Eternal Desire

Eternal Desire
Ch. 4 - Perpaduan Sihir Dan Pedang


__ADS_3

"Apakah ini tempatnya?."


Wilbert sampai pada tempat yang menjadi tujuan dari Quest ini. Bukan sebuah Goa, maupun reruntuhan. Tempat ini.. Sebuah Hutan yang lebat.


Wilbert tahu betul musuhnya ini adalah Elf Hutan, tetapi Elf Hutan yang ia tahu adalah Elf yang berada pada reruntuhan penuh tanaman lebat dengan kemampuan kamuflase terhadap benda hijau, maka dari itu disebut sebagai Elf Hutan.


Ia juga tahu secara pasti, monster seperti ini tidak akan bisa melewati sihir penghalang dari reruntuhan yang dimasuki para Adventurer.


Lalu, kenapa mereka bisa keluar dari sana? Bahkan Monster Tingkat Berlian sekalipun tidak akan bisa menghancurkan penghalang itu, apakah ini merupakan monster tingkat Titanium? Tidak-tidak, itu tidak mungkin.


Lalu? Apakah ini merupakan hasil dari campur tangan seseorang? Hanya itu kemungkinan satu-satunya.


Campur tangan seseorang? Wilbert merasakan bahwa hal ini sama anehnya dengan keberadaan Goblin Tribe yang dengan brutal melenyapkan dua individu muda dalam insiden mengerikan itu.


Keringatnya kembali keluar hebat seperti habis berlari sejauh puluhan Kilometer. Pikirannya kembali dikacaukan dengan insiden pada hari itu.


Namun ini tidak seperti sebelumnya, perasaan ini bukan perasaan bersalah karena melakukan sebuah kesalahan, tetapi lebih seperti.. 'marah'..??. Ya, sepertinya begitu.


Kepalan tangannya mengeras, urat-urat keluar dari berbagai bagian diwajahnya. Giginya digertakkan, hingga mengeluarkan suara yang cukup keras. Apalagi jika bukan sebuah 'Amarah' yang ia keluarkan dalam dirinya?.


"Apakah ini merupakan perbuatan orang yang sama?."


"Orang yang membuatku mengalami dan menanggung semua tanggung-jawab pada hari itu?."


"Orang yang sama yang membunuh mereka berdua?!."


Emosi dari Wilbert kembali tidak stabil, selepas menenang beberapa bulan lepas.


Namun, amarah yang diluapkan Wilbert ini tidak menghasilkan apapun, maupun memberi penjelasan mengenai 'mengapa mereka bisa keluar dari belenggu yang hanya bisa dihancurkan oleh Monster Tingkat Titanium dan Platinum?'.


"Hufffhhh.." Wilbert menghelah nafas.


Wilbert yang dipenuhi Amarah itu pun menjadi lebih tenang setelah beberapa saat. Seperti orang dengan mental yang tidak stabil, 'apakah kemarahannya hanya sebatas itu?', dan 'apakah manusia bisa menghilangkan amarah mereka hanya dalam kurun waktu beberapa detik?'. Wilbert sepertinya memang cukup berubah mentalnya, karena "perasaan yang berubah secepat kilat"-ini pernah terjadi sebelumnya.


Tidak berselang lama setelah Amarah itu diluapkan dan ketenangan mengguyuri tubuh Wilbert, para Elf Hutan yang sadis itupun memunculkan batang hidung mereka dari balik pepohonan hijau dengan panah beracun mereka.

__ADS_1


"FUSH!", Anak panah beracun ditembakkan dari balik pepohonan dengan kecepatan yang tinggi. Melintasi daun dan tanaman lain, panah itu sampai dihadapan Wilbert dalam kecepatan maksimalnya.


Tetapi Wilbert adalah Adventurer yang berpengalaman, sehingga anak panah ini hanya akan ia hindari seketika menyadari hal itu. Namun secara mengejutkan, anak panah itu membelokkan laju arahnya ke arah sebaliknya, menyebabkan Wilbert yang menghindar ke arah kiri terkena serangan itu secara telak.


"?!"


Monster Tingkat Perunggu bisa melakukan ini? Kemungkinannya hanya 0,1%. Karena mereka biasanya monster tanpa pengalaman yang digunakan sebagai alat latihan para amatir.


Sedangkan yang Wilbert lawan saat ini adalah Elf penuh pengalaman. Ya, hal ini memperkuat bahwa semua ini merupakan perbuatan seseorang. Benar-benar diluar dugaan.


