Escape From The Dead

Escape From The Dead
No Tell Motel


__ADS_3

Tanggal 18 Desember 2014 pukul 12 : 00 AM


Dalam keadaan tidak sadarkan diri jack di bawa ke dalam sebuah kamar yang ada di dalam motel, mereka membuka ikat tangan jack dan mengikatnya kembali pada tempat tidur. Seorang wanita bernama carrola dengan model rambut pria berwarna putih dan tinggi 170cm berkata


Dalam Bahasa Perancis


"siapa dia?


kenapa dia di bawa kesini apakah dia seorang penculik?"


Pertanyaan Carrola di jawab oleh seorang pria botak bernama Martin dengan tubuh berotot dan tinggi 180cm


Dalam Bahasa Perancis


"saya tidak tau, menurut saya dia bukan seorang penculik, kami menemukannya di hutan sewaktu kami mencari salah seorang teman nya yang hilang."


Martin menunjuk pada wanita bernama Natalie dengan rambut pendek pirang sedang duduk di sebuah kursi didalam kamar motel.


Martin melihat kembali pada Carrola dan melanjutkan percakapan dengan berkata


Dalam Bahasa Perancis


"mungkin dia termasuk salah satu korban penculikan, kami menemukan dia dengan tangan terikat, kita tidak tahu dia orang baik atau jahat, untuk berjaga - jaga biar dia terikat di atas kasur sampai polisi setempat datang."


Tiba - tiba terdengar suara wanita berteriak ketakutan


Dalam Bahasa Perancis


"Tolong, jangan dekati saya, siapa saja tolong saya."


Dengan bergegas Martin dan Natalie lari keluar motel menuju ke arah datang nya suara yang di susul oleh Carrola, Carrola pun meninggalkan pesan kepada kedua anaknya


Dalam Bahasa Perancis


"kalian berdua tetap disini, kunci pintu nya, jangan biarkan orang lain masuk sebelum kita kembali, saya mengandalkan kamu Leonard, jaga adik perempuan kamu baik - baik."


Dengan menggunakan senter mereka bertiga lari masuk ke dalam hutan tempat arah suara teriakan datang. Suara teriakan mulai menghilang, mereka bertiga mulai mencari dan berteriak memanggil.


Dalam Bahasa Perancis


"oriane dimana kamu? oriane."

__ADS_1


Selang beberapa menit Martin menunjukkan temuan nya kepada Carrola dan Natalie berupa bercak darah serta jejak sepatu di tanah, temuan Martin membawa mereka pada mayat tanpa kepala dengan darah yang berserakan.


Carrola dan Natalie berteriak setelah melihat mayat tersebut dan berkata


Dalam Bahasa Perancis


"oh Tuhan apa ini? ada pembunuh di sekitar sini, apa yang harus kita lakukan?"


Martin mencoba menenangkan Carrola dan Natalie dengan berkata


Dalam Bahasa Perancis


"tenang, ada saya disini, saya akan menjaga kalian."


Setelah memeriksa mayat dan sekitarnya Martin dengan sangat yakin itu merupakan mayat orang yang mereka cari


Dalam Bahasa Perancis


"nona Natalie seperti ini teman laki - laki anda yang sedang kami cari."


Sambil menangis Natalie berhasil mengenali baju korban yang di tertutupi oleh bercak darah


Dalam Bahasa Perancis


Martin berdiri lalu menoleh kearah Carrola dan Natalie sambil berkata


Dalam Bahasa Perancis


"besok kita akan menelepon polisi setempat, untuk sementara kita balik ke dalam Motel."


Di tempat Natalie berdiri ada darah yang menetes kena wajah nya, Natalie pun memegang wajahnya dan dengan menggunakan senter Natalie melihat ke atas pohon, ada sebuah kepala berdarah​ dengan mata melotot menatap Natalie, Natalie terduduk dan berteriak ketakutan, disaat bersamaan terdengar teriakan suara perempuan dari arah Motel. Martin dan carrola dengan cepat berlari ke arah Motel meninggalkan Natalie seorang diri di dalam hutan.


Sambil berlari Carrola memberitahu Martin


Dalam Bahasa Perancis


"cepat Martin, itu suara anak perempuan kita."


