
Jangan lupa di Like untuk mendukung karya author
***
Suara bising terdengar dari luar, ada suara Tv, suara ketikan laptop, suara lagu yang di putar. Suara itu menjadi satu, membangunkan Nesa dari tidurnya.
"Apa yang terjadi mengapa aku ada di dalam kamar, suara siapa diluar sana"
Dia memutar kenop pintu kamarnya, dia menyadari bahwa ini merupakan kamarnya yang lama.
Dia terkejut pemandangan awal yang dia lihat adalah keluarganya.
Ibunya yang sibuk dengan segudang kerjaan kantor, Ayahnya yang suka memutar musik, dan kedua saudaranya yang sedang menonton Tv.
"apa yang terjadi padaku, ini merupakan mimpi indah yang selalu kutunggu, astaga kenapa harus sekarang, aku harus cepat bangun dari mimpi ini, biaya operasi ayah belum aku dapatkan bagaimana aku bisa membayarnya nanti."
"Nes... bangun, sudah siang. Coba liat kakakmu sudah pada kerja, tinggal kamu yang masih tiduran"
suara teriakan dari ruang keluarga, suaranya tampak familiar tapi sudah lama dia tidak pernah mendengar suara ini lagi.
Ini meyakinkan dia untuk segera membuka pintu dan melihat siapakah yang berbicara di luar.
"Gimana sih, anak gadis kok bangunya siang liat itu kakakmu sudah masak sama cuci piring"
Dia hanya bisa terharu, apa dia terlalu merindukan keluarganya yang lengkap sehingga dia harus bermimpi seperti ini.
Hanya memasang senyum dan pergi ke dapur, di sana dia melihat kakaknya yang sedang menyiapkan makanan, betapa dia merindukanya, Nesa langsung memeluk kakaknya itu.
"ada apa sih, pagi pagi langsung meluk meluk segala, kaya anak monyet aja" mendengar omelan itu, dia tertawa sekaligus terharu.
"SSG donk"
"apa itu" tanyanya
"suka suka gue, hahahaa"
Selanjutnya Nesa melihat ke kamar dan menjumpai abangnya sedang bermain ponsel, betapa dia merindukan ketika dia dan abangnya beradu argumen.
Namun tetap saja itu hanya masa lalu, Nesa harus bangun dari mimpi ini, dia berlari ke kamarnya mencoba menutup mata agar tertidur, berharap dia bisa terbangun kembali di Rumah Sakit.
Setelah tertidur sekitar 15 menitan, Vika masuk ke kamar Nesa, melihatnya yang kembali tidur lagi, dia menarik telinganya.
__ADS_1
"nyaman banget ya, semua pekerjaan sudah selesai dan kamu masih mau tidur" omel kakaknya
Nesa membuka matanya kembali, "kenapa aku masih di sini"
"seharusnya kamu bangun siapin barang barang, besok kamu sudah mulai masuk sekolah, siapin barang PLS" ceramahnya
"iya.. iya.."
Dia hanya bisa pasrah menunggu malam tiba dan ketika bangun, dia bisa kembali lagi.
***
"hey, jangan ngelamun. Ada masalah apa?" tanya Serli.
"Enggak apa apa"
"Kamu tadi dengarin gak, kita disuruh kenalan dan isi nama kakel di buku ini!"
"Iya, ingat kok."
Jika ini merupakan Nesa yang dulu mungkin dia tidak akan sepercaya diri sekarang,
ini merupakan peristiwa yang pernah dia lewati, namun tidak setiap tindakan terjadi persis dengan masa lalu.
Mereka pergi ke tempat ramai kakel, dia tahu sebentar lagi orang itu akan lewat. Ya dia, kak Adi, mantan manejernya.
Nesa melangkahkan kakinya menjauh dari Serli, "Nes, kamu mau kemana"
Serli mengucapkan permisi pada kakel dan berlari mengikuti Nesa.
Serli terhenti melihat Nesa yang dengan berani meminta tanda tangan dan berkenalan dengan kakel yang tidak dikenalnya itu.
Serli mendatangi Nesa setelah kakel itu pergi, "kamu lagi demam ya, apa kamu kebentur waktu lagi mandi"
Nesa memutarkan matanya, "aku nggak apa apa Ser, memangnya salah kalau aku kenalan dengan kakel"
"enggak juga sih, cuma kamu kaya beda aja hari ini"
Mereka melanjutkan perjalanan sekaligus berkenalan dengan beberapa teman baru yang lain.
***
__ADS_1
"malam kak, saya Nesa yang tadi minta tanda tangan", "oh, Nesa. Ada apa"
"nggak papa, Cuma iseng aja"
setelah mengirim pesan, Nesa menunggu dan tidak ada jawaban lagi.
Ke esokan hari...
Nesa bangun dengan cepat, seperti biasa dia tinggal sendirian karna memang orang tua kerja, saudara dan saudarinya sedang kuliah.
Ini adalah hari pertama belajar setelah 3 hari pengenalan lingkungan sekolah.
Nesa adalah orang yang ambisius, jadi sejak dia masih di bangku sekolah dan perkuliahan, dia selalu mengejar nilai, jika pada masa SMA yang dulu, dia masih mulai belajar.
Tapi sekarang, dia sudah pernah mendapatkan pelajaran itu sebelumnya, sangat mudah untuk mengulangnya kembali, dan Nesa dapat dengan mudah mencetak nilai sempurna.
Hari pertama proses belajar adalah perkenalan diri setelah itu langsung masuk materi dasar dasar yang pernah dipelajari pada masa SMP.
Waktu yang paling favorit bagi Nesa adalah jam pulang, dia dapat bertemu dengan Adi.
"aku baru saja putus pertunangan dengan Nando, apakah sekarang aku dapat mengejar kak Adi, orang yang susah kulupakan ini."
Dia berjalan ke parkiran dan seperti yang diperkirakan, dia bertemu dengan kak Adi.
"kamu yang namanya Nesa'kan?"
"iya kak"
"mau ikut ekskul basket gak, soalnya tim putri butuh beberapa pemain lagi untuk ikut turnamen basket"
"boleh kak, tapi saya tidak terlalu bisa main basket"
"tidak apa, nanti kemampuan masih bisa kita asah, bagaimana biar saya saja yang membantu kamu latihan"
"boleh kaa, saya bisa kapan saja"
"baik, nanti untuk latihanya saya kabarkan sama kamu"
***
See you next bab
__ADS_1
...
Jangan lupa di Like teman teman :)