Gadis Cerdas Tersembunyi

Gadis Cerdas Tersembunyi
Bab 42


__ADS_3

Greisy mengangkat makanan dan minuman yang tersisa ke atas punggungnya setelah benda-benda tersebut dikumpulkan menjadi satu di dalam tas besar.


"Apakah kamu yakin tidak memerlukan bantuanku untuk mengangkat semua itu?" tanya Cloe, cukup merasa kasihan melihat Greisy membawa tas besar tersebut sendirian.


"Tidak masalah, jangan pikirkan itu!" jawab Greisy, sembari menunggu Cloe melangkah untuk menunjukan ke arah bagian tempat lain di distrik 98. "Anyway, benarkah makanan ini cukup untuk penduduk yang tersisa? Dan… Dimana ibumu?" tanya Greisy pada Cloe.


Dan pertanyaan tersebut membuat wajah Cloe berubah menjadi sangat pucat, wanita itu tampak sangat bersedih.


"Penjara distrik kriminal," jawab Cloe, dengan nada dingin, lalu terdiam cukup lama.


"Cloe!" Dan suasana keduanya mulai sangat canggung.


Greisy mengira bahwa mungkin dia menanyakan hal yang salah.


Tetapi Cloe, sejujurnya merasa malu untuk membawa temannya menemui ibu dari wanita tersebut. Cloe sangat takut jika Greisy akan menghinanya. 


Walaubagaimanapun, Cloe menyadari bahwa Greisy adalah seorang bangsawan kerajaan.


"Cloe!" panggil Greisy lagi, tetapi Cloe tidak merespon panggilan itu. Cloe terus saja berjalan hingga memasuki area remang-remang dan berhenti tepat di depan sebuah jeruji besi yang terdapat kabel kawat menjalar.


"Tempat apa ini?" tanya Greisy yang masih bisa merasakan bau busuk padahal dia sedang menggunakan masker.


"Jangan pernah sentuh besi itu atau aliran listrik akan menyetrummu!" peringatkan Cloe yang mulai membuka suara.


"Baiklah!" Dan Greisy menganggukan kepala, menyetujui.


"Mommy!" Lalu tertegun ketika melihat seorang wanita paruh baya terlihat bergerak berangsung-angsur dengan tubuhnya yang terbaring di atas tanah menuju ke mereka.


"Cloe!"


"Dia adalah Mommy ku. kau pasti jijik melihatnya, bukan?" tuduh Cloe dengan matanya yang memerah,


"Tidak," Greisy menggelengkan kepala, dia menangis dalam diam ketika melihat kondisi dari ibu Cloe, "Kenapa…?" Greisy menoleh ke arah Cloe yang telah berjongkok di hadapan ibu Cloe yang telah mendekatinya, " Kenapa ini semua bisa terjadi pada ibumu?" tanya Greisy yang segera menurunkan tas dari punggungnya dengan tangan gemetaran lalu menyerahkan benda tersebut pada Cloe.


"That bastard keluarga Arsihean yang melakukannya. Dia menyiksa ibuku hingga kedua kaki ibuku tidak berfungsi dan membuangnya ke tempat ini," jawab Cloe yang melihat bangkai busuk berada tak jauh di dalam penjara bawah tanah tersebut.


Cloe tampak terbiasa dengan bau bangkai busuk tersebu tetapi tidak dengan Greisy yang mulai merasa mual.


"Cloe!" panggil Greisy, " Aku…" Wanita tersebut ingin meminta izin sejenak keluar dari tempat remang-remang tersebut.


"Aku tahu, keluarlah, Grei! Kau pasti tidak sanggup mencium bau bangkai dan bau kotoran manusia di tempat ini, bukan?"  ucap Cloe yang memahami sembari menyuapi makanan ke mulut ibunya yang terbaring miring menghadap ke arah Cloe, melalui lubang jeruji besi dengan hati-hati.


"Maaf, Cloe!"


"Aku mengerti," lanjut Cloe, memahami sembari memberikan ibunya minum dengan menggunakan pipet.


***********


Greisy memang belum terbiasa dengan bau busuk yang menyengat. Dia memang merasa mual dan terpaksa keluar tempat tersebut untuk menenangkan perutnya. Meskipun demikian, wanita yang merasa dirinya sangat bersalah karena meninggal Cloe di sana, tidak begitu saja hanya diam dan tidak berbuat sesuatu untuk menghilang kesedihan temannya.


