
"William, kamu dimana??" Ucap Xi,
"williammmm"
"wiliiiiaaammm"
"liiaaammm"
"Apa sih?!" Saut William dari kamar mandi
"oh, masi mandi ternyata"
"antarkan aku ke perusahaan Yu" pinta Xi ke William sambil menggedor pintu kamar mandi
"Stop menggedor pintu bodoh" saut William dari kamar mandi
"oh, ya"
Xi datang ke apartemen William untuk mengantarkannya ke Perusahaan, manja sekali bukan tuan muda satu ini.
William membuka pintu kamar mandi, lalu mengeluarkan kepalanya lalu berkata "tunggu"
"oke, kalau 2 menit belum selesai, lambo punya Lo, gue ambil"
"NGADI NGADI LO!" Decak William
Willi sudah capek dengan tingkah bosnya itu. ya, William berkerja untuk Xi, posisi William sebagai sekertaris Xi, posisi yang dulunya di tempati oleh Lilin.
Ta lama kemudian Willi keluar dari kamar mandi dengan melilitkan handuk di pinggangnya, dan menuju ke kamarnya untuk mengganti baju.
"lama banget perjaka satu ini" pekik Xi, dia sudah bosan menunggu William dengan memainkan ular tangga yang ada di hpnya itu.
"udah, ayooo" Ucap Willi
Xi berdiri "lama banget Lo!" decak Xi
"skin ker an dulu boss" ucap Willi
"dih, gaya banget"
mereka berdua berjalan menuju parkiran, lalu masuk mobil dan menuju ke perusahaan.
****PERUSAHAAN****
"siang pak" sapa pegawai
"siang" balas Xi
"ciang" sindir Willi, sambil memayunkan bibirnya
Xi tidak mempedulikan William, lalu berjalan menuju Repsensiosis dan menemui Ria.
"ria, dia sudah datang?" tanya Xi
"oh, sudah pak, ada di ruangan" jawab Ria
"terimakasih"
"mau saya antar?" tanya Ria
"tidak, biar Willi saja" tolak Xi dengan lembut
"baik pak, semoga sukses"
Saat Xi sedang meminta Willi untuk mengantarnya, Willi tidak ada di belakangnya, Xi menebak, pasti Willi sedang menggoda pegawai perempuan.
Xi mengalihkan pandangannya, dan benar, Willi menggombali salah satu pegawai cowo, eh cewe. yang bernama Geya.
"Geya Geya" ucap Willi
"Apaaa pakk"
"kamu tau bedanya angka 9 sama kamu?" Gombal Willi
" 9 itu nine kalau saya itu mine"
Willi tercengang, sepertinya gombalannya itu sudah kadaluarsa. "kok tau sih?" Tanya Willi
__ADS_1
"dari pada bapak tanya saya, tanya saja tuh sama orang yang di belakang bapak" Ucap Geya sambil tersenyum
"h-hah, di belakang?"
"iya, coba nengok ke belakang"
Willi mengikuti perkataan Geya, dia menengok ke belakang, dan alangkah terkejutnya dia, melihat Xi yang sudah berdiri, membawa tongkat bisbol yang dipangkukan ke bahunya.
"Lo kesini atau ini yang kesana?" ucap Xi sambil mengelus elus tongkat bisbol.
"g-gue yang kesana" saut Willi
"buru!"
"i-iyaaa" Willi berjalan menuju Xi
Geya hanya bisa tertawa melihatnya, walaupun Willi sering menggodanya atau menggombalinya, yaaa walaupun gombalannya sudah kadaluarsa, tetapi Geya senang.
Di lift
"apa apaan coba bawa tongkat bisbol" ucap Willi
"lo kalau ga ilang, gua juga ga bakalan bawa" saut Xi
Ting
lift terbuka, Xi melirik ke arah Willi, dia melihat anak kecil yang sedang menangis di hadapannya.
"huuu huuu huuu"
"anak Lo bos?" Ledek Willi
"ngga lah"
"Huuu huuu HUUAAAAA"
"mampus makin kejer nangisnya bos, lu apain coba"
Xi menghela nafas, lalu berjongkok "mau shoju?"
Willi terbelalak "begooo, anak kecil lu tawarin shoju"
"kok nangis? kenapa?" tanya Xi
Anak kecil itu berhenti menangis "mommy aku ga sayang aku, hiks hiks"
"kamu pasti nakal yaa" pekik Willi, anak kecil itu menangis lagi.
