
"Baiklah, saatnya pergi."
Hari cerah telah mencapai penghujungnya, matahari yang terang akan tenggelam dalam kegelapan dan kesejukan cakrawala malam yang penuh bintang.
Wilbert telah menyelesaikan Quest itu sebelumnya, saat ini, ia hanya perlu mengambil uang dari tempat administrasi sebesar 10.000 koin perak, lalu mencari penginapan terdekat untuk mengisi energi hingga pagi hari tiba.
Seperti Adventurer lain, Wilbert saat ini telah diteleportasikan kembali ke tempat ia menggunakan "Quest Teleporter"-nya, kegunaan dari sihir ini adalah untuk memudahkan para Adventurer ke tempat tujuan mereka, seperti Goa dan Reruntuhan.
Hebatnya lagi, sihir ini akan mendeteksi apakah Adventurer tersebut telah menyelesaikan Quest yang diminta? Jika sudah, maka akan secara otomatis dikembalikan pada titik "checkpoint" atau tempat ia berteleportasi menggunakan Quest Teleporter itu tadi.
Tepatnya pada sebuah bangunan tua yang tidak berpenghuni, kenapa dia, Wilbert, repot-repot mencari tempat yang tidak berpenghuni? Sedangkan, dia bisa saja berteleportasi di tempat administrasi tersebut dan kembali kesana tanpa memakan waktu yang banyak?.
Atau setidaknya ke tempat terdekat pada penginapan??.
Hal ini dikarenakan pekerjaan ini memakan resiko yang cukup besar. Bisa saja terjadi "error" sehingga Adventurer dan Monsternya terpanggil ke titik checkpoint tersebut? Ya, para Monster bisa saja hanya satu atau dua individu, tapi jika Monster itu merupakan Monster Tingkat Platinum? Akan memakan banyak korban jiwa.
Maka dari itu mereka lebih memilih dan diharuskan berteleportasi pada bangunan yang sepi (tidak ada orang) untuk meminimalisir korban jiwa.
Wilbert yang terteleportasi pada sebuah bangunan tua, bersegera melepas armor beratnya dan pedang melingkarnya itu, lalu menaruhnya pada sebuah 'kantung' yang berisikan ruang besar pada dimensi lain. (Sistemnya sama seperti Inventory pada sebuah Game.)
Setelah melepas semua beban itu, tubuh Wilbert untuk pertama kalinya terekspos. Dipenuhi keringat dan otot kuat yang tidak membludak, terlihat sangat ideal. Wajar saja bila dia memiliki kekuatan fisik seperti monster.
Setelahnya, dia mengenakan pakaian yang ia ambil dari kantung sebelumnya, satu baju putih biasa, dan celana coklat, serta sepatu kulit hitam.
Selesai Mengenakan semua yang ia butuhkan, Wilbert langsung berlarian pergi untuk mengambil uang pada tempat administrator. Jaraknya sekitar 70 km dari sini.
Berapa lama yang Wilbert butuhkan untuk sampai pada tempat administrator sebelum mereka menutup tempatnya? Jika dia adalah Manusia biasa, hal ini sangatlah mustahil. Tapi, Wilbert adalah monster yang penuh otot dan stamina kuat.
Hanya membutuhkan manusia gila ini 10 Menit untuk sampai pada tempat administrator, yang menutup tempat mereka tepat jam 7 Malam. Stamina yang gila ini memungkinkan dia berlari sejauh 420 Km/Jam tanpa kelelahan sedikitpun. Benar-benar monster.
Melihat Wilbert yang tergesah-gesah dengan penuh keringat datang pada tempatnya berada, nona administrator yang siang hari tadi meragukan Wilbert mulai berdecak kagum padanya.
"Hebat sekali, tidak kusangka dia bisa menyelesaikan Quest itu.." batinnya.
__ADS_1
Dia menunjukkan bahwa semua Role itu berguna, jika orang-orang menggunakannya pada situasi dan kondisi yang tepat. Nona administrator itu terpesona melihat kegigihan dari Wilbert yang memberinya pencerahan.
Wilbert yang baru saja sampai pada tempat sepi itu, langsung bergerak maju dan meminta bayarannya.
Tidak seperti yang dikira, cara kerja Quest itu tergolong cukup otomatis dan praktis. Jadi setelah Adventurer terteleportasi, pihak administrasi akan mendapat info tersebut lalu memberikan sejumlah uang yang dikatakan.
"?!, A-Anu.. T-Tuan...?."
