
Siapa yang tidak mengenal wanita itu?
Dia adalah wanita tercantik di keluarga Kerajaan. Julukannya adalah Ratu kerajaan. Dia adalah wanita yang bertugas untuk mengandung bayi tabung dari raja negara.
Dia dicintai karena kebijaksanaannya. Nama wanita itu adalah Hannah Clara Arsihean.
Dan saat itu, Putra Mahkota sedang membahas tentangnya.
Ya…
Di masa lalu, dia merupakan tunangan dari Ian Lush Remmornian – Classa Pelindung Ratu negara dan merupakan ayah dari Greisy Hawysia.
Lalu pertunangan mereka batal karena Raja yang sedang sakit memilih Hannah untuk menjadikan rahimnya sebagai tempat bagi keturunan Sang Raja yang tidak pernah muncul karena penyakitnya.
Dia menyetujuinya, dia mengkhianati Tunangannya, dia memilih sang raja yang bahkan hanya sekali dalam hidup ia temui.
Ratu Kerajaan itu benar-benar tidak menyesali keputusannya.
"Chyrill, Apa yang kau katakan?" tanya Ibu dari Putra Mahkota bersedih, "Berhentilah membahas tentang masa lalu!" Dia meminta, dengan nada lembut.
"Aku akan terus membahas ini semua sampai dia menyetujui pernikahanku dengan takdirku," jawab Putra Mahkota, menolak permintaan Ibunya. "Karena kalian gagal menikah maka aku tahu ini adalah takdirku. Takdirku menikah dengan putri mantan tunanganmu, Ibu,"
"Chyrill, aku mohon…"
"Aku menyembunyikannya karena dia sedikitpun tidak menguasai keahlian Negara, Chyrill. Aku melakukannya karena aku tidak ingin kau menikah dengan orang yang salah."
Itu adalah alasan Ratu Negara yang dia dapat secara tiba-tiba.
"Konyol, bagaimana mungkin seorang Putra Mahkota menikah dengan orang yang tidak berguna?" cibir ketua keluarga Alley, dia meremehkan.
"Keahlian bisa dicari, memang apa salahnya? Bukankah periode ini adalah periode dimana keluarga Remmornian mendapatkan posisi sebagai Ratu Kerajaan?" balas cibir ketua keluarga Remmornian, dia cukup marah.
"Tidak!"
Lalu tiba-tiba pandangan mereka tertuju pada seorang wanita tua.
Dia adalah Ibu dari Ratu Negara.
__ADS_1
"Ibu!" Ratu Negara hanya bisa tersenyum pahit melihat seorang wanita tua yang menolak keputusan Putra Mahkota.
"Disetujui! Raja Negara menyetujui pernikahan mereka," laporkan seorang laki-laki yang berdiri di samping kanan Ratu Negara memberikan kabar mengejutkan bagi seisi ruangan tanpa terkecuali Putra Mahkota sendiri.
"Hm," Putra Mahkota tampak tersenyum pahit dan ia menyembunyikan gertakan gigi-gigi geramnya di dalam mulut. "Hahaha!" Lalu dia tertawa bahagia.
" Greisy adalah Putri tunggal dari Ian Lush Remmornian, untuk menghindari berita buruk tentang hubungan Ratu Kerajaan, Hannah dan Classa Pelindung Ratu Negara, Ian Lush di masa lalu. Raja Hubert Gaines Haeland memerintahkan Pernikahan Putra Mahkota dengan Putri dari Pelindung Ratu Negara, Greisy Hawysia Remmornian untuk segera dilaksanakan." Umumkan laki-laki tersebut, lagi dan lagi, semakin menambah keterkejutan seisi ruangan tersebut.
"Jadi Hubert sudah mengetahuinya, ya?" tanya Ratu Negara dengan nada yang sangat sedih.
"Bagaimana mungkin Yang Mulia raja Negara mengetahui hubungan Ratu Hanna dengan Ian Lush selama ini, bukankah dia sedang sakit?" tanya seorang Classa utama, berbisik pada temannya.
"Astaga, aku tidak menyangka dia mengetahuinya selama ini."
"Diamlah!" bentak keras seorang laki-laki paruh baya berseragam merah di samping depan kanan Ratu Negara, "Tetap duduk di posisi kalian dan diamlah!" lanjut laki-laki yang tak lain adalah ayah dari Pangeran Negara.
"Rowena, Aku pikir kau harus memberikan keputusan tegas, aku sungguh tidak ingin cucuku menikah dengan orang tidak berguna."
Wanita tua yang berada di depan pintu meminta kepastian dari keputusan Ratu Negara saat itu.
"Rowena!" bentak wanita tua, marah.
