FEMALE WARRIOR

FEMALE WARRIOR
CHAPTER. 2


__ADS_3

Sudah 3 hari aku tidak keluar kamar dan hanya merenung. Bagaimana tidak! Ini semua sangat tidak masuk akal. Aku terjebak di zaman kuno. Bahkan internet pun tidak ada!


Apa yang harus aku lakukan untuk bertahan hidup? Apakah aku lebih baik menceburkan diri kembali ke sungai? Aish...


"Nona, ini sarapan Anda.." Marvella, wanita yang pertama kali aku temui, kini menjadi satu-satunya orang yang aku percayai.


"Terimakasih. Taro saja di meja."


Aku menatap nanar kearah luar balkon kamarku. Ah bukan kamarku, lebih tepatnya balkon kamar gadis yang sekarang tubuhnya aku tepati.


"Nona kau tidak ingin pergi jalan-jalan?" Marvella ternyata masih berada di kamarku.


"Tidak.." Ucapku dengan lesu.


"Hari ini ada pameran dress baru dari designer yang terkenal di ibu kota. Apakah nona tidak tertarik untuk melihatnya?" Marvella masih mencari cara untuk membujukku.


"Aku sama sekali tidak tertarik dengan hal seperti itu" Aku menyenderkan kepala pada kursi yang aku duduki.


"Hah? Nona benar-benar berubah.." Marvella menutup mulut saking terkejutnya.


"Memang apa yang salah dan apa yang berubah? Aku tidak mengerti?" Kali ini aku memposisikan tubuhku untuk berhadapan dengan Marvella.


"Anda.. sangat suka barang-barang mewah. Apalagi gaun-gaun yang mewah. Tiada hari tanpa berdandan dan juga memakai kalung atau perhiasan mewah.."


Aku mengerutkan dahi, "Aku benar-benar hidup seperti itu?"


"Iya nona.. Jika kau tidak mendapatkan gaun yang unlimited atau buatan designer terkenal di ibu kota, kau akan merajuk seharian dan juga mengurung diri di kamar."


Aku membulatkan mataku. Wah. Gadis ini benar-benar luar biasa. Padahal aku rasa gadis ini berumur 20 tahun lebih. Tapi ternyata tingkahnya seperti bocah SD.

__ADS_1


Pantas saja ketika aku membuka lemari, semua baju yang ada sangat mewah dan terlalu heboh untuk dipakai menjadi pakaian sehari-hari. Bagaimana bisa seorang gadis hidup seperti itu?


"Baiklah aku mau pergi jalan-jalan. Sepertinya aku perlu baju baru." Akhirnya aku pun memutuskan untuk keluar. Aku penasaran dengan dunia ini, bagaimana bentuknya.


Mata Marvella membulat sempurna. "Nona... Sudah kuduga nona hanya lupa ingatan sesaat!"


Aku tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Marvella. Tapi tidak apa, lebih baik aku bersiap-siap dan mencari baju yang layak untuk aku pakai sehari-hari.


••••••••


Suasana ibu kota pada siang hari sangat ramai. Banyak orang-orang yang hilir mudik untuk berbelanja sesuatu atau sekedar berjalan-jalan. Namun anehnya, kenapa semua wanita memakai gaun? Apakah tidak ada yang memakai celana?


Kami pun masuk ke salah satu butik terkenal, Marvella bilang butik ini adalah butik langgananku. Aku hanya mengikuti dengan tidak antusias.


"Selamat datang nona Zelda! Akhirnya kau datang lagi. Aku mendengar kabar bahwa kau tenggelam dan pingsan selama beberapa hari. Apakah kau baik-baik saja?" Seorang wanita dengan riasan menor tiba-tiba mendekatiku.


Aku hanya menatap wanita tersebut dengan bingung.


"Nona, dia adalah pemilik toko. Mrs Gwell!" Marvella menyenggol tanganku dan berbisik di dekat telingaku.


Ah, benar tebakanku.


"Selamat siang Mrs.Gwell. Terimakasih karena sudah mengkhawatirkanku, namun aku baik-baik saja sekarang." Aku tersenyum kaku pada wanita itu.


"Kalau begitu mari aku antarkan kau untuk melihat gaun keluaran terbaru!" Mrs. Gwell berjalan didepanku. Aku mengikutinya dari belakang.


Saat aku melintas ke dalam butik, disana aku hanya melihat berbagai gaun yang memiliki motif mewah dan juga terlalu heboh. Tidak ada pakaian simple yang sesuai dengan seleraku.


"Tada... kau pasti suka dengan gaun ini." Mrs.Gwell menunjukkan gaun merah yang memiliki banyak permata di bagian atas beserta satu set topi beludru yang lebar.

__ADS_1


Apa-apaan ini? Terlalu heboh!


"Apakah tidak ada gaun lain?" Aku bertanya dengan menunjukkan ketidaktertarikan ku pada gaun tersebut.


Mata Mrs.Gwell membulat sempurna. "Nona.. Ini nona Zelda?"


"Ya.." Aku menjawab dengan heran.


"Bagaimana bisa nona tidak menyukai gaun ini.. Bukankah gaun yang seperti ini merupakan selera Anda.. Bahkan beberapa bulan yang lalu Anda pernah merengek karena kehabisan gaun model seperti ini.


Marvella yang melihat pun menunjukkan wajah tidak percaya. Sebenarnya seperti apa sih kehidupan gadis pemilik tubuh ini?


"Aku tidak suka. Aku ingin gaun yang lebih simple. Oh ya, apakah tidak ada celana? Atau satu set baju dan celana untuk perempuan?" Aku bertanya sambil melihat kearah sekeliling.


Lagi-lagi Mrs.Gwell dan Marvella menatapku tidak percaya. Kenapa sih mereka ini?


"Apa yang Anda katakan nona? Perempuan tidak boleh memakai celana! Celana hanya untuk laki-laki!" Mrs. Gwell berbicara tegas.


Kini aku yang membelalakkan mata dengan tidak percaya. Celana hanya untuk laki-laki? Apa aku tidak salah dengar?


"Celana itu unisex! Bisa dipakai oleh laki-laki dan perempuan!" Aku pun bicara tidak kalah tegas dan sedikit berteriak.


"Nona.. Pelankan suaramu.. Nanti kalau yang lain dengar kau bisa jadi bahan omongan! Wanita harus menjaga nada suaranya." Marvella berbisik dengan takut-takut kepadaku.


Aku mendelikkan mata pada Marvella.


Yang benar saja? Tidak boleh pakai celana lalu sekarang tidak boleh berbicara keras? Apa yang salah sebenarnya dengan dunia ini!?


...•••••••• BERSAMBUNG ••••••••...

__ADS_1


__ADS_2