Eternal Desire

Eternal Desire
Ch. 0 - Dungeon Misterius


__ADS_3

"Telah tiba.."


Seorang pemuda berdiri di tengah-tengah cakrawala malam, menghadap ke cakrawala itu dengan tatapan penuh semangat seakan-akan telah menungu malam ini tiba.


Pemuda yang ditutupi armor hitam dan rambut ungu tua, juga mata biru seperti langit pada hari malam itu tiba-tiba menghentakan kakinya pada rerumputan.


Apa yang akan dilakukan seorang pemuda berpakaian mencurigakan serta aneh ini di tengah malam? Semua orang pasti akan mengatakan hal yang sama untuk mewarnai pikiran mereka terhadap Pemuda itu.


Sungguh aneh untuk seorang Pemuda berada pada tengah hutan, dan penuh semangat membara terhadap sesuatu. Hal ini tentu saja didasari oleh sebuah keinginan kuat akan sesuatu. Tapi, apakah itu?


Kita tidak akan bisa mengetahui keinginan dari Pemuda ini, karena langkahan kakinya tidak sejauh yang dikira, hanya beberapa meter saja dari tempat ia berpijak beberapa menit lalu.


Namun, dia melangkahkan kakinya lagi sedikit demi sedikit, memberi penggambaran yang sedikit jelas mengenai tujuan dari Pemuda ini berada pada Tengah malam yang sepi.


Sampai akhirnya dia masuk ke dalam sebuah Gua besar, dan mengeluarkan kain yang sebelumnya telah dibasuhi dengan minyak, lalu dibakar untuk menjadi penerang ketika ingin melanjutkan berjalan.


Raut wajahnya yang sebelumnya datar, kini telah tersenyum lebar dalam kesunyian malam dan kehangatan api yang menyala. Hentakan kakinya terus memadat dan makin dalam.


Kedalaman Goa ini sungguh menakjubkan. pasalnya Pemuda ini telah membawa banyak peralatan, juga beberapa makanan untuk dua hari dalam kantungnya. Tidak akan memungkinkan seorang Pemuda bermuka serius itu membawa ini hanya untuk alasan konyol saja, bukan?.


Tidak terasa sudah berjalan jauh, Pemuda ini tiba-tiba berhenti ketika menapaki kakinya selama kurang lebih dua jam. Hentakan kaki nya yang berat itu, menyenggol sebuah pintu emas besar.


Jika ini tempat yang ia tuju, maka kegunaan makanan yang ia bawa untuk perbekalan dua hari ia gunakan untuk apa? Apakah hanyalah 'porsi' biasa baginya? Cukup masuk akal karena badannya tergolong besar.


"Dungeon tua, sudah lama kita tidak berjumpa"


Goa ini ternyata adalah sebuah Dungeon. Tepatnya Dungeon yang tersembunyi dari keberadaan, dan Pemuda ini ternyata seorang Penjelajah yang menaklukan Dungeon untuk mendapatkan beberapa barang, dengan tujuan mendapat uang dari menjual barang-barang itu.


"Huffh.."


Setelah menguatkan tekadnya untuk beberapa saat.. Pemuda itu yang menggenggam bom sihir pada tangan kirinya, lantas membuka pintu emas itu dengan kasar.


Dua.. Tidak, Tiga Ogre menunggu di dalam ruangan dengan senjata kayu besar mereka. Namun seketika pintu dibuka, Pemuda itu langsung melemparkan bom sihir tepat dihadapan para Ogre sebelum mereka menyerang.


Tidak butuh waktu yang lama, Bom sihir itu meledak sesaat setelah Ogre menyadari keberadaannya di dalam ruangan besar seperti Aula kerajaan tersebut.


Suara ledakan yang dahsyat dan uap panas akibat benturan, memenuhi ruangan dengan ganasnya. Bahkan teriakan para Ogre tidak bisa menandingi seberapa besar suara ledakan itu.


Beruntung Pemuda itu menggunakan Armor besi yang kuat, sehingga uap dari benturan gila itu tidak membuatnya terluka sedikitpun.


Ledakan dahsyat itu berakhir, menyisakan asap tebal saja pada ruangan besar itu. Tangan kirinya yang memegang Bom Sihir sebelumnya, telah berganti menjadi perisai dan tangan kanannya menggenggam Pedang besar.


"Jika Ogre telah mati, maka dia waspada terhadap makhluk seram apa lagi?." pertanyaan itu berlalu dan menjadi jawaban setelah ruangan bergetar dan asap mulai memudar.


