Fuzia Untuk Aditya

Fuzia Untuk Aditya
Part 3


__ADS_3

Hari ini Aditya berencana akan menghadiri acara penghargaan di kampus miliknya. Aditya yang sudah bersiap-siap memanghil Aris asistennya.


"Siapkan mobilnya, 25 menit lagi kita akan berangkat ke sana," ujar Aditya sambil berlalu.


"Baik, Pak." ucap Aris.


Aris yang mendengar itu bernafas lega, dia takut nantinya bosnya akan berubah pikiran dan menolak undangan tersebut. Aris sudah bersiap-siap untuk mengantar sang bos ke salah satu kampusnya berdiri di ruangan atasannya dan mengetuk pintu.


Tok ... tok ... tok


Suara bariton dari dalam ruangan atasannya mempersilahkan masuk, Aris yang mendengar itu akhirnya membuka pintu dan segera masuk ke dalam.


"Maaf, Pak. Mobilnya sudah siap." ujar Aris.


Tidak ada jawaban dari Aditya, dia hanya diam dan berdiri mendengar penuturan dari sang asisten dan berlalu keluar kemudian di susul oleh Aris di belakang.


Mereka berjalan beriringan keluar dari perusahaan, karyawan yang melihat bos mereka hanya memberi salam dan membungkukkan badan.


Aditya masuk ke dalam mobil setelah pintu mobil di buka oleh asisten. Di dalam mobil hanya ada keheningan, Aris sesekali memeriksa jadwal bos nya dalam tab dan sang bos sesekali membuka ponselnya.


20 menit akhirnya Aditya sampai di salah satu kampus miliknya dan saat dia keluar dari mobil, mereka jadi bahan  perhatian dari semua mahasiswa/mahasiswi terutama mahasiswi perempuan. dan disana juga sudah ada para dosen yang menyambut kedatangan Aditya.

__ADS_1


"Selamat datang Pak, Aditya Adelart." ucap salah satu dekan sambil mengulurkan tangannya.


"Iya makasih," ujar Aditya sambil menyambut uluran tangan dekan.


"Mari langsung ke ruangan saya." ucap dekan yang di tanggapi anggukan oleh Aditya.


Mereka semua sudah berjalan menuju ruangan dekan, setiap mata memuji dan mengagumi ciptaan tuhan yang sempurna. Banyak orang yang langsung jatuh cinta pada pandangan pertama tapi Aditya hanya berekspresi datar.


Aditya terus berjalan melewati sebagian kelas dan pandangannya tak sengaja melihat sosok perempuan yang telah mencuri perhatiannya yang lagi fokus melihat dosen yang memberikan pelajaran. Perempuan itu tak lain adalah  Fauzia, perempuan yang di lihatnya kemarin, seketika langkah Adotya berhenti.


Aris yang melihat bos nya berhenti langsung bertanya.


"Ada apa, Pak?" tanya Aris.


"Tumben bos mau memerhatikan seseorang selama ini bos selalu dingin terhadap wanita," guman Aris dalam hati.


"Tidak ada apa-apa, mari kita lanjutkan lagi." ujar Aditya.


Mereka pun akhirnya berjalan kembali meninggalkan kelas Fauzia menuju ke ruangan dekan, Aditya dan Aris di persilahkan duduk tak lupa mereka menghidangkan teh.


Aditya memberikan kode pada Aris untuk bertanya, Aris yang melihat itu langsung mengerti dengan maksud atasannya.

__ADS_1


"Jadi, Pak. Apa saja yang harus Atasan saya lakukan di acara tersebut? karena Atasan saya tidak bisa berlama-lama karena beliau sangat sibuk," ucap Aris.


"Iya saya mengerti dan maaf saya mengganggu pekerjaan Bapak, Pak Aditya hanya memberikan hadiah dan penyambutan saja dan selebihnya saya yang akan menghadlenya," ujar dekan.


"Gimana, Pak?" tanya Aris pada bos nya.


"Baiklah." ucap Aditya singkat dengan raut wajah yang sangat datar yang kelihatan arogan.


Mereka yang lagi berbincang terganggu dengan siara ketukan dari luar.


Tok ... tok ... tok


Suara dari mempersilahkan masuk dan muncul lah sosok wanita yang berumur tiga puluhan dan wanita muda yang cantik, mereka adalah dosen dan mahasiswi. Mata Aditya yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya mendongak kan kepalanya dan melihat siapa yang berbicara dengan dekan, Aris pun tidak menggubris apa yang mereka bicarakan, dia juga hanya sibuk dengan tabnya dimana dia harus menyusun kembali jadwal bos nya.


Aditya yang melihat gadis yang di temui kemarin langsung menyenggol lengan Aris dan memberikan kode, Aris pun melihat bosnya yang memberikan kode dengan menunjukan dagunya  ke seseorang. Aris langsung melihat ke arah dimana Aditya melihat.


"Pak, apa yang di maksud Pak Aditya adalah wanita yang berprofesi sebagai dosen itu?" bisik Aris.


Aditya yang mendengar bisikan Aris langsung menatap tajam ke arah Aris, Aris yang melihat itu langsung mengerti kalau yang di maksud oleh bos nya adalah wanita muda di samping dosen tersebut. Aris pun mengangguk kan kepala tanda mengerti.


"Ya sudah kami permisi Pak, maaf mengganggu." ucap dosen dan sempat mencuri pandang ke arah Aditya dan Aditya membalasnya dengan tatapan tajam tapi matanya menghangat ketika matanya tidak sengaja beradu pandang dengan mata Fauzia, Fauzia yang melihat itu hanya acuh dan mengabaikan tatapan dari Aditya.

__ADS_1


Tbc


Jangan lupa vote dan comment.


__ADS_2