
Siapa yang tidak mengenal keluarga besar Remmornian?
Dia adalah Panggilan nama salah satu dari empat keluarga besar yang memimpin wilayah kerajaan.
Remmornian merupakan keluarga pelindung kerajaan. Hampir semua keahlian mereka adalah penjaga keamanan negara.
Ya, meskipun demikian, beberapa dari anggota keluarga Remmornian murni juga sangat ahli dalam urusan program internet. Tetapi sayangnya, hampir seluruh anggota keluarga Remmornian selalu diwarisi keturunan laki-laki. Dan sangat jarang sekali mereka mendapatkan keturunan perempuan selama bertahun-tahun lamanya.
Hampir semua keluarga Remmornian begitu bahagia, tapi sayangnya tidak dengan Haeland– Keluarga sang penguasa kerajaan, dan Alley– Keluarga yang ingin mengganti posisi kekuasaan Haeland.
Perintah adalah perintah.
Apapun yang diperintahkan maka ia akan menurutinya.
Dia, Gerisy,
Dia berdiri di depan pintu dengan tatapan penuh kesedihan dan hati yang sangat terluka di depan pintu.
Entah apa maksud dari perintah Putra Mahkota, yang pasti ia tahu adalah bahwa laki-laki itu sengaja membuat wanita itu menerima kesan buruk dari para petinggi negara.
"Dimana Chyrill? Kenapa dia lama sekali?" yang bertanya adalah ratu negara – Rowena Darla Haeland.
Wanita itu sangat anggun dengan ikatan setengah pada rambutnya yang panjang dan lurus.
Jas mewah yang ia kenakan tampak berwarna hitam dan itu semakin menambah sisi anggun dari wanita berkulit seputih salju serta bola mata hitam lekat itu.
Saat ia melihat ke arah jam tangan, bentuk wajahnya yang bulat terlihat sangat mempesona, lalu ketika ia melihat ke arah pintu yang tertutup, bulu mata lentiknya tampak menghiasi mata yang sedikit menyipit.
"Tidak biasanya Putra Mahkota datang terlambat, Classa Penasihat juga tidak hadir. Apakah ada kabar tentang mereka?"
Seorang laki-laki paruh baya yang berdiri di samping kanan Ratu Negara NTC memandang ke arah seorang laki-laki lain yang berada di ujung meja paling akhir dengan suara lumayan keras.
"Tidak tuan, para staff yang bertugas tidak menerima kabar apapun dari Putra Mahkota." jawab seseorang yang ditanya. Dia mungkin seorang classa utama.
Kreeekkkk, perlahan-lahan pintu ruangan rapat yang mewah terbuka.
"Itu dia, Akhirnya dia datang!" .
Mereka mengira, seseorang yang ditunggu akhirnya tiba, tetapi sayang, mata mereka terbelalak ketika melihat seorang wanita muda tampak berdiri lalu melangkah masuk ke dalam ruangan.
"Daddy!" panggil Greisy pada ayahnya.
"Daddy?!"
"Daddy?!"
"Daddy?" tanya beberapa orang terkejut mendengar panggilan dari Greisy untuk Classa Pelindung Ratu Negara.
"Keluar!" perintah Ayah Greisy yang terkejut dan marah.
__ADS_1
"Maaf mengganggu, Yang Mulia ratuku! Namun kami datang atas perintah Putra Mahkota– Cyrill yang akan tiba sebentar lagi," salam hormat Classa Pelindung Putra Mahkota mengejutkan semua orang yang duduk di meja rapat dan menghentikan langkah Classa Pelindung Ratu.
"A– Pa?"
"Mungkinkah dia adalah keturunan wanita satu-satunya keluarga Remmornian yang tersisa?" ucap laki-laki tua itu, mengejutkan seisi ruangan dan membuat ratu negara tertegun karena telah menyembunyikan identitas Greisy dari para keluarga murni pemimpin negara selama ini.
"Apa yang kau katakan? Jangan sembarang berbicara!"
Seisi ruangan semakin terkejut mendengarkan berita tersebut.
"Yang Mulia akan segera datang, mohon kembalilah ke tempat anda, Classa Pelindung Ratu Negara!"
"Duduk, Ian!" perintah ratu negara.
Dan itu membuat ayah dari Greisy tidak memiliki pilihan lain selain menuruti permintaan meskipun ia tidak dapat menerima keberadaan putrinya di sana begitu saja.
"Chyrill!" Ratu Negara tampak kebingungan, "Dimana dia?"
"Putra Mahkota sedang berada dalam perjalanan, Yang Mulia," jawab Classa Pelindung Putra Mahkota sembari membungkukan tubuh dan meletakan satu tangan ke dada, menghormati pemimpin negara sejenak, lalu berdiri tegak kembali.
Greisy yang gugup menundukan kepala,
"Grey!" dan dia menoleh ke arah belakang ketika mendengarkan suara panggilan dari seorang wanita.
Tatapannya semakin sedih, hatinya juga semakin terluka.
Dia adalah ibu wanita itu– Maida Kiana.
