
Tanggal 18 Desember 2014 pukul 06 : 00 PM.
Talley mulai sadarkan diri dalam mobil patroli polisi Audi RS3. Dengan sedikit luka di kepala Talley membangunkan Carrola. Carrola sadarkan diri dan merasakan kesakitan di pundak kanan akibat tertembak senjata Glock - 19 milik Shahein.
Mereka membuka paksa pintu dan keluar dari mobil patroli polisi Audi RS3 yang sudah rusak parah.
Talley dengan cepat membangunkan Jack setelah Talley membuka pintu depan mobil patroli polisi Audi RS3.
Jack sadarkan diri, Jack merasakan kesakitan pada bagian kaki kanannya yang terjepit.
Talley dengan cepat membantu Jack keluar dari mobil patroli polisi Audi RS3. Talley melihat senjata Glock - 19 milik Shahein berada di bawah kaki Shahein, Talley memberanikan diri untuk mengambil senjata Glock - 19 milik Shahein.
Talley memberikan senjata Glock - 19 milik Shahein kepada Carrola.
Talley meminta bantuan Jack untuk membuka bagasi mobil patroli polisi Audi RS3 yang sudah terbuka sedikit. Bagasi mobil patroli polisi Audi RS3 terbuka setelah Jack dan Talley dengan paksa membukanya.
Di dalam bagasi mereka melihat karung berbentuk seperti tubuh manusia. Jack membuka ikatan yang mengikat ujung karung dengan bantuan Talley karung berhasil di buka seluruhnya.
Talley terkejut melihat Natalie, Talley membangunkan Natalie dan membuka tali yang mengikat tangan Natalie.
Natalie berhasil di keluarkan dari bagasi mobil patroli polisi Audi RS3 dengan bantuan Talley dan Jack. Talley melihat pisau tentara milik Martin yang masih tersarung dengan rapi di dalam bagasi. Talley mengambil pisau tersebut lalu mengikatnya ke pinggang, Talley melipat dan mengambil karung yang membungkus Natalie.
Langit mulai gelap Jack dan Natalie, Talley dan Carrola, mereka berempat dengan keadaan terluka saling menopang satu sama lain berjalan menusuri hutan untuk menemukan bantuan.
Setelah berjalan beberapa menit, Jack, Natalie, Carrola dan Talley sampai pada sebuah bangunan tua yang terawat dengan baik. Talley dengan memegang senjata Glock - 19 mendekati pintu masuk bangunan tua, Talley dengan mudah membuka pintu bangunan tua yang telah rusak akibat di buka paksa, melihat pintu sudah rusak Talley dengan pelahan masuk kedalam dengan memegang senjata Glock - 19 dan mengecek isi bangunan. Talley keluar dari dalam bangunan setelah memastikan bangunan kosong. Mereka berempat memutuskan untuk masuk kedalam dan beristirahat.
Carrola, Natalie dan jack duduk beristirahat pada empat buah kursi yang mengelilingi meja kecil dengan kartu poker diatas nya sedangkan Talley memotong karung yang di bawa nya menjadi kecil dengan menggunakan pisau Martin lalu mengikatnya ke bahu Carrola yang terluka akibat tertembak peluru. Jack mulai merasa tidak asing dengan isi yang ada didalam bangunan. Jack melihat pipa besi berkarat yang tergeletak dekat pintu masuk, empat buah kursi yang mengelilingi meja kecil dengan kartu poker diatas nya. Jack bangkit berdiri lalu berjalan ke arah belakang yang di ikuti oleh Talley. Jack dan Talley melewati ruangan kecil dengan ukuran 4 x 6 meter persegi, lalu memasuki dapur , di dekat dapur ada sebuah pintu kecil yang terbuka.
Jack menyadari sesuatu setelah mengintip ke dalam pintu kecil dan melihat sebuah tangga menuju bawah tanah. Talley mengambil makan berupa daging panggang yang dia temukan di dapur.
Talley memanggil Jack ke depan untuk ikut bersama Talley menemui Carrola dan Natalie. Mereka berempat mulai membagi makanan yang mereka temukan.
Jack menceritakan semua kejadian yang menimpa dirinya kepada mereka, setelah mendengar cerita Jack, Talley bergegas menuju pintu dan mencoba membuka pintu ruangan kecil dengan ukuran 4 x 6 meter persegi, Talley gagal membuka pintu, dengan pisau Martin, Talley merusak kunci pintu ruangan kecil dengan ukuran 4 x 6 meter persegi dan membukanya.
Jack, Natalie, Carrola dan Talley masuk ke dalam ruangan kecil dengan ukuran 4 x 6 meter persegi.
Talley mengeluarkan pisau Martin dan hendak merusak pintu rahasia setelah Jack gagal membuka pintu rahasia dengan tangan kosong.
Tiba - tiba terdengar teriakan suara perempuan meminta tolong dari arah dapur.
Mereka berempat terdiam sejenak dan kembali mendengar suara teriakan minta tolong dari arah dapur.
Natalie yang yakin mengenali suara tersebut langsung memberitahukan Talley dan Carrola bahwa suara teriakan tersebut merupakan suara Oriane.
__ADS_1
Talley dan Carrola mengajak Jack pergi bersama Natalie ke dapur untuk mengecek arah datangnya suara.
Jack dengan tegas dan bersikeras menolak untuk ikut mereka ke dapur. Dengan perasaan kesal Talley, Carrola dan Natalie meninggalkan Jack sendirian didalam ruangan kecil dengan ukuran 4 x 6 meter persegi.
Talley, Carrola dan Natalie menuju dapur dan mendapatkan suara teriakan datangnya dari pintu kecil yang terbuka.
