
Sore ini cuaca dingin bersalju disertai dengan suara tembakan yang mewarnai langit biru.
Terlihat menara pandang dari kayu dengan ketinggian 8 meter yang di selimuti oleh salju.
Di puncak menara ada seorang pria memakai jaket hoodie tebal sedang duduk sambil memeluk senapan MSG - 90, dengan tatapan yang kosong pria tersebut memandang langit biru.
Tiga tahun yang lalu kisah ini di mulai.
Tanggal 5 Desember 2014 pukul 08 : 00 PM, Indonesia.
Seorang pria bernama Jack sedang duduk bekerja dengan komputer miliknya, ditemanin dengan beberapa cemilan diatas meja komputer nya.
Jack merupakan pria gemuk dengan berat badan 80 kg dan tinggi badan 168cm.
Setelah satu jam Jack bekerja bermain saham tiba - tiba terdengar suara yang keluar dari speaker komputer miliknya.
"you have a new email"
Jack segera membuka email yang baru saja di terimanya.
Jack melompat kegirangan setelah membaca isi email.
"Dear Mr. Tanaka, Jackson Dhananjaya,
Congratulations!! we are happy to announce that you are our second shareholders, please come to our hotel in Paris City to take your charter.
we have sent your flight ticket and our hotel information.
if you have any question please feel free to call us."
Jack duduk kembali untuk mengunduh, mencetak tiket pesawat dan semua informasi hotel yang dia terima.
Sepuluh hari berlalu, pukul 12 : 00 PM
Dengan segara persiapan yang sudah disiapkan, Jack berpamitan kepada keluarganya dan dengan menggunakan jasa taksi online jack menuju bandara Kuala Namu International, setelah satu jam berada dalam taksi Jack tiba di Kuala Namu International Airport. Jack melakukan cek in, mengambil boarding pass dan masuk ke dalam ruang tunggu boarding. selang beberapa menit Jack pun memasuki pesawat. Pada pukul 02 : 05 PM pesawat pun lepas landas dari Kuala Namu International Airport.
Jack tiba di bandara Soekarno-Hatta International pada pukul 04 : 30 PM. Jack duduk di sebuah restoran di bandara Soekarno-Hatta sambil menunggu keberangkatan pesawat selanjutnya. Setelah menunggu empat jam tiga puluh menit, Jack pun memasuki pesawat. Pada pukul 09 : 00 PM pesawat pun lepas landas dari Soekarno-Hatta International Airport.
__ADS_1
Jack tiba di bandara Ataturk International (Turki) pada pukul 04 : 55 AM. Sambil mendengarkan musik Jack menunggu selama dua jam lima belas menit. Pada pukul 07 : 10 AM Jack memasuki pesawat dan pesawat pun lepas landas dari Ataturk International Airport (Turki).
Tanggal 17 Desember 2014 pukul 09 : 50 AM Jack sampai di Charles de Gaulle airport (Perancis).
Setelah melewati imigrasi Paris jack pun keluar dari bandara.
Diluar bandara ada seorang pria dengan tinggi badan 175 cm menghampiri Jack lalu berkata,
dalam bahasa Inggris
"kemana anda akan pergi tuan? saya akan mengantar anda sampai tujuan tuan, kalau tuan mau saya bisa juga mengajak anda keliling kota Paris tuan, masalah harga tenang saja tuan, saya akan memberi anda diskon sebesar 50% dari harga taksi resmi tuan, gimana tuan apakah anda berminat?"
Jack pun menerima tawaran pria tersebut setelah Jack berpikir bahwa dia pertama kali datang ke kota Paris dan alangkah bagusnya apabila ada seorang pemandu sehingga Jack tidak kesulitan mencari makan.
Lima menit kemudian Jack dan sang supir berada di dalam mobil menuju kota Paris.
Tidak terasa waktu telah lewat dua jam. sang supir membawa jack keliling kota Paris, banyak hal yang mereka bicarakan selama perjalanan. Sang supir pun mulai menawarkan air minum.
Dalam Bahasa Inggris
Jack dengan halus menolak kebaikan sang supir, dengan sedikit memaksa sang supir kembali menyodorkan botol air minum dan berkata
Dalam Bahasa Inggris
"tidak apa - apa tuan ambil saja, ini gratis, ini merupakan layanan yang saya berikan kepada penumpang saya"
Jack pun menerima pemberian sang supir tanpa pikir panjang Jack memulai membuka botol minuman dan mulai meminum nya.
Beberapa menit kemudian mata Jack terasa agak berat dan kepala Jack pun terasa pusing dengan kondisi tersebut Jack melihat dan mendengar sang supir menelepon.
