
New Tribal Country - NTC
Tahun 2039 Masehi seharusnya menjadi abad kejayaan dan kecanggihan di bumi. Tetapi tiba-tiba telah terjadi bencana besar yang tidak mampu teratasi oleh seluruh penduduk belahan dunia.
Hal itu karena sebuah fenomena yang tak pernah terbayangkan telah terjadi, yaitu turunnya hujan yang tak kunjung berhenti selama berbulan-bulan lamanya.
Hujan menyebabkan kebanjiran besar dan hujan menyebabkan air laut menumpahkan isinya ke daratan lalu tanah yang gundul akibat penebangan hutan secara liar serta ekosistem di bumi tidak lagi mampu untuk menampung banyaknya curah hujan yang terus-menerus turun sehingga menyebabkan daratan rendah dipenuhi oleh genangan air dan hampir seluruh penduduk dunia melarikan diri ke daratan tinggi.
Namun, alam sepertinya memang sedang memberikan hukuman pada manusia atas keserakahan mereka pada masa itu dan hal tersebut berimbas pada manusia yang tak pernah merusak alam dunia.
Ketika hujan yang mengguyur telah berhenti menumpahkan air mata langit yang menangis karena kelalaian manusia dalam menjaga bumi demi kemajuan dan kejayaan teknologi, Gempa bumi yang dahsyat tiba-tiba datang lalu air yang belum surut, meluluh lantakan dunia hingga dataran mulai terpecah belah dan permukaan bumi menjadi terbagi-bagi.
Seluruh benua di dunia terpisah-pisah menjadi ribuan ataubahkan ratusan ribu pulau.
Tak lagi dapat diketahui negara-negara yang telah terpecah belah pada saat itu, hingga akhirnya bencana menghilang dan manusia yang tersisa mengetahui fakta bahwa permukaan bumi telah berubah.
Pada tahun 2040 Masehi, tahun setelah bencana perlahan-lahan mulai sirna, negara yang masih dapat bertahan dan belum terpisah membuat pelarangan keras akan penebangan hutan dan pengerukan tanah di seluruh dunia tanpa seizin dari persatuan bangsa-bangsa seluruh dunia agar kejadian pada masa lalu tidak terulang kembali.
Meskipun hanya untuk kepentingan bersama, tetapi hidup bagi mereka adalah yang paling utama.
Masa yang harusnya menjadi kejayaan dengan penemuan-penemuan super canggih telah gagal terlaksana. Rancangan-rancangan kecanggihan teknologi yang akan dibuat oleh dunia berakhir hanya menjadi pajangan semata karena pencarian bahan di bumi yang terbatas dan juga sumber serta material yang sangat sulit ditemukan akibat perpecahan daratan.
Benua-benua di dunia terpecah belah dan negara-negara di dunia semakin bertambah.
Tak jarang beberapa pulau yang awalnya berada pada satu negara yang sama namun karena telah terpisah bagian, membentuk negara mereka sendiri dan pulau-pulau yang mengelilinginya juga turut bergabung pada pulau tersebut karena mungkin, kecerdasan para penduduk di satu pulau sangat dibutuhkan oleh para penduduk pulau-pulau lain yang ingin bergabung bersama mereka.
Begitu pula dengan negara baru yang telah terbentuk di tahun 2041 Masehi.
Negara dengan aturan ketat, negara dengan sistem kerajaan monarki yang dipenuhi dengan sumber daya tinggi, baik dari segi kualitas maupun kuantitas.
Negara itu di sebut dengan negara NTC – New Tribal Country.
Sistem peraturan yang ketat menyebabkan penduduknya begitu patuh serta memiliki harga diri yang tinggi.
Karenanya, negara itu telah terpecah belah menjadi 6 bagian, yaitu :
Wilayah Perhutanan, Wilayah Mahakarya, Wilayah Perkotaan, Wilayah Perkebunan, Wilayah lautan dan Wilayah Kerajaan.
