Gadis Cantik Yang Membalas Dendam

Gadis Cantik Yang Membalas Dendam
13


__ADS_3

"AARRGGHHHH"


Terdengar suara jeritan dari sebuah kamar hotel, staf hotel Laki-laki yang tengah mendorong trolinya pun berhenti tepat didepan kamar 881.


"AARGHHH!!!"


Suara itu terdengar lagi, awalnya mungkin si staf hotel hanya salah dengar atau menghayal. Tetapi dia benar-benar mendengarnya, rasa ngeri, dan bulu bergedik ngeri. Apa lagi sudah pukul 01.30.


Staf itu memberanikan diri untuk mengetuk, pintu kamar hotel itu. Tok Tok Tok


Tidak ada jawaban dari dalam kamar, lalu dia kembali mengetuk lagi, Tok Tok Tok "P-permisi" katanya dengan suara gugup. Tidak ada jawaban lagi dari kamar, staf itu mencoba memegang ganggang pintu, dan mencoba membuka pintu. Ceklek


Pintu terbuka, staf itu terheran-heran, kenapa tidak mengunci pintu kamar. Dia melangkahkan kakinya masuk ke kamar tersebut, disana sangat gelap sekali, hanya ada sinar rembulan yang memancarkan cahaya dari jendela kamar tersebut.


Staf tersebut mencari tombol untuk menghidupkan lampu, dengan meraba tembok yang dibelakang pintu tersebut.


Alangkah terkejutnya dia melihat lembaran foto-foto dan sampah-sampah yang berserakan, Dia mengambil salah satu foto yang tergeletak di lantai, dan berusaha mengamati wajah lelaki tampan yang ada di foto tersebut.


"ugghhh"


Suara itu muncul kembali, staf itu menoleh kebelakang, tidak ada apa-apa disana. "Kok jadi merinding yaa" ucapnya, lalu dia mulai masuk ke salah satu kamar.


Kamar dari hotel tersebut juga memiliki 1 kamar untuk menjaga-jaga ada yang kekurangan, bed.


Pintu yang tak terkunci, hanya ada suara uggh. itu membuat Staf itu yakin ada orang disana. Saat memasuki kamar tersebut, dia melototkan kedua matanya dan shok berat, dia tidak bisa berkata apa-apa, seluruh badannya kaku, melihat ada seorang perempuan berambut panjang yang tergeletak dikasur dengan obat-obatan berserakan dilantai maupun dikasur, dan juga foto yang sama persis dengan yang ia temukan di depan.


Tirai gorden yang tidak ditutup memancarkan cahaya rembulan yang sangat indah, sehingga seakan-akan perempuan itu sedang menyerap kekuatan dari sang rembulan.


Dia mulai melawan rasa takutnya, perlahan-lahan kakinya mulai dapat digerakkan, lalu mendekati perempuan itu. Dengan sigap, staf itu menelfon 999 untuk segera datang ke Hotel XXX.


Sepertinya wanita itu overdosis dan harus segera ditangani oleh para medis. Staf itu keluar dari kamar, dan mengambil salah satu foto, dia menebak foto ini pasti milik perempuan itu, dan lelaki yang ada difoto adalah pacarnya, atau orang yang ia sukai.


***


"Xianoo!!" Panggil Wiliam, Xi yang tengah membaca berkas-berkas untuk rapat penting terhenti. "Apaa??!"


"Apa kau sudah dengar kabar Xuan?" Tanya William.


"Belum, apa emangnya?"


"Xuan di temukan oleh staf hotel pada pukul 01.30 , dia dalam kondisi yang overdosis obat dan pemakai barang itu " Jelas Willi, membuat Xi terkejut dan tidak menyangka, tapi ini juga bisa dia buat sebagai alasan untuk tidak menjadikan Xuan sebagai tunangan.


Lelaki itu melepaskan kacamata, lalu mengambil ponselnya, sedangkan William, dia mengambil Bir yang ada di meja, san duduk di samping Xi. "Ah, Kakek brengsek itu menyuruhku untuk ketempatnya" Ucap Xi dengan Lesu, dia paling malas untuk pergi ke tempat kakeknya itu.


