bingung.


"Apa, jangan-jangan itu kerajaan jin lagi!" ujar Himeka dengan raut wajah meringis ketakutan.


"Eh, udah-udah, ini mobilnya sudah beres, kita lanjut perjalanan lagi, yuk," ajak Ifranz.


"Iya, yuk udah nggak sabar ingin istirahat, nih," timpal Safaniya.


Akhirnya mereka pun pergi melanjutkan perjalanan. Disisi lain Syamsu merasakan ada kekuatan yang lebih kuat darinya sejak seminggu sebelum Shabira datang. Syamsu melakukan segala cara supaya sosok itu tidak datang ke desa Setra Asih. Setiap warga dari kota atau warga asing dibuat ketakutan dengan rumor-rumor menghilangnya para warga yang datang ke desa Setra Asih. Syamsu berjaga-jaga menyuruh para anak buahnya untuk mengawasi wanita-wanita luar yang datang ke sana.


~ TBC ~


Terimakasih sudah membaca dan berkunjung ke cerita ini semoga kalian suka jangan lupa favorit, Vote dan komen ya ,☺️🖤🤍


Salam Santuy dan Rebahan

__ADS_1


~ Dari Minki ~



__ADS_2