
Jangan lupa di Like untuk mendukung karya author
***
Berita kedatangan Nando bersama dengan seorang perempuan telah tersebar di seluruh kota B, Nesa pun juga telah mendengar kabar tersebut. Namun dia tetap tidak mempercayai berita itu.
"Eh kamu dengarkan, direktur perusahaan A dikabarkan sedang berhubungan dengan seseorang, beruntung banget sih perempuan itu"
Seperti itu gosip yang Nesa dengar dari teman teman sekantor.
Tiba tiba ada pesan masuk, "Mau makan siang bareng", melihat pesan baru masuk dari Adi, dia langsung menyetujuinya.
"ini lebih baik daripada mendengar gosip itu dari teman teman", batin Nesa.
***
"Aku dengar Nando digosipkan dengan seorang perempuan, apa kamu tahu" Tanya Adi
"iya aku sudah tahu, teman teman dikantor juga membicarakan itu, tapi aku nggak percaya sama gosip itu" jawab Nesa
Melihat wajah Adi yang penuh dengan tanda tanya, Nesa melanjutkan
"soalnya dalam suatu hubungan harus didasari dengan rasa percaya satu sama lain, aku yakin Nando tidak akan melakukan itu, perempuan itu pasti rekan kerjanya"
"aku salut deh sama kamu, walau sudah dikabarin dan digosipin kamu tetap percaya" Nesa membalas jawaban Adi dengan Senyuman.
***
Tuan Roland yang memang sudah pensiun di usianya yang kepala enam hanya duduk minum teh di rumahnya.
Dengan uang pensiun yang sudah cukup untuk kehidupan sehari hari, ditambah dengan anaknya yang sudah kerja semua.
Dia menyeruput tehnya dan membaca berita terbaru di koran, dia mencari berita politik terbaru dan tidak sengaja melihat sebuah judul 'Pewaris Perusahaan A, terciduk bersama perempuan di Bandara'
"bukanya Nando sedang perjalan bisnis, kenapa malah bersama dengan perempuan lain" batin tuan Roland
Dia dengan cepat membuka ponselnya dan menghubungi sahabatnya terkait berita tersebut, telepon itu tidak di angkat, menambah kecemasan tuan Roland akan bagaimana kedepanya pertunangan anaknya.
Dengan perasaan campur aduk, dia mengemudikan mobilnya diatas batas rata rata, lampu jalan yang berwarna hijau berubah dengan cepat menjadi warna merah. Tuan Roland yang melaju dengan kencang mencoba untuk menghentikan mobilnya, namun dia tidak bisa.
Itu terjadi begitu cepat, para pejalan kaki yang lewat lalu lalang sangat terkejut dengan kejadian tersebut.
__ADS_1
Mobil tuan Roland memang tidak bisa berhenti, tetapi bukan berarti dia ingin membahayakan pengendara lain yang lewat, dengan begitu, tuan Roland hanya membanting stir ke kanan dengan harapan bahwa hanya mobilnya yang rusak.
Takdir tidak ada yang bisa menebak, Tuhan punya rencana di balik semua itu, hanya itu memerlukan sedikit waktu.
***
Hari tiba tiba menjadi mendung, entah mengapa perasaan Nesa menjadi sangat tidak enak, dia memiliki janji temu dengan Nando, tidak tahu ada hal penting apa yang akan Nando katakan padanya.
"Mau kemana Nes"
"pergi ke restoran depan simpangan"
"aku satu arah denganmu, mau ikut gak" Tanya Adi.
"makasih, tapi lebih baik aku jalan kaki"
"naik aja, anggak aja ini sebagai permintamaafanku atas kesalahpaham yang dulu"
Nesa yang tidak enak pada Adi menyetujui permintaanya.
***
Mendengar perkataan Anggi, kebencian di dalam hati Nando bertambah, dia tidak sadar bahwa selama ini dia selalu dekat dengan rubah licik.
