
Selamat Membaca!
Setelah percakapan soal pemberi penghargaan mahasiswa berprestasi dan mahasiswa yang mendapat beasiswa atas kecerdasan yang di atas rata-rata selesai, Aditya dan Aris keluar dari ruangan dekan tanpa dekan karena Aditya tidak ingin di antar dan memberi clueapa aja yang harus di tambah.
Aditya yang lagi serius mendengar omongan Aris yang lagi memberitahukan tentang jadwalnya buat besok sebelum mereka pulang. Aditya sesekali melihat keadaan kampus dan tidak sengaja Aditya melihat Fauzia yang sedang tersenyum kepada temannya. Betapa cantiknya senyuman itu sehingga membuat seorang Aditya Adelart yang arogan ikut tersenyum walaupun senyuman Aditya hanya sekilas.
"Aris kau sudah mencari tahu tentang gadis itu?" tanya Aditya dingin.
"Segera, Pak. Besok akan saya antar data-datanya ke ruangan Bapak," ucap Aris yang di tanggapi anggukan Aditya.
"Selesaikan segera, saya tidak mau ada yang terlewatkan tentang dia kalau ada kau tau bukan akibatnya." ujar Aditya dingin sambil menatap Aris.
Aris mengangguk pasrah dan sesekali menyeka keringat yang ada di dahinya bukan karena panas tapi atmosfer yang di berikan tuannya.
Aditya dan Aris berjalan menuju ke parkiran, sepanjang perjalanan mereka menjadi pusat perhatian mahasiswi yang tengah mengagumi mereka. Mereka berdua terlihat cocok sekali menjadi model dari pada pembisnis hehehe😂
Â
Fauzia yang sedari hanya diam hanya sesekali tersenyum mendengar celotehan dari sahabatnya Manda yang menurutnya tidak lucu sama sekali tapi menurut Manda itu sangat lucu.
Kepribadian mereka sangat bertolak belakang Fauzia orangnya terkenal cuek dan pendiam dan tidak banyak berbicara, dia hanya berbicara seperlunya saja dan Manda kebalikannya dia anaknya ceria, ceplas-ceplos terkadang moodian tapi walaupum sifat mereka bertolak belakang mereka satu sama lain saling menyayangi.
"Eh tadi itu ada apa ya, kok rame-rame?" tanya Manda.
"Hmm gak tau," ucap Fauzia singkat.
"Kata anak-anak ada tadi ada pemilik kampus dateng," ucap Manda.
"Mungkin." ucap Fauzia lebih singkat.
Manda yang mendengar ucapan dari Fauzia hanya mendengus kesal Fauzia yang menyadari mood sahabatnya lagi gak bagus hanya tersenyum kecil melihat tingkah Manda yang seperti anak kecil.
"Yaudah yuk, kita balik aja udah sore." ucap Fauzia, Manda hanya mengangguk.
__ADS_1
Ke esokan harinya.
Aditya yang tak sabar dengan informasi yang di bawa oleh Aris berulang kali dia melihat jam yang ada di tangannya dan sesekali juga Aditya mengetuk-ngetukan jarinya di atas meja akhirnya yang di tunggu -tunggu oun datang.
Aris yang sudah membawa map yang berisikan tentang Fauzia tapi dia harus membutuhkan waktu yang sedikit lama karena dia harus mencari alasan dulunke pihak kampus, sebenarnya tak harus menunggu lama kalau dia bilang yang sebenarnya.
Tok ... tok ... tok
Aditya mempersilahkan Aris masuk ketika Aris memasuki ruangan bos nya, Aris sedikit merinding melihat tatapan sang bos yang tajam seperti macan yang akan membunuh mangsanya. (Hahaha mati kau Aris🤣🤣)
"Maaf pak saya lama mencari informasinya ... ini Pak data-datanya." ucap Aris memberikan map tersebut dengan tangan bergetar.
Aditya langsung mengambilnya dengan kasar Aditya tidak suka menunggu apalagi ini menyangkut gadis yang sudah menarik perhatiannya.
Setelah mengambil berkas itu, Aditya pun membaca secara rinci dan seketika dahinya mengerut Aris yang melihat itu jadi heran.
"Maaf, Pak. Apakah ada yang salah?" tanya Aris hati-hati.
"Iya, Pak. Saya mendapatkan itu langsung dari pihak kampus sendiri. Apa ada yang salah, Pak?" ucap Aris.
"Tidak. Saya cuma heran saja. Coba kamu jelaskan biar saya paham," ujar Aditya sambil memijit pelipisnya.