Wilayah kerajaan sendiri merupakan satu wilayah penghubung antar seluruh Wilayah di negara tersebut yang terpisahkan oleh lautan dan berada pada pulau-pulau di sekitar Pulau Wilayah Kerajaan tersebut.
Disebut New Tribal Country, itu semua karena para penduduk wilayah tersebut telah membedakan diri mereka atas suku dan kebudayaan serta profesi mereka masing-masing.
Penduduk Wilayah perhutanan,
Disebut dengan suku Shilu, suku Shilu memiliki profesi khusus yaitu : Tentara, Polisi, serta pemburu, dan itu semua telah diatur secara langsung oleh seorang raja yang berada di wilayah kerajaan pada masa itu karena penduduk pulau tersebut telah mengajukan diri untuk bergabung menjadi bagian dari negara tersebut dan diberikan kekuasaan untuk menjaga keamanan negara.
Disebut wilayah perhutanan karena pulau suku Shilu masih terjaga kealamian kehutanannya.
Sangat jarang dari mereka memiliki gedung-gedung tinggi dan para penduduknya juga kebanyakan menetap dan tinggal di wilayah kerajaan serta berkeliling di wilayah-wilayah negara lain untuk menjaga keamananan negara NTC.
__ADS_1
Wilayah perhutanan sendiri diperuntukan untuk para suku Shilu atau suku lain dalam mendalami profesi khusus milik suku tersebut dan di sanalah seluruh gedung pendidikan militer berada, mulai dari dini hingga sampai dewasa.
Penduduk Wilayah Mahakarya.
Di sebut dengan suku Lukhi, suku lukhi memiliki profesi khusus sebagai seorang seniman, baik itu pelukis, designer ataupun penulis dan lainnya.
Itu semua karena penduduk suku Lukhi telah mendapatkan ilmu kesenian dari seorang keluarga bangsawan kerajaan yang sangat terhormat dan profesional. Para penduduk suku Lukhi telah mendapatkan pengajar ilmu kesenian pada masa itu hingga di tahun-tahun selanjutnya, ilmu tersebut menjadi turun-temurun sehingga para keturunan dari kebanyakan para penduduk suku Lukhi sangatlah bertalenta.
Disebut wilayah Mahakarya karena pulau dimana tempat penduduk Lukhi menetap sangatlah unik dan istimewa.
Terdapat banyak bangunan berwarna-warni serta memiliki desain unik di sana. Tidak hanya itu, Penduduk Lukhi juga sangat terkenal dalam menghibur para penduduk wilayah-wilayah lain dengan seni mereka, serta karya-karya mereka yang luar biasa menakjubkannya, maka tak heran jika para penduduk suku Lukhi sangat berkreasi.
Di wilayah Maha karya juga menyediakan sekolah-sekolah kesenian khusus dan penduduk wilayah-wilayah lain juga diperbolehkan untuk belajar ilmu kesenian di sana.
Penduduk wilayah perkotaan,
Disebut dengan suku Coshi. Suku Coshi memiliki profesi khusus yaitu seorang teknisi, programmer dan juga mekanik.
Suku Coshi adalah suku pilihan raja yang berkuasa untuk mengembangkan rancangan-rancangan kecanggihan yang gagal terjadi di masa lalu, mereka diberikan tugas untuk menciptakan teknologi canggih dengan bahan seadanya.
Disebut wilayah perkotaan karena di sana sangat padat penduduk dan bangunan-bangunan di pulau tersebut juga sangat menjulang tinggi serta pabrik-pabrik pembuatan berbagai jenis olahan makanan dari suku-suku lain juga terdapat di wilayah tersebut, maka tak heran jika di pulau perkotaan ditemukan banyak penduduk suku-suku lain meskipun kebanyakan dari mereka adalah berasal dari suku Coshi itu sendiri.
Suku Coshi juga menyediakan sekolah khusus ilmu terknologi, mekanisme dan lainnya yang bisa dikunjungi oleh para murid dari suku-suku lain serta penduduk asing luar negeri untuk menimbah ilmu.
Penduduk wilayah perkebunan.
