Eternal Desire

Eternal Desire
Ch. 7 - Ketujuh Burung Albatros


__ADS_3

Sebuah kejadian langka terjadi, Albatros yang sebelum-sebelumnya tidak pernah menerima Anggota Party lagi, sekarang telah menerima masuk Wilbert dan satu Anggota lain ke dalamnya.


Mereka terkenal sebagai kelompok yang penuh misteri, tidak dapat ditebak, dan bergerak secara diam-diam. Sangat tidak-mengejutkan apabila kelompok penuh misteri ini menerima masuk Wilbert. Karena mungkin, mereka melihat potensi dalam diri Wilbert.


Namun yang menjadi pertanyaan adalah, siapakah orang lain yang diterima masuk ke dalam Party terkenal ini? Wanita berotot, atau Pria kuat yang psikopat?.


Semua dugaan dan pernyataan tanpa dasar yang kuat itu, ditepis sekuat-kuatnya. Orang lain yang diterima masuk bukanlah Wanita berotot, maupun Pria Psikopat. Dia hanyalah.. Seorang Wanita biasa yang cantik.


Tentu saja kita tidak menilainya hanya dari luaran saja, bukan? Tetapi, siapapun juga akan berpikiran begitu setelah melihat penampilan dari Gadis yang begitu imut ini.


'Mereka menerimanya karena cantik, bukan?' setidaknya begitulah dugaan orang-orang mengenai Gadis yang muncul bersamaan dengan Wilbert.


Berpakaian ala penyihir, rambutnya ikal dan berwarna pirang, serta matanya yang bulat berwarna hijau muda seperti buah jambu. Membuat siapapun akan berbunga-bunga melihatnya.


Ditambah lagi, Gadis ini ternyata cukup pemalu, bila disandingkan dengan orang-orang biasa pada umumnya. Dia juga tidak terlalu tinggi, benar-benar karismatik bagaikan Malaikat.


Percakapan mulai berlangsung, sesaat setelah Gadis itu duduk disebelah Wilbert pada meja para Albatros, tentu saja, para Adventurer lelaki ternganga melihat Situasi yang penuh rasa canggung ini.


Dan sepertinya ketua mereka, yang memakai armor merah dengan rambut hitam, cukup tertarik pada dua orang ini. Karena mungkin, mereka kekurangan Adventurer dengan Role "sihir" seperti keduanya.


Tunggu, sihir? Apakah Gadis ini merupakan Magic Caster? Tidak-tidak, sepertinya dia hanya menggunakan baju penyihir untuk membedakan dia dari yang lain. Mungkin Buffer, atau Healer?.


"Kalian berdua adalah anggota baru kami, sesuai perjanjian, kalian akan menjadi Anggota kami selama kalian tidak memutuskan untuk keluar."


"Jadi, kuharap, kita bisa berhubungan dengan baik."


Keduanya, Wilbert dan Gadis itu, saling bertatapan dalam situasi canggung ini. Terutama Gadis itu, dia melihat Wilbert yang dipenuhi rasa penasaran menggunakan wajah 'apel' penuh kemerahan.


"Gadis ini, apakah dia seorang Magic Caster sama sepertiku?.." pikirnya.

__ADS_1


"A-Anu.. a-aku Trish.. senang bertemu denganmu."


"Aku Wilbert. Senang bertemu denganmu, Trish."


Percakapan antara dua orang yang penuh sifat berkebalikan, terjadi dimeja bundar yang besar tersebut. Entah apa yang dipikirkan Wilbert sesaat selepas berkenalan seperti seorang Introvert, dia hanya memikirkan bahwa Gadis ini unik.


"Anu, maaf, aku belum mengetahui nama kalian-kalian semua."


Ya, benar sekali, mereka sama sekali belum berkenalan. Keputusan Wilbert yang memulai pembicaraan untuk berkenalan merupakan awalan yang bagus untuk menjadi lebih dekat sebagai Teman.


"Aku Alex, ketua Party ini, Role-ku adalah Swordsman, senang bertemu dengan kalian."


"Aku, Daniel, wakil ketua, Role-ku adalah Heavy."


"Jack. Swordsman."


"Dan aku, satu-satunya Archer disini. Namaku, Richard!."


Mereka semua memperkenalkan diri mereka secara singkat, untuk memudahkan kedua anggota baru itu memahami cara kerja dari Party ini.


Party tanpa Adventurer Healer ataupun Buffer, mereka pasti sangat kuat karena percaya tidak akan kalah meski tanpa Healer. Wajar saja kelompok mereka dikenal sangat misterius.


Lalu, Gadis itu, Trish, matanya terlihat berkilauan sesaat setelah semuanya memperkenalkan diri dan Role mereka dalam Party ini.


"A-Aku Trish, Role-ku Hue- E-Eh, maksudku, Healer!."


"Wilbert. Magic Caster."


Ketujuh orang itu memperkenalkan diri mereka satu sama lain. Dengan Role yang memang didominasi oleh penyerang senjata, Party ini seperti dipenuhi banyak Resiko tinggi.

__ADS_1


Namun hal itu tidak menghentikan Wilbert dan Trish untuk terus maju. Keduanya bahkan tidak gentar, terutama Trish yang pemalu.


"Ah, bagaimana jika kita menjarah Dungeon?."


"Itu ide yang bagus, Daniel."


Menjarah Dungeon secara berkelompok, sudah lama Wilbert tidak merasakan hal ini lagi semenjak menjadi Solo Raider yang menetap pada Tingkat Perak.


Bukan hal yang buruk jika mereka menjarah Dungeon sesegera mungkin, karena nantinya, mereka akan menjadi bagian dari Party untuk menjarah Dungeon tingkat atas setelah mendapat cukup pengalaman.


"Bagaimana jika Quest Tingkat Perak, apa kalian berdua pernah melakukannya?."


"Ya, kedengarannya bagus."


"Bagaimana denganmu, Trish."


"Ah.. A-... B-Baiklah."


Mereka memutuskan untuk menjalankan Quest Tingkat Perak, jelas saja, mereka akan memilih Quest Tingkat Perak paling mudah. Karena disini, Trish adalah yang terlemah.


Dan dia itu baru saja menjadi Adventurer Tingkat Perunggu, jika diajak masuk ke dalam Dungeon Tingkat Perak melawan Mammoth Lava, dia pasti akan kewalahan atau bahkan mati.


Maka dari itu, pilihan untuk memilih Tingkat Perak terbawah adalah yang paling tepat. Namun, Quest apakah itu? Ogre? Goblin?.


Semua itu salah, karena Quest ini adalah.. Membunuh Serigala Iblis, makhluk yang setara dengan Goblin dalam pertarungan satu lawan satu.


Quest Tingkat Perak:


[ Membunuh Serigala Iblis ]

__ADS_1


__ADS_2