Panah yang beracun itu, menusuk kulit dan menembus daging dari Wilbert, lalu menyebarkan racunnya dengan cepat ke seluruh bagian tubuh Wilbert. Tetapi Wilbert, yang terkena racun itu hanya diam dan tersenyum lebar.


"Mengejutkan sekali."


"Aku tidak mengira seekor Elf dapat melakukan semua ini."


"Tetapi, aku jamin kalian tidak tahu ada kombinasi sihir seperti ini, bukan?."


Wilbert yang terkena anak panah itu, membaluti tubuhnya dengan sihir penetralan, sehingga efek racun itu segera menghilang dari tubuhnya.


Mengejutkannya lagi, sihir ini sangat sulit untuk dilakukan. Terutama bagi seorang Adventure yang menggunakan pedang, seperti Heavy dan Swordsman.


"Maka dari itu, aku memilih Role ini untuk menurunkan persentase aku mati."


"Role ini.. Merupakan Role terkuat yang tersembunyi."


"Lalu.. kekekeke."


Setelah beberapa saat membaluti tubuhnya dengan sihir penetralan, Wilbert langsung memfokuskan sihir boost atau enchant untuk membaluti pedangnya dengan efek sihir tersebut.


Pedangnya yang ia boost menggunakan Enchant Magic, di boost ulang memakai 'Doubling Magic' untuk menggandakan Boost nya sebelumnya, lalu di boost lagi menggunakan 'Predator Boosting Magic'.


Apa yang terjadi bila Pedang diberi efek 'boost' dua.. tidak, empat kali? Pedang itu pastinya akan menjadi lebih besar dan lebih besar daripada sebelum-sebelumnya, bukan?. Mungkin seperti monumen besar dalam genggaman Wilbert.


Lalu apa yang akan terjadi jika 'monumen' itu diperkecil ukurannya dan beratnya?, tetapi dengan destruktif yang sama?.

__ADS_1


Sebuah.. alat.. mematikan.


Seperti itulah Sihir dalam tangan Wilbert si Jenius. Tidak salah menyebutnya seperti itu, karena pengontrolan sihirnya diatas rata-rata Manusia pada umumnya.


Ditanganya itu, dia mematahkan stigma "Magic Caster adalah Role terburuk", dan membuktikan bahwa Magic Caster jauh lebih baik daripada Role manapun.


Ya, Magic Caster yang semula hanyalah Role untuk mengeluarkan beberapa sihir menyerang dasar, berubah secara signifikan ditangan si Jenius Muda ini.


"Aku menyebut ini.. Chaotic Disaster Type: 1."


"Rasakanlah kekuatanku ini.."


Pedang yang hanya sebesar tongkat itu, membentur tubuh salah satu Elf Hutan yang siap menyergapnya dari belakang. Menembus tulang dan menghancurkan semua organnya dalam sekali ayunan.


Elf Hutan lain secara naluri bergerak maju dalam waktu bersamaan untuk membunuh Wilbert yang mereka anggap sebagai "musuh".


Apa yang akan dilakukan Wilbert untuk melenyapkan semua musuh itu dengan jangkauan yang pendek? Jauh lebih pendek daripada pedangnya yang biasa?.


"Cancel: Shrink Magic."


Pedangnya kembali ke ukuran yang besar layaknya monumen seperti sebelumnya, karena hal itu juga, jangkauan pedangnya menjadi jauh lebih besar dan dapat diayunkan kesana-kemari tanpa hambatan "berat".


"Chaotic Disaster: Type 2."


Semua Elf Hutan itu terkecoh dengan rencana Wilbert yang memang memancing mereka untung menyerang secara bersamaan.


Karena kebodohan insting mereka sendiri, akhirnya mereka mati hancur tak bersisa dalam sekali ayunan pedang sebesar monumen itu.


"Kekuatan akan menjadi sangat mematikan jika kau gunakan seefisien, dan sebaik mungkin."


"Orang orang menganggap aku jenius, padahal aku hanya bekerja lebih keras daripada orang lain."


"Dengan ini, kekuatanku dipastikan jauh lebih kuat daripada sebelum-sebelumnya."


"Role ini sesuai harapanku."

__ADS_1


Dengan begitu, Quest Perunggu menyebalkan ini akhirnya terselesaikan dengan waktu yang cukup singkat, sekitar 1 Jam untuk beradu pedang, dan kurang lebih 5 Jam untuk mengumpulkan berbagai barang berharga.


Lalu hadiah yang ia dapatkan setelah menyelesaikan Quest ini adalah 10.000 koin perak, yang dapat digunakan untuk menyewa penginapan selama 10 hari.


__ADS_2