William menghabiskan bir kalengan "Aakkhh, enak banget. Kesana saja, nanti malah kamu yang dijemput secara paksa, dan pastinya aku tidak boleh ikut campur"


Apa yang dikatakan William sangat benar, jika Xi tidak segara menuju ke kediaman kakeknya itu, pasti pesuruhan kakeknya akan membawa Xi secara paksa. Kalau memberontak, katanya Xi akan dipindahkan ke luar negeri. Untuk mencari isteri bule.


"Arrghh, baiklah!" Xi berdiri lalu menuju ke kamarnya untuk bersiap-siap.

__ADS_1


"Ku kira kau akan khawatir dengan keadaan Xuan, kata dokter dia dari tadi meyebut namamu terus!" Ucap William dengan suara yang lumayan keras, sehingga Xi yang tengah mengganti baju itu menjawab "Aku tidak peduli, dan aku tidak mencintainya!"


***


"Bagaimana ini pak?" Tanya pria paruh baya yang tengah duduk di sofa.


"intinya, saya tidak mau Cucu saya mempunyai Istri pemakai barang Busuk seperti itu." Kesal Kakek-kakek yang berdiri dan menghadap ke jendela.


"Anuu, bisakah kita pertimbangkan lagi terlebih dahulu? Saya merasa kasian dengan putri saya, sehingga dia kehilangan akal sehatnya dan menggunakan Narkoba" Ucap pria itu meyakinkan.


Tetapi percuma kakek-kakek itu tidak tergoyahkan, dia berbalik dan menuju ke pria itu "Aku membatalkan pertunangan ini!, padahal kurang seminggu lagi, kenapa putrimu membuat ulah, aku tidak mau nama keluargaku tercemar akibat perbuatan putrimu itu!"


Xuan, putri dari salah satu orang ternama di negara Y, ayahnya pendiri suatu perusahaan yaitu Geovani Robert. Sekarang ini dia sedang genting, akibat perubahan purtrinya itu, para klien memutuskan hubungan dengannya akibat ulah Putrinya itu. Perusahaannya diambang kehancuran dan kebangkrutan, dia sangat marah sekali dengan Xuan.


Padahal tinggal seminggu lagi Xuan dan Xi bertunangan dan setelah itu langsung menikah, tetapi sayang. Masalah ini membuat keluarga Geovani menyalahkan Xuan, darimana dia bisa mendapatkan barang keji seperti itu. Arghh itu membuat kepala ayahnya seketika ingin meledak.


Sekarang ini Xuan sedang dirawat Rumah sakit Jade Vine, Ruangan inap Gadis itu dijaga ketat oleh para aparat, tidak boleh masuk sekalian dokter dan Geovani Robert, ayahnya.


"Tapi pak, bapak sudah berjanji kepada saya dan putri saya jika Putri saya sudah berumur 19 tahun dan anda menikahkan Cucu anda dengan putri saya, perjanjian itu bahkan sejak putri saya berumur 14 tahun!" Ucap Geovani masih tidak terima jika Kakek Xi membatalkan pertunangan itu.


"Kau tahu apa yang sudah anakmu lakukan?! tidak mungkin keluarga saya menerimanya, lagipula publik sudah mengetahui kejadiannya. Aku benar-benar tidak menyangka Xuan yang kukira anak baik, polos, lugu ternyata memakai barang itu!" Kakek itu gak kalah halnya dengan Geovani. Dia meminta Geovani keluar dari ruangannya.


Pria paruh baya itu hanya bisa terdiam, dia benar-benar kalah telak, karena sudah adanya bukti. Saat dia keliat dari ruangan terdapat Xi dan William yang berdiri disana.


"Om! apa kabar?" Sapa William, tetapi tidak ada jawaban dari Geovani, dia langsung berjalan meninggalkan Xi dan William. "Eeee aku sumpah in, pas Bab tisunya abis!" Ucap William, Xi hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Mereka berdua masuk ke ruangan kakeknya. "Kakek apa kabar?" Sapa Xi, lalu duduk di sofa, diikuti oleh William.


"Iya kamu! keluar, ngapain ikut kemari!"


"Tadi saya diminta Xiano buat menemaninya kek" Willian menjelaskan, William tau, Kakek Xi pasti tidak mengijinkan sembarang orang masuk ke ruangannya. Contohnya dirinya.


"Keluar!" pinta Zhang,


Willian berbisik ke Xi "Kakek kamu gini banget!"


Hanya ada tawaan kecil dari Xi, William pun keluar dan menunggu di ruangan khusus tamu.


"Xiano! Apa kamu sudah dengan beritanya?!" Tanya Zhang dibalas anggukan dari Cucunya itu.


"Sekarang terserah apa mau kamu, kakek tidak akan memaksa lagi, yang penting beri kakek cicit!" Ucap Zhang meyakinkan, yang penting dia bisa menggendong cicitnya itu.


Xi mengeluarkan ponsel dari sakunya dan terdapat foto Leo disana, ia meminta Kakeknya untuk melihat foto itu "Bagaimana? apakah dia cicit yang anda bilang?"


"Hah? apa maksud kamu?" Zhang tampak kebingungan.


"Oke kakek, aku akan terus terang!"


"Silahkan!"

__ADS_1


"Ngebet banget kakek satu ini, hasrat punya cucunya makin kuat, untung aku udah punya bibit unggul" Ucap Xi dalam hati.


"5 tahun yang lalu saat saya menjadi komandan di Organisasi yang kakek dirikan yaitu Firee Force, Ada wanita yang memikat hati saya, waktu itu dia berkisaran umur 18 19an. Saya cukup dekat dengannya, tetapi 5 tahun yang lalu dia menghilang entah kemana, saya tidak tahu alasannya. Dia menghilang penyebabnya adalah saya sendiri, pada saat itu, kami sedang mengadakan pesta kecil-kecilan, dan dia mabuk, saya juga sedikit mabuk. Dan saya melakukan hubungan terlarang dengannya, waktu itu saya benar-benar menyesal. Begitu dia menghilang saya sudah berusaha sekeras mungkin untuk mencarinya, tetapi nihil!"


"Ahh, kau ini benar-benar! bagaimana kamu bisa melakukan itu pada bawahan mu sendiri?!" Kesal Zhang setelah Xi bercerita.


"Kalau kakek ingin menghukum saya, silahkan!" Tegas Xi dia bersedia menerima hukuman dari kakeknya.


"Tidak-tidak, setelah itu bagaimana perempuan itu?" Tanya Zhang.


"seminggu yang lalu dia kembali, dan membawa anak lelaki yang ada difoto ini, jadi intinya Saya sudah menjadi Ayah dan Anda mempunyai Cicit!" Ucap Xi meyakinkan kakeknya.


Zhang hanya bisa terdiam, padahal didalam hatinya "Ahahahah akhirnya aku punya cicit!"


"ututututu, wajah cicitku sangat menggemaskan sekali!"


"akan aku berikan semua hartaku kepada cicitku nanti!"


"AKU SUDAH PUNYA CICIT!"


"Penantian lama ini akhirnya berakhir"


"seluruh negara, tidak-tidak. seluruh dunia harus tau aku punya cicit"


"Jika bertemu dengannya, akan aku beri hadiah apa ya? Jet? pesawat pribadi? mobil? saham? toko? rumah? black card?"


"Ekhem" Deham Zhang, sok kalem dan cuek "Apakah kamu yakin itu anakmu?".


"Saya yakin 100%, jika saya bertemu dengannya lagi saya akan melakukan tes DNA".


"Terserah kamu saja. Jadi kapan kamu akan mempertemukan eee, siapa nama anak itu?" tanya Zhang.


"Leo"


"OOO, Jadi kapan kamu mau mempertemukan aku dengan Leo?"


"Saya tidak yakin itu, tetapi saya akan segera mempertemukannya dengan anda!"


"Baiklah, kamu boleh pergi sekarang, ngomong-ngomong ki-kirim fotonya kepada kakek" Pinta Zhang dengan malu-malu. Dasar kakek-kakek tsundere!



"Berapa umurnya?"


"5 tahun sepertinya"


"Tapi ini tidak seperti anak yang berumur 5 tahun, 3-4 tahun kalo tidak salah!"


"entahlah, aku juga bingung"

__ADS_1


"Anak bodoh!"


__ADS_2