"Maida, Sorry!" ucap Clasaa Pelindung Ratu Negara pada istrinya.
"Grei, Let's go out!" Greisy's mother berjalan cepat, penuh emosi di antara nafas lelahnya lalu ketika tangannya akan meraih pergelangan tangan Greisy. "W–what?"
"No, Sorry, Mommy!" jawab Greisy, menolak tegas.
"Madam Maide, Aku sarankan pada anda untuk tidak sembarangan menyentuh tangan calon Putri Mahkota Negara ini."
"What?!"
"What else do you talk about?"
"What? Kenapa aku tidak pernah mendengar kabar ini?" tanya satu persatu anggote petinggi negara yang sedang duduk di sana.
"Harry, Berhentilah bercanda!" tanya Ayah dari Classa Pelindung Putra Mahkota, dia berasal dari keluarga Alley.
"Para Classa Utama yang terhormat. Sungguh wanita ini sudah terpilih menjadi pasangan untuk Putra Mahkota," jawab Classa Pelindung Putra Mahkota pada orang-orang di sana. "Benar, dia adalah satu-satunya keturunan keluarga Rommarnian yang ditakdirkan untuk menikah dengan Putra Mahkota."
"Gila, Kenapa aku baru tahu?"
********
Dua orang laki-laki muda tampak memandang lekat ke arah punggung Greisy Hawysia, sementara itu, Greisy terlihat telah memandang ke arah ibunya yang berada di hadapan mata.
__ADS_1
Seorang dari mereka tampak memandang marah, dia adalah Pangeran Negara, Ewald yang sedang duduk dengan sikap tenang agar kericuhan tidak bertambah.
Seorang lainnya adalah laki-laki yang sedikit lebih dewasa, dia mengenakan kacamata pada wajah dan tersenyum tipis ketika mendengar kabar berita dari Classa Pelindung.
"Tidak, tidak mungkin, sejak kapan putriku berhubungan dengan Putra Mahkota, aku sangat yakin…"
"Hmm!" Greisy tersenyum pahit, dia benar-benar sedih dan tidak sedang berpura-pura. "Ibu, kau meremehkanku!" lanjut jawabnya, lirih.
"Tentu saja, sejak anda tidak pernah peduli padanya, Madam!"
Itu adalah suara laki-laki lain dari luar pintu, suara itu merupakan milik dari Classa Penasihat Putra Mahkota yang tampak berjalan mengikuti Junjungannya.
"Cyrill!" panggil Ratu Negara yang sedari tadi berusaha untuk tetap tenang, lalu kini mulai berdiri.
"Yeah, Bibiku yang tercinta!"
"Benarkah ini semua ulahmu?" tanya Ratu Negara, berusaha menahan amarah.
"Hm…!" Putra Mahkota tersenyum lucu, dia meremehkan. Benar, dia memang demikian. "Ulah?! Bukankah ini ulah kalian yang menyembunyikan pasangan hidupku selama ini?" balik tanya, Putra Mahkota.
Ah…
Ratu Negara terdiam, dia tidak dapat menjawab.
Begitupula putranya.
"Kenapa… Kenapa aku baru tahu kalau dia adalah pasangan Chyrill?" tanyanya.
Sang Pangeran Negara lumayan terkejut, dia duduk di kursi keberadaannya.
Hampir semua petinggi negara mulai berdiri dan hendak pergi untuk tidak mendengarkan masalah keluarga kerajaan.
Kaaakkk!
Tetapi sayang, pintu telah ditutup dan Putra Mahkota melarang mereka semua untuk berlalu dari sana.
"Katakan padanya! aku ingin dia memberikan persetujuan atas pernikahanku dengan wanita yang kucinta ini." Putra Mahkota meraih lengan Greisy dan menghadapkan tubuh wanita tersebut ke hadapan Ratu Negara. " Besok… aku ingin menikah dengannya besok. Percepat, atau aku akan menolak mewarisi Takhta kerajaan!" tegas Putra Mahkota.
Tidak memberikan sedikitpun pilihan.
"Chyrill, berhentilah bermain-main!"
"Aku tidak sedang bermain-main!" jawab Putra Mahkota dengan sangat cepat, dia menyela ucapan dari suami Ratu Negara yang sedang duduk di samping kanan depan istrinya.
"Jika kau ingin menikah maka kita membutuhkan persiapkan, bagaimana mungkin seorang Putra Mahkota menikah tiba-tiba begitu saja?" Ratu Negara berusaha meyakinkan Putra Mahkota untuk tidak terburu-buru dan memikirkan ulang keinginannya.
"Hari itu juga tiba-tiba, bukan? Hari pemutusan pernikahan antara Hanna Ziya Arsihean dengan Ian Lush Remmornian."
Kraaaakkk Pintu terbuka lagi!
Seorang wanita paruh baya dengan gaun indah semata kaki tampak berdiri di depan seorang wanita tua bergaun indah lainnya.
__ADS_1
"Chyrill!" panggil wanita itu, begitu sedih mendengar ucapan dari putra Mahkota