
Party, sebuah kelompok yang berisikan beberapa orang Adventurer dengan Role berbeda-beda, guna untuk memudahkan perjalanan dalam penjarahan Dungeon.
Sekaligus mengecilkan resiko terjadinya kematian pada Adventurer yang tengah melakukan pekerjaan penuh marabahaya monster ini.
Party tidak hanya digunakan untuk hal-hal sederhana seperti itu, tapi juga digunakan sebagai sarana meningkatkan Pengalaman dan Kemampuan bertarung Adventurer Tingkat Perunggu, yang memang memiliki standar status Fisik dan Mental dibawah rata-rata Adventurer Tingkat Perak dan di atasnya.
Bisa dibilang merupakan hal wajib untuk diikuti para Adventurer Perunggu yang masih amatir dalam menebas monster. Tidak terkecuali Wilbert sang Jenius Muda, yang pernah melakukan Penjarahan bersama Party.
Namun tanpa alasan yang diketahui secara pasti, Wilbert keluar dari Party misterius yang terkategorikan sebagai Party Besar. Jadilah seperti saat ini, ia menjadi Solo Raider yang tangguh dan disegani banyak orang.
Lalu, bagaimana cara membentuk sebuah Party?
Caranya tidak serumit yang dibayangkan, Party dapat dibentuk hanya dengan 'undangan' atau juga 'permintaan', lalu melalui persetujuan simpel yang mengharuskan mereka menyetujui undangan atau permintaan tersebut. Jika tidak, Party tidak akan terbentuk. Dan jika disetujui, maka Party akan otomatis terbentuk.
Kasusnya sama dengan Wilbert yang memberi 'undangan' pada Steven dan Anne. Lalu mereka menyetujui hal itu dengan berkata "Baiklah", dan Party khusus mereka bertiga akhirnya terbentuk.
Keuntungan lain dari Party adalah, mereka, para Anggota Party, bisa mendapat uang yang banyak dengan resiko cukup kecil karena membiarkan para Anggota kuat yang membunuh monster-monster di dalam Dungeon.
Tetapi cara seperti itu terbilang tidak efektif untuk menambah pengalaman bertarung, jadi, berperilaku licik seperti itu tidak akan memberikan improvisasi apapun, selain menambah penghasilan yang tidak menentu.
Kembali pada Wilbert yang sebelumnya diserang segerombolan Bandit pada sebuah penginapan, yang ternyata merupakan jebakan untuk menjebak orang-orang yang dengan polosnya tergiur akan harga murah dari sebuah penginapan, lalu menelanjangi uang mereka setelah beberapa saat.
Kini semua Bandit itu dalam kondisi tidak sadarkan diri setelah dipukuli Wilbert hingga babak belur pada bagian-bagian tertentu. Dan tentu saja, Wilbert tidak membunuh mereka dengan menekan tenaganya hingga titik paling rendah.
Wilbert melakukan hal merepotkan ini karena tidak ingin membunuh Manusia biasa, baik mereka itu berhati mulia maupun berhati busuk seperti para Bandit yang tergila-gila akan uang tersebut.
Saat ini, Wilbert sedang bersiap-siap untuk keluar dari Penginapan itu, lantaran hari telah berganti menjadi Pagi dan kejadian penyerang terhadap Wilbert terjadi sekitar 10 sampai 11 Jam yang lalu.
Matahari memancarkan sinarnya, cakrawala telah memutihkan kulitnya, dan orang-orang kembali melakukan aktifitas seperti biasanya.
Bandit-bandit yang sebelumnya menguasai Penginapan itu telah pergi, lantai satu pada penginapan ini kembali dipenuhi orang-orang seperti penginapan pada umumnya. Huh, Bukankah penginapan ini dikuasai dan dimiliki para Bandit?
Ternyata, pemilik aslinya diancam untuk pergi oleh para Bandit, begitupun dengan para pelanggan yang menginap pada penginapan ini. Mereka semua bersembunyi pada gudang besar pada hari sebelumnya.
"Siapa ya, yang menyelamatkan Penginapan ini?"
"Aku juga tidak tahu, tapi aku mendengar rumor dari Tuan Darrel, bahwa orang yang menyelamatkan kita itu berambut Ungu tebal."
"Sepertinya begitu, tidak kusangka ada orang berperangai dan berpenampilan mengerikan seperti itu akan menyelamatkan kita."
__ADS_1
"Dunia ini benar-benar penuh akan misteri."
Sementara mereka bergosip mengenai, 'siapa yang menyelamatkan mereka?'. Wilbert ternyata telah pergi dari Penginapan itu dengan diam-diam tanpa diperhatikan orang-orang.
Keluar dari Penginapan itu seperti kilat berwarna ungu, dengan armor besi dan pedang besar khas-nya ia kembali pada tempat administrator untuk mencari Party yang ingin menerimanya.
Berlari dengan kecepatan 420Km/Jam seperti monster, Wilbert lalu sampai di tempat itu dalam kurun waktu 3 Menit saja.
