
Alhamndulilah masih belum separuh bagian hehe
Semangat teruss yaa readers
Tetap jaga kesehatan dan tetap pake masker dan cegah penularan covid-19
Tetap semangat buat kita semua melawan penyakit yang tak terlihat ini
_____Selamat membacaa
Suasana rumah nana
Ketika mereka semua berada di meja makan abim segera menarik kursi untuk calon istrinya
Jafra tidak mau kalah dengan abim segera menarik kursi untuk isrtinya
"Eh bang jafra ga kreatif nihh" Goda abim
"Ya biarin lahh "
"Huu bang jafra nih"
"Kalian berdua mau terus berantem dan ngak makan?" Tanya adel yang ingin melerai mereka berdua yang sedang beradu mulut
Akhirnya mereka berdua (jafra dan abim) duduk di sebelah kursi orang yang mereka sayangi
Nana mengambilkan nasi dan lauk untuk abim sebaliknya adel juga melakukan seperti itu kepada jafra
Mereka semua tidak ada yang mengeluarkan suara mereka ketika sedang makan hanya terdengar suara sendok dan garpu yang berkelahi di atas piring
Ketika mereka semua sudah selesai makan nana membantu kakak iparnya untuk membersihkan piring yang ada di meja
ya meskipun sudah ada pembantu tapi adel memperlakukan mereka dengan baik dan tidak pernah membedakannya
Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 21.00
__ADS_1
Abim segera berpamitan kepada jafra dan adel
"Bang , abim pamit pulang ya ? sudah malem ternyata"
"Iya bim udah malem kamu pulang lah , hati-hatii"
"Aku pulang dulu ya naa"
"Iya mas hati-hati "
Abim segera berpamitan dan pergi masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya ke jalanan yang sedikit lengah karena hujan
tok . . tok . . tok. .
"Assallamuallaikum" Ucap abim
"Wallaikumsalam den , sudah pulang?" Tanya bi asih sambil membuka pintunya
"Iya bik sudah , bik mana abi sam ami?"
"Oh ya sudah bik , bibik istirahatlah"
"Baik den , bibik ke kamar dulu"
Abim segera naik ke lantai atas untuk kembali ke kamarnya
Drett. .drett. .drett. .drett
Pesan masuk. .
-ini riana mas , kalau mas abim ga mau nana kenapa-napa tinggalin nana mas
-maksud kamu apa na? kamu mengancam ku
aku tidak pernah takut dengan ancan mu na , silahkan lakukan apa yang kamu mau , kamu akan mendapat balasannya lebih dari itu jika kamu berani menyentuh nana
__ADS_1
-baiklah bang , jika bang abim seperti itu akan riana mulai permainan ini
"Arghh. .kenapa si kamu riana , kamu benar-benar sangat berubah aku menganggapmu sebagai adekku tak lebih dari itu"
Abim segera meraih telfonnya dan menelfon seseorang
-Haloo don
-iya tuan?
-sudah jangan bersikap formal kepadaku. ada hal penting yang ingin ku bicarakan padamu
-hm iya bim , ada apa? kenapa malem-malem gini telfon
-tolong awasi riana dengan orang-orang kita , aku tak ingin dia menyentuh nana kembali
-apa maksudmu ,?
-sudahlah besok akan ku ceritakan padamu?
-baiklah
tutt. .tutt. . tutt suara telfon terputus
Abim segera mandi dan berganti pakaian
15menit kemudian abim keluar dan memakai kaos oblong dan celana pendek dia segera menuju tempat tidurnya
Abim segera memejamkan matanya
Tak terasa detik demi detik jam demi jam sudah terlewati
Hanya bunyi detak jam dinding yang memecahkan malam itu
Tak terasa matahari sudah muncul dan mengalahkan malam yang dingin
__ADS_1
Cahaya'nya menembus tirai tirai kamar para penghuninya