Fuzia Untuk Aditya

Fuzia Untuk Aditya
Part 7


__ADS_3

"Hei apa yang kamu lakukan? Itu barang-barangku masih disana!" ucap Fauzia.


"Aris!" panggil Aditya dan memberi perintah.


"Baik, Pak. Saya akan membawa semua barang-barang nona." ucap Aris.


"Ayo ... nanti barang-barangmu akan di bawa oleh asistenku," ucap Aditya langsung menuju keluar caffe sambil menggandeng tangan Fauzia.


"Eh, tunggu dulu.Kenapa pake narik-narik segala sih? Aku gak kenal sama kamu dan tolong lepasin tangan aku!" ucap Fauzia sambil meronta-ronta melepaskan tangannya.


"Diam! Mulai sekarang kamu adalah milikku," ucap Aditya dingin sambil menatap tajam Fauzia.


"Hei kamu mabuk? aku gak kenal siapa kamu," ujar Fauzia emosi.


"Ck ... baru beberapa hari saja udah lupa," guman Aditya dalam hati.


"Hei bisa tidak lepaskan tangan kamu, malu tuh diliatin sama orang-orang," ucap Fauzia.


"Tidak akan pernah, sekarang kamu ikut aku pulang aku akan mengantarmu." ucap Aditya sambil masuk ke dalam mobil dan bergegas meninggalkan caffe.


Sesampainya di rumah, Fauzia bergegas keluar dari mobil Aditya tanpa berterima kasih padanya. Aditya yang melihat Fauzia kesal dengannya hanya tersenyum kemudian menjalankan mobilnya kembali.


"Assalamu'alaikum," ucap Fauzia pada orang tuanya yang tengah duduk di ruang tamu.


"Wa'alaikumsalam. Sudah pulang, Nak?" tanya Bunda.


"Iya, Bun. Tadi Zia kelamaan pulang gara-gara ketemu sama orang gila," ucap Fauzia emosi.


"Orang gila," jawab Ayah dan Bunda bareng sambil menatap satu sama lain dengan tatapan bingungnya.


Lalu mereka kembali menatap Fauzia meminta penjelasan dari putrinya. Fauzia menghela nafasnya kasar dan menceritakan pada orang tuanya.


"Ada cowok yang ngikutin aku terus dan dia bilang kalau Zia miliknya. Cih, seenak jidatnya aja kalau ngomong," ucap Fauzia kesal.


Ayah dan Bunda Fauzia pun mengerti dengan apa yang di jelaskan oleh putrinya dan hanya menggelengkan kepala ketika melihat Fauzia yang seperti membenci pria itu.

__ADS_1


"Jangan benci loh sayang ntar jadi cinta baru tau rasa hahaha," ujar Ayah menggoda Fauzia.


"Apaan sih Yah, udah lah Zia masuk ke kamar dulu," pamit Fauzia.


"Iya nak, istirahat lah." ucap Bunda.


Kemudian Fauzia berjalan meninggalkan ruang tamu menaiki tangga menuju kamarnya.


Dug


Pintu kamarnya di buka lalu dia merebahkan tubuhnya sebentar di ranjang, beberapa saat Fauzia bangun dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah terasa lengket. Selesai mandi dia berganti pakaian dan kembali duduk di atas ranjang empuknya.


"Sial banget sih aku sampai ketemu sama orang itu," gerutunya sambil memijit pelipisnya yang pusing sambil memandangi langit.


Drrtt ... drrtt


Hp Fauzia berbunyi. Kemudian dia membuka dan membacanya. Seketika Fauzia mengernyitkan dahinya karena mendapat pesan dari nomor yang tidak dikenal. Akhirnya dia pun membalas pesan dari seseorang itu.


💬


Fauzia


0896xxxx


[Ini aku sayang, pria yang mengantarmu pulang tadi sore.]


Fauzia melotot dan merasa moodnya berubah setelah membaca pesan dari Aditya.


Fauzia


[Dari mana kamu dapat nomor telfonku?]


0896xxxx


[Itu sangat mudah bagiku, untuk mendapatkan informasi tentangmu juga dalam sekejap mudah di dapatkan apalagi aku mendapatkan hatimu pun juga bisa.]

__ADS_1


Lalu Fauzia mematikan hp nya karena merasa kesal  sekaligus jengkel dengan kelakuan Aditya. Sementara di sebrang sana Aditya tertawa puas karena berhasil menggoda Fauzia.


"Menggodamu sungguh menyenangkan sayang."ucapnya tersenyum lebar.


Esok harinya Fauzia bangun dan bersiap-siap pergi ke kampusnya karena hari ini dia ada jadwal masuk kuliah pagi. Setelah selesai dengan ritual mandinya, Fauzia berganti pakaian lalu merias wajahnya dengan sedikit polesam make-up dan lipgloss pada bibirnya. Setelah itu dia menuruni tangga menuju ruang makan.


"Pagi Ayah, pagi Bunda," ucap Fauzia.


"Pagi juga sayang," ucap mereka secara bergantian.


"Sarapan dulu sayang," ucap Bunda.


"Iya, Bun."


Selesai sarapan Fauzia berpamitan pada kedua orang tuanya.


"Zia berangkat dulu Ayah, Bun," pamit Fauzia.


"Zia gak bawa, mobil?," tanya Ayahnya.


"Enggak, Yah. Zia masih malas bawa mobil. Sekali-sekali naik angkot hehehe," ucap Fauzia tersenyum.


"Baiklah, hati-hati Nak." ucap Ayahnya.


Kemudian Fauzia berjalan keluar. Sementara Ayah dan Bundanya saling berpandangan.


"Mama heran sama Zia Yah kenapa dia sepertinya jutek dan cuek banget sama laki-laki, kalau gak ada laki-laki yang mendekatinya gimana Yah?" keluh Bunda.


"Mungkin Zia bersikap seperti itu karena ingin membentengi dirinya supaya tidak termakan omongan laki-laki dan tidak mau merasakan sakit hati," sahut Ayah.


"Kamu benar sayang aku juga tidak mau kalau sampai putri kita sakit hati hanya karena laki-laki." ucap Bunda membenarkan kata suaminya.


...Tbc ...


...Jangan lupa vote dan comment....

__ADS_1


__ADS_2