
Tanggal 27 Desember 2014 pukul 06 : 00 AM.
Reynard yang duluan bangun dari tidur dengan segera membangunkan Jack, Talley dan Carrola yang sedang tidur.
Setelah semua persiapan selesai Talley mengintip keluar melalui jendela kelas, Talley dapat melihat sekitar lima zombie berada di dekat mereka.
Talley memberi tanda lalu Jack dan Reynard dengan cepat mengangkat dan menggeser semua meja yang menyandar pada pintu.
Reynard membuka ikatan tali senjata HK UMP-45 silencer yang melilit pada gagang pintu, lalu Reynard membuka kedua pintu laboratorium elektronika dengan lebar.
Mereka berempat keluar langsung membunuh zombie yang ada di dekat mereka, Reynard membunuh zombie dengan menggunakan kapak, Carrola membunuh zombie dengan kapak pemadam kebakaran yand di berikan oleh Reynard, Talley membunuh zombie dengan pistol Beretta-92 Silencer, Jack membunuh zombie dengan pistol Glock-17 Silencer.
Setelah semua zombie yang ada di dekat mereka tidak dapat bergerak lagi, Reynard mengingat kembali bahwa XRasterz selalu menceritakan apa yang terjadi disekolahnya sehingga Reynard dengan yakin kantin sekolah berada pada ujung lorong dari lorong tempat mereka berdiri.
Reynard mengajak Jack, Talley dan Carrola untuk mengikutinya, mereka berempat baru berjalan beberapa langkah, Reynard melihat ada bayangan beberapa zombie keluar dari balik tembok di ujung lorong.
Mereka berempat dengan cepat sembunyi sambil membersihkan beberapa zombie yang ada di dalam sebuah laboratorium komputer.
Reynard mengintip sambil mengawasi beberapa zombie yang ada diujung lorong dari balik gawang pintu laboratorium komputer.
Di lantai dua gedung pertama, Nazaire sedang memeriksa beberapa mayat zombie yang memakai seragam polisi, sedangkan Alphonse mencari mayat Yolande.
Nazaire menemukan sebuah pistol Pamas G1 terdapat pada pinggang mayat zombie yang tergeletak di lantai. Nazaire berusaha mengambil pistol Pamas G1 tiba - tiba ada banyangan Marqius berlari melewati dirinya.
Nazaire terkejut melihat begitu banyak zombie berlari mengejar Marqius.
Nazaire dengan cepat berdiri dan langsung lari ke arah Alphonse, Nazaire dengan cepar menarik tangan Alphonse untuk ikut lari bersama dirinya.
Marqius, Nazaire dan Alphonse berlari sampai ujung kiri lorong sekolah sambil di kejar oleh para zombie.
Nazaire dan Alphonse berlari menaiki tangga menuju lantai tiga, mereka berdua terus berlari menuju lantai atas sambil di kejar beberapa zombie.
Marqius lari menuju lantai satu yang begitu sepi sambil di kejar oleh para zombie, Marqius terus berlari di lorong kiri dengan panjang dua puluh empat meter dan lebar empat meter. Marqius tiba - tiba berhenti berlari setelah melihat satu zombie anak perempuan dengan rambut panjang dan mengenakan pakaian guan putih penuh dengan darah, disebelah zombie anak perempuan terdapat satu zombie gendut tinggi memakai pakaian sinterclaus.
Marqius dengan cepat menembak kepala zombie sinterclaus dengan menggunakan HK UMP-45 Silencer.
Zombie sinterclaus tidak tumbang kelantai, Marqius terus menembak dengan senapan menggunakan HK UMP-45 Silencer. Zombie sinterclaus berteriak mengeluarkan suara yang sangat keras sehingga membuat kaca yang ada di lantai satu pecah semua.
Teriak zombie sinterclaus membuat Marqius menutup kedua telinga dan membuat para zombie berhenti mengejar Marqius.
Zombie sinterclaus mulai berlari mendekati Marqius, Dengan tubuh yang gemuk dan besar zombie sinterclaus berlari sangat pelan dan menimbulkan suara (seperti buku tebal yang di banting ke lantai).
__ADS_1
Marqius terus menembak kepala Zombie sinterclaus, tembakan Marqius tidak membuahkan hasil dikarenakan zombie sinterclaus memakai helm besi viking.
Zombie sinterclaus sampai di depan Marqius lalu dengan cepat zombie sinterclaus memukul tubuh Marqius sehingga membuat Marqius terpentar sejuah lima meter.
Marqius mendarat pada lantai dekat dengan beberapa zombie yang mengejarnya, para zombie tersebut berusaha menyerang Marqius. Para zombie berhenti menyerang setelah mendengar teriakan zombie sinterclaus, para zombie ketakutan dan mundur beberapa langkah kebelakang.
Marqius meludah darah kelantai lalu membuang senjata HK UMP-45 Silencer akibat menahan serangan zombie sinterclaus.
Zombie sinterclaus kembali berlari menuju Marqius, Marqius dengan cepat masuk kedalam sebuah kelas yang tertata sebagai stand penjualan makanan.
Marqius terus berlari mengelilingi ruangan kelas yang berantakan dan penuh dengan darah.
Zombie sinterclaus yang mengejar Marqius ikut masuk kedalam kelas sambil melempar beberapa meja dan kursi kearah Marqius.
Marqius terus berlari sampai tubuh Marqius terhempas kedinding akibat terkena lemparan kursi zombie sinterclaus.
Zombie sinterclaus mendekati dan mengangkat tubuh Marqius lalu melepar Marqius keluar dari kelas.