Martin memberitahu Carrola bahwa dia tahu suara itu merupakan suara anak perempuan mereka, dan menyuruh Carrola agar meneriak memanggil nama anak - anak mereka.


Di dalam Motel setelah Carrola meninggalkan pesan kepada anak - anak nya. Leonard mengunci pintu kamar motel lalu duduk ditemanin adik perempuannya bernama talley dengan rambut panjang berwarna hitam sambil menunggu Carrola pulang. Beberapa menit kemudian terdengar suara ketukan di pintu. Leonard pun bertanya

__ADS_1


Dalam Bahasa Perancis


"sapa disitu? ibu apakah itu kamu?."


suara ketukan makin keras lalu menghilang.


Leonard memberanikan diri berdiri, berjalan kepintu dan mengintip dengan mata kanan melalui lubang intip pintu. Muncul kapak menembus lubang intip pintu mengenai mata dan pipi Leonard. Dengan mata dan pipi yang berdarah Leonard menjauhi pintu sambil berteriak kesakitan, Talley mulai berteriak ketakutan melihat keadaan Leonard.


Dengan cepat sang pembunuh merusak kunci pintu kamar menggunakan kapak dan mendobrak pintu hingga terbuka. Dengan keadaan luka parah Leonard mengambil gantungan baju berdiri dan menyerang sang pembunuh, serangan Leonard yang lemah berhasil di tangkis dengan mudah oleh sang pembunuh, sang pembunuh pun mengayunkan kapak nya ke atas kepala Leonard sebanyak lima kali sehingga membuat Leonard jatuh tidak berdaya dan membuat isi otak Leonard keluar berceceran di lantai kamar motel.


Sang pembunuh melihat kearah Talley dan mengangkat kapak nya untuk menyerang talley, Sang pembunuh membatalkan niatnya dan dengan cepat melarikan diri dikarenakan sang pembunuh melihat cahaya lampu senter dari arah jendela dan mendengar ada suara teriakan carrola, Martin yang memanggil nama Talley dan Leonard yang semakin mendekat.


Martin dan Corrola tiba di depan pintu kamar, Corrola sambil menangis mendekati mayat Leonard sedangkan Martin dengan perasaan sedih memeluk Talley yang sedang menangis.


Satu jam berlalu, dalam keadaan berduka Martin mengambil kain putih menutupi mayat Leonard, Martin membuka koper miliknya dan mengeluarkan pisau tentara miliknya, lalu mengikatnya di pinggang.


Melihat Martin mengambil pisau tentara, Carrola berkata kepada Martin


Dalam Bahasa Perancis


"Apa yang kamu lakukan sayang?, Jangan bertindak bodoh, saya tidak mau kehilangan anggota keluarga lagi, lebih bagus kita menelepon dan menyerahkan semuanya kepada polisi setempat."


Dengan menghela nafas yang panjang, Martin melihat Carrola yang sedang bersedih lalu berkata


Dalam Bahasa Perancis


"Baik lah sayang, kita akan menelepon dan menyerahkan semuanya kepada polisi setempat, tapi saya berjanji dengan kamu sayang, saya akan ikut polisi menyelidiki kasus kematian anak kita."


Carrola menunduk melihat kearah mayat Leonard lalu berkata kepada Martin


Dalam Bahasa Perancis


"Baik lah sayang, tapi ingat jaga emosi kamu sayang, saya dan Talley tidak mau melihat kamu kehilangan pekerjaan yang kamu cintai dan masuk ke dalam penjara."


Martin menyetujui apa yang dikatakan oleh Carrola, Martin mengeluarkan ponsel dari dalam kantong celana nya lalu menghubungi polisi setempat dan melaporkan seluruh kejadian yang terjadi.


Martin berjalan kearah kursi lalu duduk dengan perasaan duka yang mendalam.


Talley mendekati lalu memeluk Carrola yang duduk dilantai di samping mayat Leonard.


Martin, Carrola, dan Talley melewati malam yang begitu sepi dan memilukan seperti pisau silet yang menyayat hati.

__ADS_1


Jack tidak mengetahui apa yang akan terjadi pada dirinya di karenakan Jack masih dalam keadaan terikat di tempat tidur di dalam kamar No Tell Motel


__ADS_2