Fate : The Second Chance

Fate : The Second Chance
BAB 4


__ADS_3

Kenangan manis


dari masa lalu


-Nesandra Widya-


***


Nesa melihat jam menunjukan pukul 16.50


"sebentar lagi pulang, mending aku bersih bersih dulu untuk mengisi waktu" setelah selesai Nesa menunggu teman ganti shiftnya, Nesa melihat jam menunjukkan pukul 17.10


"sudah jam segini tapi belum datang, gimana sih" Nesa menunggu hingga pukul 17.27


"sudah mau setengah 6 tapi belum datang" Nesa menelpon temannya itu.


"Halo Fifi, kamu dimana"


"Halo kak Nesa, maaf kak saya lupa ngabarin, saya sore ini ada kelas, kak Nesa bisa gantikan saya enggak"


"bisa sih, tapi jangan sampai jam tutup, udah cape"


"saya selesai jam 18.00, nanti jam 18.45 saya datang" akhirnya Nesa kembali kerja sampai jam 18.30,


ketika akan mengantarkan perempuan itu, positive thinking aja siapa tahu rekan kerja, tapi Nesa tidak dapat mengantar makanan sebab dia akan ketahuan oleh kak Nando.


"Rana, bisa minta tolong nggak?",


"tolong apa"


"tolong antarkan pesanan ini ke no meja 2"


"oh, ok",


"makasih"


Nesa berjalan kembali kebelakang, melihat datangnya Fifi, hati Nesa pun senang, Nesa berpamitan dengan Fifi dan Fifi berterima kasih atas bantuan Nesa.


Nesa kembali pulang ke apartemennya, setelah mandi Nesa duduk dikasurnya, mengambil kertas, pulpen, dan handpone.


"Kalau aku enggak ambil uang dari Ayah lagi, maka uang yang harus kubutuhkan untuk bayar apartemen dan biaya hidup..."


Nesa menghitung setiap pengeluaran dan gaji yang akan didapat dari kantor dan kerja part timenya.

__ADS_1


Setelah menghitung, Nesa merasa bahwa gaji yang didapat sudah cukup untuk biaya hidupnya. Nesa memutuskan untuk berhenti menerima uang dari Ayahnya.


***


7 tahun yang lalu


Kringg...


Bel tanda kelas telah berakhir, semua siswa berkeluaran untuk pulang kecuali siswa yang akan melaksanakan kegiatan ekstrakulikuler.


Nesa keluar lebih lambat dikarenakan guru yang masuk dalam kelas.


Nesa keluar dan pergi keparkiran untuk mengambil motornya, sedikit lagi Nesa sampai di motornya,


tiba tiba orang dari samping menarik tangan Nesa dan membawanya ke dekat kantin yang sepi.


Nesa tidak sadar siapa yang menariknya itu, ketika ia melihat orang tersebut, dia adalah Adi.


Adi mendorong Nesa ke tembok, mengunci Nesa dalam tatapannya yang tajam.


"Kamu Nesa'kan" Nesa yang sangat gugup menjawab dengan terbatah batah "ii..iyya ka..k "


"Kamu sudah dengkarkan kalau aku pacaran dengan Karin", "ii.. iyya kak"


Nesa denga polosnya menjawab "terus kenapa kak"


"saya minta kamu untuk dekat dekat dengan saya agar rumor saya dengan Karin hilang" ,


"tapi bagaimana kalau muncul rumor antara saya dan Kakak"


"kalau misalnya ada rumor saya pacaran dengan kamu, teman teman saya tidak akan percaya, soalnya kamu'kan stalker saya tidak mungkin saya mau pacaran dengan kamu"


Nesa terbengong mendengar jawaban Adi, pasalnya dia disebut sebagai seorang stalker padahal selama ini dia tidak pernah mengikuti kak Adi, hanya keberuntungan mereka sering bertemu tidak sengaja


Nesa yang akhirnya tersadar pun cemberut dan berkata "aku bukan stalker kamu" teriak Nesa kepada Adi yang sudah pergi meninggalkannya.


***


Nesa telah sampai di rumahnya, namun pikirannya masih terngiang ngiang dengan kejadian di sekolah, selama ini Nesa belum pernah ngobrol langsung dengan Adi, apalagi sampai tangannya tadi ditarik,


wajahnya tidak terbaca oleh begitu banyak kesenangannya, Nesa ingat kalau kak Adi berkata tidak pacaran dengan kak Karin, berarti dia memiliki kesempatan untuk bersama dengan kak Adi.


Keesokan hari...

__ADS_1


"Nes" panggil ayah Nesa


"Iya Yah"


"Nanti sore kamu siap siap, Kita mau bertemu teman Ayah". Nesa tidak terlalu memikirkan perkataan ayahnya karena hal kemarin,


semalam Nesa sempat di chat Kak Adi, dia mengatakan untuk sementara waktu Nesa menjadi pacar pura puranya, agar romur Adi pacaran dengan Karin hilang.


Sebenarnya bisa saja muncul romur baru bahwa Adi dan Nesa pacaran, tapi Adi percaya bahwa teman temannya tidak akan percaya,


sebab teman temannya tahu bahwa Nesa telah menstalker Adi, dan Adi tidak suka dengan orang seperti itu.


Miris mengetahui fakta bahwa Adi meminta tolong dengan seorang yang menstalker dirinya,


Ketika pulang sekolah Adi menunggu Nesa diparkiran untuk berbicang, sebenarnya sebuah rencana agar siswa dan siswi yang lain melihat dan romur pacaran dengan Karin cepat menghilang.


Tidak disangka obrolan yang biasa saja dapat membuat mereka tertawa bersama, mereka terlalu asik mengobrol, hingga akhirnya Nesa ingat bahwa dia harus cepat pulang.


"Maaf kak, saya pulang dulu ya" ucap Nesa memotong obrolan seru mereka


"Iya, maaf kalau mengganggu waktumu"


***


"Aku pulang" dengan wajah yang sumigrah Nesa berjalan masuk ke dalam rumahnya. "baru pulang kamu"


"Iya Yah"


"Cepat mandi, habis itu siap siap, kita mau pergi".


Nesa menggunakan gaun yang telah Ayahnya siapkan untuknya, tidak lupa Nesa memoleskan lipbalm di\ bibirnya agar tetap lembab.


Setelah selesai, mereka berangkat ke restoran dan masuk ke dalam ruang VIP, Nesa terheran "hanya bertemu teman, kenapa harus di ruang VIP" gumam Nesa terheran.


Awalnya ketika bertemu teman Ayah, aku memperkenalkan diri dan memulai pembicaraan, namun lama kelamaan pembicaraan itu semakin tidak jelas,


mengatakan tentang perjodohan, memang siapa yang akan di jodohkan, masa iya aku yang dijodohin, aku kan masih 15 tahun.


Tiba tiba datang seseorang dari depan pintu masuk


"Maaf, saya terlambat"


***

__ADS_1


Thanks untuk teman temam yang sudah mau baca ceritaku, jangan lupa vote dan komen, follow IG : sihalohovaneza


__ADS_2