"Cih, sialan."


Para Goblin yang dipersenjatai tombak mengepung Pemuda itu dari berbagai arah, Golem api besar melingkari para Goblin yang diikuti dengan keberadaan dua High Orc pemimpin mereka semua.

__ADS_1


Bagi pemuda itu situasi ini terbilang cukup sulit untuk diatasi, karena kepungan para monster yang memblok semua jalan bagi Pemuda itu sehingga tidak memungkinkannya untuk keluar.


'Apa yang harus kulakukan?' merupakan pertanyaan yang akan keluar dari semua manusia yang berada dalam situasi ini, termasuk pemuda ini.


Tangan kanannya yang sebelumnya memegang Pedang besar, kini telah bergerak maju dari kepungan para monster. 'Bagaimana cara seorang Manusia keluar dari kepungan ini?' sangat tidak memungkinkan seorang manusia 'biasa' keluar dari kepungan ini.


Tetapi, Pemuda ini bukan sembarangan orang, karena dia.. Dikaruniai kekuatan dan otot perkasa.


"SLASH", Pedang besar itu membentur tulang para Goblin yang langsung membelah mereka menjadi dua bagian kecil. Dilanjuti dengan pukulan berat dari pemuda itu menggunakan tangan kirinya, pingsan? Tidak, mereka mati seketika otak mereka berbenturan dengan tinju mengerikan itu.


Tidak sampai disitu saja, Pedang besar yang sangat berat itu diayunkannya kesana kemari layaknya sebuah tali yang ringan. Membentur, menusuk, menghancurkan, semua kejadian gila itu terjadi dalam satu waktu bersamaan.


"Sungai darah" adalah penggambaran yang tepat untuk kejadian ini. Mengapa tidak? kejadian ini menewaskan para Goblin yang dimandikan darah oleh Pedang raksasa dengan darah mereka sendiri.


Namun, 'Manusia tetaplah Manusia.' 'Penjelajah tingkat Perak tidak akan bisa melawan hukum alam. Mereka semua LEMAH.'


Begitulah.. kejadian tragis yang menghempaskan tangan kiri dari Pemuda itu ke tanah ketika membenturkan pedangnya untuk menghabisi Golem Api setelah pasukan Goblin musnah.


"Urgh!.. Sialan.. Tangan kiriku." begitu ucapnya dalam karpet darah segar yang melenyapkan tangannya.


Lalu, siapakah yang memusnahkan lengan kiri Pemuda itu? Melihat dari ekspresi wajah Pemuda yang penuh keringat dan darah, pelakunya tidak lain dan tidak bukan adalah.. Kedua High Orc tersebut.


Tersenyum dalam darah, High Orcs itu mengambil tangan yang jatuh.. Lalu memakannya dengan lahap. Hanya satu hal yang Pemuda itu katakan dalam kegelapan.


"Bagaimana bisa?." bagaimana bisa seekor High Orc yang jaraknya jauh darinya dapat memotong tangannya?


Ekspresi Pemuda itu dipenuhi dengan kengerian, dia memasang ekspresi seakan-akan telah tahu apa yang mendasari misteri ini. Padahal dia sebelumnya hanya mendatarkan ekspresinya seperti seorang veteran.


"Kalian.. Berteleportasi ya?."


Teleportasi, terdengar tidak asing bagi beberapa orang dan tergolong sihir yang efisien untuk beberapa kondisi, pasalnya sihir ini dapat memindahkan objek maupun subjek dalam lokasi tertentu. Sama hal nya dengan yang dilakukan salah satu High Orcs itu, ia menteleportasikan tangannya ke dekat Pemuda itu untuk menebasnya tanpa ketahuan.


"Ini buruk.."


Tangan kirinya terputus, dan masih ada dua musuh kuat di depannya. Siapapun juga pasti akan merasa cemas dalam situasi mengerikan seperti ini.


"Tapi.. Aku tidak selemah yang kalian kira.. Orcs bodoh."


Senyuman sekali lagi memenuhi ekspresi dari Pemuda itu. Seperti dia sedang mengeluarkan segala kekuatannya untuk sesaat. Dan ternyata benar.. Dia menjadi serius.


