Gadis Cerdas Tersembunyi

Gadis Cerdas Tersembunyi
28


__ADS_3

Tubuh yang gemetar perlahan-lahan kembali dalam keadaan normal.


Ya…


Dia meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia tidak perlu merasa khawatir lagi.


Bukankah selama ini semua itu adalah impiannya? Diakui bahwa dia telah berhasil menguasai berbagai keahlian negara dengan baik.


Usaha keras yang ia lakukan selama ini juga akan diketahui. Meski kedua orang tuanya tidak peduli, setidaknya dia masih bisa bangga pada dirinya sendiri yang telah berusaha selama ini di hadapan laki-laki tua itu dan juga Callan yang duduk di sampingnya.


"Ahh yeah, aku yakin putri mahkota kita sedang menyembunyikan kemampuannya. Meskipun test terakhir yang dia kerjakan tidak sedikitpun mendapatkan nilai," jawab Callan, mengecewakan laki-laki tua di hadapannya.


"Hmm!" Greisy tersenyum kecut.


Ya, dia merasa mimpinya tidak akabnmungkin terwujud. Dan juga, tidak seharusnya dia melanggar perintah dari putra mahkota yang telah membawanya keluar dari Exile Area.


"Zero, adalah hasil yang kudapatkan," ucap Greisy, memberitahukan.


Dan laki-laki tua itu semakin bertambah kecewa.


"Hm… aku yakin anda mungkin hanya kurang pengetahuan," ucap laki-laki tua, masih berharap Greisy yang ia andalkan mampu meningkatkan nama baik keluarga Remmornian.


"Aku bahkan memiliki special educator classa di exile area, tetapi hasilnya tetap sama saja," jawab Greisy, memberitahukan hal yang mengecewakan lagi.


Dan kepala keluarga Remmornian mulai memandang wanita itu dengan tatapan meremehkan.


Lalu seseorang yang sedari tadi berdiri di belakang laki-laki tua tersebut, dan dia mungkin merupakan pelayan kepala keluarga Remmornian, membisikan sesuatu padanya.


"Orang yang bodoh akan sangat mudah dimanfaatkan!" bisik laki-laki paruh baya itu.


Dan hal itu membuat laki-laki tua mulai tersenyum licik dan menyetujui.


"Tidak masalah, aku yakin suatu hari nanti putri mahkota akan berhasil menguasai empat keahlian negara," ucap laki-laki tua yang tampak menghela napas.


"Tetapi aku tidak yakin, karena aku sendiri tidak berniat untuk menguasai mereka," jawab Greisy, dengan nada dingin dan begitu sombong.


Callan melihat wanita tersebut sejenak, "Jangan khawatir! Aku akan berusaha mematahkan niatnya itu." Lalu tersenyum lembut sembari menyeruput kembali teh miliknya.


"Aku tidak yakin kau mampu,"


"Meskipun demikian, aku akan tetap berusaha," jawab santai Callan atas sikap remeh Greisy terhadapnya.


"Hmm… aku lelah," Greisy menyela pembicaraan, "Mungkinkah ada tempat bagiku beristirahat di sini?"


"Grei!" Callan benar-benar tidak ingin membiarkan Greisy berada terlalu lama di tempat tersebut. Dia bahkan sampai menggenggam tangan Greisy, berharap bahwa wanita itu membatalkan niatnya untuk tinggal di sini.


"Aku lelah, bisakah kau memahamiku?" pinta Greisy, sembari menghempaskan tangan Callan yang menyentuh punggung telapak tangannya.


"Tapi…"

__ADS_1


"Tentu saja, Yang Mulia," sela cepat laki-laki tua yang tampak begitu menyenangi keputusan Greisy untuk tinggal sejenak di rumahnya, " Ada begitu banyak kamar yang bisa anda pilih untuk beristirahat," jawab laki-laki tua sembari tampak tersenyum licik lalu memberikan perintah dengan isyarat pada pelayannya untuk membawa Greisy berkeliling di dalam rumah tersebut.


"Grei!" panggil lirih Callan, merasa sangat khawatir.


"Apakah anda juga ingin beristirahat di rumah sederhana saya ini, Mr. Callan?" tawarkan laki-laki tua tersebut bersamaan dengan Greisy yang telah berdiri dan melangkah pergi, meninggalkan Callan.