Nesa memasuki restoran dengan sebuah senyuman manis, namun senyuman itu hilang seiring dengan dia menajamkan penglihatanya.
Dia hanya bisa menunjukan senyum pikuknya melihat kedekatan keduanya.
"Pesan minum apa Nes" Tanya Anggi dengan senyuman.
"Tidak usah Nggi, kita di sini bukan untuk minum, jadi aku langsung aja"
"sebenarnya ada apa sih Nando?" wajah Nesa penuh dengan tanda Tanya, tidak mengerti maksud dari ucapan Nando.
"aku akan membatalkan pertunangan kita, tapi sebelum berbicara dengan orangtua kita, aku ingin kamu dapat membantuku beralasan bahwa kita berdua tidak cocok, sehingga kedua keluarga memaklumi"
"kalau itu pilihan kamu, baiklah, aku akan membantu" setelah mengucapkan kalimatnya, dia langsung pergi meninggalkan Nando dan Anggi.
Nesa berlari keluar, dia hilang arah hingga akhirnya dia terhenti di sebuah taman yang sepi.
"Mungkin ini adalah takdirku, aku kira dengan membuka hatiku untuk Nando, aku dapat memikirkan kebahagiaanku di masa depan, namun seperti memang harus sampai di sini" batin Nesa
__ADS_1
Suara ponsel menggangu lamunan Nesa, dia mengankat panggilan itu.
"Halo dengan keluarga Tuan Roland"
"Iya saya putrinya, ini dengan siapa"
"Kami dari Rumah sakit Tunas Raya, Sekarang Tuan Roland berada di Rumah Sakit dan dia sangat membutuhkan tanda tangan kelurga untuk persetujuan operasinya, ini sangat darurat, mohon agar saudari cepat datang"
***
"Mba, saya putri dari tuan Roland"
"Mari silahkan ikuti saya untuk prosedur dan tanda tangan persetujuan operasi"
Nesa mengikuti perawat menuju ruang dokter untuk mengikuti prosedur, dia hanya bisa menyimak dari kata kata dokter.
Bahwa operasi akan dilakukan besok pagi, dengan persiapan dari malam hari.
Nesa langsung mentandatanganin persetujuan operasi, beban pikiranya berkurang, dia tersadar akan menanyakan tentang biaya yang akan dikeluarkan.
"suster, setidaknya berapa biaya yang harus dibayar untuk operasi"
"sekitar $5000, untuk pembayaran awal sekitar $1000 dan sisa pembayaran dibayarkan pasca operasi"
"darimana aku bisa mendapatkan uang sebanyak itu" batin Nesa
Nesa pulang kerumah ayahnya untuk mengambil tabungan ayah yang tersisa dan menggabungkanya dengan tabunganya.
Uang itu hanya mencapai $1500 dan dia harus mendapatkan pinjaman untuk biaya operasi.
"apa aku pinjam sama Nando, jangan kami baru saja akan membatalkan pertunangan, sangat tidak nyaman meminjam padanya, apa dengan kakak saja, tapi ini sudah 5 tahun sejak kami tidak berhubungan lagi, bagaimana jika mereka tidak mau"
Nesa kembali ke Rumah Sakit tempat ayahnya dirawat, dia membuka ponselnya dan mengutak atik, mencari tempat pinjaman, dengan jangka pembayaran yang meringakan.
Tanpa tersadar dia sudah sangat lelah, hari ini terjadi beberapa hal yang mengejutkan, tubuhnya lelah ke sana ke sini untuk mengurus pembayaran, pikiranya keruh dengan beberapa masalah yang menumpuk.
Semua masalah datang secara bertubi tubi dalam satu hari. Dia hanya harus menutup mata mengistirahatkan jiwanya untuk beberapa saat.
***
Terima kasih untuk teman yang selalu setia membaca ceritaku, jangan lupa di like ya...
__ADS_1