Greisy yang telah berdiri di tempat yang terang tampak mulai berpikir dan melangkah kaki cepat ke arah sebelah kanannya.


Greisy sangat memahami tempat tersebut karena selama hidup dia tinggal di Exile Area.


Ada ruangan tertentu yang biasa digunakan untuk mengendalikan keadaan suatu distrik, dan tempat tersebut memang dijaga ketat oleh dua orang polisu militer ruang bawah tanah.


Selama tinggal di Exile Area, Greisy tidak pernah mendapati  listrik kecuali hanya ketika belajar ilmu terknologi saja, maka dari itu, dia mengetahui bahwa hanya ada pusat aliran listrik di Exile Area dan dia akan memutuskan kabel tersebut demi menyelamatkan ibu Cloe.


Greisy memasuki ruang satu ke ruang-ruang lainnya dengan berlari cepat untuk menemukan kabel penghubung aliran listrik di sana.


Terkadang ia menemukan mayat yang membusuk dan di kerubungi oleh belatung, dan terkadang dia menemukan orang lemah yang butuh pertolongan.


Tetapi karena harus bergerak cepat sebelum ditemukan oleh polisi militer yang berjaga, Greisy yang tidak membawa makanan dan minuman apapun, terpaksa meninggalkan mereka yang lemah begitu saja dan terus berlari hingga memasuki distrik lainnya.


"Apa kau dari distrik 98?" tanya seorang polisi penjaga perbatasan,

__ADS_1


"Hm!" angguk Greisy, " Aku datang ke sana hanya untuk membuang sampah," lanjutnya, berbohong untuk menghindari kecurigaan.


"Lepaskan maskermu!" perintah polisi tersebut dan Greisy melaksanakannya.


"Kau…?!" 


Polisi penjaga tampak terkejut, dia mengenali Greisy yang telah membuka maskernya.


"Silahkan masuk, Yang Mulia!" ucapnya memberikan izin sembari membungkukan tubuh, memberi hormat.


Walau bagaimanapun, dia mengenal Greisy merupakan wanita pilihan putra mahkota ketika calon rajanya tersebut mengunjungi Exile Area beberapa minggu yang lalu.


Greisy menganggukan kepala, dia menoleh ke arah pos penjaga dan menemukan kabel aliran listrik di sana.


Dia memandang dengan seksama dan berusaha menebak sumber utama aliran listrik tersebut lalu menemukan kabel yang cukup besar tampak tertanam di dalam tanah.


Bukkkk Bak!


"Akhh!" Greisy memukul perut polisi penjaga yang hanya seorang diri di sana dua kali, pertama pada bagian perut dan kemudian bagian lehernya. "Yang Mulia…" itu membuat laki-laki tersebu jatuh tak sadarkan diri.


Dan Greisy mengambil pisau kecil dari pinggang laki-laki tersebut, kemudian masuk ke dalam pos penjaga.


Krtkkkk!


Dan memutuskan kabel aliran dengan menggunakan pisau yang telah ia pegang menggunakan jaket hoodie milik Cloe.


*********


Cloe menangis ketika ibunya menggenggam tangan wanita tersebut.


Dia hanya bisa memandang ibunya yang mencoba meraih wajah Cloe untuk menyeka air mata, namun tak sanggup.


Cloe melepas tangan ibunya, dia mengelus rambut berantakan ibunya yang tak terurus karena Cloe juga tidak bisa masuk ke dalam ruang tahanan.


 Ibu Cloe tersenyum menggelengkan kepala. Itu terlihat seperti dia tidak pernah menyalahkan Cloe sedikitpun.


Dia juga berkali-kali ingin memasukan tangannya ke lubang jeruji besi, tetapi Cloe menahannya karena takut wanita tersebut akan tersetrum.


Mungkin, Ibunya sangat ingin Cloe berhenti menangis.


"Cepatlah menyingkir, Cloe!" teriak Greisy, yang telah berlari kencang,


"Grei!"


"Get fast!" Lagi, Greisy berteriak sembari terus berlari.


"Grei!" Dan Cloe menurutinya untuk bergeser lalu Greisy memegang jeruji besi dengan kedua tangannya dan menarik benda itu sekuat tenaga. " Grei, itu bahaya!" teriak Cloe, panik.