"Magic Enchant: Glamour Boost"


Pedangnya tiba-tiba berubah menjadi Ungu mengikuti warna rambutnya, dan bahkan menjadi lebih besar daripada sebelumnya. Kali ini, dia akan bertarung habis-habisan untuk menyelamatkan diri. "Hidup Atau Mati" tergantung dari pertarungan ini.


"SLASH!", Pedang yang sudah didukung dengan sihir enchant, menerobos masuk ke dalam daging dari High Orcs. Menebas dan menghancurkan tulang-tulang nya dalam sekali ayunan.


Tidak berhenti sampai disitu, Pemuda itu merapalkan sebuah Mantera yang langsung membakar High Orcs yang berada dalam kondisi sekarat. Apakah mungkin untuk seorang Penjelajah atau Adventurer tingkat Perak membunuh High Orcs?

__ADS_1


Tidak, itu mustahil, terkecuali jika kau adalah orang terpilih yang berbakat. Pemuda ini.. Kemungkinan adalah salah satunya.


Satu High Orcs tumbang. High Orcs yang lain mencoba menteleportasikan Pemuda itu ke dekatnya untuk memberi serangan kejutan, namun.. Pemuda itu lebih berpengalaman dari yang diduga. Sehingga High Orc itu harus meregang nyawa dalam sekali tebasan ke arah kepala.


 ---


2 Jam telah berlalu di dalam ruangan, Pemuda yang sebelumnya tengah beradu pedang dan kehilangan tangan kirinya, kini sedang diambang kematiannya karena kehilangan banyak darah.


Siapapun kau, jika kehilangan banyak darah, pasti akan mati jika dibiarkan seperti itu. Tetapi ditangan kanan Pemuda itu, terdapat satu buah Ramuan misterius yang didapatnya dari ruangan harta.


"Aku tak sanggup berjalan lagi, kuharap ramuan ini adalah ramuan penyembuh.. Haha."


"Selain itu, aku tidak mendapatkan apapun selain luka dan ramuan ini yang merupakan satu-satunya harapanku untuk hidup, dijual juga kuyakin tidak akan membayar luka ini. Aku merugi."


Dia mendatarkan ekspresinya kembali, meminum ramuan itu dengan harapan dapat menghentikan pendarahannya yang hebat.


Biasanya ramuan akan bereaksi setelah diminum, namun, ramuan ini setelah diminum tak sedikitpun memberikan reaksi pada tubuhnya. Bahkan pendarahannya tidak kunjung mereda.


"Sial. Tidak berguna rupanya.."


"Apakah.. Ini akhirnya?"


Tetapi, marahabahaya lain muncul ke hadapan Pemuda itu, seekor Kadal Ganas raksasa yang langsung menyerang Pemuda itu menggunakan lidah tajam-nya.


Pemuda itu diambang kematiannya, jadi sangat tidak wajar dia bisa bergerak dan melawan seperti sebelumnya. Dia hanya.. pasrah.


"Aku.. Akan mati?"


Matanya menutup, tubuhnya mendingin, pendengarannya menghilang. Kematian menunggunya.


Jantungnya berhenti berdetak, bahkan tubuhnya saat ini tengah dikunyah oleh Kadal itu dalam mulut besarnya.


Tetapi sesaat setelahnya, matanya kembali terbuka tepat dimulut Kadal Raksasa yang kebingungan, "Mengapa dia tetap hidup meski telah kukunyah?".


"Eh.. Tangan kiriku?"


Tangan kirinya kembali? Apakah dia beregenerasi? Tetapi tidak ada waktu untuk memikirkan itu. Tepat dihadapannya ini, mulut seekor Kadal Raksasa yang bahkan bisa memangsa Penjelajah tingkat Emas, menggerutu tanpa keraguan.


"Magic Enchant: Blisful Boost"


Untuk kedua kalinya, Pedangnya berubah menjadi lebih besar daripada sebelum-sebelumnya. Menghancurkan Kadal itu dari dalam. Tetapi tetap saja, Kadal itu tetap lebih kuat daripada dirinya.


Sehingga.. Ia mati dengan mengenaskan dan menyakitkan. Tapi, ia kembali hidup tanpa alasan yang jelas, berulang kali menyerang dan berulang kali mati, hingga akhirnya, ia membunuh Kadal itu dengan perasaan campur-aduk.


"Mengapa aku tetap hidup?"


Pemuda ini bernama Wilbert Victorio, seorang Penjelajah Tingkat Perak yang mendapatkan keabadian untuk hidup kembali.

__ADS_1


*Penderita**annya telah datang*.


__ADS_2