FEMALE WARRIOR

FEMALE WARRIOR
CHAPTER. 1


__ADS_3

Setelah berbulan-bulan tidak ada yang menyewa jasaku, akhirnya ada segerombolan pemangku jabatan di pemerintahan yang memberikanku tugas untuk membunuh petinggi yang berlawanan dengan mereka.


Sebenarnya mudah saja bagiku untuk melakukan aksi itu. Namun aku kurang perhitungan. Ternyata petinggi tersebut memiliki tingkat keamanan yang cukup ketat.


Petinggi ini merupakan salah satu oposisi pemerintahan yang selalu memberikan pernyataan fenomenal di setiap statementnya. Gayanya yang jujur dan tidak takut apapun, membuat ia memiliki banyak musuh.


Pantas saja sampai ada yang menyewa jasaku untuk membunuh petinggi ini. Rupanya dia lawan yang sangat tangguh di dunia politik.


Sebelumnya aku pernah mendapatkan pekerjaan untuk membunuh petinggi yang ada di pemerintahan. Menurutku, membunuh petinggi merupakan hal yang paling sulit dalam pekerjaanku.


Aku harus sangat berhati-hati. Jika tidak, aku bisa ditangkap dan juga di hukum mati atas kejahatan yang telah aku perbuat.


Lalu kalau begitu kenapa aku tetap mengambil pekerjaan ini?


Pernah mendengar, bahwa semakin tinggi tingkatannya bayarannya pun akan sepadan. Aku berani mengambil resiko ini karena bayaran yang ditawarkan pun tidak main-main. Tentu aku bukan orang bodoh dan naif, mengambil sebuah resiko secara cuma-cuma.


Sejak satu jam yang lalu aku telah berdiri di rooftop gedung sebelah tempat petinggi tersebut menginap. Aku akan membidik kepalanya dari jauh saat ia keluar dari pintu hotel.


Aku terus bersiaga hingga.... Mangsaku pun akhirnya keluar! Mari bersenang-senang kawan.


Terlihat petinggi tersebut sedang berbicara dengan seseorang di depan hotel sebelum naik ke mobil. Aku mengarahkan senapan Sako TRG 42 tepat di kepala petinggi tersebut. Kesempatan bagus memang selalu mendatangiku.


"1....2......3"


"DOR.."


"DOR.."


Jackpot! Aku berhasil mengenai kepala petinggi tersebut dengan 2 tembakan. Malam ini aku bisa makan enak!


Tak lama dibawah pun terdengar kegaduhan. Aku pun segera membereskan peralatan ku untuk kabur.


"ITU DIATAS!"


Ah sial, ternyata mereka mengetahui keberadaanku. Dengan secepat kilat aku lompat kearah gedung lain dan turun lewat jalan sepi.


Aku berlari sambil membawa senapan. Lumayan memberatkan, namun aku sudah terbiasa kabur dengan membawa senapan.


"DOR"


"DOR"


Sial! Orang-orang itu ada dibelakangku. Aku harus lari kemana...


Ahhh mungkin aku bisa kabur ke taman kota! Jika banyak orang, lebih mudah untukku bersembunyi. Walaupun pastinya akan menimbulkan keributan.

__ADS_1


"JANGAN LARI KAU SIALAN!"


"DOR"


"DOR"


Mereka terus menembaki ku dari belakang. Untungnya aku memiliki gerak reflek yang baik. Sehingga aku bisa menghindar walaupun membawa beban berat.


Aku pun lari ke taman kota, orang-orang yang disana berhamburan dan berteriak saat mendengar senapan dan juga melihatku membawa senapan laras panjang.


"KYAAAAAAAAA."


"Semua menunduk!!"


"Pergi dari sini"


"Tangkap gadis sialan itu!"


Tanpa sadar aku terus berlari sampai ujung taman kota. Sialnya, kini aku terjebak di depan sungai taman kota yang luas.


"Berhenti! Kau tidak bisa kemana-mana lagi!"


Bodoh! Bodoh! Kenapa aku harus kabur kesini..


'BYURRRRRR'


Aku pun loncat ke dalam sungai. Sialnya lagi, ternyata sungai tersebut sangat dalam. Aku kesusahan bernafas.


'BLUBLUBLUBLUB'


Ya. Aku tidak bisa berenang. Aku bodoh bukan? Menjemput kematianku sendiri?


Apakah akhir kisahku disini? Akankah aku mati konyol seperti ini hanya karena aku tidak bisa berenang!?


Padahal aku sudah berhasil membunuh target! Seharusnya malam ini aku mendapat uang transferan yang banyak dan bisa berpesta ria atau membeli apartemen baru di lingkungan elite!


'TUHAN, AKU TIDAK RELA MATI SEPERTI INI. TOLONG AKU, AKU JANJI JIKA AKU HIDUP KEMBALI AKU AKAN BELAJAR BERENANG!'


Dadaku sangat panas dan sesak. Air mulai masuk kedalam tubuhku. Benarkah ini akhir dari hidupku? Semuanya menjadi gelap gulita..


•••••••••••


"HAH.. HAH... HAH..."


Aku terkejut saat melihat aku berada di kasur. Apakah aku masih hidup? Ternyata semua itu cuma mimpi? Hahaha sialan sekali mimpi itu. Mimpi tenggelam!

__ADS_1


"NONA! Anda sudah sadar!!"


Aku menatap kebingungan melihat wanita asing yang memakai gaun kuno di abad 18an.


"Siapa kau?" Tanyaku dengan waspada.


"Nona.. Ini aku Marvella!" Wanita itu perlahan mendekatiku.


"Marvella?" Seingatku, aku tidak memiliki teman yang bernama Marvella..


Tak lama, datanglah seorang pria tua beserta seorang wanita tua.


"Anakku.. Akhirnya kau bangun.." Pria tua itu ingin memelukku namun aku menghindar.


"Anda siapa?" Tanyaku dengan nada tegas.


"Ini ayah.. Kau tidak mengingat ayah?" Pria itu menunjukkan raut sedih.


Ayah? Apakah aku sedang di prank oleh acara tv atau apa? Selama aku hidup, aku tidak tahu siapa ayahku. Aku seorang anak sebatang kara yang tinggal di jalanan. Jadi siapa mereka?


Mereka juga memakai pakaian kuno. Seperti baju yang pernah aku lihat di museum. Orang-orang ini kenapa sih?


"Zelda, kau tidak ingat siapa kami?" Kini seorang wanita paruh baya yang berbicara padaku.


"Tidak. Bagaimana aku ingat kalian jika aku saja tidak mengenal kalian."


Wanita itu tiba-tiba menangis tersedu-sedu.


"Sepertinya ada yang salah dengan anak kita.. Hiks..."


Drama apalagi ini? Lagipula aku sama sekali tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. Aku pun bangkit dari kasur dan—


"AAAAAAAAAAA..."


Aku berteriak saat melihat cermin. Siapa gadis yang ada dihadapanku ini?!


Pantulan cermin menunjukkan seorang gadis yang berambut cokelat kemerahan dan juga memiliki paras yang cantik. Aku tidak salah lihat? Ini bukan aku!!


"Zelda kau kenapa nak?" Tanya pria paruh baya itu.


Aku duduk dilantai untuk mencerna semuanya.


Berarti.. mimpi yang aku alami tadi.. adalah kenyataan. Ternyata aku benar-benar mati tenggelam dan sekarang jiwaku ada di tubuh gadis ini? Bagaimana bisa!!!!


•••••••••••••••• BERSAMBUNG ••••••••••••••••••

__ADS_1


__ADS_2