
Solange berteriak kesakitan setelah lehernya di gigit oleh zombie anak kecil pertama, Yolande melihat kearah Solange setelah mendengar teriakannya.
Yolande yang terkejut menekan trigger senjata Spectre M4 Silencer sehingga membuat peluru senjata Spectre M4 Silencer keluar terus menerus tidak beraturan kearah zombie anak kecil kedua yang berlari dan melompat kearahnya.
Zombie anak kecil kedua berhasil melompat ke tubuh Yolande sehingga membuat Yolande jatuh terduduk kelantai.
Zombie anak kecil kedua yang masih dapat bergerak berusaha menggigit leher Yolande, Yolande menahan dada dan bahu Zombie anak kecil kedua dengan menggunakan senjata Spectre M4 Silencer.
Nazaire yang mendengar teriakan Solange dengan segera menoleh kebelakang dan menyaksikan semua kejadian yang terjadi.
Nazaire dengan cepat menolong Yolande dengan menembakkan senapan Spectre M4 Silencer kearah kepala Zombie anak kecil kedua.
Zombie anak kecil pertama berhenti menggigit leher Solange lalu menoleh kearah zombie anak kecil kedua yang tidak bisa bergerak dan berada di samping Yolande.
Zombie anak kecil pertama mulai menangis dengan mengeluarkan suara yang sangat keras, Nazaire dengan cepat menembak kepala Zombie anak kecil pertama dengan senapan Spectre M4 Silencer.
Nazaire berbalik arah kembali keposisi semula, Nazaire tidak sempat menodongkan senapan Spectre M4 Silencer dikarena satu zombie menyerang Nazaire dengan kedua tangan memegang senapan Spectre M4 Silencer dan berusaha menggigit Nazaire.
Tiga zombie berlari melewati Nazaire dan mencoba menyerang Yolande, Yolande berteriak ketakutan sehingga membuat Alphonse melihat kebelakang dan langsung menembak kepala ketiga zombie dengan menggunakan senjata Ruger hawkeye berpisau.
Ketiga zombie terjatuh ketanah, Alphonse datang menghampiri dan membantu Yolande berdiri.
Destrya yang menghadapi para zombie sendirian mengalami kesulitan sehingga membuat Destrya jatuh ketanah dengan dua zombie berada di atas tubuhnya yang berusaha menggigit nya. Sebagian zombie mulai berlari melewati Destrya.
Nazaire berhasil mempertahankan diri dari serangan zombie lalu menembakkan peluru terakhir lalu membuang senapan Spectre M4 Silencer kearah para zombie.
Nazaire berlari kearah Alphonse dan Yolande sambil menembak para zombie dengan pistol Beretta-92 Silencer.
Marqius berbalik arah lalu berlari kearah dan menolong Destrya dengan memukul para zombie dengan menggunakan linggis.
Marqius menarik baju dan menyeret Destrya masuk kedalam kelas yang dekat dengan mereka.
Alphonse menembak para zombie dengan senjata FR-F2 yang di bantu oleh Nazaire, Yolande yang sudah berdiri kembali berusaha melindungi Marqius dan Destrya dengan menembak para zombie dengan pistol Beretta-92 Silencer.
Marqius dan Destrya berhasil masuk kedalam kelas dengan bantuan Alphonse, Yolande dan Nazaire lalu menutup pintu kelas dengan menahan genggaman pintu menggunakan linggis yang di tahan kelantai.
Marqius duduk bersandar pada pintu sambil memeluk Destrya yang berusaha untuk keluar dari kelas.
Alphonse, Yolande dan Nazaire melihat Marqius menutup pintu kelas, mereka tidak dapat mendekati pintu kelas dikarenakan mereka sudah di kepung oleh para zombie yang menyerang dengan cepat.
__ADS_1
Keadaan makin terdesak, Yolande dengan cepat membuka salah satu pintu kelas yang ada di dekatnya lalu dengan cepat menyelamatkan Alphonse yang terdesak ke dinding akibat serangan zombie sehingga membuat Yolande tidak memperhatikan zombie yang ada di sebelah kanan dan mengakibatkan tangannya digigit oleh salah satu zombie.
Alphonse langsung menangis dan berteriak memanggil ibu sambil menembak para zombie secara membabi buta dengan pistol Beretta-92 Silencer.
Nazaire ikut menangis dan berteriak memanggil nama Yolande setelah mendengar jeritan Alphonse dan melihat keadaan Yolande.
Nazaire dengan cepat mendekati Alphonse dan Yolande sambil menyerang para zombie dengan pistol Beretta-92 Silencer di sebelah kiri dan pisau di sebelah kanan.
Yolande mengetahui dirinya tidak dapat selamat lagi, Yolande langsung melempar tas dan pistol Beretta-92 Silencer kedalam kelas yang pintunya terbuka lebar.
Yolande menarik tangan Alphonse dan memeluk nya sebentar sehingga membuat para zombie menggigit leher belakang Yoland, Yolande menahan rasa sakit lalu mendorong Alphonse kedalam kelas.
Nazaire menembak para zombie yang mengigit Yolande, tanpa pikir panjang Yolande menarik Nazaire yang ada di dekatnya lalu mendorong Nazaire masuk kedalam kelas.
Yolande menutup pintu kelas lalu menahan pegangan pintu, dengan mulut penuh darah Yolande melihat Nazaire dan Alphonse melalui kaca pintu lalu Yolande membuat bentuk love pada kaca pintu dengan menggunakan darahnya sambil berkata
"I love You"
Sambil menangis Nazaire memeluk erat Alphonse yang berteriak dan menangis sambil ingin keluar dari kelas.