Callan sejenak terdiam. Dia terlihat berpikir keras.


"Tidak, Aku pikir sebaiknya aku kembali saja," jawab laki-laki tersebut menolak penawaran dan hal itu terlihat membuat laki-laki tua begitu menyenangi keputusan dari laki-laki tersebut.


Laki-laki tua itu, benar-benar berniat untuk memanfaatkan Greisy tanpa sepengetahuan dari Callan dan juga putra mahkota.


*********


Greisy terbaring di atas kasur dan memandangi lampu terang di dalam ruang kamar.


Matanya tidak merasa sakit, justru terlihat sangat menyukai lampu besar tersebut karena selama ini, ketika ia tinggal di Exile Area, tempat tinggalnya hanya menggunakan lampu berbaterai saja.


Tok… Tok!


Suara ketukan pintu terdengar.


Greisy yang terbaring, segera duduk lalu berdiri.


"Yang Mulia, sudah waktunya makan siang!" ucap suara seorang laki-laki memberitahukan.


Ya.


Greisy tersenyum pahit, sejujurnya dia bukanlah orang yang bodoh.


Wanita tahu bahwa dia pasti akan dimanfaatkan, maka dari itu dia memutuskan untuk datang ke rumah tersebut, untuk mengetahui keinginan dari laki-laki tua, pemilik rumah.


"Benarkah? Aku tidak sabar untuk menikmati sajian makanan siang ini," jawab Greisy yang telah membuka pintu.


Lalu tersenyum kecut ketika ia menyadari tatapan licik dari laki-laki yang ia ikuti langkah kakinya.


"Yang Mulia, silahkan duduk dan menikmati santapan sederhana di atas meja ini!" tawarkan laki-laki tua yang tampak sedang duduk bersama dengan tiga orang laki-laki dan seorang perempuan.


"Ramai sekali!" ucap Greisy, yang telah duduk pada kursi yang telah disediakan untuknya.


"Hmm!" jawab laki-laki tua sembari tersenyum penuh dengan kepura-puraan, "Mereka adalah anggota penting dari keluarga Remmornian, saya berharap anda dapat mengizinkan mereka untuk bergabung pada makan siang kita hari ini," pintanya pada Greisy yang tampak telah mengambil garpu dan mengambil kue di atas piring lalu melahapnya.


"Hm, tentu saja!" jawab wanita itu, "Mereka juga adalah bagian dari keluarga Remmornian dan aku pasti akan membutuhkan bantuan mereka nantinya," lanjut Greisy sembari mengunyah makanan di dalam mulut lalu melontarkan senyuman licik.


Dan perilakunya sontak membuat semua orang di sana terkejut.


"Apa maksud anda dengan bantuan, Yang Mulia!" tanya laki-laki tua tampak merasa khawatir, "Kami akan berusaha membantu semaksimal mungkin dan kami berharap kita akan selalu saling membantu mulai dari saat ini,"


"Saling membantu?!" tanya Greisy, masih terus tersenyum licik, dia bahkan mulai mengambil beberapa potongan daging cincang dan melahapnya, "Jangan konyol! Aku bukanlah orang yang suka direpotkan, apapun itu, sedikitpun jangan berharap bantuan dariku!" lanjut Greisy, menyeringai senang.

__ADS_1


Dia bahkan menatap laki-laki tua di hadapannya dengan sorotan mata mengejek.


"Yang mulia, tidak ada yang gratis di dunia ini,"


"Aku akan mendapatkan itu," jawab Greisy, "Dengan melakukan ini!"


Plaakkk!


Greisy memukul pipinya sendiri dengan kuat hingga berdarah,


"Yang Mulia, apa yang anda lakukan?" tanya panik laki-laki tua tersebut.


"Aku tahu di sini tidak ada CCTV, maka dari itu aku melakukannya. Tuan Serge, anda kira anda bisa memanfaatkanku?"


"Apa yang anda katakan, Yang Mulia? Tuan Serge bukanlah orang buruk seperti yang anda pikirkan," ucap seorang wanita yang duduk di samping kanan Greisy.


"Maka kalau begitu, kalian adalah orang yang baik, bukan?" tanya Greisy, sembari menyentuh perban yang mulai berdarah lagi.


