Gadis Cantik Yang Membalas Dendam

Gadis Cantik Yang Membalas Dendam
12


__ADS_3

...Sebelumnya saya Nay ingin meminta maaf...


...jika Novel yang saya buat tidak nyambung, atau terlalu berantakan. Saya bingung harus melanjutkan bab berikutnya seperti apa, mungkin akan memerlukan sedikit waktu, sekitar 1 Minggu untuk saya melanjutkan Novel ini kembali....


...Saya senang ketika Viewers Novel ini tembus 1k, dan itu membuat saya kembali bersemangat kembali. Lama banget sih, dari tahun 2019 saya membuat novel ini untuk pertama kalinya, dan itu saya masih duduk di bangku SMP kelas 7 sehingga bingung kedepannya harus bagaimana. Tetapi, saya Sudah Lulus dan melanjutkan di Sekolah Menengah Atas (SMA)....


...Saya berjanji, akan giat menulis Novel! kalau telat mohon di maaf kan karena tugas yang begitu bruntal menyerang saya. sehingga saya kewalahan, Saya sudah menulis nama karakter di Novel ini, dan juga keterangan diri. sehingga itu mempermudah saya....


...Terima kasih untuk 1k Viewrsnya!!!!...


Tetap ikuti cerita selanjutnya dari Novel ini! aku akan berusaha sebaik mungkin untuk Novel ini ༎ຶ‿༎ຶ( ꈍᴗꈍ)( ◜‿◝ )♡ಡ ͜ ʖ ಡ<( ̄︶ ̄)>.


Baca juga novel aku yang SEMESTA DAN DUKANYA


promosi hehehe


Salam Sukses Nay!


****


"Arghh, lepaskan!!" berontak Lilin. Tangannya dicekal kuat oleh Xi, sehingga dia merasa kesulitan melepaskannya.


"Tidak!"


Xi menarik tangan Lilin dengan kuat supaya wanita itu tidak melarikan diri, ia membawa Lilin menuju ke ruangannya. Sesampainya di sana Xi menggendong tubuh Lilin, dan meletakan Lilin di atas meja kerjanya itu.


Mata mereka saling beradu, dan menatap tajam, hanya hawa sunyi yang ada di ruangan lantai 32 itu.


"huft..., mau kamu apa?!" tanya Lilin


"kamu" jawab Xi menggoda, dia mengunci tubuh Lilin dengan tangannya agar tidak lepas.


"ck!" decak Lilin. "terus terang saja tidak bisa?"


"sudah aku bilang, aku mau kamu!"


Muak dengan Xi, Lilin memukul keras Perut Xi dengan rasa senang. Sehingga membuat Xi melepaskan tubuh ramping Lilin dan memegangi perutnya "arghh".


"Laki-laki brengsek!" ketus Wanita itu, di melangkah keluar menuju pintu, tetapi Xi dengan sigap memeluk Lilin dari belakang.


"don't go, please..." ucap Xi dengan suara yang serak. membuat Lilin luluh hatinya, dia membiarkan Xi memeluk tubuhnya untuk sementara waktu.


Sudah 2 menit Xi memeluk tubuh Lilin, lelaki itu akhirnya melepaskan pelukannya, dan memegangi kedua pundak lilin. sehingga mereka saling bertatapan. Hanya ada kerinduan dan kesepian di mata Xi sekarang ini, ingin sekali rasanya Xi menciumnya, tetapi dia sudah menebak apa yang terjadi jika dia benar-benar melakukannya.


Lilin menghela nafas dan menyingkirkan tangan Xi dari pundaknya "Apa?, sudah kan?, biarkan aku pergi sekarang juga, pasti Leo sudah menungguku"


"Apa Leo adalah hasil yang kita berdua lakukan 5 tahun yang lalu?" Tanya Xi dengan serius.


"ugghh!!" Bola mata Lilin melirik ke arah lain, dia tidak berani menatap Xi. " iya itu anakmu, kau gak lihat betapa miripnya Leo denganmu???"


"Jawab aku!"


"..."


"Lilin yu!, jawab pertanyaanku!"


"..."

__ADS_1


"jawab!"


"..."


Masih tak ada respon dari Lilin, wanita itu hanya bisa diam.


"JAWAB AKUU LILIN!!!!" Bentak Xi.


"aarghhh!!" Lilin mengacak rambutnya.


"Iya itu anakmu!!!, puas??"


Jawaban dari Lilin sangat membuatnya senang sekaligus merasa bersalah. Xi menanyakan kepada Lilin kenapa dia tidak memberitahukan bahwa dia mengandung anaknya waktu itu. Tetapi juga tidak ada respon dari Lilin.


"biarkan aku pergi, aku belum siap untuk menjelaskan semuanya" Pinta Lilin dengan menundukkan kepalanya agar tidak terlihat jika dia sedang menahan air matanya.


"silahkan, tetapi aku akan terus menunggumu. Walaupun kamu menganggap aku seperti tidak ada artinya"


Setelah mendengar perkataan Xi, Lilin segara keluar dari Ruangan Xi dengan berlari dan menuju ke lift.


"Sorry Dear" Uacp Xi dengan rasa bersalahnya.