Tubuh Marqius terhempas kedinding dengan keras sehingga membuat Marqius muntah darah. Kepala Marqius terasa pusing dan pandangan Marqius kabur. Marqius hanya bisa terdiam di lantai.
Zombie sinterclaus berjalan pelahan menuju Marqius lalu memegang leher Marqius dengan menggunakan dua tangan dan mengangkat tubuh Marqius.
Dengan keadaan leher dicekik dan tubuh terangkat tinggi Marqius mencoba mengatakan sesuatu sambil mengeluarkan pistol Beretta-92 Silencer dari pinggangnya.
Marqius dengan cepat memasukkan pistol Beretta-92 Silencer kedalam mulut zombie sinterclaus lalu menembaknya sebanyak delapan kali, sehingga membuat mulut dan leher belakang zombie sinterclaus hancur.
Zombie sinterclaus jatuh dengan keadaan terlentang dan Marqius jatuh di atas tubuh sinterclaus.
Marqius bangkit berdiri dan dapat melihat mata zombie sinterclaus masih bergerak melihat kanan dan kiri. Marqius pun berkata
"C'est comme Noël en enfer (It's like Xmas in hell)"
Marqius mulai berjalan kearah zombie anak perempuan dengan rambut panjang dan mengenakan pakaian guan putih penuh dengan darah.
Melihat zombie sinterclaus tidak bisa bergerak zombie anak perempuan gaun putih mulai berteriak dan menangis dengan kuat sehingga membuat semua kaca yang ada di sekolah pecah.
Tangisan zombie anak perempuan gaun putih membuat semua zombie yang ada di sekolah dan disekitar sekolah berlari menuju kearahnya dan membuat semua zombie anak yang ada di sekolah ikut menangis.
Tangis tersebut membuat kedua telinga Marqius mengeluarkan darah dan membuat Marqius jatuh bersujud sambil menutup kedua telinga.
Marqius yang sudah tidak dapat mendengar langsung berdiri dan menembak kepala zombie anak perempuan gaun putih.
__ADS_1
Zombie anak perempuan gaun putih jatuh kelantai dan suara tangisan berhenti.
Tanpa di sadari oleh Marqius satu zombie yang ada di belakangnya menggigit bahu Marqius.
Marqius dengan cepat menembak para zombie yang ada di belakang dengan pistol Beretta-92 Silencer lalu segera berlari menuju ujung lorong.
Marqius lansung belok kekiri menuju lorong kiri yang terdapat pintu keluar sekolah pada ujung lorong.
Marqius menabrak Isabelle dan Raimond saat berlari belok kekiri, mereka bertiga jatuh kelantai.
Marqius dengan cepat menembak kepala Isabelle dan Raimond yang sudah berubah menjadi zombie dengan pistol Beretta-92 Silencer.
Marqius yang masih terduduk dilantai mulai diterjang oleh para zombie yang mengejarnya.
Marqius berusaha melepaskan diri dengan cara menembak dan menusuk kepala para zombie dengan pisau di tangan kiri dan Marqius di tangan kanan.
Marqius berhasil melepaskan diri lalu berlari menuju gerbang pintu masuk sekolah, Marqius mengeluarkan tang Nankai HS 500 diantara pegangan pintu lalu membuka pintu gerbang sekolah dengan sangat lebar.
Marqius berlari keluar dengan sangat gembira, Destrya yang berlari di antara para zombie yang mengejar Marqius keluar lalu melompat keatas punggung Marqius dan menggigit leher Marqius.
Marqius yang kesakitan jatuh berlutut ke tanah dan semua zombie datang ikut menggigit Marqius.
Marqius jatuh ketanah di area parkiran sekolah dengan para zombie sedang menikmati dagingnya.
Nazaire dan Alphonse berlari dengan cepat sampai pada lantai lima sekolah. Mereka berdua turun kembali kelantai empat setelah melihat begitu banyak zombie di lorong depan tangga dan di lorong sebelah kiri lantai lima sekolah.
Para zombie dari kedua lorong lantai lima sekolah dengan cepat mengejar Nazaire dan Alphonse. Mereka berdua tidak turun ke lantai tiga di karenakan banyak zombie mengejar mereka dengan menaiki tangga menuju lantai empat.
Nazaire dan Alphonse berlari menerusuri lorong lantai empat sambil di kejar oleh para zombie. Mereka berdua dengan cepat masuk kedalam salah satu kelas lalu menahan pintu dengan menggunakan tubuh mereka.
Para zombie berada di depan pintu kelas lalu berusaha masuk ke dalam kelas dengan mendobrak pintu kelas.
Nazaire dan Alphonse terus menahan pintu kelas yang hampir terbuka, tiba - tiba terdengar suara teriakan zombie sinterclaus yang begitu besar sehingga membuat para zombie berhenti mendobrak pintu dengan cepat Nazaire menggeser beberapa meja kearah pintu.
Pintu kelas tidak dapat dibuka karena beberapa meja bersandar pada pintu kelas.
Terdengar suara teriakan zombie sinterclaus yang kedua kali. Para zombie hanya berdiam diri di depan kelas tanpa melakukan apa - apa.
Beberapa menit kemudian terdengar suara teriakan dan tangisan Zombie anak perempuan gaun putih yang membuat semua kaca didalam sekolah pecah.
Nazaire dan Alphonse jongkok sambil menutup kedua telinga mereka, suara teriakan dan tangisan berlangsung beberapa menit lalu menghilang.
__ADS_1
Nazaire dan Alphonse kembali mendengar suara langkah kaki (seperti suara langit mau hujan)
Nazaire dan Alphonse melihat keluar kelas melalui kaca kelas yang sudah pecah. mereka berdua melihat para zombie berlari menjauhi kelas sehingga membuat lorong lantai empat menjadi sepi.