
...Selamat Membaca!...
Aditya Adelart CEO dari perusahaan Adelart Group sekaligus pewaris tunggal dari William Hamish Adelart dan Sandrawati Adelart. Aditya juga memiliki salah satu Universitas ternama di Indonesia. Aditya yang berwatak kejam, arogan, dan terkenal cuek. Di mata Aditya wanita yang sering dekatnya hanya menginginkan hartanya, hingga takdir mempertemukan dia dengan seorang gadis yang sangat jauh berbeda dengan gadis lainnya.
Gadis yang Aditya temui tidak memandangnya dengan tatapan menggoda melainkan dengan tatapan acuh. Aditya yang baru pertama kali diacuhkan oleh seorang wanita, dia merasa seperti menginginkan gadis itu dan Aditya merasa tertantang, jadi harus bagaimanapun caranya agar ia bisa memiliki Gadis cantik itu.
Fauzia Rafifa, anak semata wayang dari Wijaya Septian Abraham dan Wirawati Sasmitha, Fauzia juga kuliah di salah satu Universitas ternama di Indonesia. Saat ini Faizia berusia 23 tahun. Fauzia terkenal ramah, cuek, dan datar.
Hingga pada akhirnya dia di pertemukan dengan Aditya yang sering di gilai para wanita dan itu yang membuatnya semakin membenci laki-laki. Karena menurut Fauzia laki-laki cuma bisanya merayu dan omong kosong doang. Makanya dia selalu bersifat dingin dan cuek terhadap laki-laki kecuali ayahnya, karena dia yakin mencintai hanya akan berakhir sakit hati dan berujung kecewa dan dia tidak mau mengalami hal itu.
Hari ini adalah rapat pemegang saham telah selesai dilaksanakan dan berjalan lancar.
"Rapat hari ini cukup sampai disini dan sampai ketemu di lain waktu," ujar Aditya dingin.
"Baik, Pak." ujar mereka serempak.
Selesai rapat, Aditya langsung segera keluar dari ruangan rapat dan menuju ruangannya. Tak terasa waktu makan siang telah tiba Aditya yang berada di dalam ruangnya pun keluar dari ruangannya untuk pergi ke restoran dekat perusahaannya. Sebelum pergi Asisten Aditya mencegahnya karena ada sesuatu yang harus di sampaikan pada atasannya.
"Maaf Pak, apa Bapak mau makan siang?" tanya Aris yang di balas Aditya hanya dengan deheman tanpa melihat ke arah Aris.
"Ini Pak ada titipan dari salah satu Universitas," ucap Aris memberikan amplop.
"Buka dan baca isi amplop itu," titah-Nya.
__ADS_1
"Isi amplop ini memberitahukan kalau pihak kampus mengundang Bapak secara pribadi untuk penghargaan buat para mahasiswa yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata," ujar Aris setelah membaca isi amplop tersebut.
"Baiklah." ucap Aditya sambil berlalu.
Aditya pun berjalan menuju lift khusus CEO, Aris yang melihat boss nya hanya menghela nafas panjang dan berdoa kapan bos nya itu akan berubah dengan tingkah laku boss nya yang seperti itu.
Aris menghela nafas panjang dan sesekali memijit dahinya karena berasa pusing dengan pekerjaannya yang semakin hari semakin banyak, dan lebih parahnya di tambah dengan bos yang wataknya keras kepala.
Aditya yang baru selesai makan siang sudah kembali ke ruangannya, dia mengurungkan niatnya karena melihat asistennya Aris kelihatan frustasi dan rambut yang acak-acakan, dasi yang sudah tidak teratur. Aditya yang melihat penampilan Aris asistennya hanya bisa menatap dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
"Ada apa dengan penampilanmu yang acak-acak kayak gitu? Habis putus cinta?" tanya Aditya dingin sambil tangannya di masukan kedalam saku celananya.
"Eh Bapak sudah kembali," ucap Aris.
"Tapi kenapa penampilanmu seperti itu?" tanya Aditya.
"Tidak kenapa-kenapa Pak," ucap Aris.
"Hmm baiklah lanjutkan pekerjaanmu," ucap Aditya sambil berlalu menuju keruangannya.
"Baik, pak." ujar Aris.
-----
__ADS_1
Hari ini Fauzia bergegas turun dari mobilnya dan berlari menuju kelasnya yang dimana dosen mereka akan masuk, Fauzia terus berlari menuju kelasnya sebeluk mendapat hukuman dari dosennya. Fauzia sudah semester akhir sekarang.
Sampainya di kelas, Fauzia berhambur ke mejanya dengan nafas ngos-ngosan dan keringat yang sudah membanjiri pelipisnya.
"Kamu kenapa Zia? Kok keringat banget kek gitu? Kayak di kejar setan aja," tanya Manda sahabat Fauzia.
"Bukannya ngasih minum malah ngasih pertanyaan," ujar Fauzia lemas.
"Halah ... sudah keseringan juga kamu kayak gini Zia, untung dosen belum datang. Kalau sudah ... siap-siap deh di beri hukuman," ucap Manda menakuti sahabatnya.
"Beruntung aja dia belum datang bisa mati berdiri aku," ucap Fauzia tersenyum senang.
"Itu tandanya tuhan masih sayang sama kamu hehe," ujar Manda
"Tau aja kamu." ucap Fauzia.
Satu jam pun berlalu Fauzia langsung keluar menuju caffe dekat kampusnya yang biasa dia dan Manda sering ketemu disana. Tak butuh waktu lama Fauzia dan Manda sudah sampai dan langsung duduk berhadapan sambil memesan makanan buat mereka.
Selesai makan siang, Fauzia memutuskan untuk pulang. Padahal Manda ingin mengajaknya pergi jalan-jalan tapi Fauzia menolak.
...Mohon maaf jika masih banyak typo di cerita ini🙏...
...Jangan lupa vote dan comment....
__ADS_1