Wajahnya yang dipenuhi rasa semangat, diingat semua orang pada ruangan itu sebagai 'si Perunggu bodoh'. Tidak mengherankan bila perlakuan seperti ini diterapkan.
Pasalnya, Wilbert memilih Role yang dikatakan sebagai "terlemah" dibandingkan semua Role lain. Meski hal itu hanya sekadar hipotesa tanpa pembuktian.
"Lihat, itu si Magic Caster.."
"Apa dia ingin mencari 'Party' disini? Kupikir dia telah menyerah untuk menyelesaikan Quest."
"Setidaknya dia telah menyelesaikan satu Quest, meski aku yakin dia menyewa orang lain untuk melakukannya."
"Ya, kau benar, haha!!."
Cemooh demi cemooh dilontarkan pada Wilbert yang berjalan masuk dalam tempat itu, 'bodoh' dan berbagai macam kata-kata kasar diucapkan untuk meledek Wilbert.
Namun dibandingkan Wilbert, mereka jauh lebih cocok sebagai orang bodoh yang hanya bisa menghina. Yakinlah, mereka semua tidak akan bisa mengimbangi Wilbert yang telah mendapatkan cara bertarung baru.
"Maaf, bung, aku tidak menerima Pria tua"
"Tapi-"
"APA?! AKU TIDAK MENDENGAR MU, KAKEK TUA????"
Meja pertama yang ia datangi secara kasar meledeknya dan menolaknya tanpa pertimbangan. Entah apa yang mereka pikirkan, setidaknya jika mereka tidak ingin menerima Wilbert dalam Party-nya, hargai dia dengan menolak permintaan Wilbert secara halus dan menggunakan alasan jelas.
Mereka sepertinya tidak menyukai Wilbert, bukan karena dia seorang "Magic Caster" tapi lebih tepat disebut sebagai.. benci secara buta yang didasari sikap superioritas? Ya, sepertinya begitu.
Meja kedua, ketiga, keempat, bahkan kelima tidak mengindahkan keberadaan Wilbert dihadapan mereka. Bahkan dengan beraninya, mereka menyiram Wilbert dengan minuman mereka, lalu meminta Wilbert untuk mengganti rugi.
"Loh, minumanku tumpah. Ganti rugi!."
"Ayo~ ganti minumanku, brengsek!."
__ADS_1
Wajah Wilbert yang semula mendatar, saat ini telah mencapai ujung kesabaran yang dapat ia tampung. Aura membunuhnya keluar, wajahnya mengkerut.
Aura seorang veteran yang telah meningkatkan kekuatan fisiknya secara signifikan membludak keluar seperti aliran air yang sangat deras. Siapapun juga pasti akan marah dengan perlakuan tidak sopan seperti ini.
"Sudah cukup.."
"Kau mau berkelahi denganku, sialan!!?."
Tangan dari Wilbert menggapai pedang besarnya, tempat itu bergetar hebat karena Aura dari Wilbert yang sangat gelap dan mengerikan. Tetapi mereka semua tidak menyadari bahwa Wilbert lah penyebab terjadinya "gempa" pada tempat itu.
"Gempa..?."
Manusia penuh arogan tersebut, langsung dipenuhi keringat dan kepucatan. Seperti melihat Anomali berjalan dihadapannya tersebut. Nyalinya menciut layaknya balon yang kehilangan udaranya.
Namun.. Sebelum sempat menghunuskan keluar pedangnya, sebuah kelompok kecil memanggil Wilbert dengan senyuman hangat. Dan dengan tulus, mengajaknya masuk ke dalam Party.
Mereka sepertinya orang ketiga yang tahu penyebab "gempa" pada tempat itu, selain Nona Claire yang kepalanya dibingungkan untuk berbuat apa pada Wilbert yang sedang mengamuk, dan orang yang menciut ketika membuat Wilbert marah.
"Kau.. Memanggilku?."
"Ya! Mau bergabung dengan kami?."
"Huffffhhh... oke!."
Untuk ketiga kalinya terjadi, Wilbert merubah suasana hatinya secepat kilat. Dari marah besar seperti monster yang tidak akan berhenti mengamuk, berubah menjadi sosok polos dengan wajah datar penuh kedewasaan itu. .
Mereka semua, para Adventurer, menganggap Wilbert hanyalah bocah penakut yang labil. Namun bagi orang dimeja itu, dia seperti sosok monster yang penuh akan misteri.
"Apa apaan.. Sorot mata mengerikan itu.." batinnya.
"Sialan.. Dia.. Mengerikan sekali."
Wilbert berjalan maju ke meja yang memanggilnya, mereka adalah Adventurer Tingkat Perak yang terlihat lumayan kuat.
Jumlah dari mereka ada lima, dan melihat tanggapan para Adventurer lain, sepertinya mereka ini cukup terkenal dikalangan mereka.
"Cih, mereka mengambilnya.."
"Aneh sekali.."
__ADS_1
"Para Albatros itu.."
Kelompok itu berisikan 5 Orang Tingkat Perak dengan Role yang didominasi Swordsman dan Heavy, menyebut diri mereka sebagai "Albatros".