Dalam bahasa Perancis
'hallo, saya mendapatkan mangsa baru, saya akan segera kesana".
"…......."
"apa, kita tidak memerlukan korban baru lagi?"
__ADS_1
"…........."
"apa, tragedi akan segera di mulai? kenapa tidak ada yang memberitahukan saya?"
"............."
"saya ....."
Jack pun jatuh tidak sadarkan diri.
Jack mulai sadarkan diri dalam sebuah ruang yang hanya di terangi oleh bola lampu kecil berwarna kuning, ketika Jack membuka mata nya, Jack sangat terkejut dan ketakutan dia melihat disekilingnya terdapat tembok berwarna abu - abu dengan noda hitam yang menempel tidak beraturan di sekitar tembok, juga terdapat satu - satu nya pintu untuk masuk dan keluar yang terbuat dari jeruji besi yang berkarat.
Jack memberanikan diri untuk bangkit berdiri dan jalan pelahan menuju pintu jeruji besi. Jack melihat melalui pintu jeruji besi tampak ada lorong sepanjang 14 meter yang di terangi bola lampu kuning kecil, di sepanjang lorong kanan dan kiri terdapat banyak pintu jeruji besi. Kaki Jack serasa tidak bertenaga dan membuatnya berlutut, seketika dia melihat ada sekumpulan kunci di lantai lorong panjang, dengan tangan terikat Jack mencoba mengambil kunci tersebut, di karena jarak kunci sangat jauh dari Jack sehingga membuatnya melepaskan tali pinggangnya untuk mengambil kunci tersebut. Dengan perasaan kesal Jack berdiri sambil membanting tali pinggang yang ada di tangannya karena tidak berhasil mengambil kunci tersebut. Jack terduduk kembali dengan perasaan putus asa Jack memandang langit - langit dan Jack pun melihat ada saluran pipa besi yang berkarat. Jack berdiri kembali dan melompat meraih saluran pipa besi. Dengan berat tubuh dan genggaman tangan nya yang kuat Jack berhasil mematahkan saluran pipa besi. dengan cepat Jack kembali mengambil kunci menggunakan pipa besi tersebut.
Jack berhasil membuka pintu jeruji besi dengan mencoba beberapa kunci yang berhasil dia ambil. Jack berlari dengan sangat cepat menuju ujung lorong sambil memegang pipa besi dan kunci. Jack mendorong pintu yang ada di ujung lorong dan melihat ada tangga menuju lantai atas, Dengan langkah yang sangat pelan jack naik keatas, setelah sampai di atas Jack membuka pintu yang tidak terkunci. Jack kembali melakukan langkah yang pelan melewati dapur, ruangan kecil dengan ukuran 4 x 6 meter persegi, meja kecil dengan kartu poker diatas nya, 4 buah kursi di sekeliling meja, menuju ke pintu depan. Jack gagal membuka pintu depan dengan semua kunci yang di milikinya.
Jack kembali menuju ruangan kecil dengan pelahan Jack membuka pintu dan masuk ke dalam. Jack mengambil dan meminum secangkir kopi dingin yang dia temui di atas meja untuk menghilangkan haus nya. Jack dengan cepat membuka semua lemari, laci dan berhasil mengumpulkan roti kering, senter beserta 2 kunci kecil. Sambil memakan roti kering Jack berhasil menemukan pintu rahasia di bawah karpet. Jack membuka pintu rahasia tersebut dan menemukan ada tangga menuju kebawah tanah yang gelap. dengan menggunakan senter Jack turun kebawah, Jack menemukan sebuah terowongan kecil, sambil merangkak Jack menerusuri terowongan kecil tersebut sampai Jack menemukan pintu jeruji besi berkarat Jack berhasil kabur setelah membuka pintu jeruji besi berkarat tersebut menggunakan kunci yang di temukan nya. Dengan tangan masih terikat dan sebuah senter di tangan Jack berlari dengan kencang menerusi hutan lebat ditengah malam yang sunyi.
Jack terus berlari sampai jack mendengar ada suara orang berteriak
Dalam Bahasa Perancis
"Destrya dimana kamu, Destrya"
Jack berlari menuju arah suara datang sambil berteriak
Dalam Bahasa Inggris
"Tolong, tolong saya"
Jack berhasil keluar dari hutan dan jack melihat ada seorang wanita memegang senter menyinari ke arah Jack, seketika ada seorang pria memukul kepala Jack sebelum Jack selesai berkata
Dalam Bahasa Inggris
""tolong saya, saya di......"
Jack pun jatuh ke tanah, dalam keadaan pusing dan mata mulai kabur Jack melihat ada bangunan dengan tulisan besar NO TELL MOTEL
__ADS_1