
Saat ini Fauzia sudah selesai dengan mata kuliahnya dan dia segera siap untuk pulang karena jam menunjuk kan pukul 02.00 siang, Fauzia mengemudi mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Hmm sepertinya aku harus ke pantai, kayaknya seru nih." ujarnya.
Lalu dia melajukan mobilnya menuju pantai dan menikmati sunset. Sesampainya Fauzia di pantai dia keluar dari mobilnya dan berjalan menuju ke tengah pantai.
"Nyamannya disini sampai menunggu sunset." pekiknya sambil berlari kecil menuju tepi pantai.
Tanpa Fauzia sadari kalau ada seseorang yang sedang menatapnya dari kejauhan dan menghampiri Fauzia. Pria itu sudah berdiri di samping Fauzia sementara Fauzia yang tengah duduk di bawah belum menyadari kedatangan pria itu.
"Hai, boleh gabung gak?" tanya pria itu.
Fauzia yang mendengar ucapan dari seseorang pun langsung mendongakkan kepalanya dan menatap pria itu. Fauzia mengernyitkan dahinya menatap pria di sampingnya itu.
"Boleh," ucap Fauzia singkat.
Kemudian pria itu duduk di samping Fauzia dan sama-sama memandang pantai. Sesekali pria itu menatap kagum pada Fauzia karena wajah cantik alami milik gadis itu.
"Boleh kenalan enggak?" tanya pria itu tersenyum.
"Boleh," jawab Fauzia singkat tanpa menoleh ke arah pria itu
"Aku Nathan," ucapnya sambil mengulurkan tangannya.
__ADS_1
Fauzia menatap Nathan sekilas kemudian menyambut uluran tangannya.
" Fauzia," balas Fauzia singkat.
"Apa kamu sering kesini?" tanya Nathan.
"Tidak." balasnya singkat padat dan jelas (wkwkwk).
Nathan merasa frustasi karena Fauzia yang sedari tadi menjawabnya singkat. Kemudian mereka di landa keheningan sambil menikmati sunset.
Selama 2 jam mereka menikmati angin sore dan melihat sunset tanpa ada satu kata pun terucap dari bibir mereka. Setelah puas melihat sunset, Fauzia berdiri dan berjalan menuju ke mobilnya mengabaikan keberadaan Nathan disana.
"Fauzia, boleh aku minta nomor hp kamu?" tanya Nathan sambil berlari kecil.
Fauzia masuk ke mobilnya dan melajukannya meninggalkan Nathan disana. Nathan yang masih diam di tempat terkejut dengan tingkah Fauzia yang sangat cuek dan datar padanya.
"Aku berharap kita ketemu lagi Fauzia," ujar Nathan tersenyum lalu meninggalkan pantai dan masuk ke mobilnya.
Di dalam mobil Fauzia merasa jengkel karena Nathan yang sok akrab dengannya. Sesampainya dia di mansion dia turun dari mobilnya dan berjalan masuk karena merasa lelah dan ingin segera membersihkan tubuhnya.
"Assalamu'alaikum Bunda," ucap Fauzia pada Bundanya yang ada di ruang tamu.
"Wa'alaikumsalam, baru pulang sayang?" tanya Bunda.
__ADS_1
"Iya, tadi lagi mampir ke pantai dulu," balasnya.
"Oh ya, sudah. Istirahatlah kalau kamu capek," ujar Bunda.
"Iya, Bunda." ucap Fauzia sembari berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.
Di kamar Fauzia meletakkan tasnya di atas lalu berjalan menuju kamar mandi. Setelah selesai dengan ritual mandinya Fauzia mengganti pakaiannya dengan piyama berwarna coklat.
Tok ... tok ... tok
Fauzia berjalan untuk membuka pintu kamarnya.
"Ada apa, Bun?" tanya Fauzia.
"Kok kamu gak ikut makan malam, sayang?" tanya Bunda Fauzia.
"Zia gak laper Bun hehe," balas Fauzia.
"Apa kamu sakit sayang?" sahut Bunda dengan raut wajah cemas.
"Zia gak sakit, Bunda. yaudah Zia tidur dulu ya besok Zia kuliah, Good Night Bunda." ucap Zia sambil mencium pipi Bundanya dan segera menutup pintu kamarnya. Bundanya yang melihat tingkah anaknya hanya menggeleng-gelengkan kepala.
Tbc
__ADS_1
Jangan lupa vote dan comment.