Fuzia Untuk Aditya

Fuzia Untuk Aditya
Part 2


__ADS_3

Siang itu, mobil mewah berwarna putih berhenti di sebuah restaurant. Lalu keluarlah seorang pria dengan setelan jasnya memasuki restauran.Para wanita pun  menghampirinya karena kedatangan CEO tampan dan terkenal arogan itu. Siapa lagi kalau bukan Aditya Adelart.


Aditya yang di kelilingi wanita-wanita itu merasa jengah karena setiap dia kemana pun pasti para wanita selalu mendekatinya.


"Ck ... sungguh menjijikan." gerutu Fauzia yang sempat melirik kearah kerumunan wanita yang sedang menatap kagum pada pria itu lalu kembali sibuk dengan hp nya.


Aditya yang sangat tajam pendengarannya pun memicingkan mata dan mencari seseorang yang menggerutu. Aditya melihat Fauzia berada di pojokan restaurant dan sibuk dengan hp nya.


Aditya lalu duduk di salah satu kursi dan memperhatikan gerak-gerik gadis itu.  Fauzia yang merasa di perhatikan seseorang langsung menoleh dan tatapannya bertemu dengan tatapan tajam milik Aditya. Lalu Fauzia membuang muka dan langsung mengabaikannya, Aditya pun merasa jengkel dan geram.


"Wow baru kali ini ada gadis yang mengacuhka ku, biasanya mereka lah yang selalu menggodaku," ujar Aditya menyeringai menatap Fauzia.


"Hmm menarik." sahutnya tersenyum.


Aditya memesan minuman sembari terus menatap Fauzia yang tersenyum dengan hp nya. Aditya mengerutkan keningnya dan tiba-tiba merasa kesal.


"Apa gadis itu lagi chattan sama kekasihnya?" batin Aditya kesal lalu meminum kopinya.


"Ada apa dengan diriku? Kenapa juga haru kesal melihatnya dengan orang lain." gerutunya.


Fauzia yang mendapat chat dari sepupunya langsung berdiri dan berjalan keluar dari restaurant. Di depan restaurant ternyata sepupunya sudah menjemput dengan mobil mewahnya.


"Udah lama nunggunya kak?" tanya Fauzia.


"Enggak dek." balasnya sambil tersenyum. Lalu mobil itu berjalan meninggalkan restaurant.

__ADS_1


Aditya yang sedari tadi memperhatikan Fauzia dengan pria tersebut rahangnya mengeras dan wajahnya berubah datar. Kemudian Aditya berjalan menuju mobil dan mengabaikan tatapan memuja dari para wanita disana. Para wanita yang melihat tatapan tajam dari Aditya menjadi ketakutan.


Di dalam mobilnya, Aditya terdiam karena suasana hatinya lagi buruk dan rahangnya masih mengeras lalu menyuruh asistennya jalan. Sesekali Aris melirik bosnya dan langsung di tatap tajam olehnya langsung bergidik.


Di dalam mobil Aditya memanggil Aris.


"Ada apa, Pak?" tanya Aris.


"Kapan acara penghargaan di kampus milik ku?" balas Aditya.


"Besok Pak," jawab Aris.


"Baiklah ... sebenatar kamu hubungi pihak kampus dan sampaikan bahwa saya akan datang besok," ucap Aditya tegas sambil fokus pada leptopnya.


"Sebentar lagi kita akan bertemu sayang, dan aku pastikan kamu tidak pernah bisa lari dariku. Aku pastikan itu." batin Aditya tersenyum senang sambil membayangkan wajah cantik milik Fauzia.


Di mansion Aditya. Dia keluar dari mobilnya dan berjalan masuk ke mansion. Disana para pelayan menyambutnya dan membungkuk kan badan.


"Selamat sore, Tuan." sapa para pelayan.


"Hmm." jawabnya datar sambil melangkah melewati pelayan.


Aditya menaiki tangga menuju kamarnya dan masuk. Di dalam kamar dia melepaskan jas dan juga kamejanya yang menampilkan tubuh kekarnya yang berotot. Setelah itu Aditya masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya yang sudah terasa lengket akibat aktivitasnya hari ini.


Setelah selesai dengan ritual mandi, Aditya merebahkan tubuhnya di king sizenya dan tak terasa dirinua sudah tertidur pulas karena merasa lelah.

__ADS_1


Ke esokkan harinya Aditya terbangun dan hari ini dia akan mendatangi salah satu kampus miliknya.


"Udah jam 6 ternyata." lirih Aditya sambil menguap.


Kemudian Aditya bangkit dan berjalan menuju kamar mandi, dia melepaskan semua pakaiannya dan menyalakan air membasahi tubuhnya yang kekar. Selesai mandi dan memakai setelan jas lengkap dan juga jam tangan, Aditya segera turun ke bawah.


-----


Di lain tempat, Fauzia terbangun mendengar alarm yang sudah menunjukkan pukul 07:30 dia bangkit dan berjalan menuju kamar mandi. Setelah mandi Fauzia berganti pakaian dan merias wajahnya, selesai dengan semua kegiatannya Fauzia keluar kamar dan menuju ruang makan.


"Pagi Ayah, pagi Bunda," sapa Fauzia tersenyum.


"Pagi, sayang." balas Ayah dan Bundanya.


Lalu mereka sarapan bersama dan hanya suara dentingan sendok yang terdengar. Selesai makan Fauzia berpamitan pada kedua orang tuanya.


"Ayah, Bun Zia berangkat ke kampus dulu," pamit Fauzia mencium punggung tangan Ayah dan Bundanya.


"Iya hati-hati nak," ucap Bunda.


"Iya Bunda." jawab Fauzia sambil melangkah keluar.


Tbc


Jangan lupa Vote, dan Comment.

__ADS_1


__ADS_2