Di sebut dengan suku Ozui. Suku Ozui memiliki profesi khusus yaitu petani dan pedagang.
Meskipun mereka memiliki hak khusus, bukan berarti hasil pertanian mereka mengecewakan ataupun biasa saja, tetapi sebaliknya, hasil dari tangan manis mereka mampu membuat makmur negara dan bahkan hingga di ekspor atau dijual ke hampir seluruh penjuru belahan dunia.
Mereka memang telah diberikan ilmu khusus oleh salah seorang bangsawan kerajaan negara yang sangat pintar dalam bertani maka dari itu, keturunan-keturunan dari suku Ozui juga sangat hebat dalam mengembangkan profesi mereka.
Di sebut wilayah perkebunan karena pulau tersebut hanya berisikan tanaman-tanaman pertanian dan kebanyakan gedung-gedung rumahnya terbuat dari papan serta tidak terlalu padat seperti wilayah lainnya.
Para petani juga lebih sering tinggal dan menetap pada gubuk di dalam kebun-kebun ataupun sawah-sawah, maka dari itu hasil pertanian mereka sangat terjamin kualitasnya.
Suku Ozui juga tak kalah ikut menyumbangkan ilmu-ilmu pengetahuan mereka pada sekolah-sekolah pertanian dan perkebunan yang dapat dikunjungi oleh para murid suku-suku lain, tetapi sayang, penduduk dari negara asing dilarang untuk menimbah ilmu di sana.
Penduduk wilayah lautan,
Disebut dengan suku Lzen. Suku Lzen memiliki profesi sebagai peternak dan nelayan.
Mereka diberikan hak khusus oleh kerajaan untuk menyumbangkan keahlian berternak serta mencari ikan di seluruh lautan negara sehingga suku-suku lain dilarang untuk melakukan kegiatan tersebut tanpa izin dari pemerintahan.
Suku Lzen merupakan suku yang pertama kali bergabung menjadi bagian dari negara NTC disusul oleh suku ozui dan suku lainnya.
Maka dari itu, Suku tersebut telah mendapatkan pelatihan khusus berternak dan mengarungi lautan oleh beberapa orang bangsawan kerajaan terhormat sehingga keturunan-keturunan mereka juga sangat ahli dalam merawat hewan ternak dan hewan lainnya dan juga mengarungi samudra.
Disebut wilayah lautan karena di wilayah ini terdapat empat pulau-pulau kecil yang mengelilingi satu pulau yang berukuran sedikit besar.
__ADS_1
Di setiap pulau terdapat banyak kandang-kandang hewan ternak, bahkan rusa, kijang, buaya dan hewan-hewan yang dibutuhkan untuk olahan makanan juga pembuatan pakaian, ada di wilayah tersebut.
Tak heran jika suku Lzen merupakan suku sumbangsi terbesar bagi negara.
Tak hanya di dalam negara saja, hewan-hewan hasil peternakan dan hasil pencarian penduduk Suku Lzen juga sangat laris di pasaran dunia.
Rata-rata penduduk suku Lzen sangat kaya raya dan mereka bahkan mampu untuk menyewa tanah di wilayah kerajaan.
Meskipun mereka sangat kaya, wilayah mereka masih terjaga kealamian dan kemurniannya. Tidak banyak gedung-gedung tinggi di sana.
Jika ingin belajar profesi suku Lzen, penduduk negara lain hanya bisa melakukan di wilayah kerajaan karena Wilayah lautan tidak menyediakan sekolah khusus untuk menimbah ilmu di sana.
Wilayah tersebut hanya dikhususkan bagi orang-orang yang telah ahli dalam berternak, guna mencegah kesalahan dalam merawat hewan-hewan ternak karena penduduk suku Lzen merupakan penduduk yang cukup berhati-hati dan berwaspada.
Wilayah kerajaan,
Disebut dengan suku Hze. Suku Hze memiliki ketentuan khusus untuk menguasai minimal empat profesi suku bangsa.
Suku Hze merupakan suku kelas bangsawan dari negara tersebut dan suku utama yang menjadikan para penduduk negara memiliki keahlian khusus.
