
Sesampai nya di restoran.
" Permisi, kalian mau pesan apa? ". tanya pelayan restoran.
" Saya pesan Lanzhou Noddle dan minum nya Jus jeruk. Kalian berdua apa? ". tanya Huan Ran.
" Aku sama dengan Huan Ran! ". ucap mereka berdua.
" Aku harus sama dengan Ran Ran, kamu pesan yang lain! " kata Liu Xing Sheng.
" Tidak bisa! aku harus sama dengan Huan Ran! ". kata Jianheeng.
" Arghhhh! ".
" Arghhh! ".
" Sudah cukup! Maaf ya kami semua pesanan nya sama ". ucap Huan Ran.
" Huh! ". ketus Liu Xing Sheng.
" Huh! ". ketus Jianheeng.
" Haishhh! kan sudah aku bilang kalian berdua jangan berkelahi di restoran! ".bentak Huan Ran.
" Yang cari masalah si Liu tuh! ". kata Jianheeng.
" Heh! kenapa aku?! ". tanya Liu Xing Sheng.
" Sudah!! kalian berdua diam dan makan saja! " kata Huan Ran.
Dan mereka berdua hanya bisa mengangguk kan saja.
Saat selesai makan mereka pergi ke kasir restoran.
" Biar aku saja yang membayar Huan Ran. " ucap mereka berdua.
" Aku saja yang bayar kamu tidak usah bayar! ". kata Liu Xing Sheng sambil mengeluarkan kartu kredit nya.
__ADS_1
" Aku saja! ". kata Jianheeng sambil mengeluarkan kartu kredit nya juga.
Lalu mereka beradu mulut lagi, dan akhirnya Huan Ran lah yang membayar nya.
" Maaf ini uang nya. " ucap Huan Ran .
" Huan Ran tidak usah membayar, aku saja yang membayar semua ini." kata Liu Xing Sheng.
" Tidak! aku saja yang membayar!". sahut Jianheeng.
" Aku saja yang membayar! kalian berdua diam! ". bentak Huan Ran.
" Maaf kami permisi dulu. " kata Huan Ran ke kasir restoran.
Huan Ran pun berjalan mendahului Liu Xing Sheng dan Jianheeng.
" Huan Ran tunggu aku! ". kata Jianheeng dan Liu.
Para pelayan yang ada di restoran pun mulai membicarakan mereka bertiga.
" Hahaha, mungkin. Para laki-laki nya sampai bertengkar hanya karena ingin membayar makanan saja. " sahut pelayan kasir tadi.
" Perempuan nya sangat cantik, pantas saja dia diperebutkan oleh para lelaki tampan. " ucap salah satu pelayan.
" Benar, tapi aku sepertinya pernah melihat perempuan itu. Tapi di mana ya? ". kata pelayan kasir itu.
" Hmm benar, aku juga seperti pernah melihat mereka bertiga. " kata pelayan tadi.
........
Saat Huan Ran sedang berjalan.
" Huan Ran, mari kita pulang ke Cina. " kata Liu Xing Sheng.
" Tidak! dia harus tetap disini! ". sahut Jianheeng.
" Tapi orang tua nya mengkhawatirkan nya! ". ucap Liu Xing Sheng.
__ADS_1
" Orang tua? aku punya orang tua? dimana?
Aku ingin bertemu dengan ayah dan ibuku! ".
ucap Huan Ran.
" Berartk kamu mau pulang bersama ku Ran Ran?! ". tanya Liu Xing Sheng.
" Huan Ran..... apakah kamu akan meninggalkan ku? ". Tanya Jianheeng bereskpresi sedih.
" Iya Jian, aku ingin bertemu dengan orang tua ku! aku ingin melihat bagaimana rupa mereka ". jawab Huan Ran sambil tersenyum.
" Baiklah.... ". ucap Jianheeng.
" Aku akan tetap mengunjungi rumah mu Jian! ". ucap Huan Ran.
" Mari kita pulang ke hotel Ran Ran, aku akan memesan tiket ke Cina. " sahut Liu Xing Sheng.
" Aku akan bermalam di tempat Jianheeng, kamu akan menjemput ku disitu. " ucap Huan Ran.
Jianheeng yang mendengar itu langsung senang.
" Hmm, baiklah. " ucap Liu Xing Sheng.
" Mari kita pulang Huan Ran! ". ucap Jianheeng sambil menarik tangan Huan Ran.
" Eh, baiklah. Sampai Jumpa besok Liu. " ucap Huan Ran sambil melambaikan tangan nya.
" Ya, aku akan pergi ke hotel dulu. " Ucap Liu.
Lalu Huan Ran pergi ke rumah nya Jianheeng.
Sedangkan Liu Xing Sheng.
" Tolong siapkan satu pengawal mengikuti mereka, dan lihat gerak gerik nya. " ucap Liu Xing Sheng.
" Baik Tuan Muda ! ". ucap pengawal nya.
__ADS_1