Nona administrator itu berubah menjadi 'apel' setelah Wilbert menggenggam tangan nona itu dengan wajah yang mempesona bagi kebanyakan wanita. Ia, Wilbert, dengan lembutnya memberikan sejumlah uang pada nona itu setelah mendapatkan uangnya.
"Nona, maafkan aku, siang tadi aku bersikap sedikit kasar padamu."
"Mohon terimalah sebagian dari uangku."
Menerima sejumlah uang, dan permohonan maaf dari Pemuda baik yang tampan. Wanita mana yang tidak luluh dengan perlakuan seperti ini??.
Tentu saja nona berusia 19 Tahun itu salah satu orang yang terkena 'pemikat hati'-nya Wilbert. Hati dan kepalanya berbunga-bunga memikirkan Wilbert yang polos nan tampan itu.
"A-A-Anu.. n-namaku Claire.. T-terima kasih atas uangnya.."
"Baiklah, uhm.. Claire? Sampai jumpa lagi."
Perkataan dari Claire terpotong, namun bukannya marah atau jengkel karena perlakuan tidak sopan ini, sebaliknya, Claire makin jatuh cinta dengan Pemuda yang 'tidak peka' itu. Jantungnya berdetak kencang.
Sementara itu, Wilbert yang tadinya berada di tempat administrator, sekarang sudah berada jauh di kegelapan malam. Dia sedang mencari-cari dimanakah penginapan yang biaya sewanya hanya berkisarkan 5-7 ribu perak?.
Setelah berjalan dan berjalan selama kurang lebih satu jam, akhirnya Wilbert menemukan satu penginapan yang menjual harga sewa kamar 6.000 koin perak perharinya.
Tentu saja dia masuk ke dalam penginapan itu, lalu menyewa kamar itu selama 2 hari, dia membayar 12.000 koin perak dimuka tanpa mencicil seperti kebanyakan orang.
Kenapa hanya dua hari? Apakah Wilbert memiliki tujuan setelah ini? Ya, tujuannya setelah ini adalah mencari Party dan teman baru. Party dapat dibentuk jika Adventurer itu minimal telah menyelesaikan satu Quest, karena hal itulah Wilbert terburu-buru menyelesaikan Quest.
"?!"
__ADS_1
Ditengah-tengah kegirangan itu, Wilbert merasakan sebuah marabahaya muncul dari banyak arah. Tetapi belum sempat bereaksi akan hal tersebut, Wilbert tiba-tiba diserang oleh pemilik penginapan tersebut menggunakan pisau dan mengenai telapak tangan kanannya.
Apa yang terjadi disini? Jebakan? Melihat dari perawakan dan cara menyerangnya, ini pasti adalah ulah para Bandit. Mereka menyerang orang ditempat tertutup dan melucuti kekayaan mereka.
"Serahkan semua uangmu, kalau kau tak mau mati!"
Tidak lama kemudian, datang dari luar para Bandit lain yang mencoba menyerbu Wilbert untuk memerasnya hingga miskin.
Mengherankannya lagi, mereka memakai nama "adventurer" dan mengenakan kalung Tingkat Perak untuk menakut-nakuti Wilbert yang seorang veteran. Ironis sekali.
"Aku kuat lho, cepat serahkan uang mu!."
"Tidak akan."
Wilbert menolaknya mentah-mentah, tidak menunjukkan sedikitpun rasa gemetaran pada dirinya. Meski Wilbert seorang amatir sekalipun, dia dapat mengetahui bahwa kalung itu hanyalah buatan untuk menggertak seseorang.
"Cari mati ya, sialan!?"
"Serahkan saja uang mu, bajingan!"
"Bocah nekad!"
Mereka mengeluarkan senjata tajam untuk melukai Wilbert, tidak hanya menggertak seperti yang dikira Wilbert. Mereka.. Benar-benar menyerang.
Tetapi di depan seorang veteran, serangan itu menggunakan pola yang kaku. Sehingga dapat dengan mudah dihindari atau ditebak arahnya. Bahkan lebih mudah ditebak dibandingkan Goblin.
Serangan demi serangan dihindari Wilbert tanpa sedikitpun melukai tubuhnya. Ratusan serangan berpola sama dilancarkan sampai akhirnya mereka lelah untuk menyerang.
"Sudah selesai?."
"Sial, apa-apaan bocah ini."
"Menggunakan nama adventurer untuk mengambil harta orang lain. Benar-benar tindakan yang tidak terpuji."
__ADS_1
Lengannya yang semula diam, kini bergerak mengepal keras dengan urat yang keluar dan suara genggaman yang menyeramkan.
"Sekarang.. Giliranku"