
Matahari telah menyinari bumi dengan senangnya
Semua mahluk bumi telah kembali ke aktifitas mereka masing-masing
Para buruh kembali bekerja di pabrik , para karyawan telah masuk dan menatap laptop masing-masing
Jalanan sedikit agak lengang karena para pekerja sudah memulai aktifitasnya
Pagi itu doni dan abim sudah berada di loby kantor dari perjalanan yang singkat karena jarak rumah dan kantor abim tak terlalu jauh
Doni segera membacakan aktifitas abim hari ini dan abim hanya diam dan menganggukan apa yang di bacakan oleh doni , doni mengikuti abim masuk ke dalam ruangnya
"Bagaimana don , kamu sudah mengerahkan orang-orang kita untuk mengawasi riana dan nana?"
"Sudah bim , aku sudah mengerahkan orang-orang kita bagaimanapun aku tidak ingin calon nyonya ku di sentuh oleh tangan kotor riana"
"Ya kalau begitu tolong kau lihat rumah ku , aku ingin pindah kesana dan tak ingin tinggal bersama abi dan ami karena sebentar lagi aku akan menikah"
"Hmm iya yang mau nikah aku tau itu" jawab doni kesal
"Lagian Lo itu udah tua don , kenapa lo ga nyari jodoh aja sih? Lo betah lama-lama jomblo gitu ?'
__ADS_1
'Ini lagi nyari bim , belum ada yang cocok? mau gimana lagi?" Jawan doni pasrah karena ejekan abim
"Hahh ya sudahlahh , cepat mencari pasangan aku tidak ingin kamu terus-terusan jomblo hahaha"
"Dasar kau bim" Jawab doni sambil keluar dari ruangan abim
Doni sedikit bersikap dingin jika berhubungan dengan perempuan
Di suatu tempat nana sedang memikirkan sikap riana kemarin , nana sedikit merasa terbebani akan kedatangan riana di saat dia sedang bahagia dengan abim orang yang sangat di sayanginya
"Aku gak boleh lemah , dengan cuman kedatangan riana , mas abim milikku gak ada yang boleh menyentuh milikku kecuali aku" Gumam nana yang menyemangati dirinya sendiri karena tidak ingin di ganggu oleh riana
Tok. . tok .
Ceklek . .
"Iya mbak, ada apa?"
"Hm kamu ngak sarapan dulu ? Ngak berangkat kuliah?"
"Iya mbak sebentar lagi aku turun kebawah heheh " Jawab nana sambil menggaruk belakang telinganya yang tidak gatal
__ADS_1
"Ya sudah cepatlah , nanti mbak akan antar kamu ke kampus sekalian ke butik karena mas jafra udah berangkat pagi tadi"
Adel dan jafra belum di karunia seorang buah hati meskipun pernikahan mereka sudah berjalan 2tahun lebih
Tapi adel tak pernah ingin mengeluh untuk mendapatkan buah hati mereka
Jafra hanya berdoa dan berusaha agar segera di beri momongan untuk meramaikan rumah merekaa
Adel dan jafra sering berkunjung ke panti asuhan untuk melihat anak-anak kecil yang di lantarkan oleh orang tua merekaa
kita skip adel dan jafra dulu yaa. . nanti ada saat adel dan jafra di karunia momongan yang lucuu . .
**Tak terasa waktu demi waktu telah di lalui , hari demi hari berubah menjadi minggu tidak ada tanda-tanda riana untuk melukai nana
Abim sedikit agak tenang dengan kabar yang di berikan
Tapi abim tak pernah berhenti mengawasi gerak gerik riana yang mencurigakan**
Tak terasa waktu berjalan dengan sangat cepat wisuda nana akan di laksanakan
Dan tak terasa juga waktu pernikahan mereka berdua semakin dekat
__ADS_1
Nana dan abim telah sibuk mengurusi apa saja yang di butuhkan dari mulai undangan dan gedung catering dan lain sebagainya