"Mau bagaimana lagi, bukankah aku ini hanyalah ratu boneka?" tambah bentak Ratu Negara pada wanita tua yang tampak enggan menyetujui pernikahan cucunya.
"Chyrill!" Wanita tua yang tidak mendapatkan keinginannya, dengan nada lembut memanggil Putra Mahkota dan berharap bahwa laki-laki itu akan memikirkan ulang keputusannya, " Chyrill, berhentilah membuat keputusan bodoh!"
"Hmm… Tidak, aku tidak sedang membuat keputusan bodoh. Keputusanku sudah tepat dan aku akan tetap menikahi wanita takdirku," jawab tegas Putra Mahkota.
"Dia bodoh, dia bahkan tidak bisa menguasai keahlian negara. Kau akan malu jika bersikeras menikahinya. Semua orang akan menghinamu karena memilih wanita bodoh ini," tegas wanita tua pada Putra Mahkota.
"Chyr, aku takut sekali, aku takut sekali, aku tidak mau di sini, aku sangat yakin mereka semua pasti membenciku. Nenekmu juga pasti membenciku, Chyr, aku mau pergi dari sini, ayolah Chyr, bawa aku pergi dari sini."
Greisy mulai mematuhi perintah, dia berusaha keras untuk berpura-pura. Sesungguhnya memanv wanita itu sudah sangat takut berada di sana.
Dia tidak ingin dipandang buruk oleh hampir semua Classa utama.
"Berani sekali kau mengadu!" maki Wanita tua yang adalah Ibu suri
__ADS_1
"Tolong! " Seorang wanita tampak menurunkan kedua lutut kakinya. Sikapnya mengejutkan semua orang yang telah duduk ke posisi masing-masing atas perintah, "Tolong, tolonglah aku mohon, putriku itu sangat bodoh, dia itu benar-benar tidak berguna, dia selalu mendapatkan nilai rendah di sekolah, dia sangat manja dan selalu menghambur-hamburkan uang keluarga kami, putriku juga pemalas, dia sering menyusahkan suku Lzen dan banyak membunuh ternak mereka, Suku Ozui juga kesal padanya karena selalu membuat kerusakan di perkebunan. Tolong, aku sangat malu jika putriku yang tidak berguna ini menikah dengan Putra Mahkota."
Bagaimana mungkin seorang ibu membuat fitnahan yang begitu menyakitkan?
Dia adalah putrinya. Putri yang selalu merindukannya.
Rasanya benar-benar sangat sakit ketika dia dituduh buruk oleh ibu dari wanita itu sendiri.
Wanita paruh baya itu bahkan sampai berlutut dan memohon agar Putra Mahkota tidak menikahinya.
Apa salahnya? kenapa ibunya begitu tega membicarakan hal buruk tentangnya?
"Benar, aku sendiri yang selalu mengurusnya." Laki-laki paruh baya lain, ikut serta menambahkan. Dia adalah ayah dari Greisy. "Ini," dia meraih ponsel besar di tangannya lalu menghubungkannya pada kabel layar proyektor besar di ruangan tersebut, "ini, ini," dan memberitahukan nilai dan hasil kerja keras yang buruk dari Greisy, melalui ponselnya, "Itu semua adalah laporan hasil kerja keras Greisy yang tidak berguna. Putriku benar-benar tidak berguna, jadi, aku mohon pikirkan ulang keinginan anda, Yang Mulia Putra Mahkota.
"Sungguh memalukan, bagaimana mungkin orang sepertimu menikah dengan cucuku?" Wanita tua tampak marah lalu bergerak cepat mendekati Greisy.
"Ibu, ibu, jangan lakukan itu!"Tetapi Ibu dari Putra Mahkota terlihat sedang menahannya.
"Benarkan Chyr? Nenekmu tidak menyukaiku, sudah kubilang hubungan kita ini tidak bisa dipertahankan," bentak Greisy berpura-pura marah dan hal itu membuat seisi ruangan semakin marah padanya.
"Grei, berani sekali kau mengadu seperti itu!" Kali ini ratu negara mulai membuka suara kembali, marah.
"Chyr, aku takut, aku ingin pergi saja!"
"Jangan lakukan itu! Aku akan melindungimu, akan terus melindungimu, Sayang!" Putra Mahkota memeluk Greisy.
Ahhh..
Hangat sekali!
"Pergilah kau dari ruangan ini, Brengsek!" maki wanita tua, sembari melangkah mendekati Greisy yang masih berada di pelukan Putra Mahkota dan menarik rambut wanita itu.
"Ibu!"
"Ibu!"
"Yang Mulia!"
__ADS_1