Talley memegang pisau Martin, Carrola memegang senjata Glock - 19 dan Natalie membuka pintu kecil, Mereka bertiga berjalan turun keruang bawah tanah menggunakan tangga.
Dengan berjalan pelahan mereka bertiga mengecek satu persatu ruangan kecil dengan jeruji besi.
Mereka mengecek tiga ruangan sebelah kiri dan tiga ruangan sebelah kanan, Mereka berhasil menemukan Oriane di ruangan ketiga di sebelah kanan.
Dengan menggunakan pisau Martin, Talley memotong tali yang mengikat Oriane.
Melihat kondisi Oriane dengan beberapa luka memar di temukan di tubuh Oriane dan tanpa selehai kain yang menempel di tubuhnya, Natalie memeluk Oriane sambil menangis, Talley membuka kaos yang di pakainya lalu di berikan kepada Oriane.
Sambil menangis Oriane meminta maaf dan menceritakan kejadian yang menimpanya.
Pada Tanggal 17 Desember 2014 Pukul 11 : 20 PM.
Ditengah hutan yang gelap dan hanya di terangi dua lampu senter, Oriane dan Evrard sedang bercinta.
Tiba - tiba mereka berdua mendengar suara teriakan Martin dan Natalie memanggil nama Destrya.
Setelah setengah jam, suara teriakan Natalie dan Martin menghilang, Mereka berdua mendengar teriakan Jack yang meminta pertolongan.
Mendengar hal tersebut Evrard dan Oriane memperbaiki baju mereka lalu berjalan pulang menuju No Tell Motel.
Ditengah perjalanan menuju No Tell Motel, Oriane merasakan ada yang mengikuti mereka, dia segera memberitahu Evrard.
Dengan cepat Oriane dan Evrard mengecek sekeliling mereka dengan menggunakan senter dan tidak menemukan apa - apa.
Oriane dan Evrard melanjutkan perjalanan pulang ke No Tell Motel.
Tiba - tiba sebuah pedang katana keluar dari dada Evrard.
Dengan tidak dapat mengeluarkan suara, Evrard memuntahkan darah dari mulutnya.
Pedang katana menghilang dari dada, menuju jantung dan keluar dari punggung.
Evrard jatuh berlutut ketanah. Melihat hal tersebut Oriane berteriak ketakutan.
Oriane melihat seorang pria dengan menggunakan baju serba hitam ala ninja, mengayunkan pedang katana dan menebas putus leher Evrard.
__ADS_1
Darah Evrard muncrat keluar dari leher tanpa kepala, darahnya mengenai Oriane. Oriane jatuh terduduk sambil berteriak ketakutan.
Sang pembunuh berjalan mendekati Oriane.
Dengan duduk sambil menjauh dari sang pembunuh Oriane berteriak
Dalam Bahasa Perancis
"Tolong, jangan dekati saya, siapa saja tolong saya."
Mendengar teriakan Oriane sang pembunuh memukul kepala Oriane dengan menggunakan gagang katana.
Oriane jatuh pingsan, sang pembunuh menusuk pedang katana ke kepala Evrard lalu melempar kepala Evrard ke atas pohon, sang pembunuh mengangkat tubuh Oriane dan membawa Oriane pergi.
Setelah mendengar cerita Oriane, Natalie menambahkan cerita, bahwa setelah Martin dan Carrola meninggalkan dia sendirian di hutan, muncul seorang pria dengan menggunakan baju serba hitam ala ninja tiba - tiba keluar dan memukul kepala nya dengan menggunakan sarung pedang katana.
Mendengar cerita Natalie, Carrola meminta maaf kepada Natalie, Natalie mengatakan bahwa dia tidak apa - apa, sekarang yang Natalie pikirkan gimana caranya agar mereka semua bisa keluar dengan selamat dari tempat ini.
Dengan memakai kaos Talley, Oriane turun dari tempat tidur. Talley, Carrola, Natalie dan Oriane bersiap untuk meninggalkan ruang bahwa tanah.
Terdengar suara Shahein dari arah pintu menuju tangga.
Dalam Bahasa Perancis
"keluarlah kalian bertiga, tidak perlu takut, saya seorang polisi, saya datang untuk membantu kalian."
Mendengar suara Shahein, Talley, Carrola, Natalie dan Oriane terkejut
Setelah Jack di tinggal sendirian didalam ruangan kecil dengan ukuran 4 x 6 meter persegi, Jack menutup pintu dan menempatkan meja sebagai penahan pintu.
Jack menempatkan posisi lemari dengan pintu rahasia sejauh 1.5 meter.
Jack lalu memiringkan lemari yang tingginya dua meter, dan meletakkan pipa besi di bawah kaki lemari.
Beberapa menit kemudian, terdengar suara langkah kaki dari arah bawah tanah semakin mendekat dengan pintu rahasia, Jack bergegas mendekati lemari miring.
Terdengar suara pintu rahasia terbuka, dengan menggunakan daya tolak tubuh dan dinding Jack menjatuhkan lemari yang di miringkan sehingga lemari sepenuhnya menutupi lubang masuk ruang bawah tanah.
Jack dengan cepat menggeser lemari yang menutupi lubang masuk ruang bawah tanah.
Dengan pipa besi di tangan, Jack turun ke ruang bawah tanah, Jack melihat ada seorang pria memakai pakaian serba hitam ala ninja dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Jack mendekati pria tersebut lalu mengambil pedang katana dengan genggaman warna hitam, dua buah kunci kecil dan senter. Jack dengan bergegas merangkak dan menerusuri terowongan kecil. Jack sampai pada ujung terowongan kecil, dengan menggunakan kunci kecil Jack membuka gembok pintu terowongan kecil.
__ADS_1
Dengan langit yang sangat gelap, Jack berhasil keluar, tiba - tiba Jack mendengar suara tembakan dari dalam bangunan tua.