Fate : The Second Chance

Fate : The Second Chance
BAB 3


__ADS_3

Dia yang kucintai


Datang kembali dalam hidupku


-Fernando Yeheskiel-


***


Sudah tiga tahun lewat, Nando sudah mulai melupakan perasaannya dengan Anggi, tetapi disaat dia sudah melupakan perempuan tersebut tiba tiba saja dia muncul kembali dalam hidupnya.


Rasa benci terhadap perempuan tersebut masih ada dalam hatinya, namun dia tidak bisa bohong akan perasaannya terhadap Anggi.


Perempuan yang selalu menemaninya di waktu SMA hingga Perkuliahan.


Dia sadar akan janjinya dengan Anggi 3 tahun lalu bahwa akan memutuskan pertunangannya dengan Nesa,


tetapi pada akhirnya Anggi meninggalkannya membuatnya merasa hancur disaat saat tersulit yang dihadapinya.


Nando mengingat bahwa orang yang tidak disukainya justru memberinya semangat disaat dia menghadapi kesulitan.


Hanya sebuah pesan penyemangat yang membuat hatiku merasa diperhatikan.


Nando memang masih mencintai Anggi dia mungkin masih ingin kembali dengannya, tapi Nando tidak mungkin melupakan pesan dari seseorang penyelamat.


Nomor itu masih tersimpan sampai sekarang, setiap aku mengalami hal sulit dia akan memberikanku sebuah motivasi yang akan membangkitkanku dari keterpurukan.


Dia merupakan Miracle'ku, keajaiban yang selalu datang menghampiriku seakan memberiku cahaya terang akan jalan yang gelap.


Namun, sampai sekarang aku masih belum tahu siapa itu Miracle, aku ingin mengucapkan terima kasih secara langsung akan motivasinya.


Setiap kata yang ada dalam pesan itu, aku selalu mengingatnya, ada didalam benakku.


***


"Permisi mba, saya karyawan baru, jadi belum tahu tempat konfirmasi penerimaan lamaran kerja"


"Atas nama Nn Nesa",


"Iya" jawab Nesa


"Mari ikut, saya antarkan ke ruang manejer SDM" Nesa mengikuti karyawan resepsionis tersebut mempersilahkan Nesa untuk masuk.


Nesa tidak dapat melihat orang tersebut, tetapi dari suaranya Nesa mengenalnya, seseorang yang familiar baginya.


"Maaf sudah menunggu lama..."

__ADS_1


belum sempat Adi menyelesaikan perkataannya. Adi berdiri mematung melihat Nesa, mencoba untuk tidak terlihat kaget.


Adi pun menunjukan wajah dinginnya, Adi menjelaskan kontrak kerja dan tugas yang akan dikerjakan oleh Nesa, selama menjelaskan ruang itu diliputi oleh hawa dingin.


***


Nesa menjadi deg degan setelah keluar dari ruangannya. Memang dia sudah melupakannya, tapi hatinya kembali lagi mengenalnya.


Drrtt... drrtt..... ddrtt...


"Halo, ada apa kak"


"Cepat datang ke kantorku"


Nesa bingung, dia baru saja akan pulang tetapi Nando tiba tiba menelfonnya dengan suara marah.


"daripada aku kena omel, mending aku cepat datang kesana" gumam Nesa.


***


Nando dengan amarahnya yang menggebu mencoba menenangkan pikirannya setelah mendapat telfon dari Adi.


"Selamat pagi pak, ada Nn. Nesa yang ingin bertemu"


"biarkan dia masuk" pintu terbuka dan Nesa pun masuk ke dalam ruangan.


"Aku juga nggak tahu kalau kak Adi kerja disana, kakak tenang aja aku enggak akan ganggu hubungan kak Adi dengan pacarnya" jelas Nesa.


Ternyata Nando memanggilku karena alasan ini, dia takut aku merusak hubungan kak Adi dan Karin.


***


Bukannya aku marah kamu akan hancurkan hubungan Adi, tapi aku enggak ingin kamu tersakiti lagi.


Nando mencoba melupakan percakapannya dengan Nesa, mengingat percakapan itu membuatnya kecewa, dia hanya bermaksud baik tapi dianggap hal yang lain.


***


Setelah pergi dari kantornya Nando, Nesa bergumam sendiri memaki maki Nando. Akhrinya tersadar, Nesa melihat jam di tangan, menunjukkan pukul 11.25


"Sepertinya aku akan terlambat" Nesa mengendarai motornya dengan kecepatan diatas rata rata.


Nesa lupa bahwa dia harus kerja di restoran, mengingat sebentar lagi jam makan siang.


Nesa juga akan mengajukan pergantian waktu jam kerja menjadi jam 18.40-21.50 dengan waktu part time 3 jam 10 menit, gaji Nesa pun akan terpotong sesuai dengan berapa jam kerja.

__ADS_1


Drrtt.... Drrtt...


"Aduh siapa lagi yang telfon, padahal masih jalan, nanti aja deh diangkat?"


Nesa membuka pintu apartemennya, apartemen yang sudah ditinggalinya dari waktu masih mahasiswa hingga sekarang.


Nesa membuka, mengambil handponenya, "rupanya wati"


Nesa kembali menelfon temannya itu "Ada apa Wati?", "Kamu ada waktu hari sabtu kah?"


"ada, kenapa memangnya", "temani aku ke bank ya, soalnya nggak ada teman"


"oh, oke deh. Pokoknya nanti kamu chat saja aku, biar aku enggak lupa", "ok deh thanks"


Pembicaraan singkat tersebut telah selesai, Nesa dengan cepat mengganti baju dan berangkat ke restoren tempatnya bekerja


"masih jam 11.48 ada kesempatan nyampai sebelum jam 12.00, Nesa kembali mengendarai motornya. Sesampainya di restoran, Nesa berjalan masuk lewat pintu belakang


"Nesa, kamu mau kemana"


"eh Dilla, gak kemana mana kok"


Tiba tiba datang Rani "kamu telat lagi Nes"


"baru jam 12.02, lambat 2 menit" jawab Nesa dengan yang wajah lucu, Dilla menyela "daripada ngobrol ayuk kita kerja, sudah mulai banyak yang datang".


Mereka mulai bekerja, Rani sebagai kasir, Nesa dan Dilla sebagai pelayan restoran.


memang gajinya tidak besar, tetapi bisa jadi kerja sampingan.


saat mengerjakan pekerjaannya, Nesa bertemu dengan Ferry sekertaris kak Nando "Ferry, kamu disini ngapain"


"saya kesini ingin membelikan makanan untuk pak Nando dan...." Ucapan Ferry menggantung, Ferry berpikir, pak Nando dan Nn. Nesa telah bertunangan selama 7 tahun, kalau saya bilang pak Nando memesan makanan untuk perempuan lain.


Bukankah akan menimbulkan kesalahpahaman. Mendingan tidak usah diberitahu, Ferry sibuk denga pikirannya, dan Nesa menunggu kalimat Ferry.


"Ferr, sama siapa"


"Tidak Nn. Hanya pesan makanan untuk pak Nando", "Tumben dia pesan makanan" gumam Nesa dari atas sampai bawah, menyadari sesuatu, Nesa yang merasa ditatap pun sadar.


"Ferr jangan bilang siapa siapa kalau aku kerja disini" Ferry yang tersadar pun berkata


"Baik nona"


***

__ADS_1


Thanks untuk teman teman yang sudah mau mampir di ceritaku, jangan lupa vote dan komen, follow IG : sihalohovaneza


__ADS_2