Langit mulai gelap, malam pun tiba keadaan sekolah sangat gelap dan tenang, Jack, Reynard, Talley dan Carrola berada dalam ruangan laboratorium elektronika dengan beberapa baterai dan bola lampu kecil, Talley membuat lampu kecil untuk menerangi sudut ruangan tempat mereka duduk. mereka berempat istirahat dan memakan pembekalan yang mereka bawa.
Destrya membuka lampu senter sehingga membuat ruangan kelas menjadi terang dan mengundang para zombie mendekat dan mendobrak pintu kelas Destrya.
Marqius dengan cepat mengambil dan mematikan lampu senter Destrya. Para zombie berhenti mendobrak pintu kelas Destrya.
Jack, Reynard, Talley dan Carrola bermalam di laboratorium elektronika yang terdapat di lantai lima bangunan kedua sekolah, Nazaire, Alphonse, Marqius dan Destrya bermalam di kelas yang berbeda yang terdapat di lantai dua bangunan pertama sekolah.
Tanggal 27 Desember 2014 pukul 06 : 00 AM.
Nazaire bangun dari tidur lalu melihat keluar melalui kaca yang ada di kelas. Nazaire melihat dengan jelas Marqius keluar dari kelas dengan memegang HK UMP-45 Silencer, menggunakan tali pinggang dengan pistol Beretta-92 Silencer di sebelah kanan, pisau disebelah kiri yang diikuti oleh Destrya dengan membawa tas punggung.
Marqius dan Destrya berlari ke ujung lorong sebelah kanan sekolah.
Nazaire dengan cepat membangunkan Alphonse lalu keluar dari dalam kelas, Nazaire memeriksa beberapa mayat zombie yang memakai seragam polisi seperti seragam Reynard.
Marqius dan Destrya turun kelantai satu dengan pelahan mereka melewati sebuah kelas yang di penuhi oleh zombie.
Dengan perasaan yang takut Destrya tanpa sengaja menendang tong sampah sekolah yang terbuat dari kaleng.
__ADS_1
Tendangan Destrya menimbulkan suara yang sangat keras sehingga membuat para zombie berjalan kearah datangnya suara.
Menyadari hal tersebut Marqius dan Destrya pelahan mundur menuju tangga, sebelum mereka berdua sampai pada tangga muncul zombie pertama dari dalam salah satu kelas di lantai satu, zombie pertama melihat kearah mereka lalu zombie pertama lari mengejar mereka sambil mengeluarkan suara.
Suara yang di keluarkan oleh zombie pertama mengundang semua zombie yang ada dilantai satu keluar.
Marqius dan Destrya mulai berlari naik keatas lantai dua dengan menggunakan tangga.
Destrya yang ketakutan terpeleset di tangga sehingga membuat kaki nya di tangkap oleh zombie pertama.
Destrya berteriak ketakutan sambil menendang - nendang zombie pertama, Marqius dengan cepat menembak kepala zombie pertama dengan menggunakan pistol Beretta-92 Silencer.
Marqius berusaha menarik Destrya yang kakinya tersangkut akibat genggaman zombie pertama.
Marqius menyuruh Destrya memberikan tas punggung miliknya setelah melihat begitu banyak zombie yang berlari kearah zombie pertama.
Marqius menarik paksa tas punggung yang terus dipertahankan oleh Destrya. Marqius lalu menonjok muka Destrya sampai genggaman tangan Destrya pada tali tas punggung melemah.
Marqius berhasil melepas satu tali tas punggung dari bahu Destrya, para zombie sudah sampai dan mulai menggigit kaki Destrya, mulut Destrya mulai mengeluarkan darah dengan muka Destrya yang penuh dengan memar dan sedikit terluka.
Marqius mengeluarkan pisau dan mulai memotong tali tas punggung, sebelum Marqius selesai memotong tali, salah satu zombie yang menggigit Destrya memegang tangan Marqius, Marqius terkejut lalu menendang kepala zombie tersebut sehingga genggamnya lepas dari tangan Marqius.
Zombie lain mulai memanjat naik tubuh Destrya dan hendak menyerang Marqius, Marqius dengan cepat menusukkan pisau yang ada ditangannya kekepala zombie tersebut.
Semakin banyak zombie yang naik, Marqius dengan terpaksa meninggalkan tas punggung tersebut lalu lari ke lantai dua.
Marqius lari melalui Lorong dengan panjang seratus empat puluh lima meter dan lebar empat meter yang terdapat di lantai dua sekolah.
Marqius lari melewati Nazaire yang sedang memeriksa beberapa mayat polisi zombie.
Nazaire melihat Marqius berlari melewati dirinya, Nazaire terkejut melihat begitu banyak zombie berlari mengejar Marqius.
Nazaire ikut berlari dan menarik tangan Alphonse untuk ikut lari bersama dirinya.
Marqius, Nazaire dan Alphonse berlari sampai ujung kiri lorong sekolah sambil di kejar oleh para zombie.
Marqius berlari menuruni tangga menuju lantai satu sedangkan Nazaire dan Alphonse berlari menaiki tangga menuju lantai tiga.
Marqius sampai dilantai satu, Marqius terus berlari di lorong kiri dengan panjang dua puluh empat meter dan lebar empat meter. Tidak ada satu zombie pun di dalam lorong tersebut
__ADS_1
Marqius terus berlari sampai Marqius tiba - tiba berhenti berlari setelah melihat satu zombie anak perempuan dengan rambut panjang dan mengenakan pakaian guan putih penuh dengan darah, disebelah zombie anak perempuan terdapat satu zombie gendut tinggi memakai pakaian sinterclaus.