***


Ting


lift terbuka, Lilin keluar dari lift dan berjalan menuju ke ruangannya, ia lega sekaligus tenang ketika melihat Leo yang tengah bermain dengan kucing peliharaannya itu.


Sebelumnya, Sewaktu Xi membawa Lilin dan Leo kembali ke kantor, Leo dititipkan oleh Emma, dan barulah mereka berdua berbicara.


Dengan sigap Lilin memeluk Leo dengan sangat kuat, lalu mengecup kening Leo. Bayi itu tampak kebingungan melihat tiba-tiba dicium "Mommy what happened with you?"


"Leo, jangan tinggalin Mommy ya?" ucap Lilin dengan rapuh, dia tidak siap jika Xi mengambil Leo darinya.


Yang dikhawatirkan wanita itu saat ini, pria itu akan mengambil anaknya, dia tidak siap jika Leo pergi darinya, sangat tidak siap.


"Iya Mommy, tenang aja" Leo mencium kening Lilin, dan membalas pelukan dari ibunya itu.


***


"Oh jadi kamu tidak tau kalau wanita itu hamil pada sat itu?" Tanya William.


"Tidak"


"Oh, astaga. Betapa bodohnya kamu Xianooooo" Ucap William dengan frustasi, dia sangat merasa akan ikut tertular ketololan dari sahabatnya itu.


"Berhenti memanggilku Xiano!" Decak Xi.


Nama asli dari Xi Tang adalah Xiano Tangfei marga dari Fei, tetapi publik sering menyebutnya Xi Tang, agar tidak ribet untuk menyebutkannya.


"Kenapa? apa kau tidak bersyukur diberi nama oleh ibu kandungmu???" Tanya William.


"Bersyukur, tetapi Xiano terlalu kekanak-kanakan"


"Cocok dengan sifatmu, Yang menyimpan kostum Dino-"


"Hah????!!!"

__ADS_1


"Ti-tidak Tidak apa apa, hehehe" Ucap William sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal itu. Dia hampir keceplosan, karena pasalnya Willi pernah melihat Xi mengenakan Kostum Dinosaurus yang ia pesan, emm maaf aslinya salah chekout, bukannya figure malah costume. William juga melihat Xi berputar-putar dengan wajah yang sulit diutarakan, ia hanya bisa menahan ketawanya



RAAWWRR


"Oh iya, jadi gimana dengan wanita itu?, apa kamu berniat untuk mengambil Leo?" Tanya William sambil memakan ceker ayam.


"Tidak, aku tidak ada berniatan untuk mengambil Leo darinya. itu malah akan membuat dia makin stress" Jawab Xi, lalu ikut makan juga.


"Bagaimana kamu bisa tidak tahu kondisinya pada saat itu Hamill, Makannya pakai pengamanan, tidak punya? ambil di laciku, ada banyak disana, tersedia berbagai ukuran, warna dan rasa" Kata Willi panjang kali lebar kali tinggi.


"Aku terburu-buru sehingga tidak menggunakannya, terlebih lagi aku lupa mencabutnya" Saut Xi membuat William tersedak bumbu ceker ayam itu. Xi segera memberikan Willi secangkir air dingin. Pria itu langsung meminumnya sampai habis. "Aahhh"


William menatap tajam Xi "kamu ini bodoh atau bagaimana sih??, Sudah tidak pake pengaman lupa cabut juga!"


"Namanya juga keenakan"


"Lalu bagaimana dengan wanita sok cantik itu?, Calon (Tunangan) kamu itu, calon terus dari taun kemaren"


"Aku tidak mencintainya, jadi aku tidak serius dengannya"


"Aahh, pedes!"


"Sekarang bagaimana kamu menjelaskannya ke kakek?"


"Tidak perlu penjelasan, kakek menjodohkan ku dengannya supaya dia ingin menggendong cicit, tinggal aku ajak saja Lilin dan Leo" Ide busuk Xi mulai muncul dari kepalanya membuat William menggeleng kepala.


"Keren Keren, good job!"


"Berarti kamu sudah tidak perjaka lagi ya?" Tanya William dengan polos.


"Sekarang yang bodoh aku apa kamu??, sudah jelas-jelas Leo lahir dan sudah gede!"


"oh iya ya, gimana? enak bukan ****??, pasti aku tebak kamu masih membayangkan malam itu" goda William.


"Berisik!"


Muak dengan sahabatnya, Xi menuju ke wastafel untuk mencuci tangan karena kotor akibat memakan ceker ayam, diikuti juga dengan William. "Serius sama 1 orang aja Xi" ucap William.


"ya"


Setelah selesai makan ceker ayam di ruangan milik William, Mereka berdua menuju ke parkiran lalu masuk ke mobil Civic milik Xi dan pergi meninggalkan Kantor.


***


"Bangsat!" umpat Wanita yang tengah duduk di tepi jendela.


Di kamar yang gelap itu terdapat Lilin yang duduk didepan jendela sambil memandangi matahari yang perlahan-lahan mengilang, dan terdapat gedung-gedung tinggi. Lilin saat ini berada di apartemen miliknya yang ia beli sebelum pindah ke negara ini.


"Kenapa muncul lagi dihadapan aku?!!!"



Tunggu Bab berikutnya yaaa!!


Salam sejahtera

__ADS_1


-Nay


__ADS_2