Pada mulanya di negara tersebut hanya terdapat suku Hze saja, namun karena kecerdasan para penduduk suku Hze, wilayah-wilayah lain dengan sendirinya mengajukan diri untuk bergabung dengan negara tersebut lalu terbentuklah negara suku di sana.
Suku Hze juga merupakan suku percampuran antara satu suku dengan suku berbeda lainnya.
Anak dari hasil pernikahan berbeda suku, tidak diizinkan untuk mengikuti suku ayah ataupun suku ibunya melainkan diwajibkan untuk bergabung ke dalam bagian dari suku Hze yang layak untuk dinikahi oleh para bangsawan negara.
Hanya saja, hampir seluruh suku tidak menginginkan pernikahan berbeda suku karena harga diri dan persaingan antar suku yang sangat ketat.
Setiap mereka yang benar-benar ingin menikah dengan suku lain, akan diberikan pilihan untuk masuk menjadi bagian dari suku laki-laki ataupun bagian dari suku wanita dan jika salah seorang telah memilih, maka mereka akan mempermalukan nama baik suku mereka sendiri karena telah menjadi budak atas suku lain.
Harga diri suku sangat diutamakan, semua penduduk suku-suku di sana tidak akan pernah mau menjadi budak atas suku lain maka dari itu, Suku Hze percampuran juga sangatlah langkah.
Dibandingkan menjadi suku Hze melalui jalur pernikahan berbeda suku, para suku negara lebih memilih untuk masuk ke dalam bagian suku Hze dengan cara dipilih secara langsung oleh bangsawan murni suku Hze itu sendiri.
Di wilayah kerajaan terdapat sebuah tempat pembuangan, yaitu tempat tinggal para penduduk negara yang tidak lagi berguna dan para bangsawan yang belum mampu menguasai empat profesi suku bangsa.
Begitu mengerikan aturan ketat di sana sehingga seluruh penduduk yang telah tua dan memiliki kebutuhan khusus serta memiliki riwayat penyakit keras akan diletakan di rumah-rumah bawah tanah yang begitu luas.
Para penduduk suku Hze yang tidak mampu menguasai empat profesi suku bangsa juga akan menetap di tempat tersebut dan mereka akan menerima pelatihan khusus profesi di sana namun mereka juga diberikan hak khusus untuk bersekolah di wilayah kerajaan karena mereka berasal dari suku bangsawan yang terhormat.
Pada tahun 2203, dimana penduduk dunia yang hampir musnah telah berkembang biak lebih banyak dan menyebar hingga ke seluruh penjuru dunia, Negara NTC yang telah berdiri lama, mengalami permasalahan keturunan dimana raja sebelumnya hanya memiliki seorang anak laki-laki yang diharuskan untuk menjadi raja berikutnya dan anak laki-laki tersebut dikabarkan memiliki penyakit yang membuatnya tidak dapat menduduki takhta kerajaan sehingga kekuasaan kerajaan terpaksa dipimpin oleh seorang ratu, putri dari raja sebelumnya yang telah meninggal namun sayangnya, ratu tersebut tidak mampu mendapatkan kepercayaan dari rakyatnya sendiri sehingga proses pembuatan bayi tabung atas raja yang sakit dengan salah seorang bangsawan suku Hze pun dilakukan dan beruntungnya negara tersebut telah mendapatkan calon raja baru yang akan menjadi pemimpin negara selanjutnya.
Bayi tabung tersebut adalah seorang Putra Mahkota yang telah beranjak dewasa.
Dia bernama Chyrill Edzhar Haeland, Calon raja mutlak atas pilihan rakyat Negara NTC dan laki-laki tersebut kini terlihat sedang berdiri di hadapan Greisy Hawysia.
"Yang Mulia!"
"Yang Mulia!"
__ADS_1
Chyrill Edzhar Haeland sedang menunggu kedatangan Greisy menghadap kepadanya.
"Greisy, hadapakan dirimu pada Putra Mahkota!"