"bego lu" Decak Xi
"ngga kok, kamu ngga nakal"
"bener??" ucap anak kecil itu sambil menyedot ingusnya
"iyaaa, ngomong² nama kamu siapa?" Tanya Xi
"Le-Leo" jawab Leo
10 menit yang lalu
Lilin termenung sejenak, dia memikirkan jika dia bertemu Xi. Lilin belum siap secara mental fisik bertemu dengan pria itu.
"aku harus apa, apa aku operasi plastik aja ya, biar dia ga kenal aku"
mengingat kejadian 5 tahun yang lalu, Lilin merasa sakit hati mengingatnya, ini juga salahnya dia karena tidak mengungkapkan perasaannya.
Dan juga, bagaimana dia bisa hamil, Emma sedikit menceritakan kejadian waktu Lilin mabuk. Tapi Emma hanya cerita sampai Lilin dibawa oleh Xi, dan seterusnya dia tidak tahu apa yang terjadi dengan Lilin.
Sakit juga ya, melihat orang yang kita cintai sudah ada pasangan, apa lagi mau menikah, sakit banget.
Lilin sampai sekarang masih menyimpan rasa suka dan benci kepada Xi, entah kenapa, dia juga tidak tahu.
perasaan suka itu tidak bisa diramal.
Lilin bersandar di kursi, lalu menutup wajahnya dengan kedua tangannya "huufftt" ia sangat capek dengan keadaannya yang sekarang, rasanya dia ingin menertawakan hidupnya yang sangat tidak jelas itu.
ingin mengakhiri hidupnya, tapi ia punya anak kecil yang harus dia besarkan sepenuh hati.
__ADS_1
ta lama kemudian Leo datang menghampiri Lilin "Moomy"
lilin menengok "Apa sayang?"
"aku mau es krim"
"ngga"
Leo memajukan bibirnya "kenapaaa?"
"tadi kamu sudah makan 4 es krim"
"tapi kan itu yang kecill" eles Leo
"makannya, besok lagi makan yang besar" ucap Lilin
"ayolah, pliss mommyyy" rujuk Leo
"tidak"
"satu aja mommy"
"Leo ku bilang tidak ya tidak!" Ucap Lilin dengan suara yang keras, membuat Leo terkejut.
"mommy marah?" tanya Leo, tetapi Lilin tidak menjawabnya, "kalau gitu Leo ga akan makan es krim lagi"
"baguslah" cuek Lilin
"kalau gitu, Leo mau nyusul Tante Emma" Ucap Leo, dia langsung pergi keluar dengan air mata yang dia tahan.
Leo berlari entah kemana, dia tidak tahu arah, perusahaan yang super besar itu membuat dirinya kesulitan. sampai akhirnya dia berdiri di depan Lift, dan jika ada orang dia akan meminta bantuan.
Ting
"huuu huuu huuu"
Leo merasa lega karena ada 2 om om yang menenangkannya, walaupun Om yang satunya lagi aga menyebalkan.
"Leo orang tuanya mana??" Tanya Xi
"ada disana, tapi L-Leo lupa dimana" jawab Leo
"Yauda, sini sama om" ucap Xi
"om buka penculikan kan?"
"hahaha, ngga lah"
"boong deng, om itu penculik" Ledek Willi
"Willi!" Decak Xi
"ahahaha, becanda bos"
Xi menggendong Leo, dan bertanya kepada Leo apa yang dia mau, Leo menjawab dia mau es krim
"ayo beli es krim" kata Xi
"t-tapi Leo sudah janji sama mommy buat ga makan es krim lagi"
"yauda kita, beli permen kapas aja, mau?" Tanya Xi
"mauu, Leo mau permen kapas"
Xi melirik ke arah Willi "lu duluan aja, ntar gua susul"
"iya iya" Willi menuruti perintah Xi dan berjalan terlebih dahulu.
"Babay om jomblo" Leo melambai-lambaikan tangannya
Willi terbelalak "kalau ga ada Bos gua buang Lo ke panti"
"hihihi" Leo tertawa
Leo dan Xi menuju parkiran mobil, lalu pergi mencari penjual permen kapas.
1k views?
__ADS_1
Semoga suka( ╹▽╹ )
salam sukses, nayಡ ͜ ʖ ಡ