"Baik, Pak. Jadi begini ... seseorang yang Bapak cari itu nama lengkapnya Fauzia Rafifa Abraham berumur 23 tahun, dia mahasiswi tingkat akhir jurusan manajemen bisnis dan sekarang lagi meyusun skripsinya dan dosen yang kemarin adalah dosen pembimbingnya yang datang ke ruangan dekan yang saat itu kita berada disana. Dia orangnya pendiam tak banyak bicara dan cuek. Dia juga hanya memilik teman yang bernama Manda Anatasya Puspita yang mengambil jurusan kedokteran. Dan nona Fauzia juga adalah salah satu mahasiswi yang mendapat beasiswa dan penghargaan nanti di acara itu dan juga ...," ucap Aris menggantung karena takut bos nya tak senang dengan berita terakhir ini.
"Dan juga apa yang kau bicarakan ini jangan setengah-setengah Aris!" ucap Aditya dingin.
"Dan juga banyak pria yang menginginkan nona Fauzia untuk menjadi pendamping mereka. Selain cantik dan pintar, nona Fauzia juga sangat baik pakai komplit menurit pria-pria yang menginginkan nona Fauzia pak," ucap Aris tersenyum.
Aditya yang mendengar itu langsung geram dan ingin sekali membunuh para pria-pria itu.
"APA KAMU MAU AKU BUNUH ARIS!" teriak Aditya, Aris yang mendengar itu langsung berlari keluar dengan bentak kan bosnya. Sesekali mulut Aris mengucap kata-kata entah itu kata-kata baik atau sumpah serapah pada bos nya😂
Aditya yang melihat itu hanya menghela nafas kasar dan melonggarkan dasinya memberikan nafas yang banyak karena tiba-tiba dia merasa sesak dan panas. Aditya yang merasa janggal tentang informasi tentang Fauzia tidak mengambil pusing, yang Aditya pikirkan adalah bagaimana dia bisa memiliki gadis itu seutuhnya dengan cara yang baik-baik atau dengan caranya sendiri. Aditya tersenyum menyeringai yang membuat orang lain bergidik ngeri kalau melihatnya.
__ADS_1
Â
Saat ini Fauzia sudah sampai di kampus dan segera menuju ke kelasnya, Fauzia dengan santainya berjalan menuju kelasnya tidak sengaja menabrak seseorang sehingga buku yang di tangan seseorang itu jatuh berserakan di lantai.
"Sorry ... aku gak sengaja," ucap Fauzia sambil membantu membereskan bawaan seseorang itu yang berserakan di lantai.
"Gak apa-apa santai aja." ujar seseorang itu.
Setelah selesai membereskan yang berserakan itu mereka terdiam sejenak membuat Fauzia merasa jengah karena seseorang itu terus memperhatikan Fauzia. Karena Fauzia yang sudah risih dengan seseorang itu, Fauzia pun berinisiatif buat pergi dari sana tapi tangannya di cekal. Melihat itu Fauzia hanya menautkan alisnya dan menatap tajam ke arah seseorang itu yang sedari tadi tidak mau melepaskan cekalnya.
"Eh, maaf. Aku gak bermaksud gak sopan sama kamu, cuma penasaran aja nama kamu siapa?" tanya seseorang itu.
Fauzia yang mendengar itu hanya memutar bola matanya malas, bilang aja dari tadi kalau mau kenalan gitu aja ribet sampai harus mencekal lengannya.
"Kenapa?" tanya Fauzia singkat.
"Kenapa gimana?" ucapnya bingung sambil menggaruk tengkuknya.
"Kenapa harus pura-pura ketabrak kalau tujuan kamu hanya untuk berkenalan? caramu basi tau gak!" ujar Fauzia dengan tegas sambil meninggalkan orang itu.
Seseorang itu hanya tersenyum menatap kepergian Fauzia, dia hanya berguman.
"Menarik!" ucapnya sambil berjalan menuju tempat tujuannya.
Fauzia baru selesai dengan kelasnya berjalan menuju kantin buat mengisi perutnya, kantin cukup ramai Fauzia yang sebenarnya tidak suka dengan pemandangan yang saat ini dilihatnya, karena di kantin itu tempat buat makan bukan tempat bercinta.
Tapi yang di lihatnya saat ini bukan orang yang lagi makan melainkan yang lagi jongkok yang sedang mesra-mesraan dan saling berciuman membuat Fauzia merasa jijik dengan pemandangan seperti itu. Mana bisa nih di kampus di sebut dengan kampus favorit tapi orang-orang di dalam berbuat tak senonoh di tempat umum.
Akhirnya Fauzia mengurungkan niatnya buat masuk dan lebih memilih pergi untuk masuk kembali ke dalam kelasnya dan duduk disana sambil membaca buku.
Tbc
Jangan lupa vote dan comment.
__ADS_1