Gadis Cantik Yang Membalas Dendam

Gadis Cantik Yang Membalas Dendam
8


__ADS_3

"Hellow" sapa lilin kepada semua orang yang berada di rumah itu, kini Lilin tengah duduk di kursi important chair.


Seisi ruangan tampak hening dan sunyi, tidak ada yang mau membuka suara, sangking heningnya Leo tampak suntuk, dia segera ingin bermain. "mommy, can we play soon?" tanya Leo ke lilin sambil menarik-narik pakaian lilin. "sebentar ya sayang, ini musuhnya lagi bandel, enaknya diapain, hm?"


"eemm, shoot them all?" ucap Leo, serontak semuanya pada terkejut.


"wut, Linn apa yang sudah kamu ajarkan ke anakmu woyyy, gila ni ibuk satu ini" umpat Emma sambil menepuk jidatnya


"EKHEMM" suara dari atas terlentang sekali, seakan-akan suara itu disengaja kan untuk menenangkan suasana. Semuanya pun menoleh ke sumber suara itu.


Lilin menoleh ke atas "hello ayah, kok masih hidup?" lilin melambaikan tangannya ke Jordan, sambil tersenyum.


"LILIN! JAGA UCAPANMU YA!" decak Willy


"lagian aku udah eneg liat mukanya, kenapa ga boleh ya???, kalau kakek itu mati, toh yang seneng kamu" celetuk Lilin, membuat Willy semakin marah


Jordan menuruni tangga, lalu berdiri di samping Lilin "apa yang kamu mau?" tanyanya


Lilin menoleh "ouh, ga banyak kok. cuma saham perusahaan 60%, itu aja, sanggup ngga?" jawab Lilin lalu berdiri menghadap ke Jordan. Lilin mendekatkan mulutnya ke telinga Jordan dan membisik Jordan. Tanpa basa-basi Jordan meng-iyakan kemauan Lilin, dia memberikan 60% saham perusahaannya ke putrinya itu. Tentunya para anaknya dan istrinya itu sangat tidak rela, bahkan yang akan menjadi ahli waris hanya memegang tidak lebih dari 30%.


Selesai menandatangani berkas, Lilin tersenyum puas, dia bahkan tidak percaya kalau semudah ini mendapatkan saham perusahaan lama mendiang ibunya itu.


"okeee, thanks Ayah" Ucap Lilin, lalu dia memeluk tubuh ayahnya. "Leo, say hi ke kakek" pinta Lilin ke Leo, Leo yang tengah mengutak-atik pistol milik ibunya itupun langsung berhenti, dan menuruti permintaan ibunya.

__ADS_1


"hai kakek, apa kabar?" sapa Leo sambil tersenyum manis.


"ya" cuek Jordan.


"ah, kakek ga seru, yuk mommy kita pulang, cari kakek yang baru aja" ucap Leo.


"oke Leo, kita cari kakek baru aja, kalo gitu kita pulang"


"huumm"


"oke, semuanya baayyy, kalau jodoh pasti ketemu lagi kok" Lilin berjalan keluar, lalu menuju ke mobilnya, diikuti Leo dan Emma.


______


"akhirnya kamu kembali" ucap seorang lelaki yang tengah berdiri di depan jendela, yang mengarahkan pemandangan ke kota² besar. dengan kedua tangan yang dimasukkan ke dalam saku.


_____


"mommy, aku lapar" sela Leo


"kamu mah Lin, kebiasaan, sibuk sama yang lain, sampe lupa kalau anak kamu kelaparan" decak Emma


"iya-iya, habis ni cari makan"

__ADS_1


"hot pot aja Lin" ucap Emma


"yang laper kamu atau Leo??"


"dua-duanya sih"


Lilin hanya bisa tertawa kecil, dia melajukan mobilnya dan mencari hot pot terdekat. dia tiba-tiba teringat ada satu tempat hot pot yang kerap dia kunjungi waktu kecil bersama ibunya.


10menit kemudian


Lilin turun dari mobilnya, begitu juga dengan Leo dan Emma. Mereka berhenti disalah satu toko yang tidak terlalu besar.


ting~ bunyi bell


"oh, selamat datang" sapa pelayan


Lilin membalasnya dengan tersenyum, dia menuju ke meja yang dekat dengan jendela, lalu duduk. mereka bertiga memesan beberapa makanan, dan daging, pelayan segera menyiapkannya, lalu meletakan semua pesanan ke meja.


"terima Kasih" ucap Lilin ke pelayan itu.


"sama-sama" Pelayan kembali ke dapur.


mereka bertiga menikmati hidangannya dengan lahap, Lilin terbelalak, anehnya, sudah beberapa tahun dia tidak datang ke sini, tetapi rasanya tidak berubah, masih saja sama.

__ADS_1


halo!


abis keluar dari goa nih, maap ya( ╹▽╹ )


__ADS_2