"Yang Mulia,"


"Jadilah pelayanku, kalian semua!" perintah Greisy, dengan nada dingin dan dia tampak serius ketika berbicara.


"Apa?"


"Aku ingin kalian semua menjadi pelayanku, atau aku akan mengatakan pada Chyrill bahwa kalian telah menyiksaku karena aku menolak untuk membantu kalian mengambil alih kepercayaan Chyrill," ancam Greisy,  dengan nada yang begitu tenang dan wanita itu sedikitpun tidak merasa takut.


"Apa…? Anda kira anda bisa berbuat semena-menanya terhadap kami?" ancam laki-laki tua yang telah berdiri dan terlihat begitu geram memandang Greisy.


Dia bahkan sampai mengepalkan kedua tangannya, erat karena marah.


"Dan anda kira aku takut jika aku akan mati di tangan anda? Jika aku mati di tempat ini maka Callan pasti akan mencari kebenaran tentang kematianku, jika kalian berniat membunuhku di luar kediaman ini, kalian mengira bisa melakukannya. Callan melindungiku, Chyrill juga, aku memiliki Zion yang selalu melindungi secara sembunyi-sembunyi, Lalu, kalian masih mau menolak menjadi pelayan dari wanita beruntung sepertiku, ya? Ahhh bodoh sekali," jelas Greisy sembari mulai berdiri, "Aku akan kembali, aku yakin Callan pasti sedang menungguku keluar dari rumahmu karena dia akan terus melindunguku. Dan lagi, jika kalian menolak perintahku kali ini, bersiaplah mendapatkan kebencian dari Chyrill! Hm… !" ancam Greisy sembari terkekeh pelan lalu melangkahkan kaki menuju ke arah pintu keluar ruang makan.


"Jika kami menuruti perintah anda, anda akan bekerja sama dengan kami, bukan?"


"Aku akan memikirkannya. Jika aku menyukainya maka aku akan melakukannya, namun jika tidak, anda pikir anda bisa memaksaku," jawab Greisy yang telah menghentikan langkah dan menoleh ke arah laki-laki tua yang saat itu berada di sampingnya.


"Kenapa anda membutuhkan kami sebagai pelayan anda? Bukankah putra mahkota memiliki banyak pelayan di istana?" tanya laki-laki tua, cukup penasaran.


"Aku hanya ingin mengendalikan keluarga Remmornian saja dan menendang keluar siapapun yang tidak aku sukai!" jawab Greisy sembari menghadapkan diri ke arah laki-laki tua yang memandangunya sedari tadi.


"Anda begitu sombong, Yang Mulia,"


"Aku yang akan mengendalikan Remmornian dan aku pastikan kau akan mendapatkan keuntungan besar atas apa yang aku inginkan ini," tawarkan Greisy, mengejutkan laki-laki tua di hadapannya.


"Aku tidak yakin akan mendapatkan keuntungan dari orang tidak berguna seperti anda, Yang Mulia," jawab tegas laki-laki tua menolak tawaran.


"Haeland dan Arsihean, siapa lagi kalau bukan aku yang akan memberikan informasi tentang rencana mereka. Aku adalah orang yang dekat dengan Callan Xyle Arsihean dan Chyrill Ellard Haeland?" lanjut Greisy, meyakinkan, "Atau… mungkinkan kau mengira putri adobsi dari Ian Lush Remmornian lebih berguna hanya karena dia dekat dengan Ewald Alley?" tanya Greisy, sembari tersenyum kecut ketika ia mengingat putri adobsi dari orang tuanya, "Hanya Alley, Aku bahkan bisa mendapatkan informasi dari dua keluarga sekaligus," lanjut Greisy, " Ahh lupakanlah! Aku hanya perlu menuduh kalian telah melukaiku." Lalu melangkahkan kakinya kembali.


"Baiklah, anda bisa mengendalikan Remmornian, tetapi aku juga ingin anda mencari tahu tentang rencana Alley dari Classa pelindung Putra mahkota," jawab laki-laki tua, menyetujui dengan memberikan syarat.

__ADS_1


"Hm… Hahahaha!" Dan Greisy menjawabnya dengan tawa yang lebar.


__ADS_2