"No… I'm now okay, aku sudah memutuskan sambungan listriknya," jawab Greisy yang terus berusaha menarik jeruji besi lalu menyadari bahwa jeruji besi tersebut dapat dibuka dengan cara digeser ke samping sebelah kanan.


"Mommy!" ucap Cloe, yang masih tidak menyangka bahwa saat itu, tidak ada lagi pembatas untuk Cloe bertemu dengan ibunya, " Mom… Mommy!" teriak Cloe mulai berlari, menghampir.


"We don't have much time," bentak Greisy yang telah mendekati ibu Cloe.


"Grei!"


"Bantu aku untuk meletakan ibumu di atas punggungku!" perintah Greisy,


"Alright," Dan Cloe segera mematuhinya.


**********


Greisy dan Cloe menghentikan langkah ketika beberapa orang tampak memandang ke arah mereka dengan tatapan tajam.


"Siapa kalian?" tanya seorang dari mereka, yang berbadan gemuk dan tinggi.

__ADS_1


"Minggir!" bentak Grei, kesal karena merasa terhalangi.


"Itu..?!" Dan mereka mulai mendekati ketika melihat tas yang di bawa Cloe di atas punggung. "Jangan bilang tas itu berisi penuh dengan makanan!" ucap Seorang bertubuh kurus dan cukup pendek.


"Ambil ini, sekarang menyingkirlah," bentak Cloe yang sangat panik setelah melemparkan tas pada laki-laki pendek.


"Tidak bisa! Sepertinya kalian akan membawa kriminal itu pergi,"


"Dia bukan kriminal," bentak Cloe, mulai emosi pada seorang wanita yang tampak dengan sombong melipat kedua tangan ke dada.


"Kalau bukan kriminal kenapa dia bisa berada di ruang penjara Exile Area?" balas bentak seorang laki-laki bertubuh jangkung,


"Turunkan dia!" perintah laki-laki bertubuh gemuk dan tinggi.


"Tidak," tolak tegas Greisy.


"Kalau bersikeras maka kami akan memaksanya," ancam satu-satunya wanita di kelompok tersebut.


"Kalian,... kalian pasti berasal dari distrik sebelah, iya kan?" tanya Cloe yang marah, " Kalian yang merebut paksa semua jatah makanan distrik 98 hingga banyak dari mereka yang mati dan kelaparan, iyakan!" bentak Cloe, yang tak lagi dapat menahan amarah hingga matanya memerah.


"Semua kriminal memang pantas mati," jawab wanita yang masih melipat kedua tangan di dadanya.


"Tidak semua dari mereka kriminal," bentak Cloe.


"Sepertinya kau adalah pengkhianat negara yang membela para kriminal," ucap laki-laki bertubuh jangkung.


"Panggil penjaga militer, laporkan perilaku mereka yang akan membawa kabur kriminal negara!" perintah laki-laki bertubuh gemuk pada temannya yang bertubuh pendek.


"Baiklah!"


"Stop you!" perintah Greisy sembari menurunkan ibu Cloe dari punggungnya.


"Grei, kau…!" Dan Cloe pasrah karena mengira Greisy menuruti perintah mereka.


"You all The F*ck!" ucap Greisy.


Bakkk!


Sembari mengangkat kaki dan menendang leher laki-laki bertubuh gemuk hingga terjatuh pingsan dengan sekali tendangan saja.


"Haa… Lari!"


"Tidak bisa, kalian pikir bisa kabur dariku!" ucap Greisy yang telah berlari, 


Bakkk!


Dan menendang punggung seorang laki-laki bertubuh pendek.


Plaak!


Lalu menampar wajah laki-laki bertubuh jangkung di depannya hingga bibir laki-laki itu berdarah.


Dan Cloe merasa terharu dengan sikpa temannya.


Plak!


"You b*tch!" Lalu Cloe menampar wajah wanita yang duduk ketakutan memandang Greisy.


"Bantu aku membawanya!" perintah greisy pada laki-laki bertubuh jakung yang tampak ketakutan.


"Al… Alright!"


Lalu melempar tas ke arah wanita yang duduk ketakutan.


"Bagikan semua makanan itu pada mereka yang membutuhkan di tempat ini! Kalau kau tidak melakukannya, aku akan datang ke distrikmu dan membunuhmu," ancam Greisy yang mulai melangkah kaki membantu ibu Greisy untuk naik ke punggung tubuh laki-laki bertubuh jangkung.

__ADS_1


__ADS_2