Gadis Cantik Yang Membalas Dendam

Gadis Cantik Yang Membalas Dendam
9


__ADS_3

Setelah makan hot pot bersama, Lilin, Leo dan Emma, pergi ke perusahaan untuk segera mengambil alih. Butuh waktu 20 menit untuk sampai di perusahaan. setelah sampai, Lilin memakirkan mobilnya di parkir bawah, lalu pergi ke repsensiosis.


"permisi" ucap Lilin


"iya, ada yang bisa saya bantu?" Ramah Repsensiosis itu yang bernama Ria.


Lilin melihat Name tag Repsensiosis itu. "Ria, ini dari bos besar" Lilin tersenyum


"aaa, baiklah, mari saya antar ke ruangan anda" Ujar Ria, lalu dia mengantarkan Lilin ke ruangan kantornya.


Saat akan memasuki lift, ada sedikit kericuhan, terlihat dari kejauhan Lilin melihat ada perempuan yang sedang memarahi cleaning servis.


perempuan itu, menampar cleaning servis itu, lilin segera mendekatinya, dan menarik tangan perempuan itu. Terteguannya Lilin, perempuan itu adalah Xuan, tunangan Xi. Tapi anehnya Xuan tidak mengenali Lilin, apakah karena wajah Lilin, atau rambut Lilin?. entahlah Lilin merasa agak lega karena Xuan tidak mengenali Lilin.


"Hei apa-apa kau ini?!" Xuan menepis tangan Lilin


"Apa yang kamu lakukan dengan bibi ini?" Tanya Lilin, dia membantu cleaning servis itu berdiri. "bibi apa kamu baik-baik aja?" tanya Lilin, bibi itu mengangguk. "oh, syukurlah"


Xuan tidak menjawab pertanyaan Lilin, wanita itu malah memainkan rambutnya yang aga berantakan itu.


"Apa yang kamu lakukan dengan bibi ini tadi?" Tanya Lilin, Xuan tidak menjawab apa pun.


"ini aku akan bertanya satu kali, kalau kamu tidak menjawabnya, silahkan pergi" Ujar Lilin, dia mulai marah dengan kelakuan Xuan.


"kenapa aku yang harus pergi?, dia yang salah, kenapa harus aku?!" Pekik Xuan


"kamu tinggal bilang apa susahnya sih?!" Decak Lilin.


"sudah-sudah, ini aku yang salah, karena terlalu menggunakan banyak sabun ke lantai, sehingga nona itu hampir terpeleset" jelas CS (Cleaning servis) itu.


"tapi bibi sudah memasang tanda bukan?" tanya Lilin.


"i-iya"


Lilin menghela nafas, lalu melirik Leo "kita apakah Tante ini Leo, hm?"


"mommy aja yang mengurusnya, Leo ga mau berhadapan dengan wanita yang tidak tau sopan santun" jelas Leo.


"Kurang ajar!" Bentak Xuan.

__ADS_1


"jangan membentak anak kecil!" ketus Lilin. "minta maaf sekarang kepada bibi itu" Pinta Lilin ke Xuan, lilin masih menahan rasa marahnya


"kmu siapa, seenaknya nyuruh-nyuruh"


"apa minta Maaf itu sangat Sulit? Apa kamu tidak diajarkan orang tua kamu?, yang salah disini itu kamu, jelas-jelas bibi itu sudah memasang tanda, kenapa kamu tidak menghindar?"


"ckkk" decak Xuan, dia berjalan dan menyenggol pundak Lilin, lalu keluar dari gedung.


"Kalian!, kenapa ga ada yang melerai sama sekali, apa karena dia anak orang kaya?!" ktus Lilin kepada para pegawai di sana, yang dari tadi hanya melihat, tidak mau membantu. "sekarang Balik ke tempat masing-masing!"


tanpa basa-basi, pegawai" itu kembali ke tempatnya. Ria merasa tidak enak kepada Lilin, karena dia tidak membantu, Ria tahu berurusan dengan Xuan akan menjadi masalah, bisa-bisa dia di keluarkan dari perusahaan. "maaf nyonya, tadi saya tidak bisa membantu" ucap Ria


"aah, tidak apa-apa, berurusan dengan orang itu tidak akan habisnya" Lilin tersenyum.


***


"Xiiii, Xiiii kamu dimana??" Xuan mencari Xi.


Saat ini Xuan berada di apartemen Xi, karena apa?, karena Xuan tunangan Xi.


Xuan mencari Xi terus menerus, dia ingin mengadu apa yang terjadi padanya di Perusahaan tadi. ta lama kemudian Xi keluar dari kamar mandi.


"Apa?" Tanya Xi, dia keluar dari kamar mandi, sambil mengusap-usap rambutnya dengan handuk.


"kenapa?" tanya Xi


"dia hampir membuat ku jatuh" jawab Xuan, dia duduk di sofa.


"ohh" cuek Xi


"kenapa kamu cuma bilang Ooh, aku ini tunangan kamu Lo"


"terus?" Ketus Xi, dia mengambil minuman di kulkas lalu meminumnya.


"yaaa, makannya pecat!, dia ga guna sama sekali"


"tidak, yang tidak berguna itu kamu"


"xiii, kamu kok gitu?" Tanya Xuan dia merasa sakit hati dengan perkataan Xi.

__ADS_1


Xi meletakan handuk di sofa lalu pergi ke kamar" itu fakta"


"tunggu"


Xi berhenti " apa lagi?"


"aku tadi bertemu juga dengan perempuan, dia mirip dengan wanita itu" Ucap Xuan "dia bersama dengan anak kecil yang mirip sekali denganmu, dan juga babysister" jelas Xuan.


"bertemu dimana?, apa dia baik baik saja?" tanya Xi, dia duduk di kursi dekat sofa.


"kenapa kamu terlihat serius sekali?, aku tidak meyakinkan bahwa itu benar-benar dia"


"tidak, aku hanya ingin memastikan saja" Xi berdiri, lalu masuk ke kamarnya.


"cihhh" decak Xuan.


***


"nyonya, semoga ruangan ini cocok dengan anda, kalau gitu saya mau melanjutkan pekerjaan saya" ucap Ria


"iyaaa, terima kasih sudah membantu"


"sama-sama" Ria tersenyum, lalu keluar dari ruangan


"Lin" Emma memanggil Lilin


lilin yang tengah mengutak-atik rak buku itu menoleh "apa?"


"kamu ga ada niatan mau bertemu dia?" tanya Emma


"..." Lilin tidak menjawab sama sekali, dia mengambil kursi, lalu duduk.


"Linn?"


"jangan bahas itu" Pekik Lilin, sambil memijit pelipisnya


"mommy *Dia* itu siapa?" Celetuk Leo, membuat Lilin semakin tidak bisa berkata apa-apa.


bab 10 ? ntar kalo ada ide

__ADS_1


Moots? ga bole ote yaa( ╹▽╹ )


nay-


__ADS_2