
Setelah abim dan doni masih tinggal di rumah di rumah jafra untuk membicarakan bisnis dan membicarakan acara pernikahan mereka yang akan berlangsung tahun depan
Abim dan nana tidak pernah menyangka bahwa secepat ini mereka berkenalan dan langsung menuju ke jenjang yang serius
Jafra sangat bahagia karena adiknya mendapatkan calon suami yang baik dan sudah mengenal seluk beluk keluarga abim
"Alhamndulilah ya sekarang adik keciku sudah besar dan akan menikah sebentar lagi" Ucap jafra sambil melihat arah nana dan matanya pun berkaca-kaca ketika mengungkapan itu
"Iya mas alhamdulilah , abim bisa berjodoh dengan adik mas jafra yang tomboy ini"
"Enak aja bilang aku tomboy"
"Kan emang iya kamu tomboy?" Goda Abim
"Emang iya mbak?" Bisik nana pada adell
"Hmmm kamu tuh yaa? " Jawab adel sambil mengusap-usap kepala nana seperti anak kecil
"Dan kamu kapan don?" Tanya adel
"Hehe saya nunggu pak bos saja dulu nyonya?"
"Jangan panggil aku nyonya , panggil saja aku mbak adel " Perintah adel
"Hehe iya nyo. . . Ehhh Mbak" Ucap doni gugup
"Iya don kamu udah tau jadi cepatlah mencari pasangan?" Goda Abim
"Tuan saja dulu , nanti saya menyusul"
"Kapan kamu menyusul? Cepat cari pasangan biar ga jadi perjaka tua " Celetuk nana
"Hehehe iya nanti kalau tidak repot dengan berkas-berkas dan dokumen saya akan mencarinya di antara dokumen dan kertas kontrak , siapa tau jodoh saya keselip di sana"
__ADS_1
Perkataan doni membuat semua orang tertawa karena celoteh'nya yang tidak jelas
Hari semakin gelap akhirnya abim dan doni memutuskan untuk pulang setelah mereka bercanda dan membicarakan bisnis abim yang akan membuka resto baru untuk nana
________________________
Setelah para karyawan catering membersihkan semua tempat yang selesai di gunakan
Nana naik ke atas kamarnya
Di kamarnya nana melamunkan cincin yang berada di jemarinya yang kecil
"Andai saja ayah sama ibu masih ada mungkin mereka sangat bahagia jika aku akan menikah dengan mas abim" Batin nana
Di lamunanya tak terasa ada cairan bening yang menetes di ujung matanya dam jatuh di antara pipi putihnya
"Sudahlah mungkin ini memang sudah takdriku , pasti ayah dan ibu bahagia di surga melihatku dan terimakasih sudah melahirkan ku dunia yang di penuh i oleh orang-orang yang sangat sayang pada ku"
Tak terasa karena kelamaan nana menangis dan capek akhirnya nana memejamkan matanya
Kringg.. Kring . . . .
Kediamana Rumah Abimanyu___
Sinar matahari masih malu-malu menampakakan wujudnya , tapi hangatnya sudah masuk lewat celah-celah jendela
Suara alarm telah memecah keheningan dalam kamar
Abimanyu meraih alarm yang berada di atas nakas , tangan'nya mancoba meraih-raih dimana letak suara alarm itu berbunyi dengan keadaan masih mengantuk abimanyu mematikan suara alarm itu
Mencari handuk dan dengan langkah gontai dia memasuki kamar mandi
Sekitar 20 Menit , abimanyu sudah selesai dengan mandinya dia sudah mengenakan kemeja putih dan dasi yang sudah menempel di lehernya tak lupa dia memakai jas'nya yang berwarna navy
__ADS_1
Terlihat sepatu hitam mengkilap sudah berada di kaki-nyaa
Abimanyu pun turun kebawah untuk sarapan bersama keluarganya
"Kakak???" Sapa dinda
"Iya ada apa? " Ucap abim dingin
"Eh kaka ini , gimana sih? Orang nyapa dengan enak-nya malah aku di cuekkin dasar kakak tuh ya"
Ami melihat kedua anaknya sedang berdebat pun akhirnya menengahi lagi anak-anaknya
"Apakah kalian akan seperti itu sampai nanti siang? Ini waktunya kita sarapan bukan bertengakar , dan bukan untuk melihat kalian bertengkar "
Mereka pun terdiam dan mengambil nasi goreng yang telah di masakkan ami merek tak lama kemudian abi turun dari tangga dan makan bersama keluarga mereka
Tak terasa ada seorang laki-laki yang berjalan menghampiri mereka
Tak di sangka bahwa asisten doni sudah sampai di kediaman abimanyu karena jadwal mereka hari ini sangat padat jadi doni menjemput bos-nya lebih pagi
"Selamat pagi semua" Ucap doni mengucap salam
"Pagii doni" ALL
" Kamu tumben sekali sudah sepagi ini menjemputku? "Tanya abim
" Maaf tuan jika saya menganggu karena hari ini kita banyak meeting yang sangat penting jadi saya memutuskan menjemput tuan dari jam biasanya" Ucap doni dengan polosnyaa
"Oh baiklah , mari kita sarapan dulu?" ajak abim
"Kebetulan tuan maaf memang saya belum sarapan hehe"
Ketika mereka semua sudah selesai sarapan dan berpamitan kepada orang tua abimanyu
__ADS_1
Abimanyu berjalan lebih dulu di ikuti oleh doni di belakanganya
Doni membukakan pintu untuk bosnya