
Semua mata tertuju pada perempuan yang sebaya dengan nana , iya itu riana perempuan yang selama ini menghilang seperti di telan bumi kini kembali dengan membuat keributan
"Hahahahahahahah , matii kamu nana tak seorang pun yang boleh memiliki mas abim kecuali aku"
Riana tertawa meraung-raung seperti orang kesetanan dengan melihat nana yang merasakan perih di bahunya
"Cepat tangkap perempuan gila itu" ucap doni dengan mengerahkan semua bodyguardnya
Semua pengawal menangkap riana , riana yang mencoba lari dari jeratan bodyguard abim
"Lepaskan akuu . lepaskan aku ingin menikah dengan mas abim"
"Segera telfon polisi don , cepat bereskan perempuan gila itu"
Abim langsung mengendong nana menuju mobilnya
"Bertahan ya sayang , kamu harus kuat" ucap ami
"kamu harus kuat ya naa , kamu harus tetap sadar , sedikit lagi kita akan sampai di rumah sakit" Ucap mbak adel
15menit kemudian mobil sampai di loby rumah sakit
Abim segera mengendong nana menuju UGD di bantu oleh perawat rumah sakit tersebut
"Maaf tuan , tuan tidak boleh masuk silahkan tunggu di luar "
Mereka semua menunggu nana di dalam , semua orang khawatir dengan keadaan nana
Dan doni tiba-tiba datang
__ADS_1
"Maaf tuan ,bagaimana keadaan nona"
"Seperti yang kau lihat , dokter sedang merawatnya ,bagaiman dengan perempuan gila itu ?apa kamu sudah membereskannya dengan benar"
"Sudah tuan , pihak berwajib sudah datang dan memeriksa pelayan tadi melihat rekaman cctv . memang riana telah menyuruh seseorang pelayan tersebut untuk meracuni nona tuan. saya sudah memeriksanya. besok kita di panggil pihak berwajib untuk penyidikan tuan"
"Baiklahh ,kau urus saja dan telfon pengacara . aku ingin perempuan itu mendapatkan hukuman yang setimpal dengan apa yang di lakukan"
"Baik tuan , saya permisi dulu"
Ceklek. . .
Pintu Ugd terbuka dan seorang dokter keluar dari dalam ruangan , semua orang yang melihat langsung mengahmpiri dokter tersebut
"Bagaiman dokter keadaan istri saya?"
"Begini tuan, keadaan istri anda baik - baik saja. hanya mengalami luka dan tidak terlalu serius tuan tak perlu khawatir sebentar lagi akan sadar"
"Boleh , tapi sebentar lagi akan di pindahkan ke kamar perawatan"
"Baiklah dok?"
Nana telah di pindahkan ke ruang perawatan , abim masih setia menunggu nana di samping ranjang dan mengenggam erat tangan nana
"Mas. . " Ucap nana lirihh
"Iya sayang, alhamndulilah kamu sudah sadar , dimana yang sakit? ini ya? maafkan aku sayang lagi lagi aku tidak bisa menjagamu dari riana" Ucap abim sendu
"Ga papa mas ,sekarang aku sudah baik-baik saja kan hanya luka kecil mas tidak perlu khawatir"
__ADS_1
.
.
.
Tok. .tok . Suara ketukan pintu yang terbuka
"Bagimana nona , apa masih ada yang sakit?" tanya seorang dokter dan di dampingi oleh perawat di belakangnya
"Saya baik dok , hanya sedikit perih saja tapi sudah agak mendingan dari pada kemarin"
Abim masih setia menunggu isrtinya itu yang terbaring lemah akibat ulah dari riana, yang di anggap sebagai adiknya sendiri
Sudah 2hari nana di rawat di rumah sakit , karena syok akan kejadian kemarin
Tok. . . tok .
Dokter lalu masuk ke dalam ruangan nana
"Selamat pagi nonaa , bagaimana keadaann anda?"
"Alhamndulilah sudah baik dokter , kapan saya akan pulang dok? saya sudah bosen berbaring terus di rumah sakit?"
"Saya periksa dulu ya , nanti kalau udah mendingan nanti sore sudah boleh pulang?"
"Kalau masih belum sehat ga usah pulang dulu ga papa kok dok?" Sahut abim
"Iya tuan abim , kita periksa dulu karena lukanya juga tidak teralalu parah dan nyoya nana hanya mengalami syok saja tuan akan kejadian kemarin"
__ADS_1